Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Duel Penentuan Taruhan


"Permintaan apa paman?" Tanya Ling Feng. Long Tian menelan habis makanannya lalu menatap serius dan berkata. "Aku ingin kau menjadi saksi tentang sumpah saudara ini." Kata Long Tian serius. Ling Feng yang mendengar itu tersenyum. "Baiklah jika itu kemauan paman." Kata Ling Feng ia lalu menjentikkan jarinya dan muncullah seseorang yang tidak lain adalah To Mu.


"To Mu menghadap kepada tuan muda." Ucap To Mu memberi salam kepada Ling Feng. "Lama tidak berjumpa paman sebenarnya bukan aku yang memanggil Paman, tetapi Paman Tian yang memintanya." Kata Ling Feng. To Mu lalu melirik Long Tian yang menatap dirinya serius.


"Jadi begitu ya, sepertinya Naga tua itu sudah memberitahu Anda tentang sumpah saudara." Ucap To Mu. "Sepertinya hal ini telah direncanakan dalam waktu yang sangat lama." Kata Ling Feng. Hao Xiang yang mendengar itu langsung menimbrung. "Pantas saja waktu itu Paman Tian dan Paman Mu bertarung beberapa kali, sepertinya membahas terkait tentang sumpah saudara ini ya." Ceplos Hao Xiang. Long Tian dan To Mu langsung sedikit merinding ketika Hao Xiang berkata seperti itu.


"Hehhhhh begitukah Hao'er, memangnya sebesar apa pertarungannya kala itu?" Tanya Ling Feng. "Kalau tidak salah tanah disekitar Gua dan kolam waktu ada beberapa kawah cukup dalam." Ucap Hao Xiang sembari berusaha mengingat. "Ohhh iya waktu itu G-" Perkataan Hao Xiang terhenti karena Long Tian langsung menutup mulut bocah itu.


"Ah itu Feng'er paman bisa jelaskan, waktu kami bertengkar kecil untuk menentukan siapa pengikut pertama, ya kau tau sendiri tempramen orang aneh itu kan, alhasil kami sedikit bertengkar mengenai hal itu." Kata Long Tian. To Mu yang mendengar itu langsung membantah, "Apa-apaan itu?! bukankah kau yang bersikap kekanak-kanakan, karena tidak terima waktu itu dan langsung memukul ku duluan." Bantah To Mu.


Ling Feng dan Pang Lang sama-sama membatin dalam hati mereka, "Ehhh bukankah ia juga bersikap kekanak-kanakan." Batin kedua orang tersebut melihat To Mu yang tidak sadar bahwa dirinya juga bersikap kekanak-kanakan.


Jadilah kedua orang tersebut saling tuduh menuduh dan beradu mulut. Ling Feng yang melihat itu menggelengkan kepalanya tidak tau lagi harus berbuat apa untuk melerainya. Ling Laohu yang awalnya hanya memperhatikan kini menjadi tertarik. "Jika kalian berdua masih tidak ada yang mau mengalah, lebih baik aku saja yang menjadi kakak pertama. Toh, tuan muda juga setuju, kan." Ucap Ling Laohu. Membuat Long Tian dan To Mu yang beradu mulut langsung menatapnya tajam.


Ling Feng yang mendengar itu menganggukkan kepalanya pertanda ia setuju. Long Tian yang mendengar itu langsung berkata dengan raut wajah melas, "Ehhhhh jangan seperti itu Feng'er…Kau tidak adil dengan paman tampan mu ini, masa pengikut nomor satu harus menjadi nomor empat, apa kata dunia nantinya." Ucap Long Tian dengan nada memelas. To Mu yang melihat sikap memelas Long Tian tidak menyangka bahwa ia bisa bersikap seperti itu.


"Ahhhh baiklah aku mengalah, aku serahkan posisi kakak pertama kepada mu. Aku tidak mau bertingkah kekanak-kanakan lagi seperti tadi." Ucap To Mu mengalah. Ling Feng, Ling Laohu, dan Pang Lang mendengar itu sama-sama membatin dalam benak hati mereka. "Eh dia sadar toh, bahwa tingkahnya kekanak-kanakan." Batin mereka bertiga.


"Tapi jangan salah paham, aku menyerahkan posisi kakak pertama bukan karena lemah, aku hanya tidak ingin membuat tuan muda tertekan saja melihat tingkah mu yang kekanak-kanakan." Kata To Mu. Long Tian yang mendengar itu hanya mencibir saja.


