Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Membuat Pil Penyembuhan


"Tumbuhan ini mengandung elemen es yang sangat murni." Kata Ling Feng yang takjub ketika melihat setangkai bunga dengan energi es yang sangat kuat terkandung nya. "Jika dilihat dari aura yang di keluarkan dari tumbuhan ini, sepertinya hampir mencapai usia seribu tahun lamanya." Gumamnya setelah merasakan aura yang keluar dari tumbuhan tersebut.


Ia lalu mengalihkan pandangannya ke pedang yang terbelenggu oleh es. "Pedang ini mungkin tidak akan berguna untuk ku, tapi ada seseorang yang mungkin pantas untuk menggunakannya." Kata Ling Feng lalu tersenyum teringat kembali dengan orang tersebut.


Ling Feng lantas melapisi tangannya dengan api. Tidak tanggung-tanggung ia menggunakan kekuatan penuh pengendalian elemen apinya untuk mencairkan es yang membelenggu pedang tersebut.


Csssshhhhhhhhhh


"Ughhkkk…Bahkan dengan pengendalian penuh elemen api masih selambat ini?! Jika itu aku sebelum bertarung dengan banteng Gi*a itu…Mungkin tidak akan sesulit ini." Batin Ling Feng menggerutu, tapi tetap berusaha mencairkan es yang membelenggu pedang tersebut walaupun tidak mudah melakukannya.


Perlahan tapi pasti es yang membelenggu pedang tersebut mulai mencair. Tangannya pun sebentar lagi dapat meraih gagang dari pedang tersebut. Dengan penuh kesabaran dan ketekunan, Ling Feng berusaha sebaik mungkin untuk mencairkan es tersebut.


"Ughhkkk bertahanlah Ling Feng sebentar lagi akan selesai." Batinnya menguatkan dirinya sembari mempertahankan api ditangannya.


Csssshhhhhhhhhhhh


Perlahan tapi pasti Ling Feng hampir mencapai gagang dari pedang tersebut. Keringat sudah mulai mengalir deras terlihat di dahinya yang menunjukkan ia benar-benar melewati batas. Lalu beberapa detik kemudian…


"Sekarang…" Batin Ling Feng dalam sekali hentakan langsung menggenggam erat gagang pedang tersebut lalu dengan tenaga yang tersisa, ia berusaha menarik pedang tersebut keluar dari belenggu es.


"Ayolah jangan keras kepala…" Gumam Ling Feng berusaha menarik pedang tersebut dan…


Krakkkk


Krakkkk


Krakkkk


Crassssshhh


Booooomm


Belenggu es tersebut pun hancur dan pedang berwarna biru langit pun berhasil di tarik keluar oleh Ling Feng dari belenggu itu. Tangan yang menarik pedang tersebut langsung mati rasa, walaupun sudah menggunakan elemen api untuk melapisinya, hal itu masih belum cukup untuk membuat es tersebut berhenti.


Dengan cepat Ling Feng lalu memasukkan pedang tersebut ke cincin ruangnya. Dirinya langsung tersungkur ke tanah dengan nafas yang memburu. "Sekuat apa sebenarnya senior yang membuat segel tersebut. Walaupun sudah ribuan tahun berlalu. Segel yang menyegel pedang tersebut benar-benar masih sangat kuat." Katanya dengan nafas yang memburu.


Tidak lama untuk keluar dari gua tersebut. Pada saat itu pun malam sudah datang Ling Feng langsung bergegas kembali menuju Gua serigala-serigala tersebut. Tidak lama untuk sampai di Gua milik Serigala tersebut.


Ketik Ling Feng sampai, ia menghela nafas pendek ketika melihat apa yang dilakukan oleh Serigala-serigala itu. Terlihat sembilan serigala sedang bolak balik membawa kayu bakar bantu membantu. Ling Feng pun berjalan santai dan ketika ada Serigala yang menyadari kedatangan Ling Feng. Ia langsung melolong.


Awwwhhhuuu


Sontak teman-temannya yang mendengar itu langsung mengalihkan pandangannya ke Ling Feng dan ikut melolong juga. Mereka melolong seperti itu merupakan ucapan selamat datang kembali yang ditujukan kepada Ling Feng.


