Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Sangat Tidak Sabaran


"Apakah tuan muda yakin akan hal ini? Anda bisa mati kapan saja tanpa anda mengetahui sebabnya." Ucap Qing Xian serius. Ling Feng yang mendengar itu hanya berkata dengan santai


"Nona Qing tidak perlu repot-repot memikirkan hal itu. Aku tau apa yang kulakukan." Ucap Ling Feng sembari mengelus-elus puncak kepala Jia kecil. Qing Xian yang mendengar itu hanya menghela nafas saja. Tidak bisa berbuat apa-apa lagi setelah Ling Feng berkata seperti itu.


"Kalau Tuan muda telah berkata seperti itu maka saya tidak akan mengungkitnya lagi. Lalu jika tuan muda mempunyai sesuatu hal yang ingin dibicarakan, jangan sungkan untuk menemui saya, mau bagaimana pun saya masih mempunyai hutang kepada tuan muda." Ucap Qing Xian.


Ling Feng yang mendengar itu berkata, "Tidak perlu sungkan kejadian kemarin hanya kebetulan saja, ia sedang mengganggu seekor naga yang sedang mabuk." Kata Ling Feng ambigu. Qing Xian yang mendengar sempat bingung, namun tidak ingin repot-repot ambil pusing. Ling Feng lalu berinisiatif untuk bertanya kepada Qing Xian.


"Apakah nona mengetahui tentang pertandingan alkemis?" Tanya Ling Feng kepada Qing Xian. Qing Xian yang mendengar itu sempat terkejut tentang apa yang dikatakan oleh Ling Feng lantas bertanya.


"Apakah tuan muda seorang alkemis?" Tanya Qing Xian kepada Ling Feng. Ling Feng yang mendengar itu hanya menganggukkan kepalanya berkata, "Anggap saja seperti itu…Jadi apakah nona muda mempunyai informasi tentang pertandingan itu." Kata Ling Feng. Qing Xian yang mendengar itu terkejut tentang profesi sampingan Ling Feng.


"Selain kultivasinya yang tinggi, ternyata orang ini juga seorang alkemis. Bukankah surga terlalu berpihak kepadanya?" Batin Qing Xian tidak menyangka bahwa Ling Feng adalah seorang alkemis.


"Kalau boleh tau anda bisa membuat pil tingkat apa?" Tanya Qing Xian. Ling Feng yang mendengar itu menjawab santai.


"Aku rasa aku bisa membuat pil roh tingkat menengah dan ada kemungkinan tingkat tinggi jika sedang beruntung." Jawab Ling Feng santai.


Deghhhh


Qing Xian yang mendengar itu terdiam tidak bisa berkata apa-apa. Bahkan detak jantungnya sempat berhenti sejenak ketika mendengar perkataan Ling Feng dengan mudahnya.


"Pil Roh tingkat menengah dan ada kemungkinan tingkat tinggi jika sedang beruntung…Jika orang tua yang berkata seperti ini mungkin aku akan percaya, namun seorang pemuda yang umurnya tidak jauh dariku berkata seperti itu tanpa beban. Jenius, tidak. Monster lebih cocok untuk panggilannya." Batin Qing Xian menatap Ling Feng dengan rumit. Ling Feng yang ditatap seperti itu mengangkat sebelah alisnya berkata,


"Nona Qing? apa ada yang salah dengan wajahku?" Tanya Ling Feng kepada Qing Xian, namun Qing Xian masih diam menatap rumit Ling Feng. Ling Feng pun berkata kembali.


"Nona Qing Xian? apakah anda mendengar perkataan ku?" Ulang Ling Feng dan baru setelah Ling Feng berkata seperti itu Qing Xian sadar dan gelagapan.


"Eh iya maaf tuan muda, saya hanya sedang heran saja tadi." Ucap Qing Xian lalu menutup mulutnya, karena sudah salah bicara. Ling Feng yang mendengar itu mengangkat sebelah alisnya lagi tidak mengerti maksud dari perkataan Qing Xian.


"Maksud anda nona Qing?" tanya Ling Feng tidak mengerti apa yang dimaksud Qing Xian tadi. Qing Xian yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya saja sembari berkata kembali.


"Tidak tuan muda abaikan saja." Ucap Qing Xian. Ling Feng yang mendengar itu masih bingung, namun kebingungan itu teralihkan oleh perkataan Jia kecil.


