Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Kesalahpahaman


Begitulah aula pertemuan yang mendadak berubah drastis menjadi medang perang antara para tetua. Bahkan Chang Jin, Ling San, dan dua tetua yang tersisa pun termasuk ke dalamnya, membuat Ling Feng yang awalnya berniat untuk memisahkan mereka dengan baik-baik, terpaksa harus mengeluarkan kekuatannya. Sontak para tetua yang awalnya hendak bertarung itu, refleks melangkah mundur, karena serangan tebasan Ling Feng yang mengadung aura pedang tepat ter arah kepada mereka.


Shrinngggg


Booommmm


Para tetua termasuk Ling San dan Chang Jin, melompat mundur cukup jauh, sesaat tebasan yang Ling Feng lancarkan itu mengenai mereka dan para tetua. Para tetua yang awalnya hendak saling bertarung seketika terdiam ketika merasakan aura pedang yang sangat intens keluar dari tebasan yang Ling Feng lancarkan.


“Sebelumnya aku minta maaf, karena aku terpaksa melakukan ini. Karena jika tidak seperti ini, para tetua sekalian pasti tidak akan berhenti sampai bangunan ini hancur.” Ucap Ling Feng yang langsung menyimpan kedua pedangnya kembali ke dalam cincin ruangnya lalu meminta maaf. Mendengar permintaan maaf dari Ling Feng, para tetua pun merasa malu dengan diri mereka masing-masing, karena bersikap egois, lalu yang lebih memalukannya lagi adalah mereka kalah tenang, dari sosok pemuda.


>>>>>>_____


Kediaman Di Puncak Gunung


“Fyuhhh... Akhirnya sampai juga.” Ucap Ling Feng seraya menghela nafas lega, tepat ketika dirinya telah sampai di puncak gunung, Ling Feng langsung membawa tubuhnya ke bawah pohon yang kebetulan berada tepat di halaman kediaman. Seraya menyandarkan tubuhnya, Ling Feng menikmati hembusan angin yang cukup kencang, walaupun waktu pada saat itu sudah menunjukkan tengah hari. Seraya melihat hamparan lautan awan dan beberapa bangunan sekte, tanpa sadar membuat Ling Feng menarik senyuman ketika melihat pemandangan yang damai seperti itu.


“Ahhh segarnya... Pemandangan awan di puncak gunung tidak buruk juga. Rasa lelahku benar-benar terangkat setelah di suguhkan pemandangan seperti ini.” Gumam Ling Feng seraya merenggangkan kedua tangannya mencari posisi lebih nyaman, kembali menyandarkan tubuhnya pada pohon plum di halaman.


Pada saat Ling Feng sedang menikmati hempasan angin seraya memejamkan kedua matanya, pada saat itulah indera pendengaran nya menangkap suara ayunan pedang. Ling Feng yang mendengar itu membuka kedua matanya kembali lalu menoleh ke belakang dimana, sumber suara tersebut terdengar dari arah belakang kediaman. Ling Feng lantas bangkit dari duduk nyamannya, melangkah mendekati sumber suara tersebut.


Shringgggg


Shringgggg


Semakin Ling Feng melangkah kebelakang, suara ayunan pedang pun semakin terdengar jelas. Pada saat ia hendak sampai di belakang kediaman, terlihatlah sosok pemuda dalam pandangan Ling Feng.


Shringgggg


Shringgggg


“Hohhhh... Ayunan pedangnya benar-benar sempurna. Tidak hanya gerakannya yang sehalus sutra, kuda-kudanya benar sangat kokoh, hal itu di dukung dengan fisiknya membuat kuda-kudanya menjadi lebih kokoh. Alhasil membentuk keserasian yang menakjubkan. Sungguh luar biasa.” Batin Ling Feng yang kagum dengan teknik berpedang pemuda yang kini sedang bertelanjang dada, seraya mengayunkan pedangnya secara berulang kali.


“Jika memang Yang Sun mempunyai kemampuan berpedang seperti ini, lalu mengapa ia bisa di bully sampai seperti itu? Apa jangan-jangan ada sesuatu alasan mengapa ia seperti itu?” Gumam Ling Feng manggut-manggut menerka, sampai dirinya tidak sadar, telapak kakinya menginjak sebuah ranting dan menimbulkan suara yang cukup keras.


