Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Jendral Kerakusan, Bie Xibo


Boooommmmm...!


Melihat serangannya tidak berhasil mengenai tuan iblis, Ling Feng pun buru-buru mengeluarkan token masuknya dan langsung menghancurkannya. Dirinya pun dalam sekejap menghilang juga sama dengan tuan iblis keluar dari tanah rahasia.


>>>>>>>______


Pintu Masuk Tanah Rahasia


Terdengar sangat jelas, suara ledakan yang luar biasa besarnya, membuat semua orang yang ada di sana terkejut bukan main. Semua orang-orang yang ada di sana bertanya-tanya tentang apa yang telah terjadi di tanah rahasia.


Sampai kemudian, sebuah sosok pria tampan keluar dengan tenang, namun yang membuat semua orang sangat ngeri dan memandang sosok pria tersebut ketakutan adalah penampilan dari sosok pria tersebut serta aura yang sangat mencekam keluar dari sosok pria tersebut.


Sosok pria tersebut tidak lain adalah tuan iblis yang telah keluar dari tanah rahasia. Ia sontak melirik ke arah para medan perang yang telah memanas lalu menyeringai sangat lebar, dengan wajah yang sangat menakutkan ia berteriak lantang, “Bebas! Aku telah bebas! Hahahahaha....!” Teriaknya menggetarkan daerah sekitar, serta merta membuat semua orang memandang ke arah sumber suara.


Teriakan yang memancarkan aura yang sangat mencekam membuat kubu dari kultivator manusia merasakan kengerian yang terpancar dari tuan iblis ini. To Mu yang merasakan aura tuan iblis itu memandang ke arahnya dengan pandangan yang jelek. Bukan hanya To Mu saja, para tetua dan petinggi kekaisaran pun sama ketika merasakan kengerian yang terpancar dari teriakan tersebut. Berbanding terbalik dengan kubu dari para pemberontak yang seketika merasa sangat senang, karena tuan mereka telah berhasil keluar dan bangkit.


Qing Xian yang melihat tuan iblis itu mulai merasa cemas, karena pemuda yang ia tunggu-tunggu, sampai saat ini masih belum keluar dari tanah rahasia. Apalagi kemunculan tuan iblis ini, yang membuatnya semakin cemas dan berpikiran buruk, telah terjadi sesuatu pada pemuda itu.


“Tenang saja saudari... Aku yakin ia baik-baik saja. Pria itu tidak selemah itu.” Ucap Bing Jiao menenangkan Qing Xian yang terlihat begitu jelas bahwa dirinya memasang raut wajah khawatir.


Sementara itu tuan iblis yang melihat banyak genangan darah, tanpa pikir panjang langsung melakukan segel tangan, dan seketika darah-darah itu pun mulai terbang mengudara melesat cepat ke arah dirinya. Para kultivator manusia itu tentunya terkejut, karena mereka tidak tahu tentang apa yang hendak di lakukan oleh iblis tersebut, sampai kemudian secara tiba-tiba sosok berpakaian hitam tiba-tiba muncul di hadapan iblis tersebut dengan pedang terhunus.


“Teknik Pedang Alam: Tebasan Cepat Melingkar.” Ucap sosok berpakaian hitam itu, namun sayang iblis itu tidak panik sama sekali, bahkan ia terlihat sangat tenang mengangkat tangannya, menahan serangan sosok berpakaian hitam itu dengan satu tangan saja.


Kloooppp


Tentunya sosok berpakaian hitam itu terkejut, ketika serangan penuhnya di tahan begitu mudah oleh iblis tersebut. Ia menatap tajam ke arah iblis yang mana, iblis tersebut sedang menatapnya sembari menyeringai lebar.


“Hohhhh... Aku tidak menyangkanya sama sekali, kukira pada zaman ini aku tidak bisa melihat beast yang bisa bertransformasi mengambil wujud manusia. Terlebih lagi berasal dari ras rubah yang terkenal akan teknik ilusi dan bermainnya kekekeke.” Jelas iblis tersebut membuat sosok berpakaian hitam itu tentunya terkejut, karena dirinya tidak menyangka bahwa iblis di depannya bisa mengetahui identitas nya dalam sekali lihat, yang jelas-jelas telah ia sembunyikan dengan sepenuh nya.


Sosok berpakaian hitam itu hendak menjaga jarak, namun pedangnya tidak bisa lepas dari iblis itu. Ranah iblis tersebut yang sebelum nya berada di ranah bumi, seiring banyak nya darah yang ia serap mulai meningkat dengan drastis dan baru berhenti tepat di ranah saint bintang satu, namun bagi para manusia yang berada di sana, tingkatan dari ranah langi dan saint itu sangatlah jauh berbeda. Jika di ibaratkan bagaikan langit dan bumi pembeda nya.


“Heummmm... Cuma bisa sampai di ranah saint bintang satu, kah... Ya lagipun masih banyak stok darah di sini, aku tinggal membunuh semuanya saja.” Kata iblis itu menyeringai sangat mengerikan, membuat semua kultivator manusia, samar-samar melihat sosok wujud iblis yang sangat mengerikan di belakang iblis tersebut.


Iblis itu kembali melirik ke arah sosok berpakaian hitam, sosok berpakaian hitam itu hendak menghindar, karena instingnya berteriak bahwa iblis tersebut akan melancarkan serangan yang mematikan kepadanya, akan tetapi...


“Terlambat... Seharusnya kau langsung menjauh ketika gagal memberikan serangan kepada diriku yang agung ini.” Kata tuan iblis itu yang menyadari bahwa sosok berpakaian hitam itu hendak menjauh darinya. Sebelum sosok berpakaian hitam itu mengambil ancang-ancang, iblis itu dalam sekejap langsung melayangkan tinjunya dengan cepat membuat sosok berpakaian hitam itu langsung melesat cepat ke tanah dan membentuk kawah yang lumayan besar dengan dirinya sebagai pusatnya.


