Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Ling Feng Vs Bing Ji ( 2 )


"Kekuatan Fisik yang luar biasa, aku tidak menyangka bahwa selain ahli pedang kau juga mempunyai kekuatan fisik yang mengerikan. Mungkin Jenius di seluruh Benua Biru ini tidak ada yang bisa menandingi bakat mu itu, tetapi sayang hidup mu tidak akan lama lagi" Kata Bing Ji dan Ling Feng hanya mengangkat bahunya.


"Kau ini seorang peramal kah, Tetapi maaf ramalan mu kali ini salah tua Bangka. Mungkin saja malah sebaliknya" Kata Ling Feng santai. Bing Ji yang ingin membalas perkataan Ling Feng tidak jadi karena, sudah dipotong terlebih dahulu oleh Ling Feng.


"Sudahlah jangan banyak omong kosong, Jika kau tidak ingin maju maka aku yang akan maju. Jangan salahkan aku jika kau langsung mati ya" Kata Ling Feng Mengeluarkan Yin Black Sword dan Yang White Sword.


"Teknik Halilintar Langit Gerakan Pertama : Langkah Kilat" Ling Feng langsung menghilang dan muncul didepan Bing Ji.


"Teknik Pedang Yin Yang gerakan pertama : Tebasan Hening" Ling Feng mengalirkan qi kedalam kedua pedangnya dan langsung menebaskan kearah Bing Ji.


Bing Ji yang melihat serangan cepat Ling Feng langsung menggunakan elemen kegelapan nya dan langsung menghilang.


"Cih, Elemen kegelapan bisa digunakan seperti itu juga ternyata. Serangan langsung Tidak akan berguna, Sungguh merepotkan" Ling Feng berdecak kesal.


Pertahanan mu terbuka lebar bocah bren*sek" Kata Bing Ji tiba-tiba muncul di belakang Ling Feng dan langsung meninjunya.


Ling Feng langsung terpental terkena pukulan Bing Ji. Walaupun Ling Feng mengolah manual yang menentang surga tetap saja dirinya kalah dalam hal Kultivasi. Hal itu menjadi pembeda antara Bing Ji yang sudah mencapai ranah kaisar.


"Jika dirinya menggunakan elemen kegelapan sebagai perwujudan dirinya. maka aku akan menggunakan Lima elemen yang ku punya untuk melawannya" kata Ling Feng mengikuti Bing Ji, menggunakan klon sebagai pengganti dan hilang entah kemana.


"K-Kau Bisa melakukan teknik klon tubuh selain menggunakan elemen kegelapan" kata Bing Ji yang terkaget-kaget.


"Ehhhhh, memangnya tidak bisakah ? Lagi, bukanya semua elemen bisa seperti itu" Kata Ling Feng muncul kembali ke daratan.


"Jangan Bercanda !! Tentu saja Selain Elemen Kegelapan, elemen yang lainnya tidak bisa seperti itu. Itulah salah satu keistimewaan Elemen Kegelapan dari Elemen yang lainnya" Bing Ji tidak percaya bahwa hal seperti itu juga bisa dilakukan.


"Ya terserahlah, bisa atau tidaknya aku tidak ada hubungannya dengan mu kan" Kata Ling Feng Membuat Bing Ji tidak bisa berkata.


Ling Feng hanya menyeringai dibalik penutup wajahnya dan merubah wujudnya menjadi angin langsung menghilang dan kembali menyerang Bing Ji tanpa jeda.


"Monster, Jelas-jelas dirinya monster. Jika dibandingkan dengan jenius maka julukan yang layak untuknya hanyalah monster" Batin Bing Ji Bergetar.


"Ayolah jangan memasang raut wajah seperti itu, entah kenapa seakan-akan bahwa aku yang salah di sini" Kata Ling Feng muncul kembali dari bawah tanah.


Bing Ji diam termenung melihat ke arah Ling Feng dirinya sedang memikirkan sesuatu.


"Sepertinya tidak ada cara lain" Kata Bing Ji menutup matanya lalu membentuk segel tangan yang sangat aneh menurut Ling Feng.


Ling Feng yang melihat itu hanya diam menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Teknik Terlarang : Pengorbanan" Gumam Bing Ji dan suasana kota Cheng du langsung merasakan aura mencekam.


Booooommmm


"Akhirnya Menjadi menarik juga" Ling Feng tersenyum dibalik penutup wajahnya.


Bagian kota yang lain


Terlihat Pertempuran antara dua kekuatan dahsyat hampir menghancurkan daerah tempat pertarungan tersebut.


Boommmmm


"Ughkkkkkkk, Kau tua Bangka bagaimana bisa kau melukai ku" Kata suara wanita menatap tajam kearah Seorang pria sepuh. Kedua orang tersebut adalah Tetua Han yang bertarung dengan Merah.


