
“Dasar iblis, memangnya siapa yang membuat kami semua telat sarapan hahhhh?!” Batin semua orang mengatupkan giginya masing-masing. Semua orang di sana baru bisa berdiri setelah beberapa menit kemudian, dan mereka pun berjalan kaku ke arah rumah makan menyusul Ling Feng.
>>>>>>______
Tepat setelah selesai sarapan, Ling Feng meminta para murid sekte untuk berkumpul kembali. Tentu saja mereka semua hanya bisa pasrah menerimanya, karena mereka sudah sangat hafal selama tiga bulan terakhir ini. Membantah perkataan Ling Feng sama saja dengan membawa bencana buruk pada kehidupan mereka.
Pernah ada pasca pelatihan tersebut baru beberapa hari dimulai, seorang murid inti memprotes pelatihan yang di buat oleh Ling Feng. Mereka menilai apa yang dilakukan oleh Ling Feng adalah terlalu berlebihan, karena kala itu mereka bahkan tidak bisa menggunakan alat makan dengan benar, saking beratnya pelatihan yang mereka jalani.
Tentu saja Ling Feng dengan lapang dada menerima keluh kesah mereka, dan setelah mereka puas berkeluh kesah, sebagai gantinya mereka di hajar habis-habisan sampai wajah murid-murid itu babak belur. Terlebih lagi ia melakukannya di hadapan murid-murid yang lainnya, membuat semuanya pun bisa mengingat dengan jelas apa yang terjadi kala itu. Mulai sejak itulah, dalam benak hati mereka bertekad untuk tidak menyinggung Ling Feng demi kesehatan mental mereka.
“Baiklah apa para senior semuanya sudah di sini.” Ujar Ling Feng yang berdiri di hadapan para murid sekte yang terlihat benar-benar sudah dalam keadaan yang sangat berantakan. “K-kami semua sudah di sini saudara kecil. Kami semua sudah di sini.” Ujar murid yang di depan mewakili yang lainnya.
Ling Feng saat ini sedang memegang pedang di tangan kanannya. Membuat semua murid yang ada di sana tentunya bertanya-tanya apa yang akan ia lakukan. Pasalnya mereka juga di pinta untuk membawa pedang.
“Terima kasih atas kerja kerasnya selama beberapa bulan terakhir ini senior-senior semua. Aku benar sangat senang dan bangga melihat tekad para senior sekalian yang sungguh-sungguh ingin menjadi lebih kuat.” Ujar Ling Feng dengan senyum lebar tercetak di wajahnya. Semua orang yang ada di sana hanya bisa meresponnya dengan tepuk tangan dan senyum masam saja, walaupun saat ini mereka sudah menangis kencang di dalam benak hati mereka atas kehidupan mereka bak di dalam neraka saat ini.
“Aku meminta para senior berkumpul di sini, karena aku akan menunjukkan bahwa buah hasil kerja keras selama beberapa bulan terakhir itu tidaklah sia-sia.” Ujar Ling Feng dengan nada bicara serius yang membuat semua orang di sana sejenak terdiam mencerna apa yang baru saja ia katakan. Tentu saja mereka penasaran bagaimana cara Ling Feng menunjukkan buah hasil kerja keras mereka saat ini.
“Ya tidak perlu berlama-lama lagi, aku akan menunjukkan nya kepada senior semua.” Ucap Ling Feng lagi. Dirinya pun meminta untuk semua orang yang di sana untuk melakukan sebuah sparing, yaitu sebuah latihan yang sama seperti latih tanding, satu lawan satu. Setelah semua orang yang ada di sana menemukan lawan sparingnya, Ling Feng tentu saja meminta mereka untuk mulai sparingnya, namun ada sebuah syarat khusus yaitu, mereka hanya bisa menggunakan satu buah gerakan menyerang. Gerakan menyerang yang di maksud adalah Teknik pedang naga langit gerakan pertama, Raungan naga langit.
Sampai saat itu, semua orang masih belum mengetahui maksud dari rencana Ling Feng, namun mereka tidak memikirkannya lebih lanjut dan melakukan sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Ling Feng. Awalnya mereka belum menyadarinya, namun setelah salah satu dari mereka mulai menggunakan gerakan pertama dari teknik pedang naga langit, pada saat itulah mereka menyadari ada yang beubah dari serangan tersebut.
