Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Informasi dari Kepala Keluarga Qing


“Tidak paman. Antarkan aku ke tempat Kepala Keluarga Qing terlebih dahulu untuk menyapanya.” Ucap Ling Feng yang dianggukki oleh Pelayan tua Sang. Mereka pun menuju aula kediaman, dimana Kepala Keluarga Qing berada.


>>>>>>______


“Sepertinya kamu sangat terkenal di kediaman Saudari Qing ya Saudara.” Ucap Yang Sun pelan kepada Ling Feng, namun ucapan itu masih bisa di dengar oleh Pelayan tua tersebut. Alhasil sebelum Ling Feng hendak menimpali perkataan Yang Sun, Pelayan tua Sang mendahului dirinya.


“Tentu saja temannya tuan muda. Tuan muda Feng adalah pahlawan Keluarga Qing. Tuan mu...” Pelayan tua Sang berhenti berbicara, karena Ling Feng langsung menutup pria sepuh itu. Pelayan tua itu pun sadar, karena apa yang dikatakan nya sudah terlalu berlebihan lalu meminta maaf kepada Ling Feng lagi.


Ling Feng hanya bisa menghela nafas kasar, dan Yang Sun terkekeh kecil melihat Ling Feng yang frustrasi. Tidak membutuhkan waktu yang lama mereka pun sampai di sebuah pintu yang cukup besar. Pelayan tua Sang pun mengetuk pintu tersebut beberapa kali.


Tok... Tok... Tok...


“Masuklah.” Ucap suara dari dalam ruangan tersebut. Pelayan tua Sang pun membukakan pintu untuk Ling Feng dan Yang Sun lalu mempersilahkan keduanya untuk masuk ke dalam. Sebelum masuk Ling Feng berterima kasih kepada pria sepuh itu, karena telah mengantarkan nya yang diikuti oleh Yang Sun juga.


Pelayan tua Sang menganggukkan kepalanya lalu pamit dari sana untuk pamit terlebih dahulu. Ling Feng lalu masuk bersama dengan Yang Sun ke dalam ruangan tersebut, terlihat sebuah ruang kerja di mana ada sebuah meja dengan begitu banyak tumpukan dokumen dan seorang pria tidak terlalu tua tengah fokus menulis dan mengecek dokumen diantara tumpukan dokumen-dokumen tersebut.


Ling Feng yang melihat pria tersebut yang tengah sibuk pun berkata, “Nampaknya Anda masih sibuk bekerja walaupun hari sudah menjelang malam hari ya.” Ucap Ling Feng membuat tangan dari pria tersebut mendadak berhenti menulis, ketika mendengar perkataan Ling Feng. Pria itu pun sontak mendongakkan kepalanya, ketika mendengar suara yang familiar di telinganya.


“Salam kepala Keluarga Qing atau aku harus memanggil Anda Wali Kota Naga Langit.” Ucap Ling Feng.


“Oh ayolah nak tidak perlu segitunya kamu bisa memanggilmu sesukamu, panggil mertua malah lebih bagus.” Ucap Kepala Keluarga Qing seraya terkekeh.


“Lebih dari itu, kenapa kamu tidak memberitahu terlebih dahulu jika ingin datang? Aku mengetahui Xian’er dan teman-temannya datang ke kediaman, tapi mereka tidak bilang bahwa kamu akan datang juga.” Ucapnya lagi.


“Ya sebenarnya kami habis dari kota menghadiri pelelangan. Lalu sebelum kembali ke sekte, kami berniat untuk mampir terlebih dahulu kemari, namun aku meminta Xian’er dan yang lainnya untuk pergi terlebih dahulu karena hendak membersihkan hama terlebih dahulu.” Ucap Ling Feng membuat kepala Keluarga Qing mengangkat sebelah alisnya ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Ling Feng.


“Membersihkan hama?” Kepala keluarga Qing mengulangi perkataan Ling Feng tertarik dengan apa yang dikatakan oleh pemuda itu.


“Ya sebenarnya ketika sebelum menghadiri lelang ada sedikit masalah.” Ucap Ling Feng lalu mulai menjelaskan tentang terjadi sebelum lelang, sesudah lelang, dan orang-orang berjubah yang berulah mengikuti mereka.


Kepala Keluarga Qing yang mendengar itu tentu mengerti alasan Ling Feng melakukan hal itu, bahkan jika itu dirinya ia pasti akan marah sama seperti Ling Feng. “Tenang saja dan tidak perlu khawatir nak. Sekalipun ia adalah bangsawan yang berasal dari ibu kota, ia tidak akan bisa berbuat apa-apa di kota naga langit.” Ucap Kepala Keluarga Qing dengan tegas.


