
Sosok misterius itu berhasil menahan serangan Ling Feng, namun sebagai gantinya ia terpental sangat jauh dan baru berhenti di dekat adik wali kota.
“Kughkkkk... Uhukkkk... Uhukkkk... Bocah teng*k.” Umpat dari sosok misterius itu seraya menyeka darah hitam di sisi bibirnya.
>>>>>>______
Adik wali kota ketika melihat sosok misterius, yang merupakan tuannya itu. Tidak bisa untuk bereaksi biasa-biasa saja. Sosok misterius itu tidak lemah, dan dirinya mengetahui hal itu. Awalnya ia berencana menunggu tuannya itu melemahkan Ling Feng, baru kemudian ia mengambil kesempatan untuk membunuhnya, namun pemikiran itu langsung musnah ketika melihat sosok misterius itu benar-benar di habisi oleh Ling Feng, bahkan sampai di buat babak belur.
“Benar-benar tidak terduga sama sekali. Aku pikir dirinya bisa setidaknya melemahkan pemuda itu, tapi alih-alih membuat pemuda itu melemah, dirinya malah di hajar habis-habisan.” Batin adik wali kota ketika melihat ke arah sosok misterius.
“Sial... Bocah ini benar-benar kuat, dengan diriku yang belum pulih ini, sepertinya memang mustahil untuk melawannya. Aku harus melakukan sesuatu untuk memulihkan kekuatan ku terlebih dahulu.” Batin sosok misterius itu melirik ke arah bayang-bayang pemuda di balik kepulan asap.
Sososk misterius itu pun sadar akan kehadiran adik wali kota, melihat adik dari wali kota itu, tanpa pikir panjang, ia mengangkat tangannya, membentuk sebuah segel tangan. Tepat setelah sosok misterius itu melakukan segel tangan, tubuh adik wali kota tiba-tiba merasakan sakit yang amat sangat luar biasa. Qi hitam yang mengalir di dalam tubuhnya tiba-tiba bergejolak tidak bisa tertahankan.
“T-tuan a-apa yang sedang a-Anda lakukan terhadap tubuhku.” Kata sang adik wali kota yang mengucapkannya dengan terbata-bata. Sosok misterius itu menyeringa lebar lalu berkata, “Sebenarnya aku juga tidak ingin melakukan hal ini, tapi jika kita tidak melakukan hal ini, kita berdua akan mati. Jadi, kau harus berkorban untuk menjadi sumber kekuatan ku.” Kata sosok misterius itu yang membuat sang adik wali kota membelalakkan kedua matanya tidak percaya ketika mendengar hal tersebut.
Tubuh adik dari wali kota pun seakan-akan seperti di tarik, ia melesat cepat ke arah cengkeraman tangan sosok misterius. Sontak tanpa pikir panjang, sosok misterius langsung menyerap kembali Qi hitam yang ia berikan kepada orang tersebut serta merta esensi darahnya sampai menemui ajalnya. Terlihat tubuhnya kurus kering, tanpa ada darah sedikitpun yang tersisa di sana, kedua pupil matanya telah menghilang dengan mulut yang terbuka, adik dari wali kota mati dengan sangat mengenaskan.
“Akhhhh...! Tuan! Tidak! Tidak! Hentikan itu tuan! Ini sangat menyakitkan... Akhhhhhh...!” Teriak sang adik wali kota seraya meronta berusaha untuk lepas dari cengkeraman tangan sosok misterius tapi sayangnya ia tidak bisa.
Swusssshhh.... Swusssshhh...
Klooopppp.... Swusssshhh....!
Ling Feng yang melihat itu hanya menghela nafas gusar seraya berkata, “Benar-benar sangat menjijikkan. Terlebih lagi sangat aneh, padahal kau sendiri yang memberikan darah mu kepadanya, tapi kau juga yang mengambil darah tersebut.” Kata Ling Feng seraya melihat apa yang hendak dilakukan oleh sosok misterius itu. Dirinya tidak berniat untuk mengganggu apa yang hendak dilakukan oleh sosok misterius kepada adik wali kota.
Sosok misterius itu kembali bangkit, tubuhnya memancarkan aura yang sangat gelap nan pekat, tidak sampai di sana saja. Tubuhnya bahkan mulai mengalami transformasi, jubah hitam yang menutupi seluruh wujudnya, langsung robek begitu saja, digantikan dengan transformasi tubuh dari seorang ras iblis. Iblis itu mempunyai perawakan layaknya manusia, namun yang membedakan adalah dua tanduk yang muncul di dahi dan ekor di bagian belakang tubuhnya serta mata merah darah yang merupakan ciri khas dari seorang ras iblis.
“Kekekeke... Rasanya memang tidak terlalu enak, tapi dengan ini kekuatan ku pulih sepenuhnya.” Kata iblis tersebut itu tertawa keras, yang membuat seluruh ruang bawah tanah itu bergetar hebat, hanya karena tawanya saja.
“Hahahaha bocah! Kali ini aku tidak akan kalah lagi! Kekuatan ku sudah pulih sepenuhnya sekarang. Hal yang sama tidak akan terjadi kali ini.” Kata iblis tersebut menyeringai lebar menatap Ling Feng dengan niat membunuh yang sangat luar biasa, namun tawanya tiba-tiba sirna, ketika melihat reaksi Ling Feng.
