
“Buka titik suaranya Lan’er.” Pinta Zhang Ling ketika melihat gerak gerik dari mata yang ditunjukan prajurit penjaga itu. Cai Lan pun menekan beberapa titik tubuh di dekat mulut prajurit penjaga itu, ia terlihat menundukkan kepalanya sampai beberapa saat kemudian ia pun mendongakkan kepalanya seraya tersenyum lebar dan berkata, “Tamat sudah riwayat kalian semua.” Ujar prajurit penjaga seraya tersenyum lebar membuat keempat wanita tersebut tersentak kaget ketika mendengarnya.
Shringgggg...?!
>>>>>>______
Melihat cahaya sangat terang tiba-tiba muncul di bawah mereka, Zhang Ying pun sepontan meneriaki Yin Mei dan kedua saudarinya. “Cepat menjauh dari dirinya sekarang juga!” Teriak Zhang Ling sepontan seraya menjauh dari sana bersamaan dengan ketiga gadis tersebut yang berusaha untuk menjauh, akan tetapi sayang...
“Sudah terlambat.” Suara yang tiba-tiba muncul bersamaan dengan sebuah penghalang berwarna ungu kemerahan mengurung Zhang Ling dan yang lainnya di dalam penghalang tersebut. Hanya dalam seperkian detik saja, penghalang tersebut sudah sempurna mengurung empat wanita tersebut di dalamnya.
“Cihhhh... Aku lengah. Tidak kusangka, pihak pengkhianat akan langsung bergerak secepat ini.” Batin Zhang Ling seraya menghela nafas pendek memasang wajah masam melihat situasi mereka. Terlebih lagi ia merasakan perasaan buruk dari penghalang ungu kemerahan tersebut.
“Penghalang ini bukan penghalang biasa. Bahkan aku sekalipun tidak yakin bisa menghancurkannya.” Batin Zhang Ling ketika merasakan aura yang terpancar dari penghalang tersebut yang begitu kuat. Situasi mereka saat ini benar-benar sangat buruk.
Prokkk... Prokkk... Prokkk...
Sebuah tepuk tangan yang terdengar keras membuat keempat wanita tersebut sontak menoleh ke arah sumber suara dan mendapati sosok pria yang terlihat familiar. Hu Yan dan Yin Mei sudah nampak terlihat sangat marah ketika melihat kehadiran pria tersebut yang tengah tersenyum lebar seraya melangkah santai ke arah mereka. Sementara Zhang Ling dan Cai Lan hanya menatap tajam ke arah sosok pria tersebut.
Tentu mereka mengenalnya, karena pria muda yang muncul tersebut tidak lain adalah putra dari pemimpin Kota Tanjung, Wang Yang. Terlihat jelas bahwa ia menatap puas ke arah keempat wanita tersebut seraya tertawa kencang.
“Aku tidak menduganya, bahwa kalian akan sadar begitu cepat. Ya tidak masalah juga sih, toh pada akhirnya kalian juga akan terperangkap oleh formasi penghalang ini.” Ujar Wang Yang seraya memasang wajah puas lalu mengedikan kedua bahunya.
“Dasar pecundang tidak berguna! Berani-beraninya pakai cara licik seperti ini!” Ujar Yin Mei berteriak marah seraya melancarkan serangan kepadanya, Zhang Ling yang melihat Wang Yang tiba-tiba tersenyum pun sadar ada yang tidak beres ia pun sontak berteriak kepada Yin Mei.
“Mei’er jangan lakukan itu!” Teriak Zhang Ling berusaha mencegah gadis tersebut mengeluarkan serangan, namun sayang sudah terlambat karena ia sudah keburu melesatkan sebuah Energi dingin yang sangat kuat berniat untuk menghancurkan penghalang tersebut.
Swusssshhhh...!!
Energi Qi dingin Yin Mei beradu dengan penghalang tersebut sampai beberapa detik kemudian ia pun di buat terkejut bukan main, karena penghalang tersebut sangatlah kuat. Bahkan saking kuatnya serangan yang di lancarkan oleh Yin Mei berbalik menyerang ke arahnya membuat dirinya terkejut bukan main dan langsung memasang pelindung Qi.
Swusssshhhh...!! Booommmm...?!
“Kughhhkkkk...?!” Ujar Yin Mei seraya bertekuk lutut terkena luka dalam akibat dari serangan yang ia lancarkan sendiri. Yin Mei terlihat pucat pasi, cadar putih bersih yang ia kenakan kini sudah terlihat berubah menjadi merah darah saking besarnya luka dalam yang ia terima.
“Saudari!” Ucap Hu Yan dan Cai Lan mendekat ke arah Yin Mei dan membantunya memapah tubuh gadis tersebut. Zhang Ling yang melihat itu mengepalkan tangannya ia bisa melihat dengan jelas apa yang terjadi.