Tentu ada alasan lain mengapa kepala keluarga Qing sangat yakin berkata seperti itu, karena faktanya kota naga langit tidaklah di bawah perlindungan Kekaisaran Han melainkan di bawah sekte naga langit. Jadi sekalipun keluarga dari bangsawan muda itu hendak mencari masalah dengan kota naga langit, ia tidak akan bisa berbuat apapun. Jika ia berani melakukan hal itu sama saja dengan menyinggung sekte naga langit yang menjaganya.


“Kakek baik-baik saja. Ia juga baru saja keluar dari pelatihan tertutup nya dan berhasil menerobos dengan mulus.” Jawab Ling Feng. Kepala Keluarga Qing yang mendengar itu tersenyum tipis.


“Syukurlah jika memang berhasil menerobos, aku senang mendengar nya.” Ucap Kepala Keluarga Qing. Tentu kepala Keluarga Qing sudah mengetahui identitas Ling Feng yang sebenarnya adalah cucu dari Tetua Ling. Pertama kali ia mendengar nya dari Qing Xian, tentunya ia terkejut. Dirinya memang sudah sedikit menduga, bahwa Ling Feng pastinya bukan orang biasa mengingat dirinya yang begitu kuat.


“Paman ada sesuatu ya-“ Ucapan Ling Feng langsung di potong oleh kepala Keluarga Qing.


“Panggil ayah mertua juga tidak apa-apa kok.” Ucap kepala Keluarga Qing seraya tersenyum.


“Ah baiklah. A-ayah mertua aku ingin menanyakan sesuatu hal kepadamu.” Ujar Ling Feng sedikit kaku ketika memanggil kepala Keluarga Qing ‘ayah mertua’.


“Tentu, aku akan menjawab pertanyaan mu semampuku.” Ucap Kepala Keluarga Qing seraya tersenyum puas, ketika mendengar Ling Feng memanggil dirinya ‘ayah mertua’.


“Apakah ayah mertua pernah mendengar suatu tempat yang bernama Ujung Benua?” Tanya Ling Feng kepada kepala Keluarga Qing.


“Ujung Benua?” Ulang Kepala Keluarga Qing yang baru pertama kali mendengar nama tempat tersebut dari Ling Feng.


Ling Feng menganggukkan kepalanya lalu berkata kembali, “Suatu tempat yang ada di dunia biru, dimana tempat tersebut atau daerah sekitarnya penuh dengan energi kacau yang besar. Entah sebuah rumor ataupun sejenis nya, apakah ayah mertua pernah mendengarnya tentang tempat dengan ciri-ciri yang baru saja kukatakan? Jika iya, aku mohon beritahu kepadaku.” Ujar Ling Feng dengan wajah serius.


Kepala Keluarga Qing diam sejenak seraya memejamkan mata nya. Ia pun membuka kedua mata nya kembali lalu melangkah ke arah rak buku yang berada di sisi ruangan. Ling Feng dan Yang Sun pun mengekor di belakang lalu kembali berdiri diam di belakang kepala Keluarga Qing.


“Sebuah tempat yang penuh akan energi kekacauan yang padat ya.” Gumam kepala Keluarga Qing memilah buku-buku tua yang tertata rapih. Sampai kemudian ia pun menarik sebuah buku yang sudah sangat tua, bahkan warna kertas buku tersebut pun sudah berubah sepenuhnya.


“Cobalah kamu baca buku ini nak. Aku pernah membacanya dua tahun yang lalu dan tempat yang kamu sebutkan ciri-cirinya tadi tertulis di dalam buku ini.” Ucap kepala Keluarga Qing menyodorkan buku tersebut kepada Ling Feng.


Ling Feng menerima buku tua tersebut. Terlihat di sampul depannya tidak ada judul. Hanya ada sebuah gambar lautan dan awan-awan di sekitarnya. Ling Feng pun membuka halaman demi halaman dan membacanya dengan cepat. Tepat seperti yang di katakan oleh kepala Keluarga Qing. Tempat yang ia sebutkan ciri-cirinya ada di dalam buku tersebut dan faktanya tempat “Ujung Dunia” yang ia cari bukanlah di daratan, melainkan berada di lautan.


“Terima kasih ayah mertua.” Ucap Ling Feng sangat senang. Kepala Keluarga Qing tersenyum lalu menganggungkan kepalanya.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.