Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Iblis Yang Sebentar Lagi Mati Tidak Perlu Tau


“Jangan berbicara formal dengan ku. Ada yang sedang mengawasi kita. Kemungkinan besar yang mengawasi kita adalah iblis yang sedang menyamar.” Ling Feng mengirimkan transmisi suara kepada sang jendral. Sontak sang jendral sempat bereaksi terkejut, namun ia langsung kembali memasang raut wajah biasa. Pada saat ia hendak menyapu pandangannya, Ling Feng lagi-lagi menegurnya lewat transmisi suara. “Jangan menoleh. Sosok yang mengawasi kita, sudah menutupi auranya dengan sangat sempurna. Sekarang, ia layaknya manusia biasa, jika kau menoleh ke arahnya, ia akan curiga dengan kita.” Tegur Ling Feng.


Sang jendral pun langsung membatalkan niatnya. Melihat bahwa sang jendral membatalkan niatnya, Ling Feng lalu kembali mengirimkan transmisi suara lagi. “Perlakukan aku seperti hal yang lainnya.” Ling Feng sekali lagi mengirimkan transmisi suaranya seraya mendongakkan kepalanya dan berkata langsung kali ini, “Ada yang bisa saya bantu jendral kota?” Ling Feng membuka suara pertama kali.


“A-ah iya... Aku hanya ingin menanyakan kembali, apakah semua yang dikatakan oleh orang yang tadi adalah kebenaran?” Sang jendral yang tersadar, langsung refleks mengajukan pertanyaan seperi itu. “Seperti yang dikatakan oleh orang yang menjelaskan tadi, bahwa aku tidak melakukan apapun, ia yang datang pertama kali dan langsung merundungku.” Jawab Ling Feng tanpa beban sekaligus sangat tenang.


“Begitu, kah... Ya jika memang seperti itu kejadiannya, maka aku juga tidak akan bertanya lagi.” Timpal sang jendral lalu melirik putra sulung bangsawan keluarga Dang. “Ya wajar saja, sifat semena-mena nya di kota Cheng Du adalah masalah yang membebani para warga. Mungkin saja setelah di perlakuan seperti ini ia akan sadar bahwa tidak semua orang mau tunduk kepadanya.” Ucap sang jendral. Terlihat sangat jelas bahwa ia memilah cara berbicaranya dengan hati-hati.


Selang beberapa detik, sang jendral pun memutuskan untuk pamit pergi, Ling Feng juga melanjutkan kembali aktivitasnya yang tertunda. Satu sosok yang berbaur dengan manusia, menatap penuh arti kedua sosok yang pergi ke arah yang berlawanan. “Sepertinya kedua orang tersebut memang hanya sedang mampir ke kota ini saja. Walaupun begitu kedua orang itu benar-benar sangat kuat. Setidaknya wanita yang turun tangan tadi kekuatannya setara dengan ketua divisi.” Gumam pelan sosok tersebut, ketika disadari bahwa kerumunan nya telah bubar, sosok yang tadi bergumam pun langsung mengikuti Ling Feng dan Ren Hu dari jarak yang cukup jauh.


“Tuan muda... Ada yang sedang mengikuti kita.” Ucap Ren Hu tanpa menoleh kepada Ling Feng. “Aku tahu itu. Sebenarnya ia sudah memperhatikan kita berdua tepat ketika sedang berurusan dengan keluarga bangsawan tadi. Jalan saja seperti biasa dan abaikan saja orang tersebut.” Ujar Ling Feng. Ren Hu langsung menjawab nya pelan. “Dimengerti tuan muda.” Jawab Ren Hu. Setelah berjalan cukup lama, orang yang mengikuti mereka pun tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan. Sampai pada akhir keduanya memutuskan untuk pergi ke salah satu kedai makan di kota, orang yang mengikutinya pun memutuskan untuk tidak mencari tahu lebih jauh lagi, dan pergi. Sebelum Ling Feng dan Ren Hu menyadari keberadaannya.


Tepat orang tersebut pergi, Ling Feng dan Ren Hu menatap ke arah orang tersebut yang merupakan iblis yang menyamar. “Tuan muda... Sepertinya ia sudah tidak mencurigai kita lagi, dan hanya menganggap kita sebagai orang lewat.” Ujar Ren Hu. “Ya kau benar. Kerja bagus Ren Hu.” Ucap Ling Feng. “Hehehe... Itu cuma masalah kecil tuan muda, jika hanya pura-pura tidak tahu mah.” Timpal Ren Hu seraya terkekeh pelan.