"Tanyakan saja kepada raja neraka disana" Kata Tetua Han yang ingin memenggal lalu terdengar suara ledakan diikuti aura yang sangat mencekam.


"Aura mencekam ini, tidak salah lagi aura milik bangsa iblis" Kata Tetua Han merasakan ledakan aura yang sangat besar.


Sementara Si merah tertawa sangat keras membuat Tetua Han mengkerutkan keningnya.


Shinggggg


"Ehhhh" Tawa merah langsung mendadak berhenti dan Tetua Han berkata.


"Kau terlalu berisik Wanita Tua" Kata Tetua Han langsung memenggal kepala Merah dan mengalihkan pandangannya ke arah Ledakan aura tersebut.


"Ini tidak baik" Katanya menghela nafas dan memasukkan pedang nya ke dalam cincin ruangnya langsung melesat kembali menuju Tetua Ling.


Di tempat Long Tian dan Bing Jiao


Long Tian dan Bing Jiao yang sedang menuju ke tempat Tetua Ling dan Han berhenti bergerak setelah merasakan ledakan aura yang sangat mencekam.


"Aura ini sangat mencekam dan Lagi itu berasal dari tempat kakak dan ayah" Kata Bing Jiao cemas mengalihkan pandangannya ke sumber ledakan tersebut.


Long Tian tidak mengatakan apapun. Dirinya hanya memandang sumber tersebut dengan tatapan serius.


"Aura ini, Aura dari seorang Iblis. Walaupun hanya tingkat rendah, untuk apa bangsa iblis berada di Benua Fana ini" Gumam Long Tian serius.


"Tidak perlu memikirkan Feng'er dia tidak akan kalah hanya dengan aura seperti ini, malah mungkin anak itu menjadi bersemangat sekarang" Kata Long Tian balik badan langsung bergerak kembali.


"Memangnya Kakak sekuat itu paman Long" Kata Bing Jiao. Dirinya memanggil paman atas permintaan Long Tian sendiri. Jadi alhasil Bing Jiao tidak bisa menolak dan mengiyakan saja.


"Walaupun aku belum pernah melihat dirinya bertarung dengan sekuat tenaga nya tetapi, aku yakin bahwa dirinya sangat kuat" Kata Long Tian mengatakan apa adanya.


"Jelaslah hanya seorang monster yang bisa mengolah hal yang menentang surga" batin Long Tian.


Kembali Ke Ling Feng


Terlihat seorang pemuda yang sedang diam menunggu lawan yang tidak lain adalah Ling Feng.


"Anak muda, kenapa kau tidak langsung menyerang kakak sebelum ia berubah menjadi hal yang tidak terduga nantinya" Kata Walikota Bing yang telah selesai menyerap pil yang diberikan Ling Feng.


"Kau sudah siuman ternyata, Jika sudah selesai pergilah ke tempat putri mu dan yang lain berada" Kata Ling Feng Membuat Bing Xian menjadi bingung.


"Aku mempunyai urusan dengan orang ini" Kata singkat Ling Feng.


"Berhati-hatilah anak muda" Kata Bing Xian dan Ling Feng hanya melambaikan tangannya mengisyaratkan untuk segera pergi.


Bing Xian langsung pergi menuju tempat putrinya berada dengan mengikuti auranya. Kali ini hanya tersisa Ling Feng dan Bing Ji yang masih proses transformasi.


Tidak lama kemudian terdengar suara tawa yang sangat mengerikan dengan suara berat.


"Hahahahahaha, akhirnya manusia bodoh itu mengorbankan jiwanya juga. Dasar ras bodoh, hanya demi kekuatan dirinya sampai rela mengorbankan jiwanya" Kata Bing Ji, kali ini aura kehitaman merembes keluar dari tubuhnya. Jika ada orang yang berdekatan dengannya mungkin akan langsung kehilangan kesadaran.


"Jadi.....Si Jelek ini, apakah masih orang yang sama ?" Perkataan Celetuk Ling Feng Membuat Tawa Bing Ji terdiam.


"Kekekekeke ada Manusia....Sudah lama aku tidak memakan daging manusia, dan lagi kau masih muda kualitas daging mu pasti sangat bermutu" Kata sosok tersebut yang penampilan sudah tidak menggambarkan Manusia kembali.


"Daging ku tidak enak dan lagi aku mempunyai urusan dengan pemilik tubuh tersebut bukan dengan jiwa yang gentayangan seperti mu" Kata Ling Feng masih berbicara dengan santai mengacungkan pedangnya kearah Sosok tersebut.


>>>>> Bersambung


( Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan like, favorit dan komennya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudarase rasku )


( Blizzardauthor)