“Tepat seperti yang di pikirkan oleh tetua. Penghalang ini tidak hanya kuat saja loh. Semakin banyak usaha untuk menghancurkannya maka semakin kuat juga penghalangnya. Terlebih lagi bukan hanya itu saja, jika kalian mengeluarkan sebuah teknik bela diri, entah itu teknik bela diri apapun. Penghalang ini akan mengembalikan serangan kalian dengan kekuatan dua kali lipat lebih besar dari yang kalian keluarkan.” Jelas Wang Yang seraya tersenyum bahagia ketika melihat wajah gelap dari Zhang Ling dan yang lain nya.
“Percuma saja, karena kalian tidak akan pernah bisa keluar dari penghalang ini. Bahkan jika itu ranah saint sekalipun, tetap tidak akan bisa berbuat banyak ketika sudah masuk ke dalam penghalang ini.” Ucap Wang Yang lagi seraya tersenyum bahagia karena rencana yang di sarankan oleh ayahnya berhasil.
“Aku sarankan menyerah saja. Kalian sudah tidak punya harapan lagi sekarang.” Kata Wang Yang, namun tidak dibalas sepatah kata pun oleh keempat gadis tersebut. Melihat itu Wang Yang pun mengangkat sebelah alisnya, sampai dirinya pun sadar tujuan dari keempat wanita yang tengah terjebak oleh formasi penghalangnya.
“Hehhhh jadi begitu rupanya, karena kalian tidak bisa menghancurkan nya, jadi kalian memilih untuk menungguku kehabisan Energi jiwa ya.” Ujar Wang Yang seraya terkekeh pelan. Keempat wanita tersebut terdiam membisu, sampai Hu Yan pun berkata, “Kau berani melakukan ini kepada kami, apakah ku sudah benar-benar siap dengan konsekuensi yang akan menimpamu.” Ujar Hu Yan dengan sorot mata tajam dan nada bicara yang serius.
Walaupun begitu, tanggapan dari Wang Yang membuatnya tidak terduga, karena pemuda tersebut terlihat tidak takut sama sekali ia bahkan memasang wajah sinis lalu berkata, “Konsekuensi? Memangnya ada apa dengan konsekuensi? Kau pikir aku takut dengan ancaman remeh seperti itu.” Ujar Wang Yang seraya tersenyum mengejek kepadanya.
“Lalu jika kalian ingin mengulur waktu sampai energi jiwaku habis, sangat disayangkan karena energi jiwaku tidak akan ada habis-habisnya.” Ujar Wang Yang seraya mengeluarkan aura hitam gelap nan menjijikkan dari wajahnya. Melihat aura tersebut sontak keempat wanita itu pun terkejut.
“Dasar sampah Pengkhianat!” Teriak marah Zhang Ling yang tentunya sangat familiar dengan aura hitam nan menjijikkan tersebut. Sorot mata tajam dan penuh akan niat membunuh dari Zhang Ling pun sudah meledak, hal itu membuat Wang Yang sedikit gentar ketika melihat aura membunuh sekaligus kekuatan nya yang tiba-tiba meledak, namun hanya beberapa saat saja sampai dirinya pun tersenyum mengerikan.
“Pengkhianat? Persetan dengan semua itu! Selama aku bisa menjadi lebih kuat dari yang lainnya, kenapa harus peduli dengan pengkhianat hahahaha!” Teriak Wang Yang seraya tertawa terbahak-bahak layaknya orang yang sudah kehilangan akal.
Zhang Ling dan yang lainnya hanya menatap tajam seraya mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat. Mereka saat ini benar-benar sangat marah, namun di satu sisi tidak bisa berbuat apa-apa karena penghalang tersebut yang bisa menahan serangan mereka dan bahkan melancarkan serangan balik kepada mereka.
Menghadapi Wang Yang, bukanlah suatu masalah baginya ia bahkan bisa dengan mudah membunuhnya. Namun sayangnya ia terjebak oleh perangkap nya, alhasil dirinya yang seorang saint pun tidak bisa berbuat banyak. Karena jika dirinya gegabah menyerang secara membabi buta, riwayat mereka semua akan tamat karena serangan balik penghalang tersebut.
“Hoaaammm aku sudah bosan terlalu lama menunggu. Bagaimana jika kita tingkakan menjadi lebih ekstrem lagi.” Ujar Wang Yang seraya membentuk segel tangan. Melihat Wang Yang yang membentuk sebuah segel tangan, Zhang Ling dan yang lain,,,nya pun langsung waspada, sampai mereka benar-benar dibuat tidak berdaya ketika melihat dari setiap penjuru arah mata angin lingkaran formasi muncul di dalam penghalang.
“Formasi Darah Iblis: Badai Penghakiman Iblis.” Ujar Wang Yang seraya membentuk segel tangan yang rumit. Lalu lingkaran-lingkaran di dalam penghalang itu pun berputar sangat cepat lalu badai energi yang sangat kuat pun mulai mengamuk di dalam penghalang tersebut.
Swusssshhhh...?! Swusssshhhh...?!
“Hahahaha... Sekalipun tetua itu berada di ranah saint, ia tidak mungkin mampu menahan badai energi sekuat itu yang telah di campur dengan Qi Hitam juga.” Ujar Wang Yang seraya memasang senyuman mengejek.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasan nya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.