
Namun, sesuatu yang tidak terduga oleh Chu Xin pun terjadi. Seperkian detik sebelum para penjaga menyerbu ke arah Ren Hu. Tiba-tiba, di tengah-tengah siang hari buta, muncul kilatan petir yang mengelilingi Ren Hu diikuti sosok berjubah hitam lainnya.
“Teknik Halilintar Langit Gerakan Kedua: Tebasan Kilat Petir.” Gumam sosok tersebut diikuti dengan munculnya petir yang berbentuk lingkaran besar mengelilingi Ren Hu dan sosok berjubah hitam itu, menghempaskan seluruh penjaga Chu Xin.
Ctarrrrr
Booooommmm
Chu Xin yang melihat kejadian yang terlalu cepat itu membelalakkan kedua matanya terkejut bukan main, melihat para penjaganya di hempaskan dalam sekali serang. Bukan hanya Chu Xin saja, para warga yang menonton itu pun juga sama terkejut nya, karena kejadian tersebut berlalu sangat cepat.
Chu Xin melirik kesal ke arah sosok yang berada di balik kepulan asap tersebut lalu berkata dengan nada tidak senang. “Siapa kau?! Berani-beraninya kau menghalangi kehendak ku Kepa*at.” Ucap Chu Xin dengan nada tidak senang.
Sosok di balik kepulan asap itu awalnya tidak bergeming, membuat Chu Xin amarahnya kembali naik, karena di acuhkan. “Sia*an! Jawab pertanyaan ku sampah!” Teriak Chu Xin yang termakan oleh amarahnya.
Sosok di balik kepulan asap itu pun berkata, “Kenapa aku harus diam saja. Di saat orangku hendak di lecehkan oleh sampah seperti mu?” Ucap sosok tersebut angkat bicara sekaligus megejek Chu Xin.
>>>>>_____
“Tuan muda aku... Aku... Aku minta...” Ling Feng yang mendengar Ren Hu berbicara dengan gugup pun langsung memotong perkataannya. “Kau tidak perlu meminta maaf. Bahkan jika aku yang di tempatkan dalam posisi mu, Diriku pastinya akan melakukan hal yang sama seperti mu.” Ucap Ling Feng memotong ucapan Ren Hu. “Oleh karena itu, jangan meminta maaf, karena hal yang menurutmu benar untuk dilakukan.” Ucap Ling Feng lagi. Mendengar itu Ren Hu tidak bisa untuk tidak tersanjung dengan perkataan Ling Feng. Pada akkhirnya ia hanya bisa menganggukkan kepalanya saja menanggapi perkataan Ling Feng.
Setelah mengatakan apa yang ingin dirinya katakan kepada Ren Hu, Ling Feng lalu kembali mengalihkan padangan nya kepada pemuda bernama Chu Xin beserta para penjaganya. Para penjaga yang dibuat jatuh sekaligus oleh Ling Feng, perlahan tapi pasti mulai pada bangkit.
Melihat wajah kesal Chu Xin, Ling Feng menanggapinya dengan senyuman meremehkan. Melihat senyuman itu, tentunya Chu Xin sangat marah, namun ia tidak bisa maju melawan Ling Feng, karena ia memang terkenal dengan watak sampahnya dan tidak mempunyai ranah kultivasi yang tinggi.
“Kalian semua cepat bangun! Bisa-bisanya prajurit dari bangsawan Chu dikalahkan dari seorang pemuda hanya dalam sekali serangan?! Cepat bangun sekarang juga dan bunuh orang itu!” Teriak Chu Xin melampiaskan kemarahannya kepada para penjaganya.
Para penjaga dari Chu Xin pun mulai pada bangkit kembali, Ling Feng sendiri sengaja tidak menggunakan kekuatan penuhnya, hal itu ia lakukan untuk menghidari kemungkinan terburuknya dan juga ia berniat untuk menunjukkan perbedaan besar antara kedua belah pihak. Para penjaga itu sendiri sepertinya sudah mengetahui kesenjangan besar antara mereka dengan Ling Feng, akan tetapi mereka tidak bisa mundur, karena Chu Xin benar-benar sangat marah saat ini.
Alhasil, mau tidak mau para penjaga Chu Xin kembali maju ke arah Ling Feng, walaupun sudah mengetahui hasil bahwa seratus persen mereka pasti akan kalah. Ling Feng sendiri tidak mengatakan apa-apa lagi, jika para penjaga tersebut sudah memutuskan, maka dirinya pun tidak berniat untuk menahan diri.
“Baiklah jika itu memang keinginan kalian.” Ucap Ling Feng memasang senyuman di wajahnya, namun senyuman tersebut terlihat horor dalam pandangan para penjaga Chu Xin. “Sebulan mungkin cukup ya untuk membuat kalian, beserta tuan muda kalian berbaring di tempat tidur tanpa bisa bangkit dari sana.” Ucap Ling Feng masih dengan senyuman di wajahnya.
Para penjaga yang mendengar itu tentunya langsung turun mental mereka ketika mendengar Ling Feng berkata seperti itu. Chu Xin yang melihat para penjaganya tidak ada yang berinisiatif untuk menyerang, membuat dirinya berteriak kencang.
“Tunggu apa lagi! Cepat bunuh bocah songong itu dan bawa wanitanya kepada ku!” Teriak Chu Xin sekali lagi beseru marah kepada para penjaganya, membuat mereka semua tersentak dan refleks maju ke arah Ling Feng menyerang dengan pasrah.
