Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Kucing Gemuk Kematian


...Pengetahuan menjadi jahat jika tidak dimaksudkan untuk kebajikan...


...(Plato)...


...>>>>>_____<<<<<...


"Teknik Pedang Yin-Yang gerakan pertama : Tebasan Hening." Ling Feng mengeluarkan teknik pedangnya. Satu pedangnya melakukan gerakan vertikal, satunya lagi horizontal sehingga membentuk salib dan dengan cepat melesat kearah serigala angin itu.


Instingnya mengatakan bahwa dia akan mati jika menerima secara langsung. Tanpa berfikir lagi serigala angin itu langsung bergerak cepat menghindari tebasan pedang Ling Feng.


Shringgggggg


"Kukira kau akan menerima langsung serangan pedangku dengan tubuhmu itu. Ternyata Serigala pintar juga ya, tau yang baik untuk mereka dan buruk diri sendiri." kata Ling Feng terkekeh.


Walaupun tidak terjadi ledakan yang besar, dampak yang dihasilkan dari serangan Ling Feng sangat mengerikan. Pepohonan yang berada dalam jalur tebasan pedangnya, tidak tersisa sama sekali.


Serigala angin yang melihat serangan Ling Feng yang sangat berbahaya itu merasa tidak sanggup, langsung menggonggong.


Awuuuuuuu


"Heh. . . .tidak sanggup membunuh ku sendiri langsung meminta bantuan kawanannya ya." kata Ling Feng terkekeh lalu berkata lagi. "Ya tetap saja si, hasilnya tidak akan berubah." kata Ling Feng sengaja membiarkan serigala itu memanggil kawanannya.


Tidak lama kemudian, gonggongan itu ditanggapi oleh kawanannya dan muncul dua belas serigala angin disekitar Ling Feng. Kedua belas serigala itu langsung mengelilingi Ling Feng sembari menatap ganas Ling Feng.


"Cukup menarik ayo kita lihat, lebih cepat aku atau kalian serigala-serigala bodoh." kata Ling Feng langsung bergerak cepat menggunakan gerakan kilat, gerakan pertama dari teknik Halilintar Langit dan langsung muncul didepan serigala yang tidak waspada.


"Mati." satu kata dari Ling Feng, saat itu juga serigala yang lengah itu, mati saat itu juga tanpa melakukan apapun.


"Aku tau, beast yang sudah mencapai tingkat bumi sudah mempunyai kesadaran sendiri yang membuat kalian bisa menggunakan otak kalian untuk berfikir. Namun secerdas apapun kalian, beast tetaplah beast tidak lebih dari itu." kata Ling Feng dengan nada sinis dan menghina memprovokasi kesebelas serigala angin itu.


Walaupun tidak bisa berbahasa manusia, sekelompok serigala itu paham dengan hinaan yang dilontarkan long Feng kepada mereka. Sekelompok serigala itu langsung marah dan mulai menyerang Ling Feng.


Ling Feng yang melihat provokasinya berhasil, dirinya hanya tersenyum saja, dirinyapun langsung kembali bergerak cepat melawan kesebelas serigala yang sudah jatuh dalam amarah itu. Selama hampir dua jam lamanya, Ling Feng bertukar serangan dengan kawanan serigala angin yang sudah tenggelam dalam amarah. Walaupun dalam keadaan amarah, serigala-serigala itu masih bisa menutupi masing-masing dari celah mereka sendiri.


"Kawanan serigala yang cukup pintar, walaupun mereka marah. Mereka semua saling melindungi satu sama lain. Sehingga aku tidak bisa mengenai bagian-bagian vital dari serigala tersebut." kata Ling Feng yang kagum dengan beast yang ternyata lebih bisa mengontrol amarahnya daripada manusia. Ketika sedang asyik-asyiknya bertukar jurus To Mu mengirimkan transmisi suara.


"Eh, kucing gemuk itu ingin keluar rupanya. Keluarkan saja paman pas sekali, aku mempunyai beberapa bahan latihan untuknya." kata Ling Feng menatap sekumpulan serigala.


Ling Feng yang melihat serigala-serigala itu menjadi sangat waspada terhadapnya hanya terkekeh saja. Tidak lama setelah itu muncul dari kekosongan seekor harimau kecil yang gemuk dan langsung bertengger dipundak Ling Feng menjilat-jilati wajah Ling Feng.


"Laohu sudah, cukup, itu geli oii." kata Ling Feng menjauhkan wajahnya namun karena, harimau kecil itu bertengger dipundak Ling Feng jadi makhluk kecil itu masih menjilati Ling Feng. Alhasil penutup wajahnya basah oleh air liur Laohu.


