Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Pedang Aneh


"Sekte bayangan ternyata sangat kaya, awalnya aku tidak berharap banyak terhadap sekte aliran hitam, tapi setelah melihat kekayaan ini, aku jadi ingin merampok sekte aliran hitam lainnya." Ucap Long Tian dengan mata berbinar melihat kekayaan sekte bayangan yang sangat banyak.


Didalam Gudang harta itu saja banyak tumpukan koin mulai dari koin perunggu, perak, dan emas. Bahkan, ada beberapa bungkus koin platinum yang ditumpuk disana. Bukan hanya tumpukan koin saja, banyak senjata berbagai tingkatan dari yang awal hingga yang paling rendah, berbagai macam artefak disana pun tertata rapih di gudang harta.


"Hahahaha Feng'er bahkan jika kita ingin, sebuah negara pun bisa terbentuk dengan semua kekayaan yang kita punya." Ucap Long Tian benar-benar senang jika ada sangkut pautnya dengan harta. Pang Lang yang melihat kepribadian Long Tian seperti itu sama sekali tidak menyangka.


"D-dia benar-benar menjadi orang yang berbeda dengan yang dilawan kami." Gumam Pang Lang tidak percaya. Wajah bahagianya ketika melihat harta kekayaan, sangat sekali berbeda dengan wajah beringas maniak pertempuran.


"Sudahlah paman hentikan sikap itu, kita bagi rata masing-masing setengah setuju?" Ucap Ling Feng. Long Tian sendiri sama sekali tidak mendengarkan dan hanya menganggukkan kepalanya mengiyakan. Ling Feng hanya menghela nafas menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Paman juga ambillah sesuatu yang cocok dengan paman disini. Tidak perlu merasa sungkan." Ucap Ling Feng mulai berkeliling meninggalkan Pang Lang yang ingin menolaknya. Long Tian yang melihat tingkah Pang Lang langsung menatap tajam, merasa punggungnya dingin, Pang Lang langsung membalikkan tubuhnya dan melihat Long Tian menatapnya.


"Jangan banyak mengeluh dan terima saja. Jika Feng'er sudah bilang seperti itu, maka ia memang benar-benar ingin memberikan kepadamu." Ucap Long Tian menghela nafas. Pang Lang yang mendengar itu menggigit bagian bawah bibirnya. Lalu membungkuk dihadapan Long Tian.


"Baiklah tuan, aku akan menuruti sesuai apa yang dikatakan oleh tuan." Ucap Pang Lang membungkukkan badannya kepada Long Tian. Long Tian yang melihat sikap kaku Pang Lang, sekali lagi menghela nafas. "Ya terserah kau saja lah dan lagi jangan panggil aku tuan, aku masih terlalu muda dipanggil tuan." Ucap Long Tian kembali fokus dengan harta bendanya.


Ling Feng yang sedang berjalan-jalan, sempat mendengar apa yang dibicarakan oleh Long Tian dan Pang Lang hanya menggelengkan kepalanya saja sembari tersenyum tipis.


Ling Feng Melihat-lihat semua benda harta yang menarik minatnya. Namun, sampai sejauh ini ia belum menemukan sesuatu yang menarik sampai-sampai ia merasakan aura yang sangat kuat keluar dari sebuah pedang.


Pedang itu mengeluarkan aura yang kuat, namun tidak menarik perhatian dibandingkan pedang yang lainnya. Ketika melihat pedang itu Ling Feng sedikit tertarik dengan aura tersebut dan tanpa sadar memegangnya. Ketika dipegang aura yang sangat kuat menghempaskan seluruh benda apapun yang berada disekitar Ling Feng.


Wushhhh


"Ehhh…Pedang ini…" Gumam Ling Feng menatap serius pedang rusak yang ia pegang.


Long Tian yang sudah selesai mengumpulkan tumpukan sesuatu, tiba-tiba menjadi serius ketika merasakan aura tersebut. Dalam sekejap ia langsung menuju sumber aura kuat muncul itu. Pang Lang juga, ia merasakan aura yang kuat tiba-tiba muncul dan bergegas menuju sumber suara.


