
“Baiklah, siapa lagi yang akan maju. Kalau tidak ada, maka aku yang akan maju. Aku sudah bilang tadi, waktu ku tidak banyak.” Ucap Ling Feng lalu melesat ke arah sekelompok orang yang mengejarnya.
>>>>>>______
Sementara Itu di Suatu Tempat
“Oii! Apakah kapten masih belum kembali juga!” Teriak seorang pria muda dengan wajah penuh kemarahan yang tengah berbaring tidak berdaya di tempat tidur. Pria muda itu tidak lain adalah bangsawan muda yang masa depannya di hilangkan oleh Ling Feng. Setelah di buat tidak sadarkan diri oleh Ling Feng, beberapa saat kemudian dirinya pun bangun lalu baru merasakan perasaan nyeri yang amat sangat di bagian selan*kangannya.
Butuh beberapa menit sebelum bawahan dari bangsawan muda itu datang, selama itu dirinya pun menahan rasa sakit yang amat sangat di bagian masa depannya.
“M-mohon bersabar tuan muda. Kurasa kapten sedang mengurus pemuda yang telah menyinggungmu, mengingat pelelangannya baru saja selesai.” Ucap dari pelayan bangsawan muda tersebut berusahan menenangkan tuannya.
Mendengar hal itu, bangsawan muda itu hanya menggertakkan giginya lalu berteriak kembali. “Ahkkkk... Aku ingin dirinya sekarang juga! Aku tidak akan pernah memaafkan dirinya! Aku tidak akan pernah memaafkan dirinya! Berani-beraninya ia membuat diriku menjadi seperti ini. Aku pasti akan membuatnya merasakan dua kali lipat dari ini dan membuat wanita-wanita itu menjadi penghangat tempat tidurku.” Ucap bangsawan muda itu dengan penuh penekanan di setiap katanya.
“T-tenang saja tuan muda. Kapten penjaga pasti akan membawa pemuda sombong itu ke hadapan Anda. Jadi bersabarlah sedikit lagi tuan muda.” Ucap pelayan tersebut kepada bangsawan muda tersebut.
“Aku mengerti itu jadi diamlah! Mendengar ocehanmu itu membuat bagian bawahku semakin sakit! Berikan lagi aku obat pereda sakitnya!” Teriak marah bangsawan muda tersebut kepada pelayannya. Sang pelayan pun langsung bergegas pergi dari sana untuk membawakan kembali apa yang di minta oleh tuan mudanya itu.
“Aku pasti akan membunuhmu! Aku pasti akan menyiksamu! Aku pasti akan membunuhmu! Aku pasti akan menyiksamu! Akhhhh...! Bocah kepa*at! Awas saja kau!” Teriak lagi bangsawan muda itu dengan nada penuh kebencian dan amarah yang bergejolak kepada Ling Feng.
>>>>>>______
Kembali Kepada Ling Feng
“Achhhuuuu...?! Apa ini? Siapa yang sedang membicarakanku di saat-saat seperti ini sih. Terlebih lagi kenapa harus di belakang ku?” Gumam Ling Feng seraya menyeka hidungnya yang tiba-tiba gatal.
“Ya persetan dengan hal itu. Jadi, apa yang harus kulakukan selanjutnya kepada kalian ya?” Ucap Ling Feng lalu melirik ke bawahnya dimana ada sosok pria yang tidak terlalu tua tidak lain adalah pemimpin dari orang-orang yang mengincar dirinya. Terlihat disekitarnya pun banyak orang yang sudah tergeletak tidak sadarkan diri dengan keadaan yang lebih menyedihkan lagi ketimbang dari pemimpin nya.
“Apa-apaan pemuda ini?! Sekuat apa sebenarnya ia?! Padahal aku menang jumlah dan ranah kultivasiku dan anak buahku seluruhnya berada di ranah langit, akan tetapi semuanya di hempaskan dalam sekali serang saja tanpa bisa melawan balik dirinya sedikit pun. Sedari awal orang ini bukanlah orang yang bisa diriku dan anak buahku hadapi.” Batin pria tersebut menatap rumit ke arah Ling Feng.
“Baiklah, karena kamu pemimpin nya. Kamu harus lebih babak belur ketimbang anak buah mu yang lainnya dong.” Ucap Ling Feng menatap acuh tak acuh kepada pria tua tersebut dan siap untuk memukul nya kembali. Pria tua itu refleks mundur ke belakang seraya berkata dengan gugup dan nada bergetar.
