Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Su Lan


Kediaman Walikota Anyi


Terlihat sebuah ruangan dengan dokumen-dokumen yang tertata menjadi bukit di atas sebuah meja besar. Bahkan orang yang sedang duduk melihat-lihat dokumen tersebut tidak tertarik untuk melihatnya apalagi membacanya.


"Salam Walikota." Ucap seseorang berpakaian tertutup seperti assassin muncul memberi hormat kepada orang didepan meja yang tidak lain adalah Walikota Anyi.


"Apakah sudah ada perubahan dengan kediaman He?" Tanya walikota kepada mata-mata yang ia kirim untuk mengawasi kediaman He.


Assassin tersebut menganggukkan kepalanya lalu berkata, "Formasi yang mengelilingi kediaman He sudah hilang walikota." Ucap mata-mata tersebut memberikan informasi. Mendengar hal itu Walikota memperbaiki posisi duduknya kembali berkata.


"Seberapa parah kerusakan kediaman He." Tanya Walikota. Mata-mata tersebut langsung menjawab tanpa beban, "Kediaman He hampir runtuh walikota. Bahkan banyak yang tersisa fondasinya saja." Kata mata-mata tersebut.


"Lalu untuk orang yang membantai habis keluarga He sudah hilang entah kemana, kami sudah mencoba mengikuti jejak qi nya, namun orang ini bak ditelan bumi hilang begitu saja Walikota." Kata mata-mata itu lagi. Mendengar hal itu Walikota tersebut hanya menghela nafas saja.


"Kerjaan ku sepertinya akan padat beberapa hari kedepannya." Keluh walikota lalu bangkit berjalan mendekati jendela menatap langit-langit dari sana.


"Siapa orang itu, menghabiskan satu keluarga bangsawan hanya dalam waktu sesingkat ini. Aku tidak menyangka akan ada monster seperti itu di kota ku." Gumam Walikota Anyi memandang langit-langit.


Kediaman Qing


Terlihat seorang wanita dengan paras yang rupawan sedang mengambil sikap lotus di sebuah ruangan tertutup. Saat sedang berkultivasi tiba-tiba ia membuka kedua matanya menambah kesan rupawan wanita tersebut.


"Formasi di kediaman He sudah menghilang yang berarti pemuda itu sudah selesai. Tidak kusangka akan sesingkat ini, Pemuda bermarga Ling ini sepertinya memang bukan orang biasa." Perkataan yang keluar dari mulut wanita tersebut, lalu tidak lama kemudian ia menutup kembali kedua matanya masuk kedalam meditasinya kembali


Kembali Ke Ling Feng


Mendengar apa yang dikatakan oleh Ling Feng, Long Tian hanya tersenyum lalu berkata, "Apapun pilihanmu kau harus ikuti apa kata hatimu. Aku yakin kau lebih memahami hal itu." Kata Long Tian sembari menepuk-nepuk pundak Ling Feng.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Long Tian, Ling Feng terkekeh lalu melepas penutup wajahnya.


"Mengikuti apa kata hatikah…Dulu ibu juga sering berkata seperti itu." Kata Ling Feng sembari memandang langit-langit entah apa yang ada dipikirannya saat ini. Long Tian yang mendengar itu hanya menggelengkan kepala saja lalu memilih berbaring di sampingnya ikut menatap langit-langit dengan posisi berbaring.


"Mungkin untuk sekarang aku ingin mengikuti turnamen nanti. Entah mengapa aku merasa jika tidak mengikuti turnamen itu, aku akan mengalami kerugian besar." Ucap Ling Feng tiba-tiba. Long Tian yang mendengar itu hanya tersenyum lalu menimpalinya, "Lakukan sesukamu Feng'er." Timpal Long Tian mengiyakan saja.


