
Pengawal Guan Long terkejut melihat itu dan bersiap untuk menghindari juga, namun sayang keduanya memiliki nasib yang sama seperti tuannya.
Bughhkkkkkk
Bughhkkkkkk
Qing Xian dan Lin kecil pun terlepas dari tangan pengawal tersebut dan dengan sigap Ling Feng menangkap keduanya. "Apakah kalian tidak apa-apa?" Tanya Ling Feng. Qing Xian menggelengkan kepalanya berkata, "Aku tidak apa-apa, tapi…" Qing Xian lantas menengok Lin kecil yang masih gemetaran seluruh tubuhnya. Ia melihat keadaan Lin kecil dengan sangat cemas saat ini.
Ling Feng yang melihat itu lalu berkata, "Menjauhlah dari sini, dan cobalah untuk menenangkan Lin'er." Kata Ling Feng memberikan Lin kecil kepada Qing Xian sembari memberikan botol pil yang digenggam Guan Long tadi.
Qing Xian yang mendengar itu menganggukkan kepalanya pergi menjauh dari sana, ia juga sempat mengkonsumsi satu buah pil penawar yang tadi ditunjukkan Guan Long kepadanya. Lin kecil masih bergetar seluruh tubuh sembari menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya. Ia benar-benar terlihat sangat ketakutan kala itu, Qing Xian yang melihat itu semakin cemas sembari mendekap erat Lin kecil kedalam pelukannya.
"Tidak apa-apa Lin'er yang cantik kakak disini, sekarang sudah tidak apa-apa kakak tidak akan meninggalkan mu lagi. Tenanglah Lin'er sayang.." Kata Qing Xian sembari mendekap erat Lin kecil kedalam pelukannya sembari mengelus-elus bagian kepalanya menenangkan Lin kecil.
Qing Xian berlari cepat mencari tempat untuk bersembunyi. Ia tidak ingin menjadi beban nantinya jika berdiam diri disana, alhasil ia menuruti apa yang dikatakan Ling Feng untuk bersembunyi. "Tenang saja Feng sangat kuat. Aku yakin Guan Long bukanlah lawan yang sulit baginya." Batin Qing Xian.
Kembali ke Ling Feng
Ling Feng menatap kepergian Qing Xian dan Lin kecil yang sedang mencari tempat bersembunyi saat ini. "Tidak kusangka kau akan menemukan diriku secepat ini. Padahal awalnya aku mengira bisa pergi dengan mudah." Kata Guan Long keluar dari kepulan debu.
"Ya mungkin jika kau tidak melakukan apa-apa kepada anak kecil itu saat ini aku sudah kehilangan jejak mu. Tapi, aku sangat berterima kasih kepadamu karena aku jadi mempunyai lebih banyak alasan mengapa harus Membunuh sampah seperti mu." Kata Ling Feng menatap tajam Guan Long.
"Hehhhhh kau sangat percaya dirinya bahwa bisa membunuhku ya, Tapi…" Perkataan Gua Long terhenti, dirinya langsung menggunakan elemen apinya menutupi pandangan Ling Feng. Ia menghilang atau lebih tepatnya berlari sembari berusaha mengecoh Ling Feng saat itu. Ling Feng sendiri masih tidak bergeming membiarkan Guan Long melakukan triknya sesuka dirinya.
Shringgggggg
"Kau hanyalah pemuda sampah tanpa aura dan hanya unggul dalam hal fisik, tidak sebanding dengan ku yang sudah mencapai ranah Mahaguru." Kata Guan Long menyeringai. Namun sedetik kemudian ia terkejut. "Aku tidak bisa menarik pedang ku." Batin Guan Long ia lantas menatap kedalam pusaran api tersebut yang mana Ling Feng masih berdiri tangguh.
"Hehhhhh ranah Mahaguru, kah…Jika hanya kau sendiri saja tidak akan cukup." Kata Ling Feng sembari berjalan santai menembus keluar dari pusaran api yang dibuat oleh Guan Long. Ling Feng mendorong Guan Long kebelakang hanya dengan menggunakan kekuatan fisiknya saja.
"Cihhhhh kalau memang tidak bisa seperti ini bagaimana dengan yang ini." Kata Guan Long. menyerang langsung Ling Feng mengarahkan telapak tangannya tepat didepan wajah Ling Feng.
Namun melihat Ling Feng tidak bergeming sama sekali membuatnya semakin marah saat itu juga, karena merasa diremehkan oleh Ling Feng. "Makan ini rakyat jelata! Tinju Api surgawi." Teriak Guan Long mengeluarkan tekniknya.