Sontak hal itu membuat pemuda yang tidak lain adalah Yang Sun, refleks menoleh ke arah sumber suara seraya berkata dengan nada menyentak, “Siapa disana?!” Kata Yang Sun seraya dengan langkah cepat berbalik memutar tubuhnya menghadap ke arah suara tersebut, akan tetapi ketika Yang Sun melihat sosok Ling Feng di hadapan nya, membuat Yang Sun pun sedikit terkejut, lalu mengubah sikap waspadanya melangkah sedikit berlari ke arah Ling Feng seraya bertanya kepadanya.


“Feng? Kau sudah kembali dari pertemuan dengan para tetua?” Tanya Yang Sun yang sudah berdiri di hadapan Ling Feng. “Iya... Aku baru saja kembali tadi, awalnya aku hendak sedikit berbaring di bawah pohon, namun tiba-tiba aku mendengar suara ayunan pedang mu yang membuat ku tertarik untuk melihatnya.” Jawab Ling Feng. “Ah begitu, kah... Aku terlalu bersemangat, karena sampai membuat mu terganggu. Lain kali aku tidak akan seperti ini lagi.” Ucap Yang Sun meminta maaf.


Ling Feng yang mendengar itu tentunya sedikit tidak menduga bahwa Yang Sun malah akan meminta maaf kepadanya, dengan cepat dirinya berkata, “Tidak, tidak, aku tidak berpikiran seperti itu kok, kau tidak perlu khawatir. Sebaliknya aku yang seharusnya meminta maaf, karena sudah memperhatikan mu berlatih teknik pedang secara diam-diam.” Ucap Ling Feng seraya memegang kedua bahu Yang Sun.


“Tidak perlu sampai meminta maaf segala Feng, teknik pedang ku itu hanya teknik pedang dasar saja. Tidak ada yang istimewa dari itu, jadi tidak perlu sampai seperti itu.” Ucap Yang Sun tertawa getir ketika mengatakan hal itu, Ling Feng yang mendengar itu pun semakin yakin bahwa ada sesuatu yang telah terjadi pada kehidupannya membuat Yang Sun menjadi tidak percaya akan dirinya sendiri.


“Yang Sun akan kukatakan ini dengan sangat jelas. Aku baru pertama kali melihat teknik pedang dasar yang begitu serasi dengan kuda-kuda berpedangnya.” Ucap Ling Feng memuji Yang Sun. Mendengar hal itu, Yang Sun tiba-tiba tertawa kembali seraya berkata, “Oh ayolah Feng. Kau tidak perlu memuji ku sampai seperti itu, yang tadi itu hanya teknik pedang dasar saja, tidak ada istimewa nya kukata.” Ucap Yang Sun seraya tertawa, namun ketika melihat raut wajah serius Ling Feng, sontak hal itu membuat Yang Sun menjadi tidak nyaman untuk tertawa dan tiba-tiba menjadi salah tingkah ketika di tatap tegas oleh Ling Feng.


“Aku tidak bercanda sama sekali Yang Sun. Walaupun kau beranggapan bahwa itu tidak ada istimewa-istimewanya, tapi bagiku hal itu adalah yang luar biasa.” Ucap Ling Feng dengan tegas. Mendengar hal itu, Yang Sun secara tiba-tiba mengingat kembali ingatan samar yang sudah ia kubur dalam-dalam, namun tiba-tiba secaa paksa muncul kembali ketika mendengar Ling Feng yang berkaca seperti itu.


Yang Sun secara tiba-tiba, mendadak berubah drastis menjadi diam seribu bahasa, membuat Ling Feng menjadi bingung ketika melihat sikap Yang Sun yang hanya diam saja tanpa berkata apa-apa.”"Luar biasa, kah... Sungguh aku terhibur dengan candaan yang kau katakan Feng.” Ujar Yang Sun setelah mengucapkan hal seperti itu langsung pergi begitu saja meninggalkan Ling Feng yang terheran-heran. Apa yang dapat ia pikirkan saat ini adalah Yang Sun salah paham akan maksud dari perkataanya.


Pada saat Ling Feng hendak memanggil Yang Sun, tiba-tiba terdengar dari arah belakang Ling San yang telah kembali dari aula pertemuan memanggil-manggil namanya. “Feng’er dimana kau?” Ling San yang memanggil-manggil namanya. Mendengar Ling San memanggil-manggil namanya, Ling Feng pun mengurungkan niatnya lalu melangkah mendekati ke arah Ling San berada.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.