
Wanita itu pun kembali tenggelam dalam pikirannya, sampai beberapa saat kemudian ia pun meletakkan satu koin emas di atas meja lalu pergi dari sana juga.
>>>>>>______
“Uahhh... Menyeramkan. Insting wanita benar-benar memang menyeramkan.” Ujar Ling Feng yang tengah dalam perjalanan menuju ruangan. “Oh ayolah nak, wanita itu tidak bodoh. Aku yakin dirinya juga sadar, ketika mendengar apa yang kamu katakan sebelumnya. Terlebih lagi itu didukung dengan kekuatan yang kamu tunjukkan sebelumnya, yang membuatnya semakin yakin bahwa kamulah orang yang membantunya. Mana mungkin dirinya tidak sadar.” Ucap Long Tian muncul dari pakaian Ling Feng.
Naga kecil itu pun keluar dari pakaian Ling Feng dan lalu melingkar di atas kepala Ling Feng. “Lalu, aku rasa alasan ia ingin memastikan bahwa kamu adalah orang yang membantunya, karena dirinya hendak membicarakan sesuatu denganmu.” Ujar Long Tian lagi.
“Membicarakan sesuatu? Kalau begitu kenapa dirinya tidak terus terang saja? Aku benar-benar di buat heran oleh tingkahnya.” Timpal Ling Feng yang tidak habis pikir jika memang benar seperti yang di katakan oleh Long Tian.
“Kalau itu aku tak tahu, melihat dari sifat yang ditunjukkan gadis itu, ia sepertinya baru pertama kali berinisiatif berbicara dengan seorang pria. Ia selalu menjaga jarak dengan orang lain dan hanya dekat dengan beberapa orang saja. Bahkan tidak menutup kemungkinan ia menolak segala bentuk ikatan emosional karena suatu hal.” Jelas Long Tian setelah melihat sifat dan cara berbicara Cai Lan.
“Kalau begitu, kenapa ia harus memaksakan dirinya jika memang tidak terbiasa melakukan itu. Aku benar-benar tidak mengerti dengan sifat wanita-wanita.” Gumam Ling Feng seraya menggeleng-gelengkan kepalanya karena tidak habis pikir dengannya.
“Kalau memang penasaran, kenapa kamu tidak tanyakan langsung saja kepada orangnya langsung nak.” Ucap Long Tian membuat Ling Feng mengangkat sebelah alisnya ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Long Tian.
“Tidak, biarkan saja. Aku tidak ingin terlibat lebih jauh dari ini.” Jawab Ling Feng yang tidak menanggapi perkataan Long Tian. “Ehhhhh kenapa juga tidak, kedepannya kan tidak ada yang tahu. Mungkin saja kamu akan dipertemukan lagi oleh gadis itu.” Timpal Long Tian seraya tersenyum penuh arti.
Ling Feng yang mendengar itu tidak menggubris apa yang dikatakan oleh Long Tian. Ia pun meneruskan langkahnya dan langsung masuk ke dalam kamarnya dan tidak pernah keluar lagi sembari menunggu sampai di pulau pemberhentian terakhir.
Sementara itu di sisi lainnya, nampak Cai Lan sedang berjalan ke arah ruangannya dengan langkah pelan. Walaupun tidak terlihat jelas, wanita tersebut nampak terlihat sedang memikirkan sesuatu terlihat dari mimik wajahnya yang serius dan tatapan matanya yang tajam seakan-akan sedang tenggelam dalam sebuah pemikiran yang rumit dan mendalam.
Sampai ketika hendak masuk ke dalam ruangannya, ada sebuah suara yang terdengar memanggil namanya. Membuat Cai Lan yang berniat untuk masuk ke dalam ruangannya sontak mengurungkan niatnya.
“Apakah kamu sudah mengatakan kepadanya dengan benar Saudari Lan?” Ujar suara yang tiba-tiba muncul membuat Cai Lan pun menoleh ke arahnya mendapati sosok wanita yang tengah tersenyum tipis di balik cadarnya adalah saudarinya, Hu Yan.
Mendengar hal itu, Cai Lan pun berkata, “Aku masih belum mengatakannya dengan benar. Sejujurnya akan mudah jika dirinya tertarik denganku, tapi baru pertama kalinya aku bertemu dengan orang yang tidak tertarik denganku. Membuatku semakin sulit untuk mengucapkan terima kasih kepadanya.” Ujar Cai Lan dengan nada bicara yang terdengar ambigu.
