
Ling Feng yang melihat cahaya matahari samar-samar itu, berasumsi bahwa ia sudah sampai di ujung area hutan yang pertama. Oleh karena itu, mereka bertiga pun melesat cepat dan asumsi tersebut benar saja, bahwa mereka telah berhasil keluar dari area hutan pertama. “Kaghhhh... Hahhhh... Akhrinya keluar juga dari hutan tersebut.” Ucap Ren Hu terkekeh lega.
“Yap kita sampai lebih cepat dari yang kuduga.” Ucap Ling Feng seraya menyapu pandangan mereka, dimana saat ini ketiganya berada di hamparan padang rumput yang luas. “Ya setidaknya... Disini tenang, walaupun begitu panas.” Ucap Ren Hu seraya sedikit mendongakkan kepalanya, memandang matahari yang sedang terik-teriknya.
“Tenang, kah... Kurasa tidak begitu.” Ucap Ling Feng dan bertepatan dengan dirinya berkata seperti itu, guncangan di bawah kaki mereka terasa sangat jelas. Tanpa berkata apa-apa, ketiganya langsung mengindar dari tempat mereka berpijak dan...
Booommmm
Shaaaahhhh
“Ohh ayolah... Tidak hanya di dalam hutan, hamparan padang rumput pun tidak jauh berbeda dengan di dalam hutan rupanya.” Ucap Ren Hu menatap jelek sosok beast yang berupa cancing raksasa dengan mulut yang meraung-raung keras menanggapi nya.
“Ya apapun jenisnya yang muncul, kita berdua hanya perlu membelahnya menjadi dua saja.” Ucap Pang Lang mengambil sikap kuda-kudanya. Ren Hu yang ada di sebelahnya tersenyum dan menimpali perkataan Pang Lang. “Hihihi... Ya kau benar. Kita hanya perl... Tuan muda?” Ren Hu mendadakan menelan kembali ucapannya, karena Ling Feng tanpa berkata apa-apa mendadak maju ke depan.
“Kalian berdua telah bekerja sangat keras sampai waktu tengah hari ini, oleh karena itu biarkan aku yang mengurus cacing-cacing ini saja.” Ucap Ling Feng tanpa menoleh. “T-tapi tuan muda... Qi Anda, kan masih...” Ucapan Ren Hu sekali lagi terhenti, karena Pang Lang yang ada di sisinya tiba-tiba merentangkan tangannya di hadapan Ren Hu yang mengisyaratkan untuk lebih baik diam saja, dan membiarkan Ling Feng melakukan apa yang ingin dirinya lakukan.
“Jika tuan muda memang ingin turun tangan langsung, maka aku tidak akan menghalangi anda lagi kali ini.” Ucap Pang Lang. Ling Feng tersenyum simpul lalu sedikit menoleh kepadanya dan berkata, “Iya Paman Lang. Terima kasih atas pengertian mu.” Ucap Ling Feng seraya mengeluarkan pedang putihnya dari cincin ruang.
Shaahhhh
Seru kencang para beast yang berupa cacing raksasa itu melesat cepat ke dalam tanah menyerang Ling Feng lewat pijakkan kakinya. Ling Feng sendiri tidak bergeming, ia hanya berdiri santai seraya mengayunkan-ayunkan pedangnya ke atas ke bawah. Pada saat Ling Feng masih tidak bergeming, dalam beberapa saat tanah yang Ling Feng pijaki tiba-tiba beguncang kencang. Tanah yang berguncang itu pun langsung menunjukkan penyebabnya yang berupa enam ekor cacing raksasa secara serentak muncul dari bawah tanah meraung keras melesat melancarkan masing-masing serangan kepada Ling Feng yang mereka kelilingi.
Shaahhhh
Booommmm
“Tuan muda.” Ren Hu yang refleks menyebut Ling Feng seraya hendak maju, namun di tahan oleh Pang Lang. “Tunggu saja di sini... Tuan muda tidak selemah itu. Lihatlah di sana.” Ucap Pang Lang yang mencegah Ren Hu hendak bergerak seraya menunjukkan menggunakan dagunya, dimana Ling Feng yang ternyata sudah berpindah tempat dia atas langit-langit mengudara.
Ling Feng yang mengudara pun memposisikan tubuhnya lebih condong ke arah para-para cacing raksasa itu. Enam ekor cacing raksasa itu masih belum sadar, bahwa Ling Feng tidak berada di sana, hal itu terlihat dari masing-masing dari mereka yang masih menggeliat-liat di permukaan.
Ling Feng yang sedang mengudara pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dan langsung mengambil langkah posisi menghunuskan pedangnya. “Teknik Sembilan Matahari Gerakan Kedua: Tebasan Gelombang Matahari.” Ucap Ling Feng seraya mengayunkan pedangnya secara horizontal melancarkan serangan berupa gelombang tebasan yang sangat panas kepada sekelompok cacing raksasa itu.