"Aku juga tidak tau, dan lagi sudah kubilang jangan pernah panggil tuan. Aku merasa tua jika dipanggil seperti itu oleh mu." Ucap Long Tian sedikit jengkel ketika Pang Lang memanggilnya.


Tidak berlangsung lama kejadian itu, aura kuat yang muncul berangsur-angsur mulai menghilang dan terlihatlah Ling Feng yang sedang memegang sebuah pedang di tangannya. Pang Lang dan Long Tian langsung menghampiri Ling Feng.


"Feng'er apakah kau tidak apa-apa? aura kuat apa tadi yang muncul?" Tanya Long Tian. Ling Feng tidak mendengarkan, ia hanya menatap dalam-dalam pedang yang berada dalam genggamannya.


Merasa Ling Feng tidak merespon, Long Tian kembali berkata. Kali ini ia sembari memegang bahu Ling Feng. "Feng'er apa yang terjadi kepada mu? kenapa kau malah melamun?" Tanya Long Tian sembari memegang bahu Ling Feng. Ling Feng yang merasakan sentuhan, seketika ia sadar kembali.


"Eh paman, kenapa kau berada disini, bukannya kau sedang mengumpulkan kesepakatan kita." Ucap Ling Feng. Long Tian yang mendengar itu berdecak. "Aku sudah melakukan itu sedari tadi, dan yang lebih penting lagi apa yang terjadi dengan mu sebelumnya, kenapa kau tidak menjawab dan malah melamun ketika ditanya?" Kata Long Tian serius.


Ling Feng yang ditanya seperti itu merasa bingung. "Aku melamun?" Gumam Ling Feng bingung, padahal ia tidak merasa seperti itu, lalu tiba-tiba ia mengalihkan pandangannya ke pedang yang ia genggam. Long Tian juga ikutan menatap pedang yang Ling Feng genggam.


"Paman Lang apakah paman mengetahui pedang apa ini?!" Tanya Ling Feng. Pang Lang yang mendengar itu sedikit melihat lebih dekat pedang itu. Pedang yang sudah rusak dan karatan hampir seluruh bagiannya. Mau dilihat bagaimana pun tidak ada kelebihan pada pedang tersebut.


"Aku tidak tau tuan muda, pertama kali aku melihat pedang yang seperti ini berada di gudang harta." Jawab Pang Lang menggelengkan kepalanya tidak mengetahui pedang tersebut. Ling Feng yang mendengar itu kembali terdiam menatap pedang itu.


"Apakah pedang ini yang membuat mu melamun tadi, aku juga merasakan aura kuat tiba-tiba muncul saat kau sedang memegang pedang ini." Ucap Long Tian. Ling Feng yang mendengar itu menggelengkan kepalanya, "Entahlah paman aku juga tidak mengetahui apa itu, namun aku merasakan sesuatu yang sangat aneh dari pedang ini awalnya. Tetapi, tiba-tiba ia terlihat sedikit berbeda dengan pedang yang lainnya membuat ku sedikit tertarik untuk melihat. Selebihnya aku tidak merasakan apapun selain terus menatap pedang ini." jelas Ling Feng.


Setelah itu ia memasukkan pedang itu kedalam cincin ruang, beserta barang-barang yang lainnya. Tidak terlalu lama untuk mengosongkan gudang tersebut.


"Baiklah ini yang terakhir, sekarang mari kita kembali. Aku penasaran dengan apa yang terjadi dengan kota Anyi." Ucap Ling Feng. Pang Lang yang mendengar itu teringat, "B-bukannya kota itu sedang diserang oleh aliran hitam tuan muda?" Kata Pang Lang.


"Ya kota itu sedang diserang saat ini, namun tidak perlu khawatir ada sebuah binatang buas yang berjaga disana." Ucap Ling Feng tenang. Pang Lang tidak mengerti dengan hewan buas yang dimaksud oleh Ling Feng.


>>>>> Bersambung