Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Bing Jiao Menyadari?


Tidak berselang lama kemudian aura yang sangat padat pun terpancar dari tubuh kedua wanita tersebut. Beberapa saat kemudian keduanya pun membuka mata secara bersamaan dan langsung tersenyum manis ketika melihat sosok Ling Feng yang tengah tersenyum juga kepada mereka.


“Selamat karena sudah naik tingkat.” Ucap Ling Feng kepada Bing Jiao dan Qing Xian.


>>>>>>______


“Terima kasih kak. Berkat arahan dari kakak, aku dan saudari berhasil menerobos.” Ucap Bing Jiao dan dianggukki oleh Qing Xian. Ling Feng yang mendengar itu hanya tersenyum tipis dan berkata, “Kakak hanya memberikan sedikit arahan saja, kalian berdua berhasil menerobos itu berkat kemampuan kalian sendiri.” Ucap Ling Feng.


“Ya walaupun begitu, tetap tidak mengubah fakta bahwa kakak sudah membantu penerobosan kami hingga lancar. Jadi jangan menolak ucapan terima kasih ku.” Ucap Bing Jiao yang bersikukuh. Ling Feng yang mendengar itu tersenyum masam dan berkata, “Baik, baik, kakak mengerti.” Ucap Ling Feng seraya mengelus-elus puncak kepala Bing Jiao.


“Oh ya aku juga ingin memberikan ini.” Ucap Ling Feng seraya memberikan kalung dan gelang yang waktu ia belikan untuk Bing Jiao serta Qing Xian. Sebelumnya Ling Feng meminta kedua barang tersebut terlebih dahulu, karena dirinya ingin memasangkan sebuah formasi pelindung di dalamnya.


“Aku sudah memasang formasi di dalam kalung dan gelang itu. Cobalah.” Ucap Ling Feng seraya memberikan kedua barang tersebut. Kalung diambil oleh Bing Jiao dan gelang di ambil oleh Qing Xian. Sebelumnya Ling Feng meminta kedua barang tersebut terlebih dahulu, karena dirinya ingin memasangkan sebuah formasi pelindung di dalam Kalung dan gelang tersebut. Keduanya tidak keberatan dan memberikan kalung dan gelangnya kepada Ling Feng.


“Teteskan darah kalian ke kalung dan gelang tersebut. Secara otomatis kedua benda itu akan mengenali pemiliknya.” Ucap Ling Feng yang dianggukki oleh keduanya. Kalung dan gelang itu pun bersinar sejenak dan secara otomatis terbang dan terpasang di leher Bing Jiao dan lengan kiri Qing Xian.


Ling Feng tersenyum tipis dan berkata, “Kalung dan gelang itu itu cocok di pakai oleh kalian.” Ucap Ling Feng memujinya membuat kedua wanita itu tersipu malu. Setelah itu keduanya pun berbincang-bicang hangat, bercanda gurau sampai tidak terasa waktu pun berlalu begitu cepat.


“Baiklah kalau begitu aku kembali dahulu.” Ucap Ling Feng yang hendak langsung pergi dari sana, namun pergelangan tangannya secara tiba-tiba di pegang oleh Bing Jiao. Ling Feng refleks menatap dirinya seraya bertanya, “Ada apa Jiao’er?” Tanya Ling Feng dengan lembut.


“Apakah kakak akan pergi ke suatu tempat?” Ujar Bing Jiao secara tiba-tiba membuat Ling Feng sedikit tersentak ketika mendengar itu lalu tersenyum kembali dan berkata, “Kakak tidak akan pergi kemana-mana kok. Memangnya Jiao’er ingin pergi ke mana?” Jawab Ling Feng dengan tenang seraya tersenyum tipis.


“Begitu, kah... Ti-tidak kok. Maaf kak, karena Jiao’er tiba-tiba bertanya aneh seperti itu kepada kakak.” Ucap Bing Jiao membuat Ling Feng terkekeh pelan seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.


“Berlatih lah yang rajin jangan malas-malasan ya. Mulai dari sini akan sulit untuk mencapai ranah saint.” Ucap Ling Feng kembali membelai puncak kepala Bing Jiao lalu dengan secepat kilat mencium dahi Bing Jiao membuat wanita tersebut nampak menengang sejenak dan mendongakkan kepala nya dengan kaku menatap Ling Feng dengan ekspresi kosong.