Booooommmm
"Cihhhhh padahal aku ingin menyiksanya terlebih dahulu. Tapi ia sudah langsung mati tanpa jasad terkena teknik ku. Seorang sampah tetaplah sampah berani-beraninya seekor semut ingin memakan daging angsa." Guan Long berkata sinis. Namun sedetik kemudian ia membelalakkan matanya melihat kepulan debu atau lebih tepatnya Ling Feng yang masih berdiri tidak bergeming sama sekali walaupun setelah terkena teknik terkuatnya.
"Inikah teknik bertarung terkuat mu? Kalau memang iya sungguh sangat membuang-buang waktu ku saja. Padahal kukira orang yang terlahir dari darah bangsawan akan sangat kuat, ternyata semut pun lebih kuat darimu." Kata Ling Feng sinis dengan nada acuh tak acuh.
Guan Long terkejut bukan main, "Setebal apa kulit orang ini teknik terkuat ku masih tidak bisa menembusnya." Batin Guan Long sedikit gentar melihat Ling Feng tidak terluka sama sekali. "Jangan memperlihatkan wajah terkejut seperti itu, bahkan aku belum serius sama sekali sampai detik ini." Kata Ling Feng acuh tak acuh.
"Orang itu sengaja menyembunyikan kultivasinya tuan muda anda jangan mendekatinya, dia sangat berbahaya aku sendiri saja tidak yakin bisa membunuhnya saat ini." Kata salah satu pengawal yang mengikuti Guan Long.
"Kalau kau berkata seperti itu, maka dia memang benar-benar kuat ya." Kata Guan Long kepada pengawalnya itu. Sang pengawal menganggukan kepalanya berkata, "Ya dia sangat kuat, terlihat dari kekuatan yang ia tampilkan kemungkinan besar ia sudah mencapai setengah langkah menuju ranah kaisar." Kata pengawalnya. Guan Long yang mendengar itu menelan salivanya kasar lalu berkata.
"Apa kalian berdua bisa membunuhnya?" Tanya Guan Long serius. "Jika hanya aku sendiri mungkin itu mustahil, tapi berbeda cerita jika kami menyerangnya bersama." Kata pengawal tersebut percaya diri. Guan Long lalu berkata kembali. "Jadi kalian berdua bisa membunuhnya?" Tanya Guan Long.
"Bukan hanya bisa, tapi kami pasti membunuhnya." Bukan pengawal itu yang menjawabnya, melainkan pengawalnya yang satu lagi. "Kombinasi kami tidak akan terkalahkan, bahkan jika Ranah Kaisar bintang 1 bisa kami bunuh dengan mudah menggunakan kombinasi kami." Kata pengawal tersebut.
Guan Long yang mendengar itu tersenyum sinis lalu menatap tajam Ling Feng yang juga menatapnya bosan dan berkata. "Maka bunuh bajin*an itu! lalu mulai mencari Qing Xian dan anak itu." Perintah Guan Long kepada kedua pengawalnya
"Siap laksanakan tuan muda." Jawab kedua pengawal itu langsung melesat ke Ling Feng. Ling Feng sendiri hanya menatap acuh tak acuh keduanya dan berkata, "Sudah selesai diskusinya? Lalu tuan muda sampah kalian memilih tidak ikut menyerang? Sayang sekali padahal Jika dirinya ikut, mungkin peluang menang kalian akan sedikit meningkat loh." Kata Ling Feng.
"Bocah sikap mu cukup arogan juga. Maka aku tidak akan segan-segan membunuh mu." Kata salah satu pengawal langsung menyerang Ling Feng diikuti oleh satu pengawal lagi dari arah yang berlawanan.
Shringgggggg
Serangan kedua pengawal tersebut hanya Mengenai angin saja, Karena Ling Feng menghilang dari sana. "Memangnya kenapa kalau semisal aku berkata dengan nada arogan? apakah itu jadi masalah buat kalian?" Ling Feng muncul tiba-tiba berjalan santai mendekati keduanya.
"Kecepatan yang mengerikan aku tidak melihatnya berpindah sama sekali." Batin kedua pengawal tersebut menggenggam erat senjata masing-masing. Sekali lagi Ling Feng menghilang dari hadapan mereka membuat kedua membelalakkan matanya pada saat mereka menoleh kebelakang…
**Bughhkkkkkk
Bughhkkkkkk**
"Memangnya kenapa jika aku bersikap arogan? Jika kau kuat, melakukan apapun yang kau mau bukanlah hal yang menjadi mustahil." Kata Ling Feng setelah meninju dan menendang kedua orang tersebut.
>>>>> Bersambung