“Ya aku pun merasa demikian, walaupun dikelilingi keempat wanita cantik, pemuda itu nampak biasa-biasa saja seolah-olah dirinya sudah terbiasa dengan hal dan kondisi seperti itu. Awalnya aku berpikir dirinya begitu sombong, tapi ternyata tidak demikian.
Dari cara dirinya berbicara saja sudah sangat jelas, bahwa dirinya memang benar-benar tidak tertarik dengan kita. Untuk pertama kali aku di acuhkan seperti ini.” Ujar Hu Yan lalu tertawa kecil. Cai Lan yang mendengar itu hanya diam saja, namun dirinya pun setuju dengan apa yang dikatakan oleh Hu Yan.
>>>>>>______
“Paman kita sudah sampai.” Ujar Ling Feng seraya menggoyang-goyangkan tubuh naga kecil itu, hingga dirinya pun bangun. “Eh cepat sekali sudah sampai saja.” Ujar Long Tian seraya merenggangkan tubuhnya yang kaku dan sesekali membuka mulutnya lebar-lebar (Menguap).
Ling Feng yang melihat itu menggeleng-gelengkan kepalanya seraya tersenyum masam. Ia pun bersiap-siap, lalu mengenakan topengnya kembali. Long Tian sendiri bersembunyi di balik pakaian Ling Feng, melingkari lehernya sembari mencari posisi yang nyaman lalu kembali melanjutkan tidurnya.
Setelah siap-siap, ia pun keluar dari ruangannya menuju bagian depan kapal. Terlihat sudah ada beberapa orang yang juga sudah menunggu kapal menepi ke pelabuhan. Ling Feng melihat kembali ke arah Pulau Tanjung.
Pulau Tanjung sendiri mempunyai pemandangan yang menakjubkan. Ling Feng bahkan bisa melihat dengan jelas dari kapal pemandangan Pulau Tanjung yang terlihat luar biasa mulai dari tebing-tebing tinggi yang menjulang dari laut, sampai pasir putih dan beberapa karang-karang laut dan jenis keindahan laut lainnya.
“Ikan-ikan itu terlihat sangat enak nak. Aku tidak sabar untuk menangkap nya.” Ucap Long Tian tiba-tiba muncul dari balik pakaiannya dengan wajah yang sudah segar dan senyum sumringah tercetak di wajahnya.
“Jangan lupa tujuan kita kemari bukan hanya sekedar bermain-main dan makan saja paman.” Ucap Ling Feng mengingatkan Long Tian.
“Tenang saja nak. Begini, begini juga aku adalah ahlinya mencari informasi dan mengolah waktu. Masalah mencari informasi tidak akan menjadi masalah bagiku tenang saja.” Ujar Long Tian dengan bangganya. Ling Feng yang mendengar itu pun hanya tersenyum di balik topengnya. Tidak berkata apa-apa lagi.
“Saudara Jie, Saudara Jie, sebelah sini.” Sebuah suara yang terdengar membuat Ling Feng pun menoleh ke arah sumber suara dan mendapati empat sosok wanita yang terlihat mencolok di sana, terutama Hu Yan yang meneriaki nama samarannya.
“Kita akan sampai sebentar lagi. Saudara Jie akan pergi kemana jika sudah sampai di Pulau Tanjung?” Tanya Hu Yan seraya turun dari kapal. Kapal sudah sampai di pelabuhan dan berhenti sepenuhnya. Ling Feng, Zhang Ling, dan ketiga muridnya pun ikut turun dari kapal bersama dengan para penumpang yang lainnya.
“Aku akan pergi ke arah timur Pulau Tanjung.” Jawab Ling Feng yang mana kali ini ia tidak berbohong, karena ia memang sudah berencana mulai dari sana sesaat sampai di Pulau Tanjung.
“Ah sayang sekali. Kukira Saudara Jie akan pergi ke arah yang sama dengan kami. Sepertinya takdir berkata lain.” Timpal Hu Yan.
“Begitu, kah mungkin saja di lain waktu... Kalau begitu aku pamit duluan. Semoga kalian baik-baik saja dalam menyelesaikan persoalan kalian. Sampai jumpa lagi.” Ujar Ling Feng seraya memberi salam dan langsung menghilang dari sana membuat Zhang Ling dan ketiga murid sekte gadis suci terkejut melihat Ling Feng yang menghilang dalam sekejap.
“Benar-benar pemuda yang luar biasa.” Ucap takjub Zhang Ling yang dianggukki oleh Yin Mei, Hu Yan, dan Cai Lan.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasan nya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.