Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Pulih Kembali


Ling Feng menghela nafas pendek lalu membalas pelukan wanita tersebut. Qing Xian sempat terkejut, karena Ling Feng membalas pelukannya, namuna itu hanya sesaat. Setelah itu, Ling Feng pun berkata, “Maaf telah membuat kalian berdua khawatir, lalu aku pulang.” Ucap Ling Feng dengan lembut seraya mengelus-elus punggung Qing Xian. Setelah berkata seperti itu, Qing Xian pun menangis kencang sama seperti Bing Jiao.


>>>>>>______


“Fyuhhhhh... Pulih juga akhir nya.” Ujar Ling Feng membuka kedua matanya setelah dua hari penuh berkultivasi. Tidak hanya Qi nya yang telah pulih kembali, kekuatan jiwanya yang hampir habis pun sudah kembali pulih juga. Ling Feng pun merenggangkan tubuhnya yang kaku, karena tidak bergerak selama dua hari terakhir ini.


Tidak lama kemudian pintu kamarnya pun di buka dan menampilkan sosok wanita cantik yaitu, Bing Jiao. Ketika melihat Bing Jiao, Ling Feng pun tersenyum hangat dan berkata, “Selamat pagi Jiao’er. Terima kasih sudah merawatku beberapa hari terakhir ini.” Kata Ling Feng kepada wanita itu.


“Selamat pagi juga kakak. Tidak ada yang seperti itu diantara kita, jadi tidak perlu sungkan kak. Terlebih lagi Jiao’er juga tidak sendirian melakukan nya, masih ada saudari yang membantuku merawat kakak juga bergantian.” Kata Bing Jiao seraya membawakan teh pemulihan yang telah ia racik sebelumnya, lalu memberikannya kepada Ling Feng.


Tepat seperti yang di katakan oleh Bing Jiao, selama beberapa hari akhir ini, Bing Jiao dan Qing Xian akan bergantian untuk menjaga Ling Feng, tentu kedua wanita itu sudah mendapatkan izin dari guru masing-masing mengenai menjaga Ling Feng.


“Sebaliknya kak. Kakak harus berterima kasih kepada Ketua sekte, para tetua dan leluhur, karena berkat beliau semua kakak bisa pulih dengan cepat sekarang.” Kata Bing Jiao seraya menoleh ke arah sebuah lentera yang senantiasa mengeluarkan Qi. Ling Feng juga menoleh ke arah lentera yang tidak lain adalah sebuah artefak yang berguna untuk mempercepat pemulihan Qi.


Seperti yang dikatakan oleh Bing Jiao, artefak itu adalah artefak yang di berikan oleh ketua sekte kepada Ling Feng untuk membantu pemulihannya. Berkat artefak itulah Ling Feng bisa pulih hanya dalam dua hari saja. Pada umumnya ia akan membutuhkan waktu setidak empat sampai lima hari untuk pulih sepenuhnya, karena Qi nya benar-benar habis.


“Iya, iya, kakak mengerti. Heummmm... Aku tidak menyangka kamu bisa meracik teh seenak ini Jiao’er.” Ujar Ling Feng ketika menyesap teh buatan Bing Jiao dan memujinya, karenaa memang rasanya nikmat dan harumnya membuat tubuhnya terasa lebih baik. Mendengar pujian keluar dari mulut Ling Feng, Bing Jiao sedikit memerah pipinya. Dirinya merasa senang sekaligus merasa malu bersamaan.


“B-begitukah senang jika itu memang sesuai dengan kakak... Ya ini berkat Saudari Xian juga, karena Jiao’er tidak akan bisa melakukan ini, jika tidak di ajari saudari Xian.” Kata Bing Jiao seraya memainkan kedua jari tangannya, senang sekaligus merasa malu. “Memang benar kamu tidak akan bisa jika di ajari, tapi ini tidak mengubah fakta bahwa kamu yang membuat teh enak ini.” Kata Ling Feng lalu menyesap kembali tehnya hingga habis.


“A-aku mengerti, aku mengerti maksud kakak. K-kalau begitu aku pamit ke belakang dulu.” Ujar Bing Jiao lalu membawa kembali cangkir tehnya yang sudah habis lalu bergegas keluar dari kamar Ling Feng. Melihat sikap malu-lamu dari wanita nya itu, Ling Feng hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya, karena sikap itu merupakan daya tarik tersendiri baginya.


