
Mendengar apa yang dikatakan Ling Feng, tuan muda tersebut tersenyum sinis lalu berkata, "Kenapa kau tidak mau? apakah kau takut?" Ucap tuan muda paviliun obat dengan senyum sinis. Ling Feng yang mendengar itu diam sebentar. Pada saat dirinya berhenti melangkah, suasana sekitar tiba-tiba menjadi hening.
"Aku? takut kepadamu? jangan bercanda." Kata Ling Feng membuat tuan muda paviliun obat mengepalkan tangannya kuat-kuat ketika mendengar hal itu. Tuan muda tersebut kembali berkata.
"Jika kau tidak takut lalu kenapa kau tidak menerimanya…Kalau itu bukan takut lalu apa hah." Kata tuan muda paviliun obat dengan nada yang lumayan tinggi. Ling Feng yang mendengar itu menggelengkan kepalanya menghembuskan nafasnya.
"Sepertinya kau tidak paham dengan situasinya. Aku tidak mau melakukannya, karena kau tidak layak untuk menjadi lawan ku." Ucap Ling Feng dengan nada acuh tak acuhnya. Peserta yang tersisa ketika mendengar itu berpikir bahwa yang dikatakan oleh Ling Feng hanyalah omong kosong saja, namun bagi yang mengetahuinya kata-kata yang dikeluarkan oleh Ling Feng bukanlah omong kosong belaka.
Tuan muda paviliun obat yang mendengar itu menggertakkan giginya sekali lagi. Untuk pertama kalinya dirinya diremehkan seperti ini, bahkan itu lebih dari sekali. Harga dirinya menolak keras menerima hal itu. Dirinya marah ketika ada yang meremehkannya seperti itu.
Melihat gelagat tuan muda paviliun obat yang seperti sedang menahan amarahnya, Ling Feng tidak mempedulikan hal itu dan hendak berjalan kembali menuju arena turnamen. Akan tetapi, hal itu ditahan oleh suara yang memanggilnya dibelakang.
"Bagaimana kalau taruhan." Ucap tuan muda paviliun obat menghentikan langkah Ling Feng. Mendengar hal itu Ling Feng terdiam lalu membalikkan tubuhnya menghadap tuan muda paviliun obat dan berkata, "Apa yang kau maksud dengan taruhan." Ucap Ling Feng. Tuan muda paviliun obat lalu menjawab.
"Bukankah sudah jelas bagaimana kalau ada taruhan didalamnya. Sesuai dengan perkataan mu, kau menganggap bahwa aku tidak layak. Bagaimana jika kita menambahkan taruhan kedalamnya agar menjadi layak." Ucap Tuan muda paviliun obat.
Ling Feng yang mendengar itu tidak menyangka bahwa pemuda dihadapannya ini akan berpikir seperti itu, walaupun arti yang Ling Feng maksud tidak seperti ini, namun hasilnya tidak buruk juga.
"Seperti yang diduga dari seorang tuan muda. Aku tidak menyangka kau akan berpikiran seperti itu. Ya, walaupun beda dengan maksud yang kupikirkan, namun aku menghargai apa yang kau mau. Baiklah mari kita bertaruh." Kata Ling Feng dengan senyum tercetak diwajahnya. Tuan muda paviliun obat yang mendengar itu menggertakkan giginya melihat senyum Ling Feng yang menurutnya bahwa Ling Feng menganggap remeh dirinya.
Semua peserta yang tersisa tidak sedikit yang tertarik dengan hal itu. Bahkan mereka sudah riuh dengan bisik-bisik tentang Ling Feng yang berani menerima tantangan tuan muda paviliun obat.
Berbeda dengan kedua orang tersebut, pemuda yang bertudung terlihat tidak tertarik dengan hal seperti itu. Pemuda bertudung itu terlihat tenang dan seperti sedang menunggu sesuatu.
"Semua persiapan hampir selesai tinggal beberapa urusan lagi menuju tingkat akhir." Bisik suara yang entah darimana. Pemuda bertudung itu hanya diam saja tidak merespon, namun ia sempat berbicara.
