
“Berbangga dirilah, karena kau salah satu yang beruntung bisa melihat kekuatan ku ketika serius, ya walaupun hanya sedikit serius saja sih.” Ucap Ling Feng yang dibarengi dengan darah hitam yang keluar deras dari tubuh Lu Xong yang terbelah menjadi dua. Ling Feng juga melirik ke arah lima klonnya yang terlihat tidak kesulitan sama sekali menghabisi satu persatu pasukan iblis. Bahkan jumlah keseluruhan dari pasukan iblis berkurang sangat drastis saat ini, hampir sampai delapan puluh persen dari keseluruhan nya.
“Bocah manusia... Aku... Akan membunuh mu.” Beberapa patah kata yang terdengar sangat mencekam keluar dari mulut Lu Xong. “Hehhh... Ternyata masih bisa bergerak, kah.” Ucap Ling Feng seraya menolehkan kepalanya seraya tersenyum tipis menatap tubuh Lu Xong yang terbelah dua. Selang beberapa detik, aura yang sangat kuat berkumpul di sekitar Lu Xong dan langsung di susul dengan ledakan aura yang sangat dahsyat, muncul di sekitar dua tubuh Lu Xong.
“Hehhh... Ternyata kau masih mempunyai metode peningkatan semacam ini ya.” Ucap Ling Feng manggut-manggut membiarkan Lu Xong melakukan hal semaunya. Genangan darah para iblis yang telah di bunuh oleh klon-klon Ling Feng secara tiba-tiba mengambang-ngambang di udara. Darah-darah yang mengambang tersebut pun langsung terbang mengelilingi tubuh Lu Xong yang di kelilingi oleh aura pekat.
Ling Feng tidak berniat untuk mencegahnya, ia hanya menatap dan menunggu proses yang tengah di lakukan oleh Lu Xong selesai. Tidak lama kemudian, ledakan aura yang mengelili Lu Xong pun perlahan menghilang, menampilkan sosok Lu Xong yang jauh berbeda dengan yang sebelumnya. Kedua bola matanya berwarna merah gelap menatap Ling Feng dengan niat membunuh yang luar biasa besarnya. Tubuhnya pun dua kali lebih besar ketimbang dari sosok Lu Xong yang sebelumnya dengan sayap berwarna merah darah menghiasi punggung nya saat ini.
Ia bangkit berdiri sembari memegang pedang besarnya, lalu memanggulnya di pundak nya dan berkata, “Bocah manusia. Kali ini aku pasti akan membunuh mu.” Ucapan Lu Xong yang penuh akan niat membunuh. “Coba saja jika kau bisa.” Jawab Ling Feng dengan santai.
Jarak yang awalnya beberapa meter memisahkan keduanya, dalam sekejap keduanya sudah saling beradu pedang. Ayunan pedang Lu Xong bahkan meningkat sangat drastis ketimbang dari dirinya yang sebelumnya. Bukan hanya kecepatan saja, kekuatan nya pun tidak bisa meningkat berkali-kali lipat ketimbang dengan dirinya yang sebelumnya. “Hohoho... Sepertinya kau menjadi sedikit kuat daripada yang tadi ya.” Ucap Ling Feng yang terhempas sejauh sepuluh meter dalam posisi bertahan.
“Ya walaupun kau begitu kuat, akan tetapi hal itu hanya berlaku sementara saja.” Ucap Ling Feng dengan nada mengejek berniat memprovokasi Lu Xong. Lu Xong menggertakan giginya ketika mendengar ejekan tersebut dan berteriak kencang. “Walaupun hanya sementara, akan tetapi ini sudah cukup untuk membunuh mu.” Ucap Lu Xong dengan penekanan di setiap katanya lalu maju menerjang kembali ke arah Ling Feng.
Ctangggg
Ctangggg
Ctinngggg
“Hohhhh... Sepertinya kau sangat percaya diri sekali bisa membunuh ku.” Ucap Ling Feng tepat di depan wajah Lu Xong. Ling Feng langsung mendorong pedang besar Lu Xong dengan pedang putih dan hitamnya. Tidak berhenti di sana, Ling Feng melancarkan teknik pedang ganda yang sangat cepat. Lu Xong yang sudah meningkatkan kekuatan nya secara paksa pun tidak bisa mengikuti kecepan teknik pedang ganda Ling Feng. Dirinya berusaha sekuat mungkin mengandalkan insting bertarungnya, namun sayang reaksi serangan pedang Ling Feng lebih cepat daripada insting Lu Xong.
Shringggg
Shringggg
Shringggg
Crassshhh
“Kughkkk...” Lu Xong yang terkena tebasan dari teknik pedang ganda milik Ling Feng. Melihat tubuhnya terluka, Lu Xong refleks melompat mundur menjaga jarak dari Ling Feng. “Oioioi... Jangan langsung tumbang dulu. Aku baru saja mulai tau.” Ucap Ling Feng tidak berniat memberikan Lu Xong nafas. Alhasil dua tebasan pedang Ling Feng kembali bersarang di tubuh Lu xong.