“Apa kau ini bodoh ya. Bahkan jika kekuatan mu sudah pulih sepenuhnya, kau masihlah bukan ancaman bagiku.” Kata Ling Feng dengan nada tenang, namun terdengar sangat menusuk di telinga sang iblis.
“Persetan dengan apa yang kau katakan! Matilah dan jadi nutrisiku!” Teriak sang iblis menghilang dalam sekejap. Ling Feng juga tidak tinggal diam, ia juga ikut menghilang dan pertarungan dengan kecepatan yang luar biasa cepat pun terjadi.
Boooommmm... Boooommmm...
Keduanya bertarung lebih sengit kali ini, karena kekuatan sang iblis yang memang sudah pulih sepenuhnya. Ruang bawah tanah bahkan bergetar hebat, akibat dari pertarungan keduanya. Baik itu Ling Feng ataupun sang iblis, keduanya tidak sadar, perlahan-lahan mulai menghancurkan fondasi dari ruang bawah tanah tersebut.
Jual beli serangan antara Ling Feng dan sang iblis benar-benar sangat intens. Ling Feng bahkan tanpa sadar mulai tersenyum, karena kekuatan dari sang iblis yang sudah pulih, dirinya bisa menikmati pertarungan tersebut.
>>>>>>______
Sementara itu di luar sisi kota yang lainnya
“Tapi kenapa aku tidak bisa merasakan sedikit pun aura guru ya?” Remaja tersebut lanjut bergumam seraya menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal. Kucing kecil yang awalnya memejamkan matanya, sontak membuka pelan dan berkata, “Apakah kau bodoh. Aura tuan muda itu tidak akan bisa pernah kita rasakan, kecuali tuan muda sendiri yang menunjukkannya.” Ujar dari kucing kecil itu yang ternyata bukan kucing biasa, karena bisa berbicara dengan sangat lancar. Kucing kecil itu memang bukan kucing, walaupun penampilan nya terlihat seperti kucing pada umumnya, namun jika di lihat lebih dekat kucing kecil itu adalah seekor harimau yang hanya mengubah bentuknya saja menjadi kecil.
“Hei tidak perlu berkata seperti itu kepadaku kucing pemal...” Ucapan dari remaja tersebut mendadak terhenti, ia merasakan suatu aura yang familiar dari arah kota tersebut.
“Sepertinya kau juga menyadari aura tersebut ya. Sesuatu yang menarik telah terjadi di kota tersebut.” Kata kucing kecil yang memang juga merasakan aura familiar itu.
“Ya kau benar. Insting ku berkata, jika kita tidak buru-buru, sesuatu yang menariknya akan selesai.” Kata remaja itu lalu menghilang begitu saja bersamaan dengan kucing yang berada di atas kepalanya, pergi menuju kota tersebut.
>>>>>>______
Kembali kepada Ling Feng
Booommmm... Booommmm... Kraaakkkk...?!
“Bang*at! Kau ini sebenarnya siapa bocah teng*k!” Teriak sang iblis.
“Kau tidak perlu tahu siapa aku. Kau hanya perlu tahu bahwa hidupmu tidak akan lama lagi, sudah itu saja.” Kata Ling Feng lalu kembali menerjang kepada sang iblis seraya menghunuskan pedangnya dengan sangat cepat. Sang iblis menggertakkan giginya kuat-kuat, ketika mendengar perkataan Ling Feng.
Walaupun saat ini kekuatan nya sudah pulih, ia hanya bisa bertarung seimbang dengan Ling Feng, dirinya tidak pernah sama sekali berhasil menyentuh bahkan untuk sehelai pakaian pun milik Ling Feng. Selain itu melihat Ling Feng yang begitu menikmati pertarungannya, membuat sang iblis benar-benar semakin marah.
“Oioioi... Kau ini kenapa, ayo cepat kembali serius jika tidak nyawamu benar-benar akan melayang loh.” Kata Ling Feng dengan nada mengejek.
“Bocah teng*k! Aku tidak akan kalah darimu!” Teriak sang iblis dengan kemarahan yang sangat dalam lalu kembali menyerang Ling Feng.
Booommmm... Booommmm...!
“Teknik darah iblis: Dua belas tinju darah!” Teriak sang iblis mengeluarkan dua belas pukulan yang sangat cepat.
“Hehhh... Tidak buruk, kalau begitu aku juga. Teknik Pedang Yin Yang: Tebasan Hening.” Kata Ling Feng menyarungkan pedangnya kembali sesaat, lalu kembali menghunuskannya dengan sangat cepat mengeluarkan tebasan pedang mengarah kepada serangan sang iblis.
Baaammmm.... Shringggg...?!
“Apa?! Tidak mungkin Teknik darah iblisku kalah?!” Katanya terkejut.
Sang iblis dikejutkan dengan serangannya berhasil di tebas oleh serangan Ling Feng. Tebasan pedang itu melesat sangat cepat ke arah sang iblis, belum sempat ia mengeluarkan teknik bertahannya, tebasan pedang Ling Feng sudah menembus tubuh nya terlebih dahulu.
“Pertarungan yang menyenangkan, walaupun kau tidak sekuat jendral iblis, tapi itu lumayan menghibur.” Kata Ling Feng yang membuat sang iblis pun sadar siapa sebenarnya pemuda bertopeng itu.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku