
“Terima kasih Jiao’er. Kalau begitu ayo kita masuk.” Ujar Ling Feng yang diangguki oleh Bing Jiao dan Qing Xian. Bahkan keduanya tidak ragu-ragu langsung mengapit lengan Ling Feng, membuat orang-orang yang belum masuk hanya bisa menatap iri ke arahnya. Ling Feng hanya bisa tersenyum masam melihat kedua wanita itu yang sepertinya sudah janjian akan melakukan hal itu, ia pun melesat dengan cepat masuk ke dalam portal. Sampai puluhan menit kemudian, seluruh orang-orang yang memiliki token pun sudah masuk seluruh nya ke dalam tanah rahasia.
>>>>>>______
Portal Masuk Tanah Rahasia
“Tetua Sang apakah Ling Feng juga mengirimkan transmisi suara kepada mu?” Tanya Tetua Han yang langsung menghampiri Tetua Sang, sesaat Ling Feng mengirimkan transmisi suara kepada nya. Tetua Sang mengangguk kan kepalanya mengiyakan pertanyaan Tetua Han, raut wajahnya benar-benar sangat serius sekarang.
“Kaisar Shu, para tetua yang lainnya aku ingin berbicara sesuatu yang sangat mendesak saat ini. Aku serius.” Kata Tetua Han membuat para tetua yang berada di sana memandang nya dengan raut wajah penasaran tentu nya, terlebih lagi nada bicara terdengar sangat serius dengan raut wajah yang tegas, bahwa ia tidak bercanda.
“Aku mengerti. Jika memang seserius itu, aku akan mendengarkan apa yang hendak di sampaikan oleh Tetua Han.” Kata sang Kaisar langsung mewakili pembicaraan nya. Untuk para tetua sendiri awalnya saling pandang, namun semuanya menganggukkan kepalanya kemudian.
“Kalau begitu kita kembali ke istana untuk membicarakan apa yang hendak di sampaikan oleh Tetua Han.” Kata Kaisar Shu bangkit dari tempat duduknya pergi dari sana diikuti oleh yang lainnya, termasuk Tetua Sang dan Tetua Han.
“Tetua Han aku ingin kamu bersiap-siap tentang kemungkinan buruk yang akan terjadi saat ini. Jika bisa, ajak pihak kekaisaran dan tetua yang lainnya untuk bekerja sama. Aku merasa ada sesuatu yang tidak beres akan terjadi sebentar lagi. Aku juga sempat merasakan beberapa kehadiran Ras iblis yang menyamar telah masuk ke dalam tanah rahasia. Bagian dalam aku yang urus.” Ujar Ling Feng mengirimkan transmisi suara kepada Tetua Han, sebelum masuk ke dalam tanah rahasia.
Tetua Han tentunya tidak akan menganggap enteng kata-kata Ling Feng, apalagi hal ini berkaitan dengan Ras iblis, dan sesuai apa yang dikatakan oleh Ling Feng, bekerja sama saat ini adalah hal yang terbaik.
>>>>>>______
Sementara Itu di Tempat yang tidak jauh dari Kuil
“Paman Mu aku serahkan bagian luar kepada mu dan Ren Hu. Berhati-hatilah jangan sampai terluka dan cobalah untuk bekerja sama dengan Pihak kekaisaran dan empat sekte besar lainnya. Juga sembunyikan identitas kalian, untuk menghidari hal yang tidak di inginkan.” Ujar Ling Feng yang mengirimkan transmisi suara kepada To Mu sesaat sebelum masuk ke dalam tanah rahasia.
“Tuan muda bilang apa Paman Mu?” Tanya Ren Hu yang berada di sebelah To Mu. Tidak hanya Ren Hu saja, di sana juga dua orang pemuda yang seumuran dengan Lin kecil, dan delapan orang berpakaian hitam putih.
“Feng’er akan mengurus ras iblis yang menyusup ke dalam tanah rahasia, dan tugas kita adalah mengurus yang diluar.” Kata To Mu menyampaikan pesan suara Ling Feng. Ren Hu dan kedua pemuda itu menganggukkan kepalanya mengerti apa yang diucapkan oleh To Mu.
“Kakak Xiao apakah kamu menyadarinya tadi, Lin kecil sepertinya menyadari keberadaan kita.” Ujar seorang remaja dengan dua sabit kembar di punggungnya. “Kalau aku tidak buru-buru menutupi kekuatan jiwaku, mungkin saja ia langsung menghampiri kita tadi.” Lanjut pemuda itu berkata dengan wajah masam.
“Ya begitulah adik kecil kita. Inderanya sangat sensitif, apalagi jika itu merasakan kekuatan jiwa seseorang.” Timpal pemuda di sebelahnya. Senjata miliknya adalah sepasang belati pendek yang di selipkan di antara kedua tangannya.
“Kalian berdua berpencarlah dengan orang-orang yang kalian bawa. Jika ada sesuatu yang mencurigakan jangan lupa untuk mengabari ku.” Kata To Mu memberikan arahan kepada dua pemuda yang tidak lain adalah Xiao dan Lie Huo, adik angkat Ling Feng.
“Kami mengerti paman Mu.” Jawab keduanya serempak. “Baguslah kalau begitu berpencar sekarang.” Ujar To Mu, membuat Xiao dan Lie Huo beserta kelompoknya menyebar dari tempat tersebut.
Tersisa To Mu dan Ren Hu saat ini. Sekali lagi To Mu melirik ke arah portal menuju tanah rahasia. Lalu merenggangkan tubuhnya yang kaku. “Ya sudah lama rasanya aku tidak menggerakkan tulang-tulang ku ini. Kurasa ini bisa digunakan sebagai sedikit pemanasan.” Gumam To Mu lalu melangkah kedepan menghilang, diikuti oleh Ren Hu juga.
>>>>>>______
Tanah Rahasia
Setelah melewati distorsi ruang sebentar, Ling Feng, Bing Jiao dan Qing Xian muncul di sebuah hamparan padang rumput yang luas, seluas mata memandang. Ling Feng menyapu pandangannya merasakan udara dari Tanah rahasia yang jauh berbeda dengan dunia di luar.
“Iya benar. Aku pernah mendengar cerita dari senior-senior yang pernah memasuki Tanah rahasia. Katanya, selain ada beast yang sangat kuat, di sini juga roh jahat yang bergentayangan.” Jelas Qing Xian.
“Roh-roh jahat itu, kemungkinanbesar tercipta dari para kultivator yang tidak bisa selamat di tanah rahasia ini.” Tambah Bing Jiao yang diangguki oleh Ling Feng.
“Begitu, kah... Ya wajar saj... Hohhh... Sepertinya informasi itu benar adanya. Ranahku benar-benar di tekan.” Ujar Ling Feng yang merasakan adanya sesuatu yang menekan ranahnya.
“Ya itu benar kak. Ranah kita akan ditekan sampai ke Ranah Bumi bintang satu.” Kata Bing Jiao yang diangguki oleh Qing Xian.
“Ya entah itu ditekan atau tidak, tidak terlalu berpengaruh padaku juga sih.” Batin Ling Feng yang merasa masih dapat menggunakan kekuatannya. “Baiklah, karena sudah di sini, tidak ada salahnya untuk mencoba keberuntungan. Mungkin saja aku dapat menemukan tentang tentang Api Bumi ini.” Kata Ling Feng sedikit merenggangkan tubuhnya.
“Api Bumi? Maksud mu Api Bumi dalam legenda itu?” Kata Qing Xian yang diangguki oleh Ling Feng tanpa beban.
“Memangnya Api bumi itu benar-benar ada kak? Bukankah itu cuman legenda mitos belaka?” Tanya Bing Jiao yang sebenarnnya merasa sedikit ragu tentang cerita legenda itu. Qing Xian juga menganggukkan kepalanya penasaran.
“Itu bukan cerita legenda semata, Api bumi itu benar-benar ada.” Kata Ling Feng seraya tersenyum di balik topengnya.
“Ya jika kakak berkata ada, berarti cerita legenda itu sungguhan.” Kata Bing Jiao yang langsung percaya tanpa bertanya mengenai alasan Ling Feng. Ling Feng terkekeh mendengar Bing Jiao berkata seperti itu.
“Baiklah kita langsung berangkat saja sekarang.” Kata Ling Feng yang diangguki oleh Bing Jiao dan Qing Xian. Ketiganya berjalan beriringan membuat beberapa orang yang berada di sana mengutuk diam-diam di dalam hatinya kepada Ling Feng, karena saat ini sudah di apit oleh dua wanita cantik.
Ling Feng hanya bisa tersenyum masam, menanggapi tatapan-tatapan iri semua orang yang berada di sana. Jika sebuah tatapan belaka dapat membunuh seseorang, mungkin saat ini Ling Feng sudah mati berkali-kali oleh tatapan membunuh semua orang yang berada di sana.
Diantara sekelompok orang yang berada di sana, terlihat ada rombongan yang cukup terkenal. Salah satu pemuda dari rombongan tersebut menggertakkan giginya, serta mengepalkan tangannya kuat-kuat. Pemuda itu melayangkan tatapan benci kepada Ling Feng.
“Kepa*at! Berani-beraninya orang seperti dirimu! Merembut wanita milikku! Awas saja kau, aku kupastikan kau mendapatkan balasan yang setimpal, karena telah merebut apa yang kumiliki.” Batin pemuda dari kekaisaran Wei yang juga tuan muda dari sekte lembah neraka yaitu, Ju Yao. Ia membatin marah di dalam hatinya seraya menatap Ling Feng dengan penuh kebencian saat ini.
“Hacchuuu... Sial, siapa sih yang sedang mengutukku saat ini?” Gumam Ling Feng pelan, ia secara tiba-tiba bersin, membuat Bing Jiao dan Qing Xian yang berada di kedua sisinya bertanya kepadanya. Ling Feng menanggapinya dengan gelengan kepala bahwa dirinya tidak apa-apa.
“Heummm... Aura ini...” Kata Ling Feng tiba-tiba merasakan aura familiar. Sebuah seringai muncul di wajahnya saat ini.
“Aura apa kak?” Tanya Bing Jiao.
“Apakah itu sebuah harta?” Tambah Qing Xian.
“Tidak, bukan itu. Ada beberapa serangga yang tidak ingin hidup di depan sana.” Kata Ling Feng lalu terbang menuju ke arah tersebut bersama dengan Qing Xian dan Bing Jiao.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.