"Cihhhhh, tingkah mu lebih kekanak-kanakan daripada diriku orang aneh." Cibir Long Tian. "Diam, aku tidak ingin mendapatkan komentar seperti itu dari orang seperti mu." Sergah To Mu. Ling Feng pun akhirnya memutuskan untuk melerai mereka berdua, karena jika tidak seperti itu tidak akan pernah selesai.


"Baiklah sudah cukup kalian berdua, jika Paman Lang tidak bergegas menyiapkan Formasi kedap suara, mungkin kita sudah menjadi pusat perhatian saat ini. Oleh karena itu hentikan kalian berdua." Kata Ling Feng dengan raut wajah serius. Long Tian dan To Mu akhirnya terdiam tidak lagi berbicara diantara keduanya.


"Keren, walau mereka sering bertengkar, kadang kala mereka bisa serasi seperti itu. Berapa lama waktu yang mereka habiskan bersama-sama hingga bisa sekompak itu." Batin Pang Lang takjub.


Ling Feng tersenyum lalu berkata singkat. "Duel. Kalian berdua bisa duel untuk menentukan siapa yang berhak menjadi kakak pertama. Bagaimana dengan hal itu?" Kata Ling Feng. Long Tian dan To Mu sama-sama menyeringai.


"Mari lakukan memang inilah cara yang tepat untuk mengetahuinya." Ucap Long Tian setuju. "Tentu kenapa tidak." Ucap To Mu yang juga setuju. Ling Feng berkata kembali, "Namun ada satu syarat. Kalian berdua tidak boleh menggunakan kekuatan penuh kalian. Kalian hanya boleh menggunakan setengah dari seratus persen kekuatan kalian bagaimana." Kata Ling Feng. Ia lalu melirik Ling Laohu dan Pang Lang.


"Apakah kalian ingin ikut serta juga, kalian juga bisa mendapatkan gelar kakak pertama juga jika kalian menang nantinya." Ucap Ling Feng kepada Ling Laohu dan Pang Lang. Mendengar hal itu, Pang Lang dengan cepat berkata.


"Ah itu tidak perlu tuan muda. aAku menjadi si bungsu juga tidak apa-apa." Ucap Pang Lang langsung menyerah. "Aku terlalu malas meladeni kedua orang idiot itu, ditambah aku belum pulih benar. Jadi aku pasrah berada di posisi ketiga." Kata Ling Laohu. Ling Feng yang mendengar itu menganggukkan kepalanya.


"Baiklah untuk pertarungannya, akan diadakan besok untuk masalah tempat aku yang putuskan nantinya." Ucap Ling Feng. Long Tian dan To Mu menganggukkan kepalanya masing-masing menerima persyaratan tersebut.


"Jika sudah tidak ada, maka kita bubar terlebih dahulu. Lalu kalian bebas beristirahat, atau melakukan kegiatan apapun. Aku juga ingin mencari angin segar dan sedikit merilekskan tubuh dan juga pikiran." Ucap Ling Feng.


"Hao'er ingin jalan-jalan ke kota." Kata Hao Xiang langsung bangkit dan pergi dengan Ling Laohu yang bertengger dikepalanya. "Aku ingin mencari tempat yang cocok untuk minum-minuman." Kata Long Tian bangkit pergi entah kemana. "Kalau begitu aku pamit kembali ke dunia jiwa dulu Feng'er." Kata To Mu yang langsung izin kembali ke dunia jiwa.


Ling Feng awalnya meminta To Mu untuk beristirahat sekedar bersenang-senang sebentar, namun ia menolak dan berkata lebih nyaman berada di dunia jiwa. Ling Feng tidak bisa mencegah hal itu dan membiarkannya saja.


"Jadi Paman Lang apakah masih ada yang ingin dibicarakan dengan ku?" Tanya Ling Feng. "Sebenarnya saya tidak terbiasa dengan kebebasan ini. Maka bolehkah saya mengikuti kemana tuan muda pergi saja." Kata Pang Lang. Ling Feng yang mendengar itu segan untuk menolaknya pada akhirnya berkata, "Baiklah. Paman boleh mengikuti ku, tapi jangan berjalan dibelakang ku akan tetapi disamping ku." Kata Ling Feng dengan nada tidak suka ditolak.


>>>>>> Bersambung