Shringggg
Booommmm
Setelah melancarkan serangan tebasan pedang itu, Ling Feng langsung mendarat dengan mulus tidak jauh dari tempat para cacing raksasa tersebut. Ling Feng masih memasang kuda-kuda berpedangnya, namun ketika kepulan asap tebal telah menghilang dan memperlihatkan sekelompok cacing-cacing tersebut sudah mati seleruhnya, Ling Feng sedikit tidak menduganya.
“Ehhh. Apa ini? Padahal aku baru mengeluarkan sedikit kekuatan ku dan mereka sudah mati?” Ucap Ling Feng tidak menduganya, bahwa sekelompok cacing-cacing raksasa itu sangat mudah di kalahkan. “Haihhh... Kalau tahu begini, lebih baik tidak perlu menggunakan pedang, supaya tubuhku sedikit lebih panas.” Keluh Ling Feng kembali menyarungkan pedangnya dan memasukkan nya ke cincin ruangnya.
Ling Feng juga mencoba untuk memeriksa sekitarnya, apakah masih ada beast yang berkeliaran di bawah tanah, namun hasilnya nihil membuat helaan nafasnya semakin panjang. Setelah itu ia melangkah kembali ke arah Pang Lang dan Ren Hu seraya berkata, “Ayolah kita kembali melanjutkan perjalanan sebisa mungkin kita sudah sampai seperempat jalan, sebelum malam tiba.” Ucap Ling Feng lesu, yang diangguki oleh Pang Lang dan Ren Hu.
“Tuan muda apakah kamu baik-baik saja?” Tanya Ren Hu yang mengekor di belakang Ling Feng. “Ahh iya... Aku baik-baik saja kok Ren Hu, tidak perlu khawatir.” Ucap Ling Feng seraya memasang senyuman yang sedikit di paksakan.
Ketiganya pun melesat kembali melanjutkan perjalanan sampai malam hari tiba.
Malam Harinya
“Baiklah kita beristirahat dulu di sini.” Putus Ling Feng yang diangguki oleh Pang Lang dan Ren Hu. Keduanya langsung mencari kayu-kayu kering dan beberapa beast, untuk dijadikan makan malam tentunya.
Selang beberapa puluh menit kemudian, makan malam pun telah usai dan Ling Feng langsung meminta keduanya untuk beristirahat terlebih dahulu. Pada saat Ren Hu hendak menolaknya, dan meminta Ling Feng saja yang beristirahat, Ling Feng pun kembali mengatakan hal yang sama, namun dengan raut wajah yang tegas kali ini.
Ling Feng berbaring di salah satu pohon yang mana, ia bisa melihat dengan jelas sinar bulan yang memancar terang dari sana. Ling Feng yang melihat bulan itu secara seksama, entah sejak kapan langsung tenggelam dalam pikirannya. “Kebangkitan iblis, kah...” Gumam Ling Feng pelan seraya menghela nafas pendek. Dirinya saat ini benar-benar sangat kekurangan informasi, yang mana itu benar-benar membuatnya cukup frustasi.
“Haihhh... Ini benar-benar sulit.” Gumam Ling Feng pelan memilih untuk memikirkan hal itu nanti ketika bertemu dengan Long Tian yang berada di Kota Kekaisaran saat ini. Ling Feng kembali menatap bulan yang begitu terang bersinar malam itu. Ling Feng yang melihat rembulan itu, sontak mencari tempat yang sedikit lebih jauh dari tempat Pang Lang dan Ren Hu beristirahat.
Dirinya pun sampai di sebuah tempat yang tidak terlalu luas, namun cahaya bulan yang menerangi tempat tersebut, cukup menarik perhatian Ling Feng. “Disini cukup bagus.” Ucap Ling Feng lalu berdiri tepat di bawah cahaya bulan di atas kepalanya. Setelah itu, Ling Feng pun mengeluarkan kedua pedang putih dan hitamnya dari cincin ruang.
Ling Feng menatap lekat-lekat kedua pedang nya itu yang terlihat samar-samar berdesir. “Sudah cukup lama aku tidak melakukan ini. Semenjak keluar dari pelatihan tertutup di jurang kematian.” Ucap Ling Feng lalu mulai menutup kedua matanya, dan mulai bergerak secara acak mengayunkan kedua pedangnya dengan sangat intens, di bawah cahaya rembulan malam itu.
Semalam itu Ling Feng habiskan waktu nya dengan mengayunkan pedang di bawah cahaya sinar rembulan sampai bertemu pagi di keesokan harinya.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.