
"Manusia ini…" Batin pimpinan iblis tersebut.
Booooommmm
Booooommmm
Pimpinan iblis yang tidak siap langsung terpental mengenai ujung formasi. Ia lalu mengalihkan pandangannya marah kepada iblis-iblis tersebut. "Kalian rendahan berani sekali rendahan seperti kalian mempunyai niat untuk membunuh ku…!" Teriak pimpinan iblis tersebut memancarkan aura yang kuat.
Walaupun pimpinan mereka memancarkan aura yang kuat, Iblis-iblis tersebut tidak terlihat ragu kembali terlihat dari tatapan yang mereka layangkan kepada pimpinan iblis.
Lalu salah satu dari mereka pun angkat bicara. "Walaupun kau kuat, jarak ranah mu dengan kami semua tidaklah terlalu jauh. Jadi membunuh mu bukanlah hal yang mustahil pimpinan rendahan." Kata salah satu iblis angkat bicara.
Pimpinan iblis tersebut menggertakkan giginya. Awalnya ia kira akan mudah membunuh mereka, namun karena sedikit provokasi Ling Feng Membuat moral mereka naik dan berani melakukan perlawanan.
Sang empu yang mengompori hanya memasang senyum angkuh serta postur duduk yang angkuh. "Bagus, bagus, seperti itulah harusnya. Jika terlalu cepat akan terlalu membosankan." Gumam Ling Feng memperhatikan jalannya cekcok antara anak buah dan pimpinan.
Ren Hu yang memperhatikan dari samping hanya bisa memikirkan bahwa orang yang baru saja ia ikuti ternyata lebih kejam daripada iblis-iblis yang ia ketahui. "Jika itu aku, bahkan lebih baik mati bunuh diri daripada membunuh ras dengan tangan sendiri. Tapi…" Ren Hu melirik Ling Feng sekilas lalu membatin kembali.
"Tapi, Tuan muda membuat keadaan dimana iblis-iblis tersebut tidak mempunyai pilihan lain selain hidup daripada mati mengenaskan. Benar-benar sangat mengerikan dan tidak kenal ampun sama sekali." Batin Ren Hu menelan salivanya kasar.
Pimpinan iblis tersebut menggertakkan giginya mulai menyerang anak buahnya. Sebaliknya juga anak buahnya juga ikut maju menyerang. Satu iblis melawan lusinan iblis. Ling Feng melihat itu tertawa, kali ini bukan lagi tersenyum. Ren Hu yang melihat itu dapat menyimpulkan reaksi dari Ling Feng. "Pada akhirnya semuanya tetap dalam rencana yang tuan muda pikirkan." Batin Ren Hu.
Beberapa Jam Kemudian
Di dalam formasi pelindung yang Ling Feng buat benar-benar kacau. Kawah-kawah tak terhitung jumlahnya dengan kerusakan yang parah tercipta di dalamnya. Diantara kerusakan yang kacau itu terlihat dua sosok.
"Hooossshhh…Hooossshhh…Kau yang terakhir. Aku puji kalian layak dapat membuat ku serius, tapi untuk membunuh raja ini kalian masih belum mempunyai kelayakan." Kata iblis yang tidak lain adalah pimpinan iblis.
Tubuhnya benar-benar terluka sangat parah. Bahkan lengan bagian kanannya telah putus serta luka di bagian mata kirinya tercipta akibat pertarungan dirinya melawan lusinan iblis. Iblis yang dapat bertahan hidup itu lalu berbalik badan ke arah sosok pemuda yaitu, Ling Feng yang masih duduk dengan postur angkuh serta sebuah senyuman yang tercetak di wajahnya.
"Aku sudah membunuh semuanya, jadi tepati janji mu untuk melepaskan ku." Kata iblis tersebut kepada Ling Feng. Ling Feng tersenyum dan berkata, "Tentu saja aku tidak akan mengingkari apa yang telah aku ucapkan." Kata Ling Feng dan menjentikkan jarinya.
Iblis tersebut dalam hatinya membatin marah. "Awas saja kau bocah manusia. Setelah aku keluar dari sini, penghinaan ini akan ku balas sepuluh kali lipat lebih mengerikan daripada ini." Batin Iblis tersebut marah dalam hatinya.
