Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Sambung Pendekar


“Aku sudah memberikan pengampunan untuk nyawamu di awalnya, namun kau malah kembali datang menyinggung ku. Jadi terima konsekuensi itu.” Kata Ling Feng bangkit seraya menatap dingin jasad tanpa kepala pria besar itu.


>>>>>>______


Sekitarnya benar-benar sangat hening, bahkan semua orang menatap Ling Feng dengan pandangan berbeda sekarang, orang yang berbahaya dan sangat mengerikan itulah yang mereka pikirkan tentang Ling Feng saat ini, terlepas dari aura kultivasi nya yang tidak bisa di rasakan, hal itu hanyalah omong kosong belaka, mengingat dirinya dengan sangat mudah menghabisi kultivator di ranah kaisar dan bumi dalam sekejap mata. Hal itu membuktikan, bahwa Ling Feng menyembunyikan kekuatannya.


Sampai Ling Feng melirik satu persatu orang yang menonton, baru kemudian mereka tersadarkan kembali dan langsung mengalihkan pandangannya dari Ling Feng, lalu satu persatu orang yang menonton pun pergi dari sana.


Ling Feng sontak melirik ke arah pelayan yang tadi memperingatkan nya, dirinya lantas berjalan ke arahnya seraya memberikan sepuluh koin emas kepadanya. Tentunya hal itu membuat sang pelayan tersebut terkejut sekaligus bertanya-tanya, pasalnya ia tidak mengerti dengan maksud Ling Feng memberikan koin emas tersebut.


“Aku minta tolong kepadamu untuk membereskan kekacauan ini, dan bawa yang sekarat itu untuk di berikan pertolongan pertama.” Kata Ling Feng mengatakan maksudnya memberikan koin emas tersebut kepada sang pelayan, ia juga memberikan lima koin lagi untuk diberikan kepada toko yang baru saja ia hancurkan halaman depannya.


“Eh aku kira tuan sudah membunuh semua orangnya. Apakah tidak apa-apa memberikan pertolongan kepada kelima pengawal itu? Jika semisal mereka sudah sembuh total, aku rasa mereka semua akan mencari tuan dan membalaskan dendamnya kepada tuan, karena telah memperlakukan mereka.” Kata pelayan tersebut memberikan saran kepada Ling Feng.


“Tenang saja. Mereka tidak punya waktu untuk memikirkan hal itu, bahkan jika mereka semua sembuh total, entah mereka masih mempunyai semangat untuk hidup atau tidak.” Kata Ling Feng seraya tersenyum misterius, membuat pelayan tersebut semakin bingung, namun ia memilih untuk tidak bertanya lebih. Alasan Ling Feng berkata seperti itu adalah dirinya telah menghancurkan dantian kelima pengawal tersebut, pada saat melancarkan beberapa serangan kepada mereka.


“Kalau begitu aku minta tolong kepada mu untuk membersihkan semua ini pelayan, dan sisanya ambil saja untuk mu.” Kata Ling Feng lalu pergi dari sana dan pelayan tersebut pun melambai-lambai kepada nya. Setelah Ling Feng sudah lumayan jauh, pelayan tersebut pun mulai membersihkan kekacauan tersebut.


>>>>>>______


Ling Feng kini telah berpindah ke kedai yang cukup jauh dari tempat yang sebelumnya, ia juga memilih tempat yang meja makan nya berada di luar ruangan. Sembari memperhatikan orang-orang yang berlalu lalang, Ling Feng pun menyadari ada yang tidak beres dengan kota yang saat ini ia singgahi.


Pada saat ia sedang perjalanan mencari kedai, Ling Feng memahami sesuatu dari kota ini, perjudian merupakan salah satu ciri khas dari kota ini. Awalnya ia memang tidak memperhatikan hal itu, namun setiap ia melewati satu tempat ke tempat yang lainnya, banyak yang melakukan pertarungan semacam duel, namun duel itu bukanlah duel biasa melainkan duel dengan taruhan uang sebagai gantinya.


Pada saat ia memperhatikan orang-orang yang berlalu seraya minum arak, secara tiba-tiba terlihat sosok Hao Xiang yang tiba-tiba muncul tepat di daerah pandangan nya. Seraya melambai-lambaikan tangan nya kepada Ling Feng, remaja pria itu berlari kecil ke arahnya.


“Guru... Aku kembali.” Kata Hao Xiang memberikan salam kepada Ling Feng. Ling Feng menganggukkan kepalanya lalu meyuruh Hao Xiang untuk duduk.


“Bagaimana Xiang’er, Laohu, apakah kalian berdua mendapatkan sesuatu?” Tanya Ling Feng kepada Hao Xiang yang baru sampai itu.


“Jika itu tentang ras iblis aku masih belum menemukan nya guru, namun aku bisa mengatakan ini dengan sangat yakin, bahwa ada iblis di kota ini.” Kata Hao Xiang dengan tegas.


