Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Teknik Baru Ling Laohu: Pukulan Nyan-nyan


Ling Laohu tersebut menguap sebentar lalu menatap tajam wanita bangsawan yang menggertakkan giginya sembari menatapnya. Wanita tersebut seketika refleks melangkah mundur. Ling Laohu maju perlahan sembari memasang ekspresi tidak suka.


Ling Feng yang melihat itu menyikut Pang Lang sembari berkata, "Laohu sepertinya sangat tertekan saat ini, ia tidak bisa mengumpat, karena tubuhnya hanya seekor kucing kecil." Kata Ling Feng sembari menahan tawanya. Ling Feng sudah membayangkan umpatan yang keluar dari Ling Laohu saat ini jika tidak ada orang.


Dalam sekejap Ling Laohu menghilang wanita bangsawan itu terkejut dengan kecepatan kucing didepannya tersebut dan sebelum wanita itu bereaksi Ling Laohu sudah muncul dihadapannya dengan wajah menyeringai yang sangat mengerikan dimatanya.


Bahkan Ling Laohu berkata, "Halo gadis manja, gara-gara kau tidur siang ku terganggu." Kata Ling Laohu yang hanya bisa didengar dirinya dan Wanita bangsawan itu. Sontak nona bangsawan itu menunjuk-nunjuk Ling Laohu dengan tangan bergetar dan berkata, "K-Kau bis-" Perkataannya terhenti ketika Ling Laohu melakukan sesuatu.


Ling Laohu dengan cepat mengeluarkan cakar kecilnya dan mengeluarkan teknik versi kucingnya. "Terima ini wanita bajin*an rasakan teknik terbaru ku." Batin Ling Laohu. Ia langsung mencakar wajah Nona bangsawan itu dengan sangat cepat membuat sang empu telat bereaksi.


"Pukulan nyan-nyan!!" Teriak Ling Laohu dalam hatinya. Ia ingin meneriakkan nama tekniknya, namun sayang hal itu tidak dapat ia lakukan karena sedang ramai yang memperhatikannya. Alhasil ia hanya bisa meneriakkan nama tekniknya di dalam hatinya.


Semua pasang mata hanya bisa terdiam melihat tindakan itu. Seorang bangsawan yang terhormat kini telah menjadi samsak cakar dari seekor kucing kecil saat ini.


"K-kucing jenis apa ini. Aku baru pertama kali melihat kucing yang seperti ini. Tidak kusangka dengan badan kecilnya ia bisa melakukan sesuatu yang luar biasa seperti itu."


"Selain daripada itu kalian lihat wajah bangsawan itu. Sungguh aku tidak kuat lagi ingin tertawa melihat wajahnya yang angkuh kini digantikan dengan wajah kotor dan bekas cakaran dari kucing tersebut."


"Shutttttt jangan bilang seperti itu. Aku yang mendengarnya jadi ingin tertawa saat ini. Jangan berkata seperti itu lagi aku sungguh tidak tahan ingin tertawa hahahaha."


"Penampilan angkuh dan elegannya sudah tergantikan dengan menyedihkan dan sangat kotor saat ini. Ya wajar saja, mungkin itu karma yang ia peroleh dari bersikap sok berkuasa dan ingin mengambil sesuatu yang bukan haknya."


Nona bangsawan yang mendengar itu menghiraukannya ia menatap sedikit bergetar dan menunjuk Ling Laohu sembari berkata. "K-kau bisa bicara?!" Antara terkejut dengan takut. Semua warga yang berada disana menatap simpati nona bangsawan itu.


"Lihat itu. Ia sekarang berkata dengan santainya bahwa kucing itu bisa bicara. Jika itu seekor beast mungkin aku percaya, tapi ini sungguh jiwa nona bangsawan itu sudah terguncang dengan keadaan yang dialaminya."


Masih banyak lagi bisik-bisik para warga yang menonton kejadian tersebut. "Cihhhhh sekelompok kotoran ini memangnya mereka tau apa, lihat saja akan ku balas mereka setelah para prajurit datang." Batin Nona bangsawan tersebut menggertakkan giginya marah.


Sampai tidak lama kemudian datanglah sekelompok prajurit keamanan. Prajurit keamanan itu berbeda dengan prajurit keamanan biasanya, sekelompok prajurit itu adalah kebetulan orang-orang yang mengikuti peperangan dengan aliran hitam.


Prajurit itu langsung menerobos langsung ke kumpulan para warga yang berada disana. Melihat sekelompok prajurit itu para warga langsung membukakan jalan.