Melihat itu Ling Feng tidak bisa menahan tawanya dan berkata, “Wanita ku benar-benar lucu ya. Kalau begitu sekali lagi.” Ucap Ling Feng terkekeh pelan dan sekali lagi mencium Bing Jiao, namun kali ini di daerah yang berbeda, yaitu tepat di bibirnya. Kali ini raut wajahnya pun berubah drastis dan nampak kebingungan, butuh beberapa saat sampai wajahnya berubah merah dan muncul asap putih dari puncak kepala Bing Jiao.


Dalam sekejap Bing Jiao pun langsung pergi dari sana, karena merasa sangat malu membuat Ling Feng tertawa renyah melihat tingkah malu-malu Bing Jiao yang selalu menarik dalam pandangan matanya.


Ling Feng sedikit tersentak ketika melihat Qing Xian yang seperti itu, akan tetapi dirinya pun tenang kembali dan refleks memejamkan kedua matanya. Tepat ketika dirinya mulai menikmati itu, secara tiba-tiba Qing Xian menjauhkan bibirnya.


Ling Feng sontak mengangkat sebelah alisnya dan Qing Xian sendiri hanya tersenyum lebar dengan santainya ia berkata, “Jangan samakan aku dengan saudari sayang~. Aku tidak semudah itu bisa ditaklukan oleh godaan mu.” Ucap Qing Xian dengan bangga nya lalu pergi dari sana menyusul Bing Jiao.


Ling Feng yang mendengar itu hanya tersenyum masam, berbeda dengan Bing Jiao yang polos dan mudah tersipu, Qing Xian sendiri lebih sedikit liar dan nakal. Jika di ibaratkan Bing Jiao adalah seekor kelinci, maka Qing Xian adalah seekor kucing.


Ling Feng memandang sekilas ke arah tempat Bing Jiao dan Qing Xian pergi sebelum menghilang dari sana dan muncul kembali di atas langi-langit dan refleks berkata, “Apakah Paman Mu dan Paman Tian sudah puas melihatnya?” Ucap Ling Feng tepat di belakang punggung dua pria tersebut.


Kedua pria itu pun sontak terkejut ketika mendengar suara dari belakang mereka dan refleks berbalik menghadap ke arah Ling Feng. “Yo nak. Lama tidak berjumpa.” Ucap Long Tian seraya menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya.


“Lama tidak berjumpa apanya, kita baru bertemu kemarin paman. Bagaimana bisa itu di sebut lama.” Ucap Ling Feng dengan raut wajah kesal.


“Hehehehe benar juga... Ya kalau begitu tidak perlu semarah itu, aku dan saudara mu tidak ingin mengganggu waktu canda mesra dan kekasih mu. Jadi kami berdua memperhatikan nya di sini.” Kata Long Tian dan membuat To Mu yang berada di sebelahnya refleks mengangkat alisnya dan berkata, “Ralat itu saudara. Bukan kamu denganku, tapi hanya kamu saja.” Ucap To Mu.


“Oh ayolah apa bedanya. Kamu juga sempat melihat sekilas bukan.” Kata Long Tian. “Aku hanya melihat sekilas, tidak seperti mu yang sampai-sampai menikmati ekspresi Ling Feng yang terlihat lucu, bukan.” Ucap To Mu dengan santainya dan langsung mendapat tatapan tajam oleh Long Tian.


“Ekspresi ku?” Ujar Ling Feng seraya mendelik ke arah Long Tian.


“Jangan dengarkan omong kosongnya Feng. Ia hanya berbicara tidak jelas saja.” Ucap Long Tian dan langsung menuai protes dari To Mu tentunya. Dalam sekejap keduanya pun berdebat membuat Ling Feng menghela nafas kasar melihat perdebatan keduanya itu.


“Haihhhh sudahlah tidak perlu di bahas lebih jauh lagi kita kembali ke topik utamanya saja. Jadi apakah kita akan pergi ke Ujung Benua sekarang?” Ujar Long Tian mengalihkan pembicaraan membuat Ling Feng dan To Mu menatapnya dengan acuh selama beberapa saat, sampai Ling Feng pun kembali biasa dan menjawabnya.


“Kita akan pergi setelah menyelesaikan satu lagi urusan di sini.” Jawab Ling Feng lalu menghilang dari sana dan diikuti oleh Long Tian dan To Mu yang juga menghilang di sana.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasan nya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.