Setelah itu Ling Feng pun keluar dari kamarnya pergi ke halaman depan. Tepat ketika ia pergi ke halaman depan, ia langsung di suguhkan pemandangan sejuk di pagi hari, mengingat saat ini ia sedang berada di kediaman kakeknya yang berada di puncak gunung. Ling Feng menikmati sejenak angin sejuk yang berhembus ke arah kediaman kakeknya, sampai ia pun tertarik dengan suara dentingan yang berasal dari sisi kediaman.


Ling Feng pun berjalan ke arah sumber suara dan melihat seorang pemuda yang bertelanjang dada sedang berlatih mengayunkan pedangnya. Melihat pemuda yang bertelanjang dada itu Ling Feng pun tersenyum tipis dan bersandar ke dinding kayu kediaman. Terlihat pemuda itu begitu fokus berlatih sampai-sampai tidak menyadari Ling Feng yang sedang memperhatikannya saat ini.


“Seribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan, dua ribu.” Gumam pemuda tersebut berhenti mengayunkan pedangnya setelah dua ribu kali. Ia pun mengatur kembali pernafasan nya yang memburu lalu kembali mengenakan pakaiannya.


“Saudara Feng kamu sudah baikan sekarang? Apa benar kamu sudah benar-benar pulih?” Tanya Yang Sun memasang mimik wajah cemas tentu nya, wajar saja ia memasang raut wajah seperti itu, karena dirinya melihat dengan mata kepalanya sendiri Ling Feng datang ke kediaman Ling San tidak sadarkan diri. Dari yang ia dengar dari guru nya, Ling Feng terkena luka dalam dan tidak sadarkan diri karena kehabisan Qi.


“Aku sudah baik-baik saja sekarang. Terima kasih sudah khawatir kepadaku.” Jawab Ling Feng dengan senyum meyakinkan nya. Mendengar kata-kata meyakinkan keluar dari mulut Ling Feng, Yang Sun pun merasa sangat lega ketika mendengarnya.


“Syukurlah jika memang begitu. Aku senang mendengarnya.” Ucap Yang Sun menghela nafas lega.


“Sudahlah tidak perlu memedulikan hal itu, aku lebih tertarik dengan perkembangan mu yang begitu pesat. Bukan hanya kultivasi mu saja, tapi teknik berpedangmu pun juga sudah mengalami banyak peningkatan ya.” Kata Ling Feng memuji Yang Sun.


“Oh ayolah, semua ini juga berkat dirimu saudara. Jika saja saudara tidak menyadari keadaan tubuhku, mungkin aku tidak akan sampai sini.” Kata Yang Sun. Terakhir kali mereka bertemu Yang Sun sudah berada di ranah Jendral Emas. Kini dirinya sudah berada di ranah Bumi bintang sembilan, setengah langkah lagi menuju ranah langit. Perkembangan yang benar-benar sangat pesat.


“Kalau begitu bagaimana dengan berlatih pedang denganku?” Kata Ling Feng secara tiba-tiba membuat Yang Sun tersentak ketika mendengarnya. “Tidak, tidak, mau dilihat dari mana pun aku masihlah sangat lemah, teknik berpedang ku bahkan tidak setinggi itu. Jika Saudara Feng berlatih dengan ku tidak akan mendapatkan apapun.” Kata Yang Sun merasa rendah diri.


“Hahhhh... Apa yang kamu bicarakan ini. Siapa yang tahu jika belum di coba. Terlebih lagi jangan terlalu merendahkan dirimu sendiri, karena aku tahu teknik berpedang mu tidak selamah itu.” Kata Ling Feng dengan raut wajah serius membuat Yang Sun terdiam mematung ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Ling Feng.


Ling Feng pun mengulurkan tangan nya ke depan, membuat Yang Sun pun mendongakkan kepala nya menatap Ling Feng, karena bisa merasakan dengan jelas atmosfer di sekitar mereka mendadak berubah.


“Apakah kau menerimanya atau menolaknya?” Tanya Ling Feng dengan raut wajah serius. Yang Sun menelan salivanya ketika mendengar hal itu, ia pun memejamkan kedua mata nya sejenak lalu membuka nya dan membalas kembali tatapan serius Ling Feng, menerima uluran tangan nya.


“Jika saudara bersikeras maka aku akan menerimanya. Tolong jangan menahan diri.” Kata Yang Sun dengan raut sama serius nya. Ling Feng yang mendengar itu terkekeh pelan, “Hal itu juga berlaku bagimu saudara.” Kata Ling Feng terkekeh pelan.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.