Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Menjalankan Tugas Masing-masing


Setelah Lin kecil cukup puas, Ling Feng pun melepas pelukannya. Lin kecil langsung di pangku oleh Qing Xian disana. Anak kecil itu masih sesenggukan sembari melambai-lambaikan tangannya dan berusaha tersenyum kepada Ling Feng. Ling Feng pun tersenyum simpul lalu melangkah pergi keluar dari gerbang kota Anyi.


Ling Feng pun mengangkat tangannya melambai-lambaikan tangannya baru kemudian ia berbalik dan berjalan selangkah demi selangkah meninggalkan kota Anyi. "Sampai bertemu lagi kakak! Lin'er berjanji akan menjadi lebih kuat ketika kita bertemu kembali kak!" Teriak Lin kecil dengan suara parau nya. Ling Feng yang mendengar itu hanya tersenyum tidak berniat berbalik.


Tidak lama setelah kepergian Ling Feng


"Kau akan langsung pergi sekarang juga kak?"Tanya Pang Lang kepada Long Tian yang langsung pergi menuju salah satu kedai yang baru buka dan membeli arak disana. "Ya aku tidak ingin membuang-buang waktu ku. Semakin cepat diselesaikan, semakin baik. Sehingga aku mempunyai banyak waktu bersenang-senang nantinya." Kata Long Tian yang sudah mulai memikirkan hal-hal yang apa saja yang akan dia lakukan.


"Padahal baru beberapa detik yang lalu kakak gelisah tentang keadaan Feng'er, namun sekarang kakak sudah kembali lagi yaitu, gila seperti biasanya." Sindir To Mu. "Kau ini berisik sekali Adik kedua. Saat ini aku pun masih gelisah. Oleh karena itu, aku meminum arak supaya mengalihkan rasa risau ku." Bantah Long Tian sembari meneguk segelas arak yang terakhir.


"Cihhhhh semerdeka mu saja kak." Kata To Mu bangkit dari tempat duduknya. Long Tian yang melihat itu pun bertanya, "Kau ingin kemana adik kedua?" Tanya Long Tian. Pang Lang hanya menatap saja, namun ia juga penasaran.


"Bukankah sudah jelas aku ingin kemana." Kata To Mu tidak berbalik. Keduanya terdiam mengetahui akan pergi kemana To Mu saat ini. "Kau akan langsung pergi begitu saja, bukankah tidak sopan mendahului seorang kakak." Kata Long Tian mengangkat sebelah alisnya.


"Arak mu sudah habis kak…Bukankah kau sendiri yang bilang. Lebih cepat dikerjakan itu lebih baik. Ditambah aku tadi lupa tidak memberitahu Nona Qing Xian tentang perihal ini." Kata To Mu mengambil kata-kata Long Tian lalu beranjak pergi keluar kedai.


"Cihhhhh adik laknat memang." Decak kesal Long Tian. Pang Lang yang mendengar umpatan itu hanya terkekeh tidak enak saja tanpa berkomentar. "Oh iya ngomong-ngomong Hao'er kemana?" Tanya Long Tian kepada Pang Lang. "Ia sedang bersama anak-anak. Ia juga bilang kepada ku akan langsung segera pamit dengan kakak ketiga." Jawab Pang Lang.


"Ehhhhh bocah itu bahkan belum berpamitan dengan ku. Dan lagi, kucing itu entah darimana ia tiba-tiba sudah berada ditangan Hao'er saja." Gerutu Long Tian. "Sudahlah kak. Hao'er juga tidak lebih masih anak-anak biarkan saja lah." Kata Pang Lang menenangkan Long Tian. Long Tian yang mendengar itu hanya menghela nafas panjang.


"Sepertinya pada saat mengantar Feng'er, pada saat itu jugalah kebersamaan kita berakhir." Gumam Long Tian. Pang Lang yang mendengar itu membantahnya. "Kau salah kakak. Bukan berakhir, tapi tertunda untuk sementara. Sampai kapanpun Saudara semati aku yakin yang lainnya juga merasakan hal yang sama." Sergah Pang Lang dengan serius. Long Tian yang mendengar itu terkekeh tersenyum. "Kau benar juga. Aku salah mengatakan kata-kata itu." Kata Long Tian tersenyum kemudian.


Dirinya lantas bangkit dan merenggangkan tubuhnya. "Baiklah sepertinya aku akan pergi sekarang." Kata Long Tian lalu ia teringat akan sesuatu. "Oh iya berikan ini kepada Lin'er adik keempat." Kata Long Tian sembari memberikan sebuah buku kepada Pang Lang.


"Berikan buku itu setelah Lin'er membaca habis buku yang ia pegang saat ini." Kata Long Tian. Pang Lang yang mendengar itu menerima buku tersebut menganggukan kepalanya. "Baiklah kalau begitu aku pamit dulu ya." Kata Long Tian lalu menghilang dalam sekejap.


