
“Siapa itu?!” Teriak Ketua bandit laut cukup kencang yang terkejut ketika melihat.
>>>>>>______
Tidak ada jawaban atas pertanyaan dari Ketua bandit laut. Ia tidak bisa melihat dengan jelas, karena waktunya masih malam hari dan ditambah dengan asap abu-abu yang tebal membuatnya tidak bisa melihat siapa sosok yang membuat anak buahnya menjadi seperti itu dengan jelas.
“Jika kau mengetahui aku, memangnya kau mau apa dasar pengganggu orang tidur! Kau pikir sekarang jam berapa hahhh?! Bisa-bisa kau kepikiran untuk membajak kapal di waktu larut malam seperti ini.” Ujar sosok pria yang menggunakan topeng di wajahnya berbicara dengan nada bicara tinggi.
“Hahhhh berani-beraninya kau berbicara seperti itu kepada ku dasar bren*sek!” Ujar Ketua bandit laut yang seketika langsung naik darah ketika mendengar ucapan dari pria bertopeng, yang adalah Ling Feng.
Ketua bandit laut sontak menoleh ke arah anak buahnya seraya berkata, “Tunggu apa lagi. Habisi si bren*sek itu sekarang juga!” Ujar ketua bandit laut memerintah kepada anak buahnya yang berada di kapal tersebut. Sekitar ada selusin bandit laut yang menghampiri Ling Feng, walaupun begitu Ling Feng hanya menatap acuh lalu berkata santai.
“Akan kuberi dua pilihan. Enyah dari hadapanku sekarang juga, atau menghilang selamanya dari dunia ini.” Ucap Ling Feng dengan acuh tak acuh, namun membuat dua belas orang bandit laut itu menggertakkan giginya marah dan refleks berteriak kepada Ling Feng, “Dasar bocah sombong! Aku akan membunuh mu sekarang juga!” Teriaknya marah seraya menghunuskan pedangnya ke arah Ling Feng.
Ling Feng sendiri hanya masih tidak bergerak dan berkata pelan seraya menghela nafas pendek, “Dasar tidak tahu di untung.” Ucap Ling Feng pelan seraya satu kali melangkah ke depan lalu dengan santainya ia menampar wajah bandit laut tersebut dan seketika membuat semau orang yang ada di sana bergidik ngeri.
Booooommmm...?!
Walaupun ia hanya menamparnya biasa, akan tetapi bandit laut yang ia tampar telah berubah menjadi kabut darah sekarang.
Dalam sekejap suasana nya pun mendadak hening, dan hanya terdengar suara deru ombak di laut saja. Semua orang yang ada di sana tanpa terkecuali menahan nafasnya ketika melihat Ling Feng yang dengan mudahnya membunuh bandit laut hanya dengan satu tamparannya saja.
“H-hanya sekali tamparan ia membuat bandit tersebut menjadi kabut darah?!” Batin semua orang yang ada di sana ketika melihat Ling Feng yang nampak biasa saja. Sang empu sendiri nampak acuh tak acuh lalu melirik ke arah rekan dari bandit laut yang mengepung nya dan berkata, “Baiklah selanjutnya siapa lagi?” Ucap Ling Feng dengan santainya membuat seluruh anak buah ketua bandit laut bergidik ketakutan.
>>>>>>______
“Oh ayolah, kenapa hanya pada diam saja. Aku tanya sekali lagi, sekarang siapa selanjutnya? Jika tidak ada yang maju, maka aku yang akan menghampiri kalian.” Ucap Ling Feng dengan santainya membuat beberapa anak buah bandit laut langsung refleks melangkah kebelakang ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Ling Feng.
Semua bandit laut merasa heran ketika melihat Ling Feng yang baik-baik saja. Padahal jelas-jelas ia sudah banyak menghirup asap racun vitalitasi milik Tetua Racun. Bahkan Tetua Racun sendiri sudah merasa heran menatap bingung ke arah Ling Feng. Dirinya benar-benar tidak percaya bahwa ada orang yang bisa bertahan dari racun yang ia racik.
Bukan hanya para bandit laut dan Tetua Racun saja bahkan merasa heran. Semua orang yang ada di sana pun bisa mengetahui dengan jelas, bahwa sosok pria bertopeng yang tiba-tiba muncul ini terlihat biasa-biasa saja tidak terkena efek dari racun milik Tetua Racun.
“Nak bagaimana bisa kau baik-baik saja?” Ujar Tetua Racun yang sudah turun dengan satu tangannya masih mencengkeram leher Tetua Sekte Gadis Suci. Ling Feng yang mendengar itu pun mengangkat sebelah alisnya dan berkata, “Kenapa aku harus memberitahumu pria jelek. Sudah wajahnya jelek, hitam lagi.” Ucap Ling Feng dengan nada bicara mengejek.
“Apa kau bilang tadi?” Ujar Tetua Racun seketika langsung marah ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Ling Feng. Dalam sekejap rasa herannya kepada Ling Feng pun lenyap begitu saja digantikan dengan amarahnya yang bergejolak ketika mendengar ejekan yang keluar dari mulut Ling Feng.