Ling Feng pun hanya tersenyum saja lalu masuk kedalam gua tersebut. Para serigala itu pun mengekori Ling Feng dibelakang. Ketika Ling Feng masuk kedalam terlihat tumpukan kayu bakar telah tersusun rapih disana. Dirinya sekali lagi menoleh kepada sembilan serigala tersebut yang sudah memasang wajah seperti kucing dengan ekor yang bergerak cepat ke kiri dan kanan.


Ling Feng yang melihat para serigala yang sedang mencoba merayunya, hanya bisa terkekeh melihat tindakan mereka itu. "Baiklah, baiklah akan aku buatkan kalian juga sudah bekerja keras." Kata Ling Feng Membuat sembilan Serigala itu melolong serempak senang.


Ling Feng geleng-geleng kepala melihat itu lalu mengalihkan pandangannya ke Lang Hei yang sedang berbaring di tempat dirinya berkultivasi kala itu. "Bagaimana luka mu?" Tanya Ling Feng. Lang Hei melolong sembari meninggikan dagunya. Mengisyaratkan bahwa ia baik-baik saja.


Ling Feng yang melihat tingkah Lang Hei itu berkata. "Babak belur seperti ini kau bilang baik-baik saja." Kata Ling Feng geleng-geleng kepala. Ia lantas menjaga jarak sedikit lalu duduk disana. "Akan ku buatkan daging bakarnya nanti setelah membuat obat ketua kalian terlebih dahulu." Kata Ling Feng kepada sembilan serigala tersebut.


Mereka menganggukan kepalanya mengerti. Lang Hei melolong pelan ke Ling Feng. Dirinya seolah-olah berbicara bahwa tidak perlu seperti itu dan jika ia banyak istirahat lukanya pasti akan sembuh. Akan tetapi, Ling Feng bukanlah orang yang lupa Balas Budi.


Lang Hei bahkan tidak takut untuk mempertaruhkan nyawanya, tentu Ling Feng tidak akan menunggunya diam saja. "Jika kau terluka selama berhari-hari, kawanan mu siapa yang akan melindunginya nanti? Lebih kau tunggu sebentar dan jangan banyak bicara lagi." Kata Ling Feng lalu duduk dan menelan lima pil pemulih sekaligus.


Setelah itu ia mulai fokus terhadap pemulihan dirinya terlebih dahulu. Setelah satu batang dupa berlalu dan Ling Feng sudah selesai dengan pemulihannya, ia lalu mulai mengeluarkan tanaman-tanaman obat yang telah ia petik dari kebun yang berada di dunia jiwanya. Ia juga sudah menyiapkan beberapa botol yang mana isinya adalah air kolam pemulihan yang berada di dunia jiwanya.


Setelah bahan-bahan siap Ling Feng tanpa basa-basi langsung mulai meracik pil. Ia tidak menggunakan tungku untuk mempersingkat waktu peracikannya. Satu persatu bahan untuk membuat pil penyembuh Lang Hei pun masuk dan mulai dimurnikan.


Walaupun lebih banyak mengkonsumsi kekuatan jiwa miliknya, namun hal itu tidak menjadi masalah setelah ia menelan pil pemulih tadi. Satu persatu, bahan pil tersebut sudah mulai selesai dimurnikan. Ling Feng lantas mulai mengendalikan apinya untuk menyatu kembali.


"Satukan." Titah Ling Feng sembari mengendalikan api yang terpisah tadi menjadi satu kembali dan menyesuaikan suhu yang pas supaya tidak gagal. Proses pembuatan pil hampir mencapai pada puncaknya. Pada saat hampir selesai, Ling Feng meneteskan air kolam yang berada di dunia jiwanya kedalam pil tersebut.


Seketika pil tersebut pun mulai menunjukkan tanda-tanda perubahan. Keringat dingin pun sudah mulai mengalir di dahi Ling Feng. Saat ini merupakan momen-momen kritisnya dan kemudian…


"Sekarang." Batin Ling Feng dan ia langsung mengepalkan tangannya sesaat. Kepulan asap pun mulai keluar dari kepalan tangan Ling Feng. Kemudian ia pun membuka kepalan tangannya dan terlihatlah sebuah pil putih dengan garis biru langit yang menghiasinya. Pil penyembuh dengan tingkatan Bumi Tingkat Tinggi berhasil ia buat.


>>>>>>>> Bersambung