
“Ini ada yang tidak beres. Coba periksa di kediaman sang wali kota juga.” Usul salah satu warga yang disetujui oleh semuanya. Sebagian dari para warga pergi menuju kediaman sang wali kota yang memang jaraknya tidak terlalu jauh dari sana.
Pada saat mereka memeriksa kediaman sang wali kota, mereka dikejutkan dengan pemandangan yang sangat kacau, karena melihat begitu mayat sama seperti di kediaman sang adiknya. Para warga tanpa pikir panjang untuk segera masuk ke dalam kediaman sang wali kota yang benar-benar sudah berantakan, pada saat itulah mereka melihat sebuah tulisan tepat di depan pintu masuk kediaman.
“Wali kota dan adiknya telah bekerja sama dengan ras iblis, para anak-anak dan gadis yang hilang di kota ini, adalah ulah dari kedua orang tersebut.” Kata salah satu warga yang membaca dengan lantang apa yang di tulis di depan pintu masuk kediaman tersebut. Para warga tentunya meresponnya dengan berbagai macam tanggapan, namun kebanyakan dari mereka masih banyak yang tidak percaya akan hal itu.
Para warga pun mulai menyelidiki kediaman sang wali kota dan sampai di kamarnya, pada saat mereka memeriksa kamarnya, mereka mendapati sebuah ruangan khusus di kamar sang wali kota. Terlebih lagi, ruangan khusus tersebut memberikan kesan yang sangat mencekam dan kelam, membuat para warga mengingat kembali tulisan di depan pintu masuk kediaman.
Bukan hanya itu saja, mereka juga menemukan banyak bercak darah di sana, yang di tempatkan dalam sebuah tempat penyimpanan khusus, yang membuat para warga semakin yakin bahwa sang wali kota dan adiknya benar-benar pelaku di balik hilangnya anak-anak dan para gadis akhir-akhir ini.
>>>>>>______
Beberapa hari kemudian
Dua hari telah berlalu sejak insiden wali kota dan adiknya yang bekerja sama dengan ras iblis. Situasi nya tidak banyak yang berubah, kini keluarga tingkat satu dari kota tersebut yang menggantikan wali kota dan adiknya untuk memimpin dan mengelola kota tersebut.
Kringggg... Kringggg...
“Ah selamat datang tuan muda. Mari saya antar ke meja khusus Anda.” Kata sang pelayan menyambut sosok pemuda bertopeng dengan senyum ramah.
“Terima kasih atas kerja keras mu. Kalau begitu kuserahkan kepadamu.” Kata sosok pemuda bertopeng yang tidak lain adalah Ling Feng. Sang pelayan kedai itu pun langsung mengantarkan Ling Feng ke lantai dua, tempat khusus yang memang hanya untuk dirinya.
“Aku pesan seperti biasanya. Berikan aku makanan dan minuman terbaik milik kalian.” Kata Ling Feng.
“Akan segera kami siapkan. Mohon tunggu sebentar tuan muda.” Kata sang pelayan yang langsung pamit untuk menyiapkan permintaan Ling Feng.
Sejak insiden dua hari yang lalu, Ling Feng tidak langsung pergi dari kota tersebut, untuk memastikan hal yang sama terjadi kembali, Ling Feng mendatangi kediaman para keluarga bangsawan kelas satu di kota tersebut. Selain keluarga sang wali kota, ada tiga keluarga kelas satu di bawah pimpinan keluarga sang wali kota.
Tepat setelah insiden itu, Ling Feng mendatangi tiap-tiap kepala keluarga kelas satu itu dan berbincang-bincang sejenak dengan mereka. Tentunya tidak hanya sekedar berbincang-bincang saja, ia juga mengancam memusnahkan keluarga mereka jika, mereka berani melakukan hal yang sama seperti apa yang dilakukan oleh sang wali kota.
“Terima kasih sudah menunggu tuan muda. Silahkan dinikmati.” Kata sang pelayan menyajikan pesanan Ling Feng. Melihat pesanannya telah datang, Ling Feng tanpa pikir panjang langsung menyantap seluruh hidangan yang ia pesan.
Tepat setelah berkata seperti itu, tiga orang yang duduk cukup jauh dari Ling Feng, terlihat menegang tubuhnya. Tiga orang tersebut terlihat nampak saling tatap sekilas, sampai kemudian salah satunya bangkit diikuti dengan yang lainnya. Tiga orang tersebut lantas langsung mendekati Ling Feng dan berdiri di hadapannya.