“T-tunggu dulu... Jika kamu berani melakukan sesuatu kepadaku. Teman-temanmu akan dalam bahaya.” Ucap pria tua tersebut membuat Ling Feng menghentikan gerakannya sejenak masih dengan pandangan acuh tak acuh menatap pria tua tersebut.
“Y-ya tergantung dirimu anak muda. Jika kamu melepaskan ku dan anak buahku dan mau ikut denganku, maka aku akan melepaskan teman-temanmu juga.” Ucap pria tua itu lagi kepada Ling Feng seraya tersenyum percaya diri.
“Hehhhh... Jadi kau ingin menggunakan teman-temanku untuk mengancamku ya. Kau licik juga ya tua bangka.” Ucap Ling Feng seraya tersenyum sinis kepada pria tua tersebut. Tetapi, pria tua tersebut tidak marah atau menyangkal apa yang dikatakan oleh Ling Feng. Sebaliknya ia berkata, “Apa pilihan mu sekarang anak muda. Lepaskan aku dan ikut denganku, atau teman-temanmu?” Ucap pria tua itu seraya tersenyum penuh kemenangan.
“Dasar bocah naif. Masih terlalu cepat untukmu mengalahkan diriku. Kau memang kuat, tapi hanya sebatas kuat saja tidak pintar. Terlebih lagi, mana mungkin aku akan melepaskan temanmu juga. Setelah membawamu, aku akan membawa teman-temanmu ke hadapan tuan muda. Salahkan dirimu, karena telah berurusan dengan orang yang seharusnya tidak kau singgung.” Batin pria tua tersebut tersenyum di dalam hatinya.
“Aku pilih yang ketiga.” Ucap Ling Feng yang membuat pria tua itu terkejut ketika mendengarnya. “Apa maksudmu. Apakah kamu bercanda denganku?! Teman-temanmu bisa saja tidak selamat saat ini juga, jika kamu berkata seperti itu.” Ucap pria tua kembali mengancam Ling Feng.
“Aku tidak bercanda. Pilihan ketiga yang kumaksud yaitu, tidak memilih apapun dasar tua bangka licik.” Ucap Ling Feng lalu memukul wajah pria tua itu cukup kuat sampai-sampai membuat dirinya melesat cepat ke bawah dan membentuk kawah kecil.
Bugghhkkk... Booommmmm...?!
Pria tua itu pun bangkit lagi. Walaupun dengan susah payah, karena beberapa tulang rusuknya ada yang patah, karena beradu dengan tanah. Baru saja dirinya bangkit, Ling Feng sudah berada tepat di sisinya dan tidak tanggung-tanggung pemuda tersebut kembali melancarkan pukulan telak tepat di perut pria tersebut dan membuatnya kembali bertekuk lutut.
“Sakit sekali?! Apa-apaan pemuda ini?! Terlebih lagi apa yang sebenarnya terjadi?!” Batin pria tua tersebut merasakan seluruh tubuhnya sangat sakit, terutama di bagian tulang-tulang yang patah.
“Oi tua bangka. Kau pikir saat ini, dirimu itu punya hak untuk tawar menawar denganku, hahhh?! Kau kira aku bodoh hahhh, sampai-sampai kau menggunakan trik licikmu itu. Terlebih lagi, sedari awal tuan mu pastinya tidak berniat untuk melepasakan diriku dan teman-temanku, bukan. Berani-beraninya kau bermain trik licik seperti itu denganku.” Ucap Ling Feng tepat di telinga pria tua tersebut seraya menjambak rambutnya.
Keringat dingin mulai mengalir jelas di dahi pria tua tersebut, ia benar-benar salah perhitungan dalam menghadapi pemuda yang saat ini berada di depannya.
“Kau pasti berpikir bahwa aku masih naif, bukan. Mengingat diriku yang masih muda. Jangan salah, kaulah yang naif di sini! Hanya karena aku masih muda, kau berpikir untuk mengancam ku dengan teman-teman ku, bukan. Kalau kau tidak percaya, bahwa kau yang naif di sini, coba saja hubungi anak buahmu yang sedang mengawasi teman-temanku saat ini.” Ucap Ling Feng dengan nada mengejek seraya menyerahkan sebuah alat yang komunikasi kepada pria tua tersebut.
Pria tua itu pun menerima alat tersebut dan pada saat itulah keringat dinginnya semakin deras ketika mendengar balasan dari alat komunikasi tersebut. Ia menatap kosong dengan wajah bergetar mendongakkan kepalanya.
“Tamat sudah riwayatmu tua bangka licik.” Ucap Ling Feng dan langsung menghabisinya dengan sekali serang.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.