Lu Xong yang terkena serangan tebasan Ling Feng pun kehilangan keseimbangan dan jatuh bertekuk lutut seraya muntah darah. Lu Xong menatap tidak percaya dirinya sendiri melalui pantulan darah hitam yang ia keluarkan. “T-tidak mungkin, tidak mungkin, tidak mungkin! Bahkan setelah menggunakan teknik pengorbanan, kenapa aku masih kalah darinya!” Teriak Lu Xong seraya mengepalkan kedua telapak tanganya erat dan meninju tanah dengan perasaan putus asa yang sangat mendalam.
“Bukankah jawabannya sudah jelas, itu terjadi karena kau lemah.” Ucap Ling Feng yang sudah berada di hadapan Lu Xong. Lu Xong mendongakan kepalanya dengan cepat, melayangkan tatapan kemarahan kepada Ling Feng. “Ini semua gara-gara kau!” Seru Lu Xong dengan nada tinggi kepada Ling Feng. “Jika saja... Jika saja... Kau dan kelompok mu tidak kemari! Aku dan saudara-saudara ku pasti sudah menaklukkan kota ini.” Ucap Lu Xong yang menolak kenyataan yang ia hadapi saat ini dan menyalahkan kehadiran Ling Feng beserta kelompoknya.
“Jika saja... Kau tidak ada di sini, rencana panjang yang telah kami susun pasti ak-“ Ucapan Lu Xong langsung terhenti, karena Ling Feng menginjak kepala Lu Xong sampai-sampai tenggelam ke dalam tanah dan membentuk kawah kecil.
Booommmm
Kraaakkkk
Kraaakkkk
“Ahkkkkk... Kepala ku! Kepala ku!” Teriak Lu Xong seraya meronta-ronta, namun tidak bisa berbuat apa-apa, karena pijakan Ling Feng yang sangat kuat. Ling mengabaikan teriakan tersebut mengangkat kaki yang ia gunakan di untuk menginjak Lu Xong, refleks Lu Xong langsung berguling-guling di tanah seraya memegangi kepalanya yang di injak sangat kuat oleh Ling Feng.
Ling Feng tidak berhenti di situ saja ternyata, ia kembali menginjak perut Lu Xong di saat dirinya sedang dalam posisi terlentang.
Bughhhkkk
Setelah itu, Ling Feng langsung mencengkram leher Lu Xong dan mengeteng iblis yang tubuhnya kini sudah kembali normal lagi. Kemungkinan besar, hal itu terjadi karena efek dari teknik pengorbanan nya sudah mencapai batas waktu. Kondisi Lu Xong saat ini benar-benar nampak sekarat dan bisa mati kapan saja, namun di detik-detik terakhir, Ling Feng memaksa Lu Xong untuk mengkonsumsi pil pemulihan. Alhasil, ia melewati masa-masa kritisnya.
Lu Xong membelalakkan kedua matanya terkejut, karena tidak merasakan perasaan menyakitkan dari tubuhnya. Ia lalu melirik ke arah Ling Feng yang menyeringai kepadanya. “Bukankah sudah kubilang kau tidak akan ku biarkan pergi dari sini sampai kau menjawab seluruh pertanyaan ku.” Ucap Ling Feng menyeringai, membuat bulu kunduk Lu Xong berdiri merinding, ketika melihat seringai pemuda tersebut.
“Katakan semua yang kau ketahui dan jelaskan, mengenai artefak yang kau cari di kota Cheng Du, dan mengapa jendral iblis sangat membutuhkan artefak tersebut.” Tanya Ling Feng langsung pada intinya. Membuat Lu Xong terkejut bukan main, ketika Ling Feng mengetahui informasi yang seharusnya, hanya diketahui oleh dirinya dan para saudaranya saja. “K-kau bagaimana kau bisa mengetahui tentang informasi tersebut?!” Lu Xong balik bertanya kepada Ling Feng dan hasilnya Ling Feng langsung membanting keras tubuh Lu Xong ke tanah.
Booommmm
Kraaakkkkk
“Saat ini, kau sedang tidak dalam posisi bisa mengajukan pertanyaan. Kau hanya punya pilihan untuk menjawab pertanyaan ku saja.” Ucap Ling Feng acuh tak acuh kepada Lu Xong yang langsung muntah darah kembali, karena organ dalamnya, terutama bagian tulangnya benar-benar akan hancur sepenuhnya ketika Ling Feng membantingnya sekali lagi.
“Kekeke... Bunuh saja aku kalau begitu. Lebih baik aku mati, daripada harus menjawab pertanyaan yang kau ajukan.” Ucap Lu Xong yang malah menantang Ling Feng.
"Ya aku sudah menduga bahwa kau akan berkata seperti itu. Akan tetapi, itu bertahan hanya sampai mereka di siksa habis-habisan." Ucap Ling Feng kembali menyeringai.
Deggghhh... Deggghhh...
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.