
...Kesunyian adalah kawan sejati yang tak pernah berkhianat...
...(Konfusius)...
...>>>>>_____<<<<<...
"Kota Cheng Du pulih lebih cepat dari yang kuduga." kata Ling Feng sedang memperhatikan sekitarnya melihat para warga kota Cheng Du yang saling bantu-membantu.
"Ini juga berkat kakak yang melindungi para warga di arena pertandingan dengan formasi pelindung." timpal Bing Jiao. Ling Feng yang mendengar itu menggelengkan kepalanya.
"Itu tidak benar, paman Tian yang membuat formasi pelindung itu. Aku hanya membantu sedikit dengan membunuh beberapa kultivator hitam saja." kata Ling Feng. Bing Jiao yang mendengar itu menggelengkan kepalanya.
"Membunuh hampir ratusan kultivator hitam dia bilang beberapa. Serendah apa nyawa manusia di mata kakak." batin Bing Jiao.
"Dimana pestanya Jiao'er ?" tanya Ling Feng. "Eh itu di kediaman walikota kakak. Pesta dilaksanakan dikediaman ayah." jawab Bing Jiao. Ling Feng yang mendengar itu mengangguk meminta Bing Jiao untuk memimpin jalannya.
Singkat cerita kedua orang tersebut sampai didepan gerbang kediaman walikota atau ayah Bing Jiao. Ketika ingin masuk, Ling Feng dan Bing Jiao dihentikan oleh sang penjaga gerbang.
"Selain tamu dan keluarga walikota, orang lain yang tidak berkepentingan dilarang masuk." kata salah satu prajurit yang menghalangi mereka berdua masuk dengan tegas.
"Ini aku Bing Jiao putri walikota Cheng Du" kata singkat Bing Jiao membuka cadarnya memperlihatkan wajahnya. Kedua prajurit yang melihat itu membelalakkan matanya kaget dan langsung berlutut.
"Mohon maaf atas kelalaiannya tuan putri, silahkan masuk." kata prajurit yang awalnya melarang mereka berdua masuk dengan rasa segan dan takut dihukum.
"Sifatnya langsung berubah dingin jika itu berbicara dengan orang lain. Tapi, kenapa dengan ku malah seperti itu kelakuannya ya ?" batin Ling Feng melihat perubahan sifat Bing Jiao yang begitu cepat.
Bing Jiao dan Ling Feng langsung masuk kedalam diantar langsung oleh Bing Jiao keruangan pesta diadakan. Setelah sampai di ruangan pesta, disana sudah cukup ramai dengan kehadiran para petinggi kota Cheng Du yang lainnya. Semua tatap mata langsung menuju kearah Ling Feng dan Bing Jiao yang baru datang.
Bisik-bisik penasaran terdengar mengenai pemuda yang datang bersama Bing Jiao. Walaupun demikian Bing Jiao tidak terganggu sama sekali dan langsung menuntun Ling Feng untuk bertemu ayahnya yang sedang berbincang-bincang dengan tetua Han, tetua Ling dan masih banyak para petinggi kota Cheng Du yang lainnya.
"Salam ayah, salam para tetua lainnya Bing Jiao datang menghadap." kata Bing Jiao memberi hormat kepada semua orang yang ada disana. Namun tidak dengan Ling Feng dirinya hanya berdiam diri saja tidak memberi penghormatan kepada siapapun yang ada disana. Para petinggi yang melihat itu ada yang tidak senang dengan sikap Ling Feng yang menurutnya angkuh.
"Bocah, kau sungguh berani tidak memberi penghormatan kepada walikota Cheng Du." kata salah satu petinggi disana yang tidak senang dengan sikap Ling Feng. Bing Xian yang mendengar itu kaget petinggi kotanya berkata seperti itu.
Ling Feng yang mendengar itu menaikkan sebelah alisnya dan berkata dengan tenang.
"Dia bukan orang tuaku, dia bukan guruku kenapa aku harus memberi hormat kepadanya." kata Ling Feng dengan santai. Petinggi yang mendengar jawaban Ling Feng seperti itu langsung naik pitam.
"Kau berani tidak menghormati walikota Cheng Du. Bocah kau harus sadar akan posisimu itu sebagai rakyat jelata." kata Petinggi itu membuat suasana langsung sunyi. Bahkan jika ada koin yang jatuh, suaranya pun akan memenuhi ruangan tersebut.
To Mu yang hendak maju memberi pelajaran kepada petinggi tersebut ditahan oleh Long Tian.
"Apa yang kau lakukan ? Feng'er sedang dihina seperti itu kenapa kau diam saja ?" bisik To Mu kesal. Long Tian tidak menjawab perkataan To Mu, dirinya hanya berkata.
"Tunggu saja, sebentar lagi hal menariknya akan terjadi." kata Long Tian santai namun sedang menunggu apa yang akan dilakukan oleh Ling Feng.