Sesaat setelah Ling Feng menjentikkan jari nya formasi tersebut perlahan formasi yang berada di sekitar mulai menghilang. Iblis tersebut pun berniat ingin pergi dan pada saat ingin melangkah pergi…
Shringgggggg
Cleeebbbb
Iblis tersebut diserang oleh Ren Hu tepat dibagian tubuhnya mengenai area vitalnya yaitu, menembus jantung serta langsung mengeluarkan nya dari tubuhnya. "K-kau dasar manusia ren…" Kata iblis tersebut tidak seluruhnya terucap dan keburu mati.
Ling Feng sendiri hanya menanggapinya dengan wajah acuh tak acuh. "Rendahan…? Jika aku rendahan, maka kalian lebih rendah daripada aku." Kata Ling Feng dengan nada angkuhnya menjentikkan jarinya keluar api hitam dan langsung membakar habis seluruh iblis-iblis tersebut.
Setelah itu Ling Feng mengalihkan pandangannya ke Lang Hei dan serigala-serigala lainnya. "Luka kalian cukup parah ya." Kata Ling Feng lalu tanpa pikir panjang ia membuka portal menuju dunia jiwanya. "Masuklah ke dalam. Di sana ada sebuah kolam bawa berendamlah di sana bersama saudara-saudara mu di sana." Kata Ling Feng kepada Lang Hei yang juga masih terluka.
Ling Feng melirik Ren Hu juga dan berkata, "Bantu bawa serigala-serigala ini dan menetapkan sementara di sana. Setelah sampai aku akan memanggil mu lagi." Kata Ling kepada Ren Hu. Ren Hu menganggukan kepalanya dengan patuh lalu masuk ke dalam portal tersebut bersama dengan serigala-serigala itu.
Setelah semua urusannya telah selesai, Ling Feng menutup portal menuju dunia jiwanya lalu melesat terbang keluar dari hutan tersebut.
Tepat setelah Ling Feng pergi, sebuah bayang-bayang muncul keluar dari tanah membentuk sebuah wujud iblis. Iblis tersebut tersebut melihat jejak pertempuran disana lalu mendekati nya. "Benar-benar terbakar habis tanpa menyisakan aura sedikitpun. Sepertinya aku telat beberapa saat." Kata sosok iblis tersebut memprediksi kejadian yang terjadi di tempat tersebut.
"Siapa yang telah melakukan ini kepada orang-orang ku? Jejak yang diduga dalang dari semua ini menghilang di tepat di sini. Sebenarnya apa yang telah terjadi di sini?" Gumam iblis tersebut penasaran.
...>>>>>>______<<<<<<...
Ling Feng terus melesat menuju jalan keluar dari hutan tersebut. Beberapa menit kemudian, ia melihat cahaya matahari yang di duga sebagai jalan keluar dari hutan tersebut. Ia pun melesat dengan sangat cepat dan…
Swusssshhhh
"Benua Biru Aku Ling Feng telah kembali…!" Teriak Ling Feng sekencang-kencangnya dengan senyuman lebar.
...>>>>>>______<<<<<<...
Suatu Tempat
Terlihat dua orang wanita yang satunya terlihat sangat cantik nan menawan, dan yang satunya sangat manis dan imut. Wanita imut tersebut sedang menyisir rambut daripada wanita menawan itu. Terlihat wajah daripada wanita menawan itu selalu tersenyum sampai-sampai membuat yang menyisir rambutnya pun tidak tahan untuk bertanya.
"Kakak hal baik apa yang telah terjadi sampai-sampai kau senantiasa tersenyum?" Tanya wanita yang menyisir rambutnya. "Entahlah Lin'er. Kakak hanya merasa bahwa hari ini adalah hari yang sangat spesial." Jawab ambigu wanita tersebut.
"Hari yang spesial? Memangnya hari ini ada acara spesial apa kak?" Tanya wanita yang tidak lain adalah Lin kecil kepada wanita menawan tersebut yang tidak lain adalah Qing Xian. Qing Xian hanya mengedikan bahunya saja tersenyum menimpali pertanyaan Lin kecil. Ia lantas menatap langit-langit sembari membatin.
"Firasat baik ini…Apakah ada hubungannya dengan "dia"." Batin Qing Xian menatap langit-langit tersenyum manis.
- Bersambung