Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Gertakan Qing Xian


"Xian'er sayang ternyata sudah bangun…Atau bisa dibilang kau hanya berpura-pura tidak sadarkan diri saja sejak tadi." Kata Guan Long terkekeh. Qing Xian yang melihat ekspresi Guan Long benar-benar sangat ingin memukulnya.


"Jangan bicara omong kosong lepaskan anak itu dan biarkan ia pergi, kau hanya memerlukan diriku kan untuk harta milik keluarga ku. Jadi lepaskan anak itu sekarang juga." Kata Qing Xian menatap tajam Guan Long.


Saat ini mereka sudah hampir keluar dari wilayah kota Anyi dan bergerak bergegas menuju ke arah selatan tepatnya arah menuju ibu kota kekaisaran. "Hehhhhh kenapa aku harus melepaskan bocah ini? karena bocah inilah kau berpaling dariku, dan juga karena bocah ini juga kau selalu menolak tawaran pernikahan ku." Kata Guan Long tertawa sinis ia lantas mengambil Lin kecil dari pengawalnya sembari mendekatkan pedang ke leher Lin kecil.


Qing Xian yang melihat itu membelalakkan matanya menatap marah dan berteriak kepada Guan Long. "Guan Long!!!! Jika kau berani melukai anak itu maka aku tidak akan segan-segan untuk menggagalkan semua rencana yang telah dipersiapkan oleh keluarga mu." Teriak marah Qing Xian kepada Guan Long.


Guan Long yang mendengar itu tertawa keras. "Hahahahaha aku tidak takut hanya dengan gertakan kecil seperti itu memangnya kau…" Perkataan Guan Long terhenti ketika melihat darah keluar dari mulut Qing Xian.


"Kau kira aku tidak sungguh-sungguh dengan perkataan ku?! Kita bisa lihat secepat apa kau bisa mencegah ku untuk bunuh diri. Dan jika aku mati disini, maka kau akan gagal menjalankan rencana yang telah dirancang rapih oleh keluarga sampah mu itu." Kata Qing Xian bersungguh-sungguh tersenyum remeh. Guan Long yang mendengar itu menggertakkan giginya kuat-kuat.


Pedang yang ia genggam pun bergetar saat ini, ia tidak menyangka bahwa Qing Xian akan serius berkata seperti itu. Melihat dari tatapan yang ia layangkan saja ia sudah tau bahwa Qing Xian memang tidaklah main-main.


"Sepertinya kau berhasil meyakinkan ku sayang saat ini. Kita lihat saja apa yang akan terjadi nantinya." Kata Guan Long serius. Ia lantas melemparkan kembali Lin kecil kepada pengawal yang membawanya.


Untuk sementara Qing Xian bisa sedikit bernafas lega. Tapi ia tidak tau apa yang akan direncanakan oleh Guan Long kedepannya. Dirinya mungkin selamat, tapi tidak dengan Lin kecil. "Sial bisa-bisanya hal seperti ini terjadi kebetulan." Batin Qing Xian sedikit jengkel kali ini. Ia tidak bisa menggunakan qi miliknya karena ada sesuatu dalam dirinya yang mengunci Qi miliknya sehingga tidak bisa keluar.


Flashback On


"Kakak, kakak lihat bunga-bunga itu sangat cantik bukan." Kata Lin kecil melihat bunga-bunga taman dengan mata berbinar-binar. "Iya bunga-bunga sangat cantik sama seperti Lin'er yang cantik jelita" Qing Xian sembari tersenyum mengatakannya.


Lin kecil yang mendengar itu tertawa sembari menutup mulut kecilnya lalu berkata, "Hihihi Kakak Xian juga cantik kok. Sama seperti bunga-bunga yang disana." Kata Lin kecil sembari menunjuk Bunga mawar berwarna merah terang.


"Benarkah…" Kata Qing Xian memasang sikap tidak percaya. Lin kecil dengan cepat menganggukan kepalanya berkata, "Benar sekali kakak Xian juga sangat cantik seperti bunga itu." Kata Lin kecil sungguh-sungguh. Ia lantas berkata kembali. "Kalau tidak percaya ayo Lin'er buktikan bahwa kakak benar-benar sangat cantik sama seperti bunga-bunga itu." Kata Lin kecil.


