
Ling Feng yang melihat tembok besar itu tersenyum tipis, mengingat akhirnya ia sampai juga di kota.
>>>>>>______
Pasca mereka sampai di pintu gerbang masuk, terlihat beberapa penjaga gerbang berbincang-bincang sejenak dengan Zhi Fu. Sampai kemudian Zhi Fu mengeluarkan sebuah plakat tanda pengenal, membuat para penjaga gerbang itu langsung tersentak kaget dan tanpa banyak bicara lagi, membiarkan Zhi Fu dan yang lainnya masuk ke dalam kota.
Ling Feng bisa mendengar percakapan dengan jelas percakapan antara kedua orang tersebut tadi, dirinya memang sudah menduga, bahwa Zhi Yan ini bukanlah wanita biasa. Mengingat para penjaga yang sudah berada di ranah bumi ditambah dengan Zhi Fu yang sudah berada di ranah langit, Keluarga Zhi ini sepertinya bukanlah keluarga bangsawan yang biasa-biasa saja.
“Tuan Feng ini adalah kota terdekat yang aku maksud. Nama kota ini adalah Kota Teratai Hitam.” Ucap Zhi Yan seraya tersenyum tipis.
“Hehhh... Teratai Hitam, kah. Nama kota yang menarik.” Ucap Ling Feng seraya menganggukkan kepalanya tidak menunjukkan respon sedikit pun, ia hanya biasa saja seraya menatap keluar jendela melihat suasana kota yang ramai.
Zhi Yan yang di tanggapi seperti itu, sudah mulai terbiasa. Pasalnya, baru pertama kali ada seorang pemuda yang tidak begitu tertarik dengannya, alih-alih merasa harga dirinya terluka, Zhi Yan justru semakin tertarik kepada Ling Feng. Ia berpikir, bahwa Ling Feng adalah pemuda yang menarik dan sangat berbeda ketimbang dengan para pria yang sudah-sudah ia temui.
Kereta kuda itu terus bergerak menembus keramaikan kota. Walaupun kota malam itu terlihat sangat ramai akan orang-orang yang berlalu lalang, namun kereta tersebut terlihat sangat mudah untuk menembusnya.
“Apa yang akan Anda lakukan mulai sekarang di kota ini Tuan Feng?” Tanya Zhi Yan sembari melirik ke arah jendela melambai-lambaikan tangannya dengan anggun, kepada para warga yang melambai-lambaikan tangan ke arahnya.
“Entahlah aku juga tidak tahu. Mungkin saat ini, aku dan muridku akan mencari sebuah penginapan terlebih dahulu untuk beristirahat. Lalu, keesokan harinya baru mulai memikirkan langkah ke depannya akan bagaimana.” Jawab Ling Feng singkat tanpa membuka kedua matanya.
“Penginapan kah, kebetulan sekali Tuan Feng. Jika itu sebuah penginapan, maukah Tuan Feng mendengarkan sebuah saran dariku?” Ujar Zhi Yan seraya melirik ke arah Ling Feng dengan senyuman tipis tercetak di balik samar-samar cadarnya.
Mendengar hal itu, Ling Feng refleks membuka sebelah matanya, walaupun ia tidak terlalu penasaran saat ini, namun setidaknya mendengarkan sebuah saran tidak ada salahnya juga.
“Sarankah... Ya mungkin saja, aku akan mempertimbangkan apa yang Nona Zhi sarankan itu.” Ujar Ling Feng dan sekilas Ling Feng dapat melihat senyuman di balik cadar wanita itu, semakin lebar.
>>>>>>______
“Jadi Nona Zhi apa maksudnya ini?” Ucap Ling Feng seraya menatap sebuah bangunan yang begitu mewah.
“Tidak ada maksud apa-apa Tuan Feng. Aku menyarankan Anda dan murid Anda untuk beristirahat di penginapan keluarga ku saja. Kebetulan ada sebuah penginapan yang di jalankan oleh keluarga ku di Kota Teratai Hitam, ya walaupun penginapan ini terlihat sederhana, tidak terlalu mewah.” Ucap Zhi Yan masih dengan senyum tercetak di wajahnya dan tutur kata yang lembut, membuat para kaum pria akan langsung tersihir oleh tutur katanya saja yang begitu lembut.
Namun semua itu tidak berlaku bagi Ling Feng yang kini malah menunjukkan ekspresi sebaliknya. Ling Feng masih belum bisa menebak isi pikiran dari wanita di depannya ini. Penawarannya memang menggiurkan, namun dirinya lebih memikirkan tentang maksud terselubung dari wanita tersebut. Walaupun saat ini, dirinya masih terlihat baik di depan Ling Feng, apa yang terjadi kedepannya tidak ada yang tahu.