“Ehhhh apa ini? Apakah kau tidak bisa mendengar ucapan jelasku tadi? Uahhhh... Selain mempunyai paras yang buruk, kau juga tuli rupanya. Aku punya sebuah pil untuk menyembuhkan penyakit tuli mu, apakah kau mau?” Ujar Ling Feng dengan santainya seraya mengulurkan tangannya kepada Tetua Racun.
Semua orang yang ada di sana berpikir bahwa Ling Feng adalah orang yang bodoh, sangat bodoh. Itulah pikiran semua orang yang terkena racun vitalitasinya. Walaupun begitu, mereka semua tidak bisa menahan tawanya masing-masing ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Ling Feng.
Apa yang dikatakan oleh Ling Feng adalah sebuah fakta, wajah Tetua Racun yang awalnya sudah sangat jelek, kini terlihat lebih jelek lagi semenjak ia mengungkapkan Qi hitam ciri khas dari ras iblis. Anehnya mereka benar-benar tidak bisa behenti tertawa ketika Ling Feng mengejeknya seperti itu.
“Bocah kepar*t! Berani-berani bocah yang berada di ranah langit berkata seperti itu kepadaku! Jangan kau pikir hanya karena kau tidak terpengaruh oleh racunku, kau bisa berkata seperti itu!” Ujar Tetua Racun marah. Bahkan terlihat jelas bahwa dirinya sangat marah ketika Ling Feng yang sangat jelas mengejek penampilan nya.
“Sangat menakutkan, aku sangat ketakutan sekarang.” Ujar Ling Feng tanpa beban membuat Tetua Racun seketika langsung naik pitam dan langsung mengangkat tangannya.
“Bang*at! Matilah kau bocah!” Teriak Tetua Racun membentuk segel tangan seketika Qi hitam yang sangat besar terpancar keluar dari tubuhnya lalu samar-samar membentuk sosok ular berwarna hijau yang sangat besar. Semua orang yang ada di sana bergidik ngeri ketika melihat sosok ular hijau raksasa itu.
“Seni Racun Kematian: Nafas Ular Iblis Beracun.” Ucap Tetua Racun seraya menunjuk ke arah Ling Feng dan seketika bayang-bayang ular hijau itu pun menyemburkan Racun berwarna hijau kepada Ling Feng.
Ling Feng sendiri hanya biasa saja ketika melihat racun yang keluar dari ular hijau raksasa tersebut. Semua orang yang ada di sana hanya bisa bersimpati ketika melihat itu, dan Tetua Racun pun sudah tertawa keras.
“Hahahaha...! Berbangga dirilah, karena kau bisa mati dengan seni racun terkuat ku.” Ujar Tetua Racun seraya tertawa keras, namun hanya beberapa saat saja sampai gelak tawa yang keras itu pun mendadak berhenti ketika mendengar suara yang berasal dari tempat Ling Feng berpijak.
“Pantas saja wajahmu sangat jelek, kau terlalu banyak bermain seni racun sih.” Ujar Ling Feng dengan santai melangkah keluar tanpa terlihat terluka sedikit pun. Tetua Racun yang melihat itu pun seketika terdiam dan langsung menatap kosong ke arah Ling Feng.
Terlihat ia nampak tidak percaya dengan apa yang ia lihat di depannya. Awalnya ia mengira Ling Feng hanya beruntung, karena tidak terpengaruh Racun Vitalitasinya, akan tetapi dirinya benar-benar sadar bahwa itu bukanlah keberuntungan semata.
Deggghhh...!! Deggghhh...!!
“Aku harus kabur dari sini. Bocah itu bukanlah orang yang bisa kulawan.” Ucap Tetua Racun tanpa pikir panjang langsung pergi dari sana dan melepaskan Tetua sekte gadis suci begitu saja.
“Oioioi... Kau ingin kabur seenaknya saja? Kalau kau sudah mengetahui tidak bisa mengalahkan ku...Ucap Ling Feng menggantung perkataannya dengan nada acuh tak acuh, pada saat itu juga sebuah portal pun muncul di depannya dan di satu sisi muncul juga dihadapan Tetua Racun.
Tetua Racun yang melihat itu membelakan kedua matanya, tepat ketika ia hendak menghindari portal ruang tersebut, sebuah tangan muncul dari sana dan langsung mencengkeram lehernya sangat kuat dan menariknya dengan cepat ke dalam portal ruang tersebut dan muncul kembali di hadapan Ling Feng.
“Sebaiknya kau pergi saja dari awal.” Ucap Ling Feng melanjutkan perkataan nya yang menggantung tadi. Tetua Racun sudah bergidik ketakutan ketika melihat sorot mata Ling Feng yang sangat tajam dan penuh akan niat membunuh yang sangat intens.
“T-tidak... J-jangan lakukan itu... T-tolong amp-“ Ucapan Tetua Racun yang sudah ketakutan di potong cepat oleh Ling Feng.
“Api Hitam bakar habis pengkhianat sampah ini.” Ucap Ling Feng dengan sorot mata tajam ke arah Tetua Racun.
“Tidak! Jangan lakukan itu! Akhhhhhh....!” Teriak mengenaskan Tetua Racun disertai munculnya api hitam dari telapak tangan Ling Feng dan membakar tubuh Tetua Racun hidup-hidup.
Swosssshhhhh...?!
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.