"Hihihi kakak percaya kok dengan apa yang dikatakan Lin'er. Lin'er kan tidak pernah berbohong kepada kakak." Kata Qing Xian tersenyum manis mendekatkan wajahnya ke wajah Lin kecil.


"Huhhhhh dasar tadi tidak percaya apa yang dikatakan Lin'er sekarang kakak malah percaya perkataan Lin'er. Kakak tidak mempunyai pendirian yang teguh." Kata Lin kecil sembari mengeja kalimat terakhirnya. Qing Xian yang mendengar itu tertawa kecil mendengarnya. Ling Feng dan Lainnya hanya diam-diam tersenyum saja mendengar interaksi itu dan tidak berniat untuk mengganggunya.


"Pergi saja tidak apa-apa asal jangan terlalu lama disini." Potong Ling Feng mengijinkan. Lin kecil yang mendengar itu pun tersenyum lebar. "Baiklah kami tidak akan lama disini dan akan langsung menyusul ketika sudah selesai." Jawab Qing Xian. "Ayo Lin'er." Qing Xian pun membawa Lin kecil pergi ke taman disana. Sedangkan Ling Feng dan yang lainnya kembali berjalan menuju tempat jamuan diadakan.


Awalnya keduanya benar-benar menikmati itu dan akhirnya Lin kecil pun sudah puas bermain-main di taman. Keduanya ingin segera menyusul Ling Feng dan yang lainnya. Akan tetapi, muncul dari belakang ada yang membekap mulutnya dan mengunci tubuhnya. Ia juga sempat melihat Lin kecil dilakukan sama persis seperti dirinya dan sampai ia pingsan tidak sadarkan dirinya.


Flashback Off


"Apa yang harus kulakukan saat ini. Jika dibiarkan seperti ini terus-menerus Lin'er bisa dalam bahaya." Batin Qing Xian berpikir keras. Qing Xian memejamkan matanya sejenak berpikir, namun ia mendengar suara teriakan. Sontak ia langsung membuka matanya.


"S-siapa kalian? d-dimana Lin'er? A-apa yang ingin kalian lakukan kepada Lin'er. Lepaskan Lin'er, Lin'er takut." Kata Lin kecil dengan mulut bergetar. Qing Xian yang mendengar nada bicara Lin kecil yang gemetaran, teringat akan trauma Lin kecil yang diceritakan oleh Ling Feng.


"Gawat Lin kecil kembali teringat akan traumanya." Batin Qing Xian menggertakkan giginya. Guan Long yang mendengar itu mengalihkan pandangannya ke Lin kecil yang berkata seperti itu.


"Bocah bre*sek jangan berisik jika kau tidak ingin mati." Kata Guan Long dengan nada dingin dan tatapan membunuh. Lin kecil yang melihat tatapan itu bergetar seluruh tubuhnya. Saat itu ia ingin menangis kencang, namun…


Pakkkkk


"Jangan menangis yang ada kau malah menarik perhatian sekumpulan para beast nantinya." Sebuah tamparan melesat mulus di wajah Lin kecil. Qing Xian yang melihat itu membelalakkan matanya menatap marah Guan Long. "Guan Long!!!!!! Aku tidak akan memaafkan mu Baji*gan hina!" Teriak Qing Xian marah. Guan Long yang mendengar itu terkekeh lalu berkata, "Toh ia tidak mati dan juga tidak berdarah, kan." Kata Guan Long tanpa beban menyeringai.


Qing Xian yang itu benar-benar menatap tajam Guan Long. Seluruh tubuhnya bergetar marah, namun ia masih tidak bisa bergerak sekarang ini. Walaupun ia sudah berusaha keras memaksakannya. "Kau sangat menakutkan sayang dengan tatapan seperti itu. Serta jangan melakukan hal yang sia-sia, kau tidak akan bisa membunuhku karena kau saat ini tidak bisa bergerak, kan." Kata Guan Long terkekeh sembari mengeluarkan sebuah botol pil.


"Jika ia tidak bisa membunuhmu maka itu tidak berlaku denganku." Suara yang terdengar tepat ditelinga Guan Long Membuat sang empu terkejut mendengarnya dan ingin bereaksi tapi terlambat.


Bughhkkkkkk


Booooommmm


>>>>>>> Bersambung