Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Ling Feng vs Dun Cao


Long Tian yang terkena pukulan telak di wajah bagian pipi, melesat dengan cepat menghantam bangunan sekte bayangan.


"Tetua agung memang kuat. Bahkan ia bisa memberikan pukulan telak ke orang itu dimana yang lainnya saja tidak bisa menggores sedikit pun luka orang tersebut." Batin Pang Lang. Dun Huang menatap tajam bangunan tempat dimana Long Tian berada. Ia awalnya ingin mendekati Long Tian, namun ia abaikan itu dan memilih untuk pergi menuju kakaknya berada.


"Tetua Lang kita pergi menuju ketua sekte berada sebelum orang itu mengejar kita." Ucap Dun Huang. Pang Lang yang mendengar itu menganggukkan kepalanya langsung pergi menuju arah tempat ketua sekte berada.


Dun Huang mengekori dibelakang, Namun baru saja ia ingin pergi. Ia melihat kantung besar yang dibawa oleh Long Tian tergeletak di tanah. Awalnya ia tidak peduli, tapi setelah lebih dekat ia merasakan aura yang familiar dari dalam katung besar tersebut. Dun Huang pun menyempatkan untuk melihat isinya terlebih dahulu.


Ketika ia melihat isi didalam kantung tersebut tiba-tiba ia terdiam. Pang Lang yang menyadari bahwa Dun Huang tidak ikut bersamanya menoleh kebelakang dan melihat tetua Huang terdiam sembari melihat katung yang dibawa Long Tian.


"Tetua Dun malah terdiam disana apa isi dari katung tersebut sampai-sampai Membuat tetua agung terdiam seperti itu. Ah masa bodo, lebih baik aku pergi dari sini dan menuju tempat ketua sekte." Batin Pang Lang lalu pergi dari tempat itu.


"Aduh, bangunannya jadi hancur. Ya tidak apa-apa lah lagipula sekte ini akan dimusnahkan." Ucap Long Tian seraya keluar dari Bangunan tempat ia diterbangkan.


"Kau apa kau yang melakukan ini?" Ucap Dun Huang. Long Tian yang mendengar itu melirik Kanan dan kirinya lalu menunjuk dirinya seraya berkata, "Apa kau bertanya kepadaku?" Kata Long Tian sembari menunjuk dirinya sendiri.


"Apakah kau yang melakukan hal ini." Ulang Dun Huang dengan nada yang lebih dingin. Mendengar hal itu, Long Tian tanpa beban menjawab. "Jika yang kau maksud orang didalam kantung itu akulah yang melakukannya." Ucap Long Tian tanpa beban. Dun Huang yang mendengar itu membelalakkan matanya ia mengepal tangannya erat-erat.


"Tidak bisa dimaafkan." Gumam Dun Huang yang masih bisa didengar oleh Long Tian. Dun Huang bangkit seketika aura disekitarnya menjadi lebih mencengkam. Long Tian yang melihat itu kembali bersemangat. "Heh, kau bersemangat sekali ingin membunuh ku, tapi bagus ini akan menjadi lebih menarik lagi."


"Berani-beraninya, kau berani-beraninya memperlakukan murid ku seperti itu kepar*t!!!" Dun Huang berteriak seraya kekuatan besar memancar keluar dari tubuhnya. Long Tian yang melihat itu menyeringai lebar dan berkata lagi. "Hehhhhh, jadi itu murid mu, pantas saja kelakuannya sama persis seperti iblis Baji*an ternyata menurun dari mu toh tua Bangka." Kata Long Tian memprovokasinya.


Dun Huang marah, ia sangat marah ketika Long Tian berkata seperti itu. Seiring tubuhnya yang memancarkan aura yang sangat kuat, Tubuh Dun Huang mulai dilapisi oleh kekuatan tersebut.


"Akan kubunuh orang yang berani-beraninya melakukan hal buruk terhadap muridku." Ucap Dun Huang. Long Tian yang mendengar itu menyeringai lebar dan berkata, "Kemarilah akan kulayani sampai kapan pun." Ucap Long Tian disertai seringai lebar tercetak diwajahnya. "Kalau tau akhirnya seperti ini, lebih baik aku serahkan dari tadi daripada repot-repot aku bawa. Ya sama saja sekarang juga masih belum terlambat." Batin Long Tian Tipikal orang yang gila akan pertempuran.