"Hehhhhh, rakyat jelatakah." ulang Ling Feng membuat petinggi itu mengkerutkan keningnya dan berkata remeh.
"Kau berani menghina kakak seperti itu, sungguh tidak sayang nyawa." kata Bing Jiao langsung naik darah ketika Ling Feng dihina seperti itu.
Petinggi itu yang melihat Bing Jiao marah terkejut karena, pasalnya Bing Jiao tidak peduli terhadap siapapun selain orang yang dia anggap keluarganya. Sekarang didepannya, seorang Bing Jiao membela orang asing yang belum jelas identitasnya. Namun karena, sudah terlanjur petinggi itu masih tetap bersikeras untuk memojokkan Ling Feng.
"Maaf putri Bing. Hal ini tidak ada kaitannya denganmu hamba hanya menegurnya karena, telah bertindak tidak sopan dihadapan walikota." kata Petinggi itu tetap bersikeras.
Bing Jiao yang mendengar itu merasa sangat kesal dan ingin berkata kembali. Namun ketika hendak berkata kembali, Ling Feng mengirimkan transmisi suara meminta untuk Bing Jiao diam terlebih dahulu. Bing Jiao yang mendengar itu hanya mengiyakan saja walaupun sangat kesal.
"Walikota Bing sepertinya aku harus merepotkanmu untuk mencari petinggi kota Cheng Du yang baru." kata Ling Feng maju berjalan ke arah petinggi yang menyudutkan dirinya.
Petinggi itu yang merasakan telah melakukan sesuatu yang sangat fatal hanya bisa mengalihkan pandangannya ke walikota Bing yang hanya diam saja tidak berkata apa-apa walaupun pemuda dihadapannya berkata seperti itu. Bahkan ketika ia melihat Ling Feng kembali, tubuhnya bergetar sorot mata yang tajam seakan-akan ia merasa bahwa bisa mati kapan saja jika pemuda dihadapannya ingin melakukan itu. Instingnya mengatakan bahwa ia telah salah menyinggung orang.
"K-Kau mau apa mendekatiku ? Jangan mendekat aku adalah salah satu anggota keluarga Yun jika kau berani melakukan hal buruk terhadapku keluarga Yun ku akan mengejar mu nantinya." kata Petinggi itu menggunakan kebesaran nama keluarganya.
Ling Feng yang mendengar itu diam lalu menghela nafas panjang merasa sudah sangat bosan mendengar hal tersebut berulangkali. Bahkan yang mengatakan hal itu berasal dari keluarga yang sama.
Long Tian yang hanya memperhatikan saja diam-diam tersenyum dan bergumam."Sepertinya akan dimulai." gumam Long Tian tersenyum kecil.
Namun tidak dengan petinggi itu, ia merasa Ling Feng menghela nafas karena, ketakutan mendengar nama besar Keluarganya sedetik kemudian dia langsung tertawa keras dan berkata hal yang sakral untuk dikatakan kepada Ling Feng.
"Hahahaha, rakyat jelata ya tetap rakyat jelata. Percuma walaupun kau kuat Keluarga mu itu hanya seorang rakyat jelata yang tidak berguna." Tertawa terbahak-bahak petinggi itu.
Deggghhh
Boooommmmm
Saat itu juga suasana ruangan pesta langsung diselimuti aura yang sangat intens dan mencekam.
"Aku sungguh muak dengan keluarga mu itu, apakah semua orangnya hanya bisa menghasilkan sampah seperti ini." kata Ling Feng maju selangkah demi selangkah ke arah petinggi yang tidak bisa bergerak karena, aura mencekam yang dikeluarkan oleh Ling Feng.
Tidak ada yang tidak tertekan oleh aura tersebut. Bahkan Bing Jiao merasakan aura Membunuh yang sangat kuat dan kental keluar dari tubuh Ling Feng. Dirinya merasa sangat tertekan hanya karena, aura yang keluar dari tubuh Ling Feng.
"Tidak peduli sebanyak apa kau menghina diriku aku sungguh tidak akan peduli. Namun, jika kau menghina Keluarga ku. Kematian adalah hal yang pantas untukmu." kata Ling Feng dengan nada dingin disertai aura Membunuh. membuat semua orang yang menghadiri pesta seperti melihat dewa kematian didepan mata mereka masing-masing.
Pas setelah Ling Feng berkata seperti itu, petinggi kota itu yang awalnya bertekuk lutut. Tiba-tiba kepala yang bertengger ditubuhnya langsung terpisah saat itu juga.
"Tidak peduli siapapun itu bahkan jika dewa sekalipun, jika ia menghina Keluargaku. Saat itu juga menjadi hari kematiannya." kata Ling Feng dengan nada dingin disertai aura Membunuh yang lebih kuat.
>>>>> Bersambung
( Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan like, favorit dan komennya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara serasku )
( Blizzardauthor)