
"Teknik Halilintar Langit: Tebasan Kilat Petir." Kata Qing Xian Dalam sekejap melesat sangat cepat menebas Qing Shuang.
Shringgggggg
Ctarrrrrrrzzzz
Beberapa detik kemudian tubuh Qing Shuang langsung merasakan efek bagaikan tersambar petir kesengsaraan. "Akhhhhhhhhhhhhhhh!" Teriakan Qing Shuang selama beberapa detik lalu kemudian efek dari tebasan pedang Qing Xian pun selesai dan ia langsung terjatuh menghadap langit sesekali terlihat tubuhnya bergetar karena kejutan petir dari teknik berpedang Qing Xian.
Qing Lao yang melihat itu terdiam membisu. Ia benar-benar tidak menyangka bahwa Qing Xian sang adik mampu mengeksekusi teknik berpedang sedahsyat itu. "Sebenarnya apa yang telah terjadi dengannya selama beberapa hari ini? Sekuat apa sebenarnya Xian'er saat ini." Batin Qing Lao sembari menatap Qing Xian yang masih tidak bergeming dari posisi kuda-kuda berpedangnya.
Tidak lama kemudian tubuh Qing Xian pun seketika ambruk dan batuk darah sesekali. Qing Lao yang melihat itu terkejut. Lalu berusaha untuk menghampiri saudarinya, namun dirinya saat ini benar-benar lumpuh tidak bisa bergerak sama sekali.
Qing Xian benar-benar babak belur setelah menggunakan teknik berpedang tersebut. Bukan hanya memaksakan dirinya saja, ia juga terkena efek balik dari teknik berpedang tersebut yaitu, terkena luka dalam karena memaksakan menggunakannya.
"Sial bergeraklah kakiku…" Batin Qing Lao berusaha menggerakkan tubuhnya, namun tidak bisa sama sekali. Karena selain efek dari Qi Iblis, tenaga yang ia miliki benar-benar tidak tersisa sama sekali. Melihatnya masih sadar saja merupakan sebuah keberuntungan yang ia dapatkan saat ini.
"Setidaknya pengkhianat itu sudah tidak sadarkan lagi Xian'er pun tidak ak-" Qing Lao berhenti membatin. Ia lantas menoleh ke arah Qing Shuang yang ternyata mengeluarkan aura lalu tidak lama kemudian ia perlahan tapi pasti dirinya bangkit dan mulai berdiri kembali.
"Kau bercanda, kan…Setelah terkena serangan seperti itu dirinya masih mampu untuk bangkit kembali?! Sepertinya dikarenakan ranah kultivasinya Qing Xian memang terlalu lemah, alhasil membuat keefektifan teknik dahsyat itu berkurang yang membuatnya terluka parah saja." Batin Qing Lao menggertakkan giginya.
"Ughhkkk…Dasar Lac*r sia*an! Sekilas aku merasakan detik-detik kematian tadi jikalau aku terlambat saja sedikit lagi melapisi tubuhku dengan menggunakan qi." Kata Qing Shuang yang bersusah payang bangkit untuk bisa berdiri.
Seluruh tubuhnya masih terasa kesemutan. Bahkan ia merasakan beberapa saraf ada yang terganggu setelah terkena teknik Qing Xian tadi. Qing Shuang lantas mengalihkan pandangannya ke Qing Xian yang tergeletak tidak sadarkan diri. "Sepertinya ia memaksakan diri menggunakan teknik berpedang itu dan saat ini terkena efek baliknya." Batin Qing Shuang.
Dirinya memungut kembali pedang yang tidak jauh dari tempat ia jatuh tadi lalu berjalan perlahan mendekati Qing Xian. Qing Lao yang melihat itu ingin menghalangi, namun apalah daya. Qing Shuang yang menyadari Qing Lao ingin menghalanginya lagi, hanya mengacuhkannya saja dan fokus bergerak kepada Qing Xian.
"Menyakitkan bukan…Ketika melihat orang yang kau sayangi mati tepat didepan matamu sendiri." Kata Qing Shuang terkekeh. Qing Lao yang mendengar itu menggertakkan giginya kuat-kuat. "Kau tau kenapa dirimu tidak bisa menyelamatkan adik tercinta mu?" Kata Qing Shuang. Lalu ia berkata kembali. "Karena kau lemah." Kata Qing Shuang. Qing Lao yang mendengar itu membelalakkan matanya. Terdiam dirinya perkataan yang dilontarkan Qin Shuang.