Sisi Lain Tempat Ling Feng


Tidak beda jauh dengan Long Tian dengan para tetua, Ling Feng juga melakukan hal yang sama, ia dan ketua sekte bayangan sama-sama jual beli tinju untuk mengukur seberapa tinggi kemampuan lawan mereka.


Tendangan, pukulan, sudah berulang kali datang dan pergi diantara mereka berdua, namun tidak terlihat wajah-wajah tertekan diantara mereka berdua. Setelah dirasa cukup, Ling Feng sedikit menggunakan trik dan membuat Ketua sekte bayangan sedikit terpental dan mengambil jarak.


"Aku harus sedikit memprovokasinya, dan gerakan dasar pasca jual beli tinju serasa tidak asing. Dimana aku pernah melihat gerakan ini ya…" Batinnya mengingat dan terlintas lah nama seseorang dikepalanya. Ia menyeringai tipis ketika sebuah kemungkinan terpikirkan dikepalanya.


Melihat seringai tipis Ling Feng, Ketua sekte bayangan langsung berkata, "Apa yang kau tertawakan bocah, trik murahan tidak akan mempan terhadap ku." Kata Dun Cao memasang senyum mengejek. Ling Feng yang melihat itu mengendorkan kuda-kudanya dan berkata.


"Teknik dasar milik mu serasa tidak asing tua Bangka, apakah kita pernah bertemu sebelumnya." Ucap Ling Feng memasang mimik wajah mengingat-ngingat. Dun Cao yang mendengar itu mengangkat sebelah alisnya lalu berkata, "Apa maksud mu." Ucapnya serius. Ling Feng yang mendengar perubahan nada bicara Dun Cao kembali menyeringai tipis dan berkata.


"Aku punya kenalan tidak lama ini kami bertarung…" Ucap Ling Feng sengaja digantung, Dun Cao memperhatikan dengan serius jaga-jaga dengan trik yang akan dimainkan oleh bocah didepannya ini.


"Kau, apa hubunganmu dengan Dun Xiaohu tua Bangka." Ucap Ling Feng. Serasa disambar petir ketika mendengar itu, Dun Cao menatap tajam Ling Feng dengan niat membunuh lebih kuat ketika pemuda itu menyebutkan nama itu. Ia akhirnya ingat dengan wajah itu, walaupun ada sedikit perbedaan dengan yang dulu, ia masih dapat mengenalinya.


"Kau bocah, apakah kau yang telah membunuh adikku." Ucap Dun Cao nadanya bicaranya berubah mencengkam. Ling Feng yang mendengar itu memasang raut wajah tenang, dan berkata tanpa beban. "Bagaimana jika aku bilang tidak." Kata Ling Feng tanpa beban sama sekali.


"Sepertinya kau tidak ingin mengakuinya, jika begitu akan kubuat kau mengakuinya." Kata Dun Cao dengan nada dingin dan mengandung niat membunuh yang pekat. Ia langsung maju tidak tanggung-tanggung lagi.


"Hehhhhh, kau kira aku takut kepada mu tua Bangka." Balasnya, ia mengeluarkan kedua pedang miliknya dan ikut maju menerjang.


Booommmm


Sekali lagi dua kekuatan berbenturan membuat ledakan yang menggetarkan bumi yang dipijak. Di tengah-tengah ledakan tersebut ada Ling Feng dengan dua pedangnya, dan Dun Cao menahan tebasan miliknya dengan dua tangan.


"Jangan bertingkah seolah-olah kau yang balas dendam, sekte bayangan milik mu ini akan kuratakan dengan tanah dan akan kubuat musnah hingga ke akar-akarnya tidak bisa bangkit lagi." Ucap Ling Feng tak kalah dingin. Sekali lagi ia menghempaskan Dun Cao memberikan sedikit jarak dan celah.


"Teknik Pedang Yin Yang: Tebasan Hening." Ling Feng langsung memanfaatkan celah itu, memasang kuda-kuda berpedangnya dan melancarkan nya tebasan kedepan tepat ke arah Dun Cao.


Shringgggggg


>>>>> Bersambung