
"Saat ini sudah malam antar kan aku ke tempat tinggal kalian." Kata Ling Feng. Pemimpin beast serigala itu pun menganggukkan kepalanya lalu melolong. Anak buah pemimpin serigala itu pun juga ikut melolong seperti pemimpin mereka. Pemimpin beast serigala itu pun menundukkan kepalanya didepan Ling Feng mengisyaratkan Ling Feng untuk naik ke punggungnya.
Ling Feng pun menurutinya untuk naik diatas punggung beast pemimpin serigala itu dan duduk dalam sikap lotus. "Baiklah ayo pergi." Kata Ling Feng diangguki oleh pimpinan beast serigala itu. Pemimpin serigala itu sekali lagi melolong lalu pergi berlari kembali ke tempatnya diikuti oleh anak buahnya mengekor dan beriringan juga bersamanya.
Sekumpulan serigala itu melesat dengan sangat cepat, akan tetapi pada saat perjalanan pulang menuju wilayah serigala tersebut tiba-tiba muncul seekor ular dihadapan pemimpin serigala yang membuat pemimpin serigala itu berhenti berlari.
Ular itu sangatlah besar nan panjang. pemimpin serigala itu menatap tajam ular tersebut sembari meraung. Beast ular tersebut membalasnya juga dengan berdesis nyaring. Pemimpin serigala yang geram itu pun langsung menunjukkan ekspresi wajah tidak suka dengan kehadiran dari ular besar tersebut.
Akan tetapi, seakan tidak menggubris apa yang dikatakan oleh Pemimpin serigala. Ular tersebut tetap bergeming tidak bergerak disana. Membuat Ling Feng menjadi kesal menunggu nya.
Tanpa basa-basi Ling Feng langsung lompat dari punggung pemimpin serigala itu. Ia langsung muncul tepat didepan diantara Pemimpin serigala itu dan ular besar itu. Kedua beast itu sontak terkejut dengan kemunculan Ling Feng. Ling Feng langsung melirik sang serigala, serigala yang dilirik seperti itu langsung mundur perlahan-lahan.
Ular itu pun kembali dikejutkan dengan sikap serigala yang sangat sopan terhadap manusia didepannya. Ular tersebut sangat kenal dengan sifat yang dimiliki dari serigala itu, dan kini ia melihat fakta yang ia ketahui berbanding terbalik saat ini.
Melihat Serigala sudah mundur perlahan, Ling Feng lantas menolehkan kepalanya kembali ke arah beast ular tersebut lalu berkata, "Kau mengerti bahasa yang aku katakan, kan…Jika mengerti aku tidak akan mengatakannya dua kali." Kata Ling Feng santai, namun kemudian ia merubah nada bicaranya. "Menyingkirlah jika kau tidak ingin dibuat daging bakar." Kata Ling Feng dengan nada acuh tak acuhnya.
Sontak ular yang paham apa yang dikatakan oleh Ling Feng menatap marah dan ingin langsung menyerang Ling Feng saat itu juga, tapi sebelum ia mengambil langkah. Dunia dalam pandangan matanya tiba-tiba berputar.
Shringgggggg
Sebelum ular tersebut bereaksi, dalam sekejap Ling Feng menebas lurus membelah tubuh ular besar tersebut menjadi dua menggunakan tangannya yang sudah dialiri Qi. Pemimpin serigala beserta anak buahnya yang melihat itu dalam hati masing-masing bersyukur, karena tidak keras kepala dan memilih untuk menyerah.
Pakaian yang Ling Feng kenakan langsung kotor oleh darah dari beast ular tersebut. Namun, Ling Feng tidak peduli akan hal itu. Alih-alih sudah terbiasa ia berkata kepada pemimpin serigala itu.
"Serigala. Perintahkan anak buah mu itu membawa ini dan kita lanjutkan kembali perjalanannya." Kata Ling Feng yang sudah duduk diatas tubuh pemimpin serigala itu. Mendengar hal itu Pemimpin serigala itu langsung memerintahkan dua serigala lainnya untuk membawa tubuh dari ular tersebut.
"Jangan kalian makan jika masih sayang nyawa." Kata Ling Feng yang membuat kedua sempat tersentak mendengarnya lalu mengangguk perlahan mengiyakan. Perjalanan mu kembali berlanjut dan kini ia sudah sampai ditempat wilayah milik serigala itu.
Ling Feng pun langsung dibawa masuk kedalam gua tersebut dan benar saja gua tersebut sangatlah luas untuk ditinggali sekumpulan serigala ini. Bukan hanya itu saja, disana juga ada sebuah sumber air yang tercipta dari tetesan air yang berada dilangit-langit gua.
Ling Feng kemudian turun dari punggung pemimpin serigala. Ia lalu berkata kepada pemimpin serigala itu untuk mencari kayu bakar. Pemimpin tersebut langsung mengkomando serigala-serigala yang lainnya untuk melakukan permintaan Ling Feng. Bahkan sang pemimpin itu sendiri ikut juga dalam mencari kayu bakar.
Ketika semua serigala itu pergi, Ling Feng memilih untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu yang tadi terkena darah dari beast ular. Dengan menggunakan elemen airnya, ia dengan mudah membersihkan darah beast ular tersebut.
Ketika Ling Feng masih membersihkan tubuhnya, serigala-serigala itu pun melolong yang menandakan mereka telah kembali. Mendengar hal itu Ling Feng menyudahi ritual membersihkan tubuhnya lalu menggunakan pakaian baru yang lainnya.
Tanpa basa-basi Ling Feng pun mulai menyusun kayu bakar tersebut dibantu oleh para serigala yang lainnya. Ling Feng juga menyiapkan daging ular tadi dan membersihkan nya terlebih dahulu. Sebelum dibakar.
Ia hanya membakar setengah dari daging ular tersebut lalu sisanya diberikan kepada serigala-serigala itu. "Ambil ini bagi-bagi dengan yang lainnya." Kata Ling Feng melemparkan setengah daging ular yang cukup besar kepada salah satu serigala tersebut.
Sontak sepuluh serigala termasuk sang pemimpin langsung memakan dengan lahap daging ular tersebut. Ling Feng yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya saja lalu fokus membakar setengah daging ular lainnya.
Sembari memutar-mutar daging ular tersebut supaya matang merata, Ling Feng juga mengoleskan rempah-rempah yang ia beli sebelumnya di kota Anyi. Membuat daging ular tersebut mengeluarkan aroma yang sangat harum.
Setelah dirasa cukup matang, Ling Feng pun mulai memakan daging ular tersebut dan benar saja aroma wanginya sesuai dengan rasanya yang enak. "Sepertinya perjalanan kali ini, aku bisa memakan daging layak tanpa harus merasakan rasa hambar." Gumam Ling Feng terkekeh lalu melahap kembali daging ular tersebut.
Pada saat ia ingin melahap lagi daging bakar tersebut, ia sontak menyadari para serigala sudah menatap ingin daging yang ia makan saat ini. Bahkan ada yang sudah meneteskan air liur nya ketika melihat Ling Feng melahap daging bakar tersebut. Melihat itu Ling Feng menghela nafas panjang lalu berkata.
"Ambillah…Aku sudah memakan bagian ku lebih dari cukup. Lagipula aku membakar banyak daging." Kata Ling Feng mengalah. Mendengar hal itu sekelompok serigala itu langsung berebutan memakan daging bakar yang dibuat oleh Ling Feng.
"Ya nikmati saja daging itu, besok kalian harus kerja ekstra tentunya." Gumam Ling Feng tersenyum lalu melahap kembali daging bakar yang masih tersisa di tangannya.
>>>>>> Bersambung