Sementara Itu Di Pinggiran Kota Cheng Dua


Shringggg


“K-kau... Kughhkk... B-bagaimana mungkin?!” Ucap sosok yang terbaring tidak berdaya dengan luka sayatan yang sangat panjang di bagian punggungnya.


“Bagaimana mungkin? Memangnya harus tidak mungkin? Ada orang yang mengajari ku, bahwa di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin selama berusaha.” Timpal sosok lainnya menggenggam pedang berdiri di hadapan sosok yang terbaring terluka parah.


“T-tentu saja tidak mungkin?! Bagaimana bisa seorang manusia mempunyai aura iblis?! Tidak, lebih tepatnya bagaimana bisa kau menyamarkan aura manusia mu?! Bukankah hal itu mustahil!” Ujar sosok yang berbaring tersebut tidak lain adalah iblis. Iblis itu mengajukan pertanyaan kepada sosok yang sedang berdiri di hadapan nya.


Shringggg


Dalam sekali tebas, kepala iblis yang berbaring di tanah pun terpisah dari tubuhnya. Sosok yang menebasnya hanya menatap acuh tak acuh saja, sampai ia teringat dan berkata, “Ah aku lupa berterima kasih kepadanya atas informasi yang di berikan. Ya lupakan saja, tidak penting hal itu sekarang.” Gumam sosok tersebut lalu membuka penyamaran nya, Ia langsung membawa jasad iblis tersebut, ke lubang yang telah ia siapkan dan membakar, darah yang berceceran bekasnya tadi.


Tepat ketika ia menyelesaikan semua urusannya, sosok tersebut pun langsung pergi dan kembali muncul tepat di suatu tempat, namun masih di bagian dalam hutan. Kedatangan sosok tersebut langsung membuat beberapa orang yang berada di sana terkejut dengan kehadirannya yang tiba-tiba.


“Aku kembali... Terima kasih sudah mempercayai ku untuk menyusup ke wilayah musuh. Berkat itu aku mendapatkan informasi yang menarik.” Ujar sosok tersebut kini menggunakan jubah berwarna hitam beserta tudung kepala yang menutupi wajahnya.


“Tidak, tidak, Mau bagaimana pun Anda juga utusan dari wali kota, terlebih lagi utusan langsungnya. Lalu kami yang seharusnya berterima kasih kepada Anda, karena Anda sudah repot-repot menyusup langsung ke wilayah para iblis.” Timpal lawan bicaranya yang tidak lain adalah orang-orang yang di utus wali kota untuk mengawasi dari jauh pergerakan para iblis. Awal mula kedatangan sosok berjubah hitam, mata-mata wali kota tentunya terkejut bukan main, namun ketika ia menjelaskan maksud kedatangannya kemari, seraya membawa sebuah plakat, pada saat itulah para mata-mata percaya bahwa sosok jubah hitam itu adalah utusan dari wali kota untuk membantu mereka.


“Tidak perlu sungkan. Saya melakukan ini hanya sekedar dari perintah tuan muda saya. Tidak lebih dari itu.” Jawab sosok tersebut yang tidak lain Pang Lang. Ia juga memberikan batu kecil kepada mata-mata wali kota seraya berkata, “Detail informasi keseluruhan nya ada di batu pengingat ini.” Ujar Pang Lang.


“Sekali lagi terima kasih tuan, karena sudah membantu penyelidikan kami.” Ucap salah satu mata-mata berterima kasih kepada Pang Lang. “Santai saja, kalau begitu aku pergi dulu.” Ucap Pang Lang dan langsung menghilang begitu saja. Mata-mata itu menatap batu yang di berikan Pang Lang lalu tersenyum sekilas. “Benar-benar sangat beruntung ya ketua. Kita mendapatkan bantuan dari orang sekuat itu.” Ucap salah satu mata-mata yang ada di belakangnya.


“Ya kau benar... Jika ia tidak ada, mungkin saja, kita tidak akan mendapatkan informasi sepenting ini.” Ujar ketua mata-mata menggenggam erat batu ingatan yang di berikan oleh Pang Lang. “Baiklah. Kita kembali sekarang untuk memberikan informasi penting ini.” Ketua mata-mata memberikan perintah.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.