Apa yang dikatakan Qing Shuang membuatnya merenungkan dirinya sendiri. "Lemah. Karena aku lemah, semua orang menjadi menderita. Karena aku lemah, ayah dan Xian'er menjadi seperti ini. Karena aku lemah, melindungi diri sendiri saja tidak mampu. Lemah, lemah, lem-." Terngiang semua perkataan di pikiran Qing Lao.
"Tidak! Jangan lakukan itu!" Teriak Qing Lao dengan suara parau nya. Qing Shuang yang tidak peduli tetap menghunuskan pedangnya ke arah kepala Xian'er. Qing Shuang sudah tersenyum lebar, akan tetapi tiba-tiba terjadi sesuatu yang tidak terduga.
Pada saat pedang yang di hunuskan ke arah Qing Xian, tiba-tiba pedang tersebut langsung terpental ketika hampir mengenai kepala Qing Xian.
Thinggggggg
"A-apa bagaimana bisa?!" Kata Qing Shuang tidak terima akan hal itu. Sampai ada orang yang menimpali perkataannya. "Mengapa tidak bisa?" Bisik To Mu dibelakang Qing Shuang yang membuat Qing Shuang terkejut setengah mati ketika mendengar suara itu.
"Whoaah Nona Xian boleh juga sampai-sampai bisa melukai diri mu separah ini. Sepertinya Feng'er pernah melatihnya sampai mati-matian." Kata To Mu sembari memperhatikan tubuh Qing Shuang yang memang terkena luka parah baik luka luar maupun luka dalam.
"K-kau b-bagaimana bisa ada disini? D-dimana iblis tanpa wujud?" Tanya Qing Shuang terbata-bata. Mendengar itu To Mu menjawabnya tanpa beban. "Hanya iblis tingkat rendah memangnya mampu menahan ku." Kata To Mu tanpa beban. Membuat Qing Shuang terdiam membisu mendengar itu.
"Sebenarnya jika kalian berdua menyatu tadi mungkin akan membuat ku mengeluarkan satu persen kekuatan ku dan mungkin akan sangat menarik, namun dikarenakan aku ingin melihat potensi dari Kekasih tuan muda ku…Jadi mau tidak mau aku harus mengalah akan hal itu." Jelas To Mu yang menjawab semua pertanyaan Qing Shuang dalam benak hatinya.
"Baiklah karena tugas mu telah selesai. Aku ucapkan terima kasih dan selama tinggal." Lanjutnya berkata tanpa beban. Mendengar hal itu Qing Shuang terkejut dan ingin bergerak, akan tetapi sebelum bergerak tiba-tiba dunianya berputar-putar.
To Mu hanya menatap Qing Shuang dengan senyuman dan pada saat itu tubuh Qing Shuang yang telah terpisah dengan kepalanya mengeluarkan darah yang mengalir deras. Qing Shuang mati dengan kepala terpisah dari tubuhnya.
Seketika aura tidak mengenakkan yang mengelilingi kediaman Qing perlahan mulai menghilang. Qing Lao juga tidak merasakan sakit lagi dan bisa bergerak dengan normal lagi sekarang. Tanpa basa-basi ia langsung bergegas pergi ke arah Qing Xian yang sedang terbaring disana.
"Xian'er…Xian'er…" Panggil Qing Lao sembari menepuk-nepuk pelan pipi Qing Xian. "Tenang saja. Nona Xian hanya kehabisan Qi dan terkena sedikit luka dalam. Dengan membiarkannya beristirahat satu hari penuh ia akan kembali normal lagi." Kata To Mu membuat Qing Lao sedikit lega.
"Lalu tentang orang yang terkena serangan Qing Shuang dan iblis itu bagaimana tuan mu?" Tanya Qing Lao khawatir. "Hal itu pun tidak perlu khawatir. Mereka hanya kehabisan Qi saja. Alhasil tidak membahayakan nyawanya." Jawab To Mu. Mendengar hal itu Qing Lao bisa bernafas lega.
To Mu yang sudah menjelaskan itu lalu keluar dari ruangan pertemuan itu. Ketika ia sudah di luar terlihatlah Sosok pria lainnya. "Bagaimana kak?" Tanya Sosok pria itu yang tidak lain adalah Pang Lang. "Sudah selesai." Kata To Mu singkat lalu pergi dari sana.
>>>>>> Bersambung