Ling Feng tersenyum menanggapi itu dan suara-suara yang sangat menyedihkan nan pilu pun terdengar sangat jelas dari mulut para prajurit yang mendapatkan serangan sepihak dari Ling Feng.
“Akhhhh... Tanganku! Tanganku!”
“Aku tidak ingin melakukannya dengan sungguh. Aku hanya menjalankan perintah saja... Akhhhh! Tidakkkk!”
Para penjaganya dibuat sangat mengenaskan oleh Ling Feng. Walaupun tidak ia bunuh, namun sesuai dengan yang dikatakan olehnya, Ling Feng membuat keadaan para penjaga Chu Xin benar-benar tidak akan bisa bergerak dari tempat tidur sampai sebulan atau bahkan bisa sampai lebih.
Chu Xin dan para warga yang menyaksikan pembantaian sepihak yang di lakukan oleh Ling Feng tidak bisa bergeming sama sekali, terutama Chu Xin. Raut wajahnya benar-benar sangat jelek saat ini, dengan keringat dingin yang mulai nampak jelas di dahinya.
“B-bagaimana mungkin... S-sejak kapan ada orang sekuat ini di kota awan emas...” Gumam pelan Chu Xin seraya menatap kosong para penjaganya yang tidak bisa bangkit dari keadaan berbaringnya.
Ling Feng sontak mengalihkan pandangan nya kepada Chu Xin, dimana pandangan kedauanya pun saling bertemu. Tentunya perasaan takut kini sangat mendominasi Chu Xin, bahkan dirinya saat ini secara tidak sadar melangkah ke belakang, karena takut dengan Ling Feng.
“T-tunggu dulu... A-aku adalah putra pertama dari keluarga bangsawan Chu loh... Jika kau berani melakukan sesuatu kepada ku, keluarga ku pas- Kughhhhk...?!“ Chu Xin tidak bisa melanjutkan ucapannya, karena secara tiba-tiba Ling Feng bepindah tepat di hadapan nya dan langsung mencengkeram erat lehernya.
“Aku tidak peduli dengan status sampah mu itu, entah kau dari keluarga bagsawan kelas satu sekali pun, aku tetap akan menghajar mu, karena telah berani-beraninya berniat untuk menyentuh pengikutku.” Ucap Ling Feng, ia lantas kembali melanjutkan ucapannya.
Ya walaupun baru niat, hal tersebut tidak bisa kumaafkan begitu saja, oleh karena itu aku akan memberikan mu pencerahan, agar tidak kau sadar diri dan memperbaiki sifat buruk dan ampas mu itu.” Ucap Ling Feng dengan penekanan setiap katanya, membuat keringat dingin semakin deras mengucur di wajah Chu Xin.
Ling Feng tersenyum tipis, disaat Chu Xin berusaha menggeleng-gelengkan kepalanya, dan....
Boooommmmm
Kraaaakkkkk
Ling Feng langsung membanting Chu Xin ke tanah cukup keras, bahkan akibat dari benturan tubuh Chu Xin dan tanah, hal itu menciptakan kawah cukup dalam dengan Chu Xin sebagai pusat kawahnya, namun hal yang lebih mengenaskannya lagi adalah suara retakan tulang yang terdengar sangat jelas berasal dari tubuh Chu Xin itulah yang membuat para warga yang menyaksikan merasa linu. Bahkan Chu Xin sampai tidak sadarkan diri, akibat dari bantingan Ling Feng.
Ling Feng menatap acuh sekelompok sosok yang terbaring tidak bisa bangkit itu dan melangkah santai kehadapan Ren Hu dan dua anak kecil yang menatap dirinya dengan tatapan berbinar-binar. Ling Feng memberikan senyuman lembut, seraya sedikit mendongakan tudung kepalanya, memperlihatkan wajahnya dengan senyuman ramah tercetak di sana.
“Apakah kalian berdua tidak apa-apa?” Tanya Ling Feng seraya menyejajarkan tingginya dengan kedua anak kecil tersebut. Kedua anak kecil itu menganggukkan kepalanya dan berkata dengan semangat, “Kami berdua tidak apa-apa kakak tampan. Terima kasih telah membantu kami.” Ucap salah satu anak kecil tersebut yang diangguki oleh teman di sisinya.
Ling Feng tersenyum simpul lalu mengacak-ngacak puncak kepala kedua anak kecil tersebut. Ia lalu melirik ke arah Ren Hu dan berkata, “Antarkan mereka sampai kepada kedua orang tuanya.” Ucap Ling Feng yang diangguki oleh Ren Hu. Setelah itu kedua anak kecil itu pun melambai-lambaikan tangannya kepada Ling Feng yang di balas oleh Ling Feng dengan lambaian tangan juga dan senyuman.
“Sekarang kita akan kemana tuan muda?” Ucap Pang Lang yang melangkah ke sisinya. “Seperti rencana, kita akan meninggalkan kota hari ini, namun waktu keberangkatan nya perlu di undur sebentar sepertinya.” Ucap Ling Feng menjelaskan. Pang Lang yang paham mengajukan dirinya untuk melakukan hal yang Ling Feng ingin lakukan, namun Ling Feng menggelengkan kepalanya menolak hal itu.
“Tunggu saja paman, aku tidak akan lama kok.” Ucap Ling Feng seraya tersenyum.
>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.