"Jadi Nona Qing, pertandingan alkemis ini apakah mempunyai syarat khusus untuk mengikutinya?" Tanya Ling Feng. Qing Xian yang mendengar itu menjawab pertanyaan Ling Feng.


"Setau saya tidak ada syarat khusus. Ketika ingin mendaftar, nanti ada sebuah alat untuk mengukur kekuatan jiwa. Alat pengukur jiwa tersebutlah yang akan menentukan nantinya lulus peserta atau tidak. Lalu yang aku ketahui pertandingan ini hanyalah semata-mata untuk perayaan ulang tahun anaknya saja, namun hadiah misteri yang diberikan walikota yang membuat semua orang menjadi penasaran." Ucap Qing Xian mengatakan semua yang ia ketahui.


Ling Feng yang mendengar itu berfikir sejenak. "Kekuatan jiwa ku sudah mencapai level empat, jika benar alat itu bisa mengukur kekuatan jiwa seseorang, maka aku harus menurunkan tingkatannya agar tidak menarik terlalu banyak perhatian." Batin Ling Feng lalu ia menganggukkan kepalanya lalu berkata kembali kepada Qing Xian.


"Terima kasih atas informasinya nona Qing." Ling Feng mengucapkan terima kasih kepada Qing Xian. Qing Xian yang mendengar itu tersenyum manis menganggukkan kepalanya berkata, "Tuan muda tidak perlu sungkan inilah hanya hal kecil saja dan silahkan nikmati hidangannya tuan muda." Ucap Qing Xian tersenyum lebar lalu mempersilahkan Ling Feng untuk memakan makanan yang tersedia disana. Ling Feng yang mendengar itu mengangguk kepalanya lalu mulai minum arak yang telah disediakan.


Ling Feng yang ingat Long Tian, langsung meminta Qing Xian untuk menyiapkan dua kendi arak lagi untuk dibawa pulang. Qing Xian yang mendengar permintaan Ling Feng, menganggukkan kepalanya lalu meminta pelayan yang berjaga didepan pintu untuk menyiapkan dua Kendi arak lagi.


Setelah selesai, Ling Feng langsung ijin pamit pergi kembali ke penginapannya. Qing Xian yang mendengar itu menganggukan kepalanya mengantar Ling Feng turun kebawah. Pasca Ling Feng turun, sontak saja ia menjadi pusat perhatian para pelanggan disana. Bagaimana tidak, Qing Xian termasuk kedalam jajaran wanita yang terkenal akan kecantikannya. Selain terkenal akan kecantikannya, ia juga disebut-sebut sebagai jenius beladiri.


"Sepertinya kau sangat terkenal dikalangan masyarakat kota Anyi nona Qing." Kata Ling Feng sadar dengan sorot mata tajam para pelanggan disana. Qing Xian yang mendengar itu hanya membalas dengan senyuman saja.


Setelah diantarkan Qing Xian sampai keluar dari rumah makan Bulan Matahari, Ling Feng langsung pergi dari sana kembali menuju penginapannya. Jia kecil kini sedang tidur dalam pangkuannya, mungkin karena makan terlalu banyak alhasil ia tertidur lelap saat ini.


Pada saat perjalanan pulang, Ling Feng menyadari bahwa ia sedang diikuti oleh seseorang. Namun ia tidak mempedulikan itu dan tetap berjalan biasa di keramaian kota Anyi. Sekelompok orang yang mengikuti dirinya, ikut berbaur juga dengan para warga disana mengikuti Ling Feng dari belakang.


Ling Feng yang tidak ingin menarik perhatian, langsung masuk kedalam gang diantara toko-toko yang berjajar rapih disana. Kelompok tersebut lantas mempercepat langkah mereka untuk mengejar Ling Feng supaya tidak kehilangan jejak, namun sayang sekali Ling Feng sudah hilang saat mereka masuk kedalam gang tersebut. Melihat target mereka telah hilang, orang yang paling depan langsung memberikan isyarat kepada anak buahnya untuk berpencar.


Akan tetapi, sebelum mereka benar-benar berpencar terdengar suara pemuda yang membuat mereka terdiam tidak bisa berkata-kata.


"Baru saja aku keluar dari tempat itu, Keluarga He sudah mengutus kalian. Sepertinya setelah ini aku harus mengunjungi keluarga He." Ucap Pemuda tersebut tidak lain adalah Ling Feng yang kemunculannya Membuat sekelompok orang tersebut terkejut.


>>>>> Bersambung


( Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan like, favorit, vote, dan komennya. Author do'akan semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku )


( Blizzardauthor)