
Tokkk... Tokkk... Tokkk...
“Saudara Feng apakah kamu mempunyai waktu. Ada sesuatu yang ingin kubicarakan.” Suara di balik pintu kamar Ling Feng setelah beberapa saat pintu kamarnya diketuk.
>>>>>>______
Ia menghela nafas pendek, lalu beranjak ke arah pintu. Tepat dirinya membuka pintu, terlihatlah dua wanita cantik yang sedang tersenyum kepadanya. Awalnya Ling Feng ragu sejenak untuk mempersilahkan keduanya unuk masuk, namun mengingat mereka datang berdua, jadi ia berpikir tidak masalah.
Ling Feng pun menganggukkan kepala nya, mempersilahkan Wu Nuan dan Zhi Yan untuk masuk ke dalam ruangan nya. Ling Feng juga mempersilahkan keduanya untuk duduk di tempat yang telah tersedia di sana, sementara dirinya meracik teh.
“Jadi Saudari Wu, apa yang ingin kamu bicarakan denganku? Jika perihal kemarin, kamu pastinya sudah menyadarinya sebagian besar tanpa kuberitahu.” Ucap Ling Feng langsung pada intinya, seraya menyodorkan secangkir teh yang telah ia racik.
“Tenang saja Saudara Feng. Sebaliknya, kedantangan aku dan Saudari Yan ingin berterima kasih kepadamu secara tulus. Terima kasih sudah menolong nyawa kami, jika Saudara Feng tidak berada di sana. Kami pasti sudah menjadi tumbal iblis dan pengkhianat itu.” Ucap Wu Nuan seraya sedikit menundukkan kepala nya diikuti dengan Zhi Yan juga.
“Tidak perlu sungkan, Saudari Zhi sudah memberikan ku tumpangan dan tempat tinggal sementara di kota ini, jadi anggap saja sebagai balas budiku, karena telah membantuku.” Timpal Ling Feng dengan tenang seraya menyesap tehnya kembali. Wu Nuan tersenyum tipis menganggukkan kepalanya lalu dirinya pun berkata kembali.
“Sebenarnya ada hal lain yang ingin kubicarakan dengan Saudara Feng. Ah, Lebih tepatnya sih, aku ingin bertanya sesuatu kepada Saudara Feng.” Kata Wu Nuan membuat Ling Feng sedikit mengangkat sebelah alisnya penasaran tentunya, ia pun menganggukkan kepalanya dan berkata, “Aku akan menjawabnya, tergantung apa yang kamu tanyakan kepadaku.” Timpal Ling Feng dengan tenang.
“Aku sempat mendengar sebuah rumor dari daerah kota dekat sungai perbatasan sebelumnya. Rumor tersebut mengatakan, bahwa ada seorang pemuda yang berasal dari luar telah mengalahkan monster yang mengganggu aktivitas sehari-hari para warga di sungai perbatasan.” Kata Wu Nuan seraya menyesap teh racikan Ling Feng dengan anggun.
“Rumornya tidak berhenti di sana saja, katanya pemuda itu bahkan telah menghabisi para bandit yang menginvasi kota kecil itu selama beberapa hari terakhir dengan sangat mudah tanpa kesulitan sama sekali, membuat para warga kota kecil itu menganggapnya sebagai pahlawan tanpa nama, alasan di sebut tanpa nama adalah menghormati pemuda itu yang tidak ingin menyebutkan namanya.” Kata Wu Nuan lagi.
Ling Feng yang mendengar itu pun langsung meletakkan cangkir tehnya cukup kencang dan menatap lurus ke arah Wu Nuan lalu berkata kepadanya, “Jika Saudari Wu hanya ingin bercerita seperti itu, aku rasa kamu salah orang, karena aku bukanlah orang yang cocok sebagai pendengar yang baik.” Timpal Ling Feng dengan sangat tenang, namun kata-kata yang keluar tiak setenang nada bicara nya.
“Pemuda yang di rumorkan itu adalah kamu, kan Saudara Feng?” Ujar Wu Nuan yang mengacuhkan apa yang dikatakan oleh Ling Feng, membuat pemuda bertopeng itu mengangkat sebelah alisnya kembali lalu berkata, “Apa maksud dari Saudari Wu? Aku sama sekali tidak mengerti apa yang kamu bicarakan itu.” Timpal Ling Feng.
