
"Teknik Halilintar Langit gerakan pertama: langkah kilat." kata Ling Feng langsung muncul namun dititik buta Dun Xiaohu. Ling Feng langsung menebas silang mengincar Leher Dun Xiaohu, namun sayang. Walaupun telah menyerang dititik buta Dun Xiaohu, tebasan Ling Feng ditahan oleh perisai dari Qi yang dibentuk oleh Dun Xiaohu. Ling Feng yang melihat serangannya ditahan hanya mengumpat kesal.
"Cih, pengalaman bertarungnya memang tidak bisa diremehkan. Bahkan dengan aura yang tidak keluar dari tubuhku disertai menyerang dari titik buta masih belum bisa cukup melukainya." batin Ling Feng kesal.
"Kenapa anak muda ? jangan harap dengan serangan seperti itu kau bisa membunuhku dengan mudah." kata Dun Xiaohu langsung meninju perut Ling Feng.
Bughhkkkkkk
"Ughhkkk Sialan, kekuatan fisiknya-" batin Ling Feng, dirinya langsung melesat lima meter jauhnya.
"Jangan terlalu terburu-buru Feng,'er. Walaupun musuhmu kuat, sepertinya ia masih meremehkan mu. Santai saja." kata Long Tian melalui transmisi suara.
Dun Xiaohu yang meninju perut Ling Feng terkejut, tubuh fisik Ling Feng ternyata sangat kuat bahkan jika tangannya tidak dialiri energi qi tadi, itu hanya akan membuat Ling Feng mental beberapa langkah saja. "Kau memiliki tubuh yang keras juga anak muda. Sepertinya kau mempunyai manual tubuh yang menarik dalam dirimu." kata Dun Xiaohu berfikir untuk mengambil alih tubuh Ling Feng.
"Uhukkk......Uhukkk coba saja, Jika kau ingin menguasai tubuhku coba saja jika kau bisa." kata Ling Feng tersenyum sinis keluar dari kepulan asap dengan pakaian yang mulai sedikit rusak namun tidak terluka sama sekali.
"Hahahahaha, tubuh yang menarik bersiap-siaplah anak muda. Tubuhmu itu akan menjadi wadahku sebentar lagi." Dun Xiaohu tertawa keras Ling Feng sendiri hanya diam saja memikirkan sesuatu yang ingin ia coba saat ini lalu tersenyum dibalik penutup wajahnya.
"Kubilang coba saja jika kau memang memiliki kemampuan." kata Ling Feng memasang kuda-kuda teknik berpedangnya kembali dan melesat menyerang.
Semua murid sekte bayangan yang mendengar tawaan itu seketika merasa merinding. "Lebih baik kita pergi dari sini aku yakin sebentar lagi pertarungan dahsyat akan pecah." kata salah satu murid sekte bayangan memberi instruksi.
"Ketua ternyata sangat kuat. Aku tidak menyangka bahwa itu adalah ketua." kata salah satu rekannya masih memandang pertarungan Dun Xiaohu dan Ling Feng yang mulai sangat panas. Temanya yang mendengar itu langsung memukul kepalanya membuat dirinya yang sedang menonton pertandingan Ketuanya dan Ling Feng mengaduh.
"Kenapa kau memukul kepalaku !?" kata murid sekte bayangan itu mengelus-eluskan kepalanya yang dipukul.
"Kau ini bodoh ya, bukankah sudah terlihat dari auranya saja. Aura itu bukan aura yang dimiliki ketua. Kemungkinan besar tubuh ketua sudah diambil alih pemilik aura tersebut." kata rekannya yang memukul kepalanya.
"Sekarang lebih baik kita pergi dari sini terlebih dahulu. Pertarungan kedua orang tersebut pasti akan membuat sekitarnya hancur porak poranda." katanya lagi sembari melesat secepat mungkin diikut oleh yang lain untuk menghindari pertarungan kedua orang tersebut.
Kembali ke Ling Feng
"Teknik Halilintar Langit gerakan pertama: langkah kilat." kata Ling Feng. Dun Xiaohu yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya dan berkata.
"Sudah kubilang, hal yang sama tidak akan berpengaruh lagi terhadapku. Memang benar kau sangat cepat, tetapi hal itu ti-" perkataan Dun Xiaohu terhenti, karena wajahnya telah ditinju oleh Ling Feng.