Ling Feng yang melihat gelagat pemuda bertudung itu masih merasakan hal yang aneh, namun hal itu ia abaikan, karena tidak dalam waktu yang tepat. "Sudahlah lagipula aku bisa meminta paman Tian untuk menyelidikinya lebih jauh." Batin Ling Feng.
"Baiklah jadi apa yang ingin kau pertaruhkan dengan ku." Kata Ling Feng. Mendengar itu, pemuda paviliun obat melepas cincin ruangnya lalu melemparkan kepada Ling Feng dan berkata, "Apakah itu layak?" Katanya. Ling Feng dengan sigap menangkap cincin tersebut dan memasukkan kesadarannya, kedalam Cincin ruang tersebut.
"Memang layak menjadi seorang tuan muda, harta kekayaannya cukup melimpah. Kebetulan sekali aku sedang membutuhkan sumber daya. Walaupun aku bisa membuat ribuan pil, tentu hal itu akan memakan banyak waktu pastinya. Akan tetapi, dengan mungkin akan sedikit terbantu." Batin Ling Feng ketika memasukan kesadarannya kedalam cincin ruang tersebut yang isinya mulai dari harta kekayaan dan beberapa tumbuhan berusia ratusan tahun dan lusinan pil.
"Cukup layak" Ucap Ling Feng mengembalikan cincin ruang tuan muda paviliun obat kepada sang pemiliknya. Tuan muda paviliun obat langsung menerima kembali cincin miliknya dan berkata, "Kau akan bertaruh apa sebagai gantinya." Kata tuan muda paviliun obat. Ling Feng yang mendengar itu menimang-nimang apa yang berharga menurutnya.
Saat sedang memikirkan sebuah taruhan yang layak, transmisi suara terdengar dikepalanya, "Tumbuhan suci kegelapan merupakan harta yang berharga tuan jika itu diolah menjadi pil." transmisi suara To Mu terdengar dikepalanya.
Mendengar hal itu Ling Feng langsung membalasnya, "Paman Mu rasanya kita sudah lama tidak berjumpa ya. Maaf akhir-akhir ini aku sedikit sibuk di dunia luar dan belum sempat kembali." Balas Ling Feng. To Mu lalu kembali berkata, "Tidak perlu seperti itu tuan muda bagaimana pun sudah menjadi suatu kehormatan bagiku. Selain daripada itu, kita kembali ke topik utamanya." Kata To Mu.
"Tumbuhan suci kegelapan sudah mulai tumbuh tuan muda. Pada saat aku mengecek kebun tanaman herbal, dan tidak sengaja melihat Tumbuhan suci kegelapan menumbuhkan cabang." Kata To Mu memberitahukannya. Ling Feng yang mendengar itu pun sangat senang tidak menyangka bahwa tumbuhan langka itu bisa beradaptasi bahkan tumbuh.
"Baguslah kalau begitu aku mengandalkan mu paman." Kata Ling Feng. Ling Feng langsung berpura-pura membentuk segel tangan didepan pandangan mata semua orang. Ketika selesai membentuk segel tangan sebuah tumbuhan dengan aura yang kuat pun muncul dihadapan mereka. Semua orang bereaksi biasa saja, kecuali tuan muda paviliun obat dengan pemuda bertudung ketika melihat tumbuhan tersebut.
Melihat reaksi terkejut tuan muda paviliun obat, para peserta menjadi penasaran dengan tumbuhan yang saat ini sedang dipegang oleh Ling Feng sampai-sampai tuan muda paviliun obat yang dengan angkuhnya menjadi terdiam ketika melihat tanaman itu.
"Aku pertaruhkan tumbuhan ini apakah sudah cukup layak." Ucap Ling Feng. Membuat tuan muda paviliun obat terdiam ketika Ling Feng mengeluarkan harta langit dan bumi tersebut.
"T-tu-tumbuhan suci kegelapan." Kata terkejut yang keluar dari tuan muda paviliun obat dan pemuda menggunakan tudung secara bersamaan.
>>>>> Bersambung