Pang Lang yang melihat cara Long Tian menghilang dengan sekejap hanya menggelengkan kepalanya saja sampai sebuah tangan menahan dirinya yang ingin pergi. "Totalnya tiga keping emas." Kata sang pemilik kedai sembari memegang tangan Pang Lang. "Pantas saja ia langsung menghilang seperti itu. Sampai akhir pun kakak Tian memang tidak berubah." Batin Pang Lang menghela nafas lalu mengeluarkan tiga koin emas.


Sisi Hao Xiang


"Baiklah kita sudah selesai semuanya?" Tanya Hao Xiang. "Sepertinya sudah semua dirapihkan kak." Jawab Xiao habis mengecek tempat yang kini akan ia dan teman-temannya tempati. "Baguslah kalau begitu aku akan langsung pergi ya. Jaga yang lainnya aku yakin kalau itu kau, kau pasti bisa." Kata Hao Xiang kepada Xiao sembari menepuk-nepuk pundak Xiao.


Mendengar hal itu Xiao menganggukan kepalanya. "Tenang saja kak aku pasti akan melindungi Lin'er dan yang lainnya." Kata Xiao dengan tegas. Hao Xiang menganggukan kepalanya tersenyum lalu berbalik pergi dari tempat tersebut.


Sisi Qing Xian


"Dia sudah pergi saat ini aku harap pelatihannya berjalan dengan lancar." Gumam Qing Xian di dalam kamarnya. Ketika ia kembali ke kediamannya, ia sempat mendapatkan beberapa pertanyaan dari sang ayah. Namun ia abaikan itu dan memilih bergegas untuk kembali ke kamarnya.


Ia menghembuskan nafas sembari menatap ke arah tempat tidur dimana Lin kecil sedang berbaring disana. Semenjak kepergian Ling Feng, Lin kecil tidak ingin jauh darinya ia bahkan masih menangis ketika melihat Ling Feng pergi jauh. Sampai kemudian ia baru berhenti karena kelelahan dan tertidur di pangkuannya Qing Xian.


Qing Xian juga berniat untuk berlatih. Ia sudah berniat untuk menjadi lebih kuat supaya tidak tertinggal. Semalam tadi pada saat sedang berduaan, Ling Feng sempat memberikan dan berbicara sesuatu kepadanya. Qing Xian kemudian memejamkan matanya dan beberapa detik kemudian membuka matanya kembali lalu mengepalkan tangannya.


"Dengan metode yang diberikan Ling Feng kepadaku, tidak akan ku sia-siakan kesempatan ini." Batin Qing Xian bertekad. Lalu ia tiba-tiba teringat kembali tentang ucapan Ling Feng malam itu.


Flashback On


Ling Feng mendekatkan dahinya ke dahi Qing Xian. Qing Xian awalnya tidak fokus terhadap apa yang dilakukan oleh Ling Feng, namun Ling Feng berkata. "Fokus Xian'er dan serap semuanya serta tahan rasa sakit itu. Hal ini pasti akan membuat mu maju akan pelatihan mu." Kata Ling Feng. Mendengar hal itu Qing Xian pun memejamkan matanya berusaha untuk fokus.


Lalu beberapa detik kemudian ia merasakan sesuatu dipaksa masuk kedalam otaknya. Ia merasakan sakit di bagian kepalanya. Ia ingin berteriak, namun ia tahan supaya bisa fokus. Beberapa detik kemudian ia mampu menahannya dan berhasil. Qing Xian langsung terbaring lemah, karena sangat kelelahan.


Namun ia juga merasa sangat senang, karena apa yang diberikan Ling Feng sangat lah benar-benar berharga. Qing Xian awalnya ingin berkata, namun jari Ling Feng langsung dengan cepat di bibir Qing Xian.


"Terima saja, lagipula metode itu tidak cocok dengan diriku." Kata Ling Feng tersenyum lalu ia berkata kembali. "Juga aku ingin membicarakan sesuatu dengan mu." Kata Ling Feng lagi dengan raut wajah serius.


Flashback Off


Pada saat Qing Xian sedang mengingat tentang Perkataan Ling Feng tadi malam, tiba-tiba pintu kamarnya diketuk membuat ia seketika sadar. "Maaf menganggu nona muda. Kepala keluarga meminta anda untuk hadir di aula pertemuan, karena disana ada tamu penting yang ingin menemui anda." Kata pelayan tersebut menyampaikan pesan.


Mendengar hal itu Qing Xian menjadi bingung. Ia merasa tidak pernah mengundang seseorang, lalu siapa orang ini? dan mengapa sampai ayah meminta ku untuk hadir.


"Jangan bilang…" Qing Xian sudah mulai berpikir negatif, bahwa yang datang adalah utusan keluarga Guan. Ia langsung bergegas ke sana untuk melihatnya, namun ketika ia sudah sampai di ruangan aula pertemuan ia terkejut melihat sosok tersebut.


"Eh tuan Mu?" Gumam Qing Xian kebingungan dengan sosok To Mu yang ternyata ingin bertemu dengannya.


>>>>>> Bersambung