"Kau ini terlalu berisik tua bangka.....Pengalaman saja banyak, namun kau sepertinya sangat sombong pantas saja kau mati. Ingat baik-baik. Bahkan semut pun bisa melukai gajah yang sangat besar. Saat sedang bertarung hal yang paling penting adalah jangan meremehkan lawan mu tua Bangka. Ingatlah hal itu baik-baik." kata Ling Feng meninju wajah Dun Xiaohu, membuat Dun Xiaohu melesat bagaikan peluru mental puluhan meter jauhnya. Lalu baru berhenti setelah menembus pohon yang keseratus dan tepat setelah berhenti langsung muntah darah.
"Bagaimana mungkin, ini baru satu tinju dan itu sudah melukai organ dalam." batin Dun Xiaohu terkejut.
Dirinya langsung bangkit dan mengusap sedikit darah yang keluar dari mulutnya. Belum sampai satu menit, Ling Feng sudah muncul kembali didepan mata Dun Xiaohu.
"Jangan kau kira aku akan memberi nafas untuk memulihkan kondisimu." ucap Ling Feng terkekeh dan langsung menebas silang menggunakan Yang White Sword dan Yin Black Sword.
Dun Xiaohu langsung terkejut dan buru mundur sembari membuat perisai dari Qi.
Ling Feng sendiri hanya biasa saja bahkan berkata dengan santai.
"Tidak, perisai lemahmu itu akan hancur oleh tebasan pedang biasa ku." kata Ling Feng membuat Dun Xiaohu merasa kesal mendengarnya.
Namun perkataan Ling Feng benar apa adanya. Melihat dari ketebalan perisai Qi yang dibuat tentu itu sangat mudah menahan tebasan pedang biasa walaupun dialiri qi. Tebasan pedang Ling Feng dan perisai Qi yang dibuat oleh Dun Xiaohu beradu. Ling Feng yang melihat itu biasa saja sedangkan Dun Xiaohu yang melihat tebasan Ling Feng itu merasa aneh dan terfikir kan sesuatu.
"Tunggu-tunggu jangan bilang kalau ini....." batin Dun Xiaohu menolak percaya.
"Hehhh, kau menyadari nya yaaa....Tapi, sayang itu sudah terlambat." kata Ling Feng terkekeh sinis.
Krekkkk
Krekkkk
Krekkkk
Crassssshhh
Pelindung qi yang dibuat oleh Dun Xiaohu pecah dan tebasan Ling Feng mengenai tubuh Dun Xiaohu.
"Ughhkkk Sialan, Niat pedangnya sangat kuat bahkan ini sudah mencapai tahap sempurna dan sensasi ini sebentar lagi menembus Dao pedang tahap kedua." batin Dun Xiaohu terkena tebasan Pedang Ling Feng yang mengandung niat pedang yang sangat kuat.
"Kau bocah bren*sek !" kata Dun Xiaohu namun ketika ingin bangkit tiba-tiba tubuhnya tidak bisa digerakkan. Dun Xiaohu yang merasakan itu terkejut lalu memandang marah Ling Feng.
"Bocah licik apa yang kau lakukan terhadap tubuhku si*lan !" teriak Dun Xiaohu. Ling Feng yang mendengar itu hanya terkekeh sinis tidak menjawab.
"Orang yang sebentar lagi mati tidak perlu mengetahuinya" kata Ling Feng menatap hina Dun Xiaohu. "Salahkan dirimu yang terlalu sombong dan meremehkan musuhmu." lanjut Ling Feng dengan nada yang menghina.
"Akhhhhhhhhhhhhhhh !!!! Sia*an !!!! Aku tidak terima dengan hasil ini." teriak Dun Xiaohu, dan Ling Feng langsung menggunakan teknik Sembilan Matahari untuk memusnahkan Dun Xiaohu.
"Mati" kata yang keluar dari mulut Ling Feng dan
Booooommmm
Dun Xiaohu tewas tanpa tersisa apapun. Bahkan abunya saja tidak ditinggalkan oleh Ling Feng sama sekali
>>>>> Bersambung
Nb: Beberapa hari kedepan author bakal jarang up, dikarenakan bakal ada UTS. Mohon maaf sebesar-besarnya ππΌππΌππΌ. Namun bakal diusahakan up walaupun waktunya sulit. Mohon para readers atas pengertiannya πππ
Blizzard