“Aku sangat berterima kasih kepada Nona Zhi yang sudah mau repot-repot membawa ku dan muridku ke kota ini, akan tetapi untuk permintaan kali ini. Aku rasa, aku harus menolaknya, karena aku dan muridku tidak ingin membuat Nona Zhi lebih repot lagi dari ini.” Ujar Ling Feng dengan nada sopan menolak penawaran Zhi Yan.
Tidak hanya Zhi Yan saja, bahkan Zhi Fu pun ikut berkata kepadanya. “Terima saja nak. Nona muda, itu orangnya keras kepala, ia tidak suka berhutang budi pada seseorang. Selama ia berhutang budi, orang yang ia hutangkan itu tidak akan pernah nona muda lepaskan.” Bisik Zhi Fu membuat Zhi Yan penasaran dengan apa yang dibisikkan oleh Zhi Fu.
“Benar guru. Xiang’er rasa tidak baik untuk menolak niat baik seseorang. Bukankah guru sendiri yang mengajarkan hal tersebut kepada Xiang’er.” Bisik Hao Xiang di telinga Ling Feng yang satunya.
Ling Feng tersenyum masam menanggapi ucapan dari kedua orang tersebut, dan pada akhirnya mengehela nafas panjang menganggukkan kepalanya. Menerima saran dari Zhi Yan mengikuti dirinya ke penginapan yang di maksud.
“Baguslah kalau begitu. Aku harap Tuan Feng tidak kecewa dengan penginapan keluarga ku yang sederhana ini.” Ucap Zhi Yan seraya masuk ke dalam bangunan penginapan tersebut, membuat Ling Feng tersenyum kecut menanggapinya.
“Penginapan sederhana, kah.” Gumam Ling Feng seraya tersenyum kecut melihat ke depan, bangunan tingkat tiga dengan penampilan dari luarnya saja sudah terbilang sangat mewah, untuk sebuah penginapan sederhana yang dimaksud oleh Zhi Yan. Ling Feng juga melirik ke kanan dan kirinya, dimana sekitarnya juga banyak bangunan bagus yang tidak kalah mewahnya.
Ling Feng pun melangkah masuk ke dalam penginapan tersebut. Terlihat dimana Zhi Yan sudah memberikan instruksi kepada orang-orang yang bekerja di penginapan itu. Zhi Yan juga meminta beberapa pelayan untuk memberikan dua kamar kepada Ling Feng dan Hao Xiang dan berpesan kepada para pekerja di penginapan nya itu untuk memberikan pelayanan terbaik kepada Ling Feng dan Hao Xiang.
“Layani Tuan Feng dan muridnya dengan baik. Berikan apapun yang keduanya inginkan, dan jangan sampai membuat keduanya tidak merasa puas dengan penginapan kita.” Ujar Zhi Yan tegas kepada para pekerja di penginapan tersebut.
“Kami mengerti nona muda.” Ucap serempak para pekerja itu seraya memberikan hormat kepada Zhi Yan. Zhi Yan menganggukkan kepalanya lalu meminta sang manager dari penginapan tersebut untuk membawa Ling Feng dan Hao Xiang ke kamar mewah yang ada di penginapan ini.
“Mari tuan-tuan.” Ucap sang manager dengan tutur kata yang ramah, mengantar keduanya ke kamarnya masing-masing. Ling Feng dan Hao Xiang pun mengekor di belakang sang manager itu menuju kamarnya masing-masing.
Setelah Ling Feng dan Hao Xiang naik ke lantai dua, Zhi Yan pun tiba-tiba berkata kepada Zhi Fu yang sedari tadi diam.
“Bagaimana paman menurutmu dengan sepasang guru dan murid itu?” Ucap Zhi Yan bertanya mengenai pendapat Zhi Fu tentang keduanya.
“Untuk pemuda bernama Xiang’er ini. Sudah dapat di pastikan, dia adalah seorang jenius diantara para jenius. Ketika ia berlatih tanding dengan gurunya tadi siang, jujur saja, aku bahkan merasa tidak yakin bisa menerima serangan anak panah api sedekat itu tanpa menerima luka sedikit pun.” Jelas Zhi Fu.
“Tapi Tuan Feng bisa menerimanya tanpa terluka sedikit pun, dan hanya pakaiannya saja yang tergores. Bukankah itu saja sudah tidak masuk akal.” Ujar Zhi yan dianggukki oleh Zhi Fu dan dirinya pun lanjut berkata, “Kemungkinan besar kekuatan dari Pria bernama Feng ini adalah di tingkat yang lebih tinggi dari ku.” Ujar Zhi Fu yang membuat Zhi Yan tersentak ketika mendengar itu, karena ia mengerti maksud dari perkataan Zhi Fu.
“Benar nona muda. Kemungkinan besar, Feng ini berada di atas ranah langit.” Ucap Zhi Fu dengan mimik wajah serius, menandakan ia tidak bercanda sama sekali.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.