“Jadi ada urusan apa para kepala keluarga dengan diriku?” Kata Ling Feng sekali lagi.
“S-sebenarnya ada masalah yang sangat penting tuan muda. Kami rasa tidak pantas memutuskan nya begitu saja, tanpa sepengetahuan Anda. Jadi kami pikir untuk meminta pendapat Anda tentang masalah ini.“ Ucap salah satu dari tiga kepala keluarga itu menyampaikan niatnya menemui Ling Feng.
“Hohhhh begitu rupanya, jadi masalah apa itu sampai-sampai aku harus mengetahui hal ini?” Tanya Ling Feng dengan tenang, ia juga mempersilahkan ketiga kepala keluarga tersebut untuk duduk seraya mendiskusikan dengan dirinya.
Masalah tersebut adalah tentang peraturan dari kota tersebut, mengingat tentang peraturan yang di buat oleh wali kota sebelumnya benar-benar membuat banyak pihak mengalami kerugian yang sangat besar. Jadi tiga kepala keluarga itu berpikir untuk membuat peraturan baru yang menguntungkan semua pihak, oleh karena itulah mereka datang kepada Ling Feng meminta pendapat nya mengenai peraturan baru tersebut.
Ling Feng yang mendengar itu, tentu menyetujuinya. Ia juga memberikan kebebasan kepada tiga kepala keluarga untuk menambahkan peraturan yang mereka pikirkan itu, namun dalam arti, peraturan yang mereka pikirkan itu menguntungkan kota dan tidak merugikan pihak lain nya. Ling Feng juga mengusulkan kepada ketiga kepala keluarga untuk memulai perdagangan dengan kota-kota sekitar, selama tidak menjadi musuh dari kota ini, perdagangan dapat senantiasa di lakukan.
Ketiga kepala keluarga itu menganggukkan kepalanya serempak, setuju dengan usulan Ling Feng, karena bisa saja keluarga mereka akan berkembang lebih pesat jika mengikuti apa yang Ling Feng usulkan itu. Mengingat relasi yang akan diperoleh, keuntungan yang akan diterima juga pastinya tidak akan kecil.
Selain memberikan usulan tersebut, Ling Feng juga membuat satu peraturan yang sangat ia tekankan. Ia membuat sebuah peraturan yang mana, pertarungan di larang di kota tersebut, bukan hanya pertarungan saja, tindakan buruk kepada para pengembara yang datang ke kota dan warga juga tidak diperbolehkan di kota ini. Jika ada yang melanggar pertaruran tersebut, maka hukumannya akan sesuai dengan apa yang telah ia tetapkan.
Ketiga kepala keluarga tentu menyetujuinya tanpa protes sama sekali, hanya orang bodoh jika berani melawan perintah dari Ling Feng, karena menghilangkan sebuah keluarga bukanlah masalah besar bagi pemuda bertopeng yang ada di depan mereka saat ini.
Tengah hari pun tiba, ketiga kepala keluarga itu pun memutuskan untuk pamit pulang ke kediaman nya masing-masing. Ling Feng mempersilahkan ketiga orang tersebut untuk pamit, ketiga kepala keluarga mulai melaksanakan apa yang telah mereka diskusikan dengan Ling Feng, mereka juga tidak lupa mengingatkan baik-baik keluarga mereka untuk tidak bertindak semena-mena di kota, karena bisa saja orang yang mereka singgung adalah seorang ahli yang sedang menyamar, dan kemungkinan terburuk nya adalah pemuda bertopeng tersebut.
“Fyuhhh... Aku rasa ini sudah cukup sebagai ganti diriku yang telah membunuh pemimpin mereka.” Gumam Ling Feng bangkit dari tempat duduknya seraya menaruh beberapa koin perak di atas meja, lalu pergi dari kedai makan tersebut. Alasan dirinya belum benar-benar meninggalkan kota tersebut adalah untuk memastikan kota ini tidak jatuh dalam kekacauan.
Oleh karena itu, sebelum dirinya benar-benar meninggalkan kota tersebut. Ling Feng mengatur pemimpin baru dan peraturan yang baru juga, guna mengelola kota tersebut menjadi lebih baik lagi daripada saat di pimpin wali kota sebelum nya.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.