Degghhh... Degghhh...


Semua pasang mata di kubu kultivator manusia yang melihat itu menatapnya dengan pandangan kosong, pasalnya mereka sadar bahwa orang yang berpakaian hitam itu adalah rekan yang membantu mereka dan kekuatannya pun sebanding dengan para tetua yang sedang bertarung di langit-langit.


Namun saat ini, tepat di hadapan mereka, sosok yang setingkat para tetua itu begitu mudah di buat terkapar hanya dengan sekali serang oleh iblis tersebut.


“Ughkkkk...?!” Ren Hu tiba-tiba langsung batuk darah kembali, ketika ia mencoba untuk menggunakan Qi milik nya untuk menetralisir sesuatu tersebut.


“Hohhh... Kau hebat juga, karena langsung menyadari Qi iblis racun milikku, akan tetapi sayang kau tidak akan bisa melakukan nya. Qi racun iblis ku tidak dapat di netralisir kecuali jika aku mengeluarkan nya sendiri.” Kata iblis itu seraya terkekeh pelan seraya mengangkat kakinya yang di arahkan tepat di bagian kepalanya.


“Selamat tinggal Ras rubah.” Kata iblis itu seraya menggerakkan kakinya ke arah kepala Ren Hu, namun sebelum itu terjadi, sekelebat bayangan yang sangat cepat tiba-tiba muncul dan menahan kaki iblis yang beberapa inci lagi mengenai wajah Ren Hu.


“Oi iblis tengik... Jangan pernah berani-beraninya kau sentuh orangku.” Kata sekelibat bayangan itu yang tiba-tiba muncul menahan serangan dari iblis tersebut, dan dengan gerakan cepat langsung menghunuskan pedangnya, membuat iblis itu pun menjauh dari kawah tersebut.


Shringggg... Booommmm...!


“Kekekeke... kau bisa bertindak agresif juga bocah.” Kata iblis itu dengan santainya. Semua orang pun melirik ke arah kepulan asap putih, samar-samar mereka memang melihat sekelibat bayangan hitam ke arah kawah, namun entah apa itu mereka tidak ada yang tahu.


Nampaklah seorang pemuda tampan dengan rambut panjang lurusnya berkibas terkena hamparan angin yang sejuk. Bing Jiao dan Qing Xian yang melihat sosok pemuda itu, tanpa mereka sadari, kedua matanya telah berkaca-kaca. Semua orang yang ada di sana berdecak kagum melihat ketampanan dari sosok pemuda yang tiba-tiba muncul itu.


Ren Hu yang melihat sosok pemuda itu pun berkata dengan nada lirih, “T-tuan muda...” Gumamnya dengan sangat pelan memanggil sosok pemuda itu dengan panggilan tuan muda. Tuan muda yang tidak lain adalah Ling Feng sontak melirik ke arahnya, ia lalu membungkuk, membuka penutup wajah Ren Hu seraya memberikan pil pemulih kepadanya.


“Telanlah... Kamu sudah bekerja dengan sangat baik.” Kata Ling Feng yang diangguki oleh Ren Hu sampai kemudian ia pun kehilangan kesadaran nya, sesaat setelah menelan pil pemulih. Ling Feng lalu membopong Ren Hu menghilang dalam sekejap lalu muncul lagi dihadapan Bing Jiao dan Qing Xian.


Bing Jiao dan Qing Xian yang melihat Ling Feng datang dengan keadaan tanpa terluka dalam benak hati masing-masing keduanya sangat bersyukur. Ling Feng menyadari tatapan dari kedua wanita itu, ia lantas tersenyum hangat pada keduanya lalu berkata, “Maaf aku datang terlambat, juga aku minta maaf, karena gagal mencegah kebangkitan nya.” Kata Ling Feng.


“Itu tidak penting bagi kami berdua, yang penting bagi kami, adalah kamu kembali dengan selamat.” Kata Bing Jiao dengan sangat lembut yang diangguki oleh Qing Xian. Ling Feng merasakan perasaan hangat ketika mendengar perkataan Bing Jiao.


“Aku kembali.”


“Selamat datang kembali.” Ucap keduanya serempak.


Ling Feng lalu menitipkan Ren Hu kepada Bing Jiao dan Qing Xian, Bing Jiao yang melihat sosok yang di tolong oleh Ling Feng adalah Ren Hu, tentunya ia terkejut.


“Berhati-hatilah.” Ujar Qing Xian kepada Ling Feng, yang diangguki oleh pemuda itu.


“Wahai budak-budakku! Bunuh semua manusia yang ada, dan jangan sisakan satu pun! Karena aku! Jenderal Kerakusan, Bie Xibo Telah kembali!” Teriak tuan iblis itu seraya memancarkan aura yang telah mencapai ranah saint.


"Hidup kebangkitan Jendral iblis! Hidup Jenderal Iblis yang agung!" Teriak pasukan dari ras iblis, membuat semua orang yang ada di sana terkejut, bahwa iblis itu adalah seorang jendral.


“Ras manusia jangan mau kalah! Bangkit atau tidak sama sekali!” Teriak Ling Feng dengan nada yang lantang, membuat para kultivator yang awalnya hendak menyerah, tiba-tiba kembali bersemangat ketika mendengar teriakan lantang Ling Feng.


“Serang...!” Teriak Ling Feng dan tuan iblis itu secara bersamaan. Perang pun kembali pecah dan kali ini jauh lebih panas ketimbang yang terjadi beberapa saat yang lalu.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.