"Mohon perhatiannya kami adalah prajurit keamanan apa yang terjadi disini." Ucap prajurit tersebut bertanya entah kepada siapa. Nona bangsawan yang mendengar itu langsung bergegas mendekati sekelompok prajurit tersebut sembari berkata, "Akhirnya kalian datang juga, jika sampai tidak aku akan menuntut walikota Anyi ini."


Bangsawan tersebut pun tersenyum licik dan langsung menunjuk kepada kucing tersebut. "Aku ingin kalian membunuh kucing sia*an dan bocah pemiliknya saat ini juga! Kucing miliknya sudah berani-beraninya membuat wajahku menjadi terluka sampai seperti ini." Ucap wanita bangsawan itu.


"Ehh kucing ini serasa tidak asing dimana ya aki pernah melihatnya." Batin Prajurit tersebut ketika melihat kucing itu merasakan hal yang familiar. Ia lantas tidak memusingkannya dan berteriak cukup keras.


Prajurit tersebut menganggukkan kepalanya lalu berkata dengan lantang. "Dimana bocah pemilik kucing ini?!" Tanya prajurit tersebut dengan suara keras. Para warga tidak ada yang menjawab, bahkan ada beberapa yang menutup Hao Xiang dan memberikan isyarat untuknya supaya pergi dari sana.


Hao Xiang yang melihat sikap para warga itu tersenyum, Ia lantas mengangkat sebelah tangannya sembari menjawab teriakan prajurit tersebut dengan lantangnya. "Aku pemilik kucing itu paman…Tidak perlu berteriak seperti itu lagipula aku tidak akan kemana-mana." Jawab Hao Xiang.


Ling Feng yang mendengar itu terkekeh dengan tingkah bocah tersebut, ia tidak menyangka bahwa Hao Xiang akan berbuat sejauh itu. Prajurit yang mendengar teriakkan anak kecil itu juga merasakan hal yang familiar dari suaranya, merasa penasaran ia pun mendekati sumber suara tersebut.


Para warga yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya simpati dengan tindakan Hao Xiang yang sangat polos tersebut, mereka hanya bisa menatap sedu dengan apa yang terjadi kedepannya.


Sementara si nona bangsawan itu sudah tersenyum sangat lebar sembari menatap sinis Ling Laohu yang bersikap acuh tak acuh.


Ketika prajurit tersebut melihat bocah yang mengaku sebagai pemilik kucing tersebut, ia membelalakkan matanya kaget ketika melihat bocah pemilik kucing tersebut. Hao Xiang dengan senyum ruangnya menyapa prajurit tersebut.


"Halo paman prajurit akulah pemilik kucing tersebut tidak perlu berteriak seperti lagi pula aku tidak akan kemana-mana." Sapa Hao Xiang kepada prajurit yang terdiam melihat dirinya. "T-tunggu dulu b-bocah ini kan bocah yang beberapa saat lalu membantai aliran hitam jangan bilang kucing itu." Batin Prajurit tersebut terkejut jiwa raganya ketika mengetahui identitas Hao Xiang. Ia lantas mengalihkan pandangannya ke kucing yang sedang menguap tersebut.


Ling Laohu yang masih mengumpulkan nyawanya, ia lantas mengalihkan pandangannya karena merasa ada yang memperhatikannya. Sekali lagi prajurit tersebut terkejut bukan main. "K-ku-kucing itu tidak kusangka itu memang benar kucing kematian." Batin Prajurit tersebut kembali bergetar kencang.


"B-bagaimana bisa nona bangsawan telah menyinggung kedua monster ini?! Ahh sial kenapa aku malah menawarkan diri di posisi yang sangat mengerikan ini." Batin Prajurit yang sudah terkena mental mengetahui siapa identitas Hao Xiang dan Ling Laohu.


Melihat prajurit itu terdiam, bangsawan itu menjadi heran mengapa ia terdiam. Lantas Nona bangsawan itu berteriak lantang. "Apa yang kau lakukan prajurit?! beginikah sikap prajurit kota kepada para bangsawan?!" Teriak Bangsawan tersebut.


Prajurit itu terdiam bingung ingin mengambil langkah yang mana, karena saat ini ia bisa mati kapan saja jika mengambil langkah yang salah.


Sampai suara yang begitu lembut mengalihkan perhatian semua orang.


"Apa yang telah terjadi disini?" Tanya sosok lembut tersebut.


>>>>> Bersambung