"Oke, oke, sudah dulunya kucing gemuk." kata Ling Feng mengangkat Laohu dan menatapnya dari atas hingga kebawah. "Tidak ada yang berubah darimu selain bagian perutmu yang semakin membesar." kata Ling Feng memperhatikan Laohu-nya harimau kecil yang mirip seperti kucing gemuk. Laohu tidak peduli dengan hal itu dirinya hanya menatap rendah sekelompok serigala dihadapan tuannya itu.


Berbeda dari Ling Feng, sekelompok serigala itu tersebut sangat kaget ketika melihat harimau kecil muncul dari kekosongan. Bahkan serigala-serigala itu sudah gemetar ketakutan ketika harimau kecil itu menatap rendah kumpulan mereka.


"Sudahlah itu tidak penting, sekarang Laohu lihatkan sekumpulan serigala itu." kata Ling Feng menunjuk sekumpulan serigala tersebut. Namun dirinya merasa aneh ketika melihat serigala itu yang diam saja, bahkan ada yang terlihat gemetar. Walaupun merasa ada yang aneh Ling Feng tidak mempedulikannya. "Habisi mereka jangan sisakan satupun." kata Ling Feng dan Laohu yang paham hanya menganggukkan kepalanya.


Laohu berjalan menuju sekumpulan serigala didepannya itu. Sekelompok serigala itu tidak ada yang berani bergerak karena, aura yang keluar dari kucing kecil yang berjalan kearahnya mengeluarkan aura agung yang menekan garis darah mereka.


Ketika sudah sampai didepan Sekelompok serigala itu Laohu hanya diam menatap mereka. Serigala-serigala yang mengerti maksud dari tatapan Harimau kecil didepannya, hanya bisa pasrah saja bahkan mereka merasa terhormat mati ditangan Penguasa Beast yang agung.


Mengetahui bahwa sekumpulan serigala itu sudah rela untuk dibunuhnya, Laohu tidak membuang waktu lagi langsung mengangkat salah satu kaki kecilnya. seketika roh serigala-serigala itu dicabut keluar dari tubuh mereka dan langsung masuk kedalam tubuh Laohu. Sebelas serigala itu mati dengan rohnya dipaksa keluar dari tubuhnya. Laohu diam sejenak untuk mencerna roh serigala-serigala yang baru saja dibunuhnya.


Ling Feng yang melihat bahwa Laohu bisa melakukan seperti itu cukup terkejut dengan kekuatan aneh yang dimilikinya.


"Jadi cara dia meningkatkan kekuatan dengan menyerap roh beast ya." kata Ling Feng yang merasa cara peningkatan Laohu ini cukup aneh.


Setelah selesai mencerna roh para beast serigala tadi, Laohu langsung berlari-lari kecil dan langsung melompat kearah Ling Feng lebih tepatnya duduk diatas kepala Ling Feng dan langsung memejamkan matanya tidur.


"Tidak aneh perutmu menjadi besar setelah aku melihat kelakuanmu ini " kata Ling Feng tersenyum kecil melihat tingkah Laohu yang setelah makan langsung memejamkan matanya untuk tidur.


Merasa sudah tidak ada hal yang lainnya lagi. Ling Feng langsung melesat pergi mengejar waktu untuk sampai ke desa yang terdekat sebelum matahari menyelesaikan tugasnya. Setelah berlari seharian penuh Ling Feng menemukan desa sebelum waktu malam. Tanpa basa-basi dirinya langsung bergerak kembali menuju desa tersebut untuk beristirahat malam ini.


Walaupun Ling Feng sudah menjadi kultivator dan mencapai ranah yang tidak rendah juga. Dirinya masih berkelakuan khalayak manusia pada umumnya yang butuh makan, minum, dan tidur. Ling Feng sendiri mempunyai alasan bertingkat khalayak manusia biasa. Menurutnya, melakukan hal seperti itu adalah salah satu cara menikmati hidup. Walaupun dunia yang ia tempati kekuatan adalah segalanya, namun ia mempunyai prinsipnya yang cukup bertentangan dengan itu.


Tidak lama, Ling Feng akhirnya telah sampai didepan didesa tersebut. Namun, dirinya merasa aneh ketika melihat desa tersebut yang terlihat sangat sepi seperti tidak berpenghuni. Merasa sangat aneh dengan hal itu Ling Feng penasaran dan berniat untuk masuk dan menyeledikinya namun, tiba-tiba telinganya menangkap ada yang berteriak kepadanya.


"KAKAK PENGEMBARA ! ! ! LEBIH BAIK KAKAK JANGAN SINGGAH DI DESA INI." Teriakan seorang anak kecil kepada Ling Feng.


>>>>> Bersambung