“Tidak hanya itu saja, ledakan yang terjadi di kota suma itu, ada kaitannya dengan mu juga, kan Saudara Feng?” Ujar Wu Nuan tidak menggubris, apa yang Ling Feng katakan. Ia menatap Ling Feng dengan senyuman tipis tercetak di wajah nya. Zhi Yan yang mendengar itu saja bahkan sampai terkejut, tidak menyangka bahwa Wu Nuan akan berkata seperti itu kepadanya. Tepat Zhi Yan yang hendak berbicara sesuatu, namun hal itu keburu di potong oleh Ling Feng.
“Ah Saudari... Ak-“ Ucapan Zhi Yan langsung di potong oleh perkataan Ling Feng.
Wu Nuan diam sejenak lalu mulai menyampaikan asumsi-asumsinya tepat di hadapan Ling Feng. Ia juga mulai mengatakan alasan-alasan yang masuk akal, mengapa ia sangat yakin bahwa Ling Feng adalah pemuda yang di rumorkan itu.
“Sudah kuduga, wanita ini benar-benar merepotkan.” Batin Ling Feng dalam hatinya. Ia dari awal sudah mempunyai firasat buruk, tentang Wu Nuan yang tiba-tiba datang ke kamarnya hendak berbicara sesuatu kepada nya. Mengingat wanita tersebut sangatlah cerdas dan pandai mengenali situasinya.
Alasan-alasan yang ia sampaikan pun benar-benar mudah di terima oleh akal sehat dan sulit untuk di bantah, membuat Ling Feng benar-benar di buat takjub oleh pemikiran cerdas wanita tersebut. Walaupun ia juga merasa sangat kesal, karena Wu Nuan menebaknya dengan benar.
“Seperti yang di harapkan oleh Putri Kekaisaran. Aku benar-benar tidak menyangka, kamu menebak semuanya dengan benar.” Ucap Ling Feng menyerah tersenyum masam. Wu Nuan yang mendengar itu terkekeh pelan, lalu kembali menyesap tehnya. Zhi Yan sendiri sudah di buat terkejut, karena ia benar-benar tidak menyangka bahwa Ling Feng memang benar adalah pemuda yang di rumorkan.
“T-tapi Saudara Feng... Waktu aku menanyakan tentang insiden kota suma, kamu bilang kamu tidak mengetahui apa-apa selain fakta ledakan besar itu dan kekacauan setelahnya? Mengapa kamu berbohong kepadaku?” Tanya Zhi Yan.
“Waktu itu kita belum saling kenal, dan di tambah lagi Saudari Zhi adalah pihak dari kekaisaran yang di utus untuk mencari kebenaran tentang hal itu. Jika aku mengakui, bahwa diriku ada hubungannya dengan insiden ledakan itu, apa yang akan Saudari lakukan pertama kali kepadaku saat itu?” Ling Feng balik bertanya kepada wanita itu.
“Ya tentu saja menanyakan lebih lanjut dan membawa mu ke Ibu Kota Kekaisaran, untuk keterangan lebih lanjutnya.” Ucap Zhi Yan dengan polosnya. “Itulah mengapa aku tidak ingin membicarakan nya. Aku tidak ingin mengurus hal-hal merepotkan semacam itu.” Timpal Ling Feng seraya tersenyum tipis.
“Bolehkah aku bertanya Saudara Feng. Apa Tujuan mu datang kekaisaran ini?” Tanya Wu Nuan dengan raut wajah serius. Ling Feng sempat melirik wajah serius putri kekaisaran itu lalu berkata, “Aku tidak bisa mengatakan tujuan ku sebenarnya datang kekaisaran ini, tapi yakinlah. Aku datang kemari bukan untuk melakukan sesuatu yang buruk pada Kekaisaran. Jadi Saudari Wu tenang saja.” Ucap Ling Feng seraya tersenyum meyakinkan.
Wu Nuan yang mendengar itu, tidak merasakan tanda-tanda kebohongan dari nada bicara Ling Feng, ia juga mengingat kembali bagaimana Ling Feng membantu diri nya, Zhi Yan dan sekelompok orang yang di culik. Apa yang telah ia lakukan itu bukanlah gelagat orang yang hendak melakukan hal yang buruk kepada Kekaisaran nya.
“Jika Saudara Feng sudah berkata seperti itu. Maka aku akan mempercayai nya.” Ucap Wu Nuan.
“Ya begitu lebih baik. Aku senang mendengarnya.” Timpal Ling Feng tersenyum tipis lalu menyesap tehnya kembali.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.