“Hohhhh... Menarik, bagaimana kamu bisa mengetahui, bahwa di sini ada ras iblis?” Tanya Ling Feng cukup terkejut, ketika Hao Xiang menyatakan hal tersebut.


“Aku dapat mencium baunya guru. Aku dapat mencium bau busuk aura dari ras iblis di kota ini.” Jawab Hao Xiang membuat Ling Feng mengerti dengan kemampuan Hao Xiang, yang mungkin mempunyai idera yang tajam, mengingat dirinya adalah reinkarnasi dari salah satu empat beast legendaris.


“Lalu bagaimana dengan ras iblis itu? Apakah kau sudah menemukan tempat persembunyian nya?” Tanya Ling Feng, namun ketika di tanya seperti itu, Hao Xiang menghela nafas pendek dan berkata, “Untuk itu Xiang’er minta maaf guru. Saat aku hendak mengejarnya, secara tiba-tiba bau iblis itu mendadak menghilang begitu saja, mengingat dari bau busuk nya, setidaknya iblis yang berada di kota ini adalah iblis tingkat menengah guru.” Jelas Hao Xiang.


“Oh ya guru, aku juga mendapatkan informasi menarik juga di kota ini.” Kata Hao Xiang yang membuat Ling Feng mengangkat sebelah alisnya, “Informasi menarik?” Ling Feng balik bertanya, tertarik mengetahui tentang informasi menarik yang di maksud oleh Hao Xiang. Hao Xiang tiba-tiba tertawa misterius membuat Ling Feng semakin penasaran dengannya.


“Hehehe... Sambung Pendekar guru.” Kata Hao Xiang seraya terkekeh kecil mengatakan nya.


>>>>>>______


Arena Sambung Pendekar


‘Sambung Pendekar’ adalah istilah yang diberikan untuk sebuah pertarungan bertaruh dengan uang sebagai taruhan nya. Ada peraturan tertulis dari sambung pendekar ini, karena yang akan di uji adalah seni bela diri dari seorang pendekar, maka penggunaan racun dan semacam nya adalah hal yang dilarang di Sambung Pendekar.


Lalu disinilah mereka berdua di sebuah arena bertarung Sambung Pendekar. Terlihat dari luar Arena bertarung tersebut mempunyai tiga lantai dan juga seperti sebuah kedai, namun ketika masuk ke dalam bangunan tersebut sangatlah berbeda jauh, karena di dalam bangunan tersebut ada sebuah arena tempat yang biasanya digunakan untuk melakukan sebuah pertarungan, di arena itulah Sambung Pendekar di lakukan.


Tepat ketika Ling Feng dan Hao Xiang yang masuk ke sana, teriakan riuh para penonton bergema ke seluruh ruangan.


“Woaahhh...! Menang! Aku menang taruhan lagi!”


“Akhhh...! Si ban*sat itu! Dirinya malah kalah, padahal aku sudah mempertaruhkan seluruh uang ku padanya.”


Hao Xiang yang melihat itu, terlihat sangat bersemangat, hal itu bisa sangat terlihat jelas dari kedu matanya yang sudah berbinar-binar. Pasal nya, ia tidak perlu repot-repot lagi mencari penantang, karena di Sambung Pendekar ini adalah, surga baginya yang gila akan pertarungan.


“Haihhh... Kenapa malah jadi seperti ini.” Gumam Ling Feng menghela nafas kasar.


“Oi murid nakal, kamu tidak berbohong kepada guru mengenai di sini ada petunjuk iblis, kan.” Ling Feng mengirimkan transmisi suara kepada Hao Xiang seraya menatap nya dengan pandangan yang tajam.


“Aku tidak berbohong guru, memang sebelum nya aku sempat kehilangan jejak nya, namun terakhir tempat aku kehilangan bau iblis tersebut itu di sini guru. Aku, bahkan berani bersumpah akan hal itu.” Hao Xiang membalas transmisi suara Ling Feng.


“Dasar bocah ini, baiklah, baiklah. Lakukan saja sesuka mu, namun jangan lakukan hal yang menarik perhatian, dan tekankan ini di dalam pikiran mu. Jika ingin bertarung cobalah untuk tidak menggunakan api biru mu.” Kata Ling Feng memberi pesan kepada Hao Xiang, yang jelas-jelas terlihat ingin berlari ke Arena Tempat Sambung Pendekar.


“Ah iya guru. Tenang saja, aku akan mengingat pesan mu itu.” Kata Hao Xiang lalu pergi ke tempat yang sudah menjadi incaran nya. Ling Feng sekali lagi menghela nafas pendek lalu mulai melangkah ke arah yang sama, karena memang di bangunan tersebut hanya ada satu arena pertandingan.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.