“Teknik Pedang Naga Langit: Raungan Naga Langit.” Ujar salah satu murid di sana yang pertama kali menggunakan teknik pedang tersebut.
Shringggg... Roaaaarrrrr...!!
Deggghhhh... Deggghhhh...
Pasalnya teknik pedang yang baru saja di keluarkan orang tersebut tidak hanya kuat saja, melainkan sosok naga samar-samar keluar dari teknik pedang yang baru saja orang tersebut keluarkan, walaupun hanya samar-samar, tetap saja itu sebuah pencapaian luar biasa, karena sekuat apapun mereka berusaha sosok naga tidak akan pernah keluar dari serangan pedang tersebut. Refleks semua pasang mata yang melihat itu pun mulai mencoba dan mereka semua pun juga berhasil melakukannya. Degup jantung semua orang berdetak lebih cepat, semuanya serentak menoleh ke arah Ling Feng.
“Bagaimana bisa ia?!” Batin semua orang yang di sana dengan pandangan terkejut tentunya.
Ling Feng tersenyum tipis dan berkata, “Kalian pasti berpikir, bahwa bagaimana bisa ia melakukan ini, kan.” Ucap Ling Feng seraya terkekeh pelan, membuat semua orang yang di sana refleks menganggukkan kepalanya, mereka sudah tidak peduli dengan apa yang Ling Feng katakan, dan lebih penasaran apa yang telah Ling Feng lakukan kepada mereka semua.
Ling Feng hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saja, melihat ekspresi semua orang yang penasaran akan hal itu dan dirinya pun mulai menjelaskan mengapa semuanya bisa melakukan hal itu.
“Baiklah, baiklah. Aku akan bertanya ini terlebih dahulu kepada senior-senior sekalian. Apa yang senior pahami tentang teknik pedang sekte kita?” Tanya Ling Feng kepada semua orang yang di sana.
“Teknik pedang yang menggambarkan keanggunan, kekuatan, dan dominasi dari sosok naga yang terbang di langit.” Ujar salah satu murid menjawab pertanyaan Ling Feng.
“Benar sekali. Tepat seperti yang dikatakan oleh senior, bahwa teknik pedang sekte kita adalah sebuah teknik pedang yang menggambarkan sosok naga yang terbang di langit. Mulai dari keanggunannya, kekuatannya, dan dominasinya. Hal itu memberikan sebuah gambaran sosok yang kuat dan misterius, ketika lawan yang bertarung dengan kita. Itu semua alasan mengapa tidak aneh jika sebuah sosok naga keluar dari teknik pedang kita. Tidak, aku ralat. Sepatutnya sudah pasti keluar sosok naga jika kita melakukan teknik pedang sekte kita.” Jelas Ling Feng dengan mimik wajah serius.
“Alasan mengapa kalian semua para senior tidak dapat mewujudkan naga dari teknik pedang sekte kita itu sederhana saja, karena para senior semua terlalu lemah untuk mewujudkannya. Itulah yang kusadari pertama kali ketika melihat para murid-murid yang lainnya sedang berlatih. Cara kalian berlatih benar-benar tidak tepat, walaupun saat ini kita menyandang sekte terkuat di dunia biru, tapi bagiku itu hanya omong kosong belaka dan tidak jauh berbeda dengan sekte-sekte yang lainnya. Karena bagiku, eksistensi dari sekte naga langit itu sendiri sudah tidak ada di sekte ini.” Ujar Ling Feng dengan santainya.
“Kenapa kalian semua menggertakkan gigi? Kesal? Marah? Tidak senang dengan apa yang baru saja kukatakan? Tapi nyatanya yang aku katakan itu benar, kan. Kalian semua memilih mempelajari teknik pedang yang lain, seni bela diri yang lain daripada memperdalam seni bela diri yang menunjukkan identitas diri kalian. Teknik pedang sekte kita itu kuat, yang lemah itu kalian semua se-ni-or.” Kata Ling Feng dengan nada meremehkan.
Mereka semua yang mendengar itu terdiam tidak ada yang bisa membalas perkataan Ling Feng, karena apa yang baru saja ia katakan adalah sebuah fakta yang memang benar adanya.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.