"Aku akan kekota setelah anak-anak tersebut membersihkan tubuhnya. Jika kau dan anakmu ingin duluan maka silahkan saja. Namun aku sarankan untuk ikut bersama kami menuju kota." Ucap Ling Feng. Mendengar hal itu wanita tersebut hanya menghela nafas dan menunggu sampai Ling Feng memutuskan untuk ke kota.


Walaupun yang Long Tian katakan itu dekat, namun dekat yang ia maksud adalah menembus jalur hutan. Sedangkan apabila melalui jalur hutan tentunya tidak akan mudah dan perjalanan pasti akan berbahaya.


"Memangnya kami mempunyai pilihan lain selain itu." Kata wanita tersebut sembari terkekeh. Ling Feng yang mendengar itu hanya mengangkat bahunya lalu mengalihkan pandangannya ke anak kecil yang selalu menempel pada ibunya ini.


Merasa dirinya ditatap oleh Ling Feng, anak kecil tersebut memilih untuk bersembunyi dibelakang ibunya. Melihat tingkah anaknya itu, sang ibu tersebut hanya tersenyum melihat tingkah anaknya yang malu-malu.


Melihat tingkah anak kecil tersebut, Ling Feng langsung berkata.


"Bocah siapa namamu." Tanya Ling Feng kepada anak kecil yang selalu bersembunyi dibelakang ibunya. Anak kecil tersebut yang ditanya seperti itu hanya mendongakan kepalanya menatap sang ibu. Sang ibu melihat tatapan anaknya hanya tersenyum mengangguk kepalanya.


"Su Lan. Namaku Su Lan paman." Ucap anak kecil tersebut memperkenalkan namanya membuat Long Tian langsung menutup mulutnya, dan ibu dari Su Lan terkejut dengan apa yang dikatakan anaknya.


Ling Feng yang mendengar dirinya dipanggil paman, tidak menyangka akan dipanggil seperti itu oleh seorang anak kecil.


"Paman, setua itukah aku sampai dipanggil paman." Batin Ling Feng dalam hatinya melesat mulus anak panah mengenai hatinya ketika mendengar panggilan dari bocah tersebut.


"Lan'er tidak boleh seperti itu, bagaimana pun tuan muda yang dihadapan mu adalah orang yang menyelamatkan ibu jangan bertingkah tidak sopan. Bukankah ibu sudah mengajarimu untuk bersikap sopan kepada orang yang berbuat baik terhadap kita. Cepat minta maaf kepada tuan muda." Omel Ibu dari Su Lan.


Mendapatkan Omelan dari sang Ibu Su Lan hanya bisa menundukkan kepalanya tidak berani membantah dan menuruti kemauan dari sang ibu. "Maafkan aku tuan muda." Ucap Su Lan meminta maaf. Mendengar hal itu Ling Feng sedikit mengingatkan dirinya ketika melihat Su Lan yang di marahi sang Ibu sama persis dengan dirinya ketika dimarahi oleh sang Ibu.


"Tidak apa-apa." Ucap Ling Feng, walaupun hanya beberapa kata saja, terdapat nada sedih dari beberapa kata tersebut, dan hal itu disadari oleh Long Tian ketika Ling Feng berkata tersebut. Namun, dirinya dikejutkan oleh sesuatu.


"Tidak perlu bersedih kakak, aku yakin mereka sudah tenang di atas sana." Ucap tiba-tiba Su Lan Membuat terkejut semua orang disana. Ling Feng yang mendengar itu sangat terkejut dengan Perkataan yang dikeluarkan oleh Su Lan.


"Bocah jangan bilang kau…" Ling Feng terkejut, bahkan ia tidak bisa menahan ekspresi terkejut diwajahnya, jika menggunakan penutup wajah mungkin masih bisa disembunyikan, namun ia sedang tidak menggunakan saat ini. Bukan hanya Ling Feng saja, Long Tian dan sang Ibu juga terkejut mendengar hal itu.


Su Lan hanya bersikap seperti biasa tidak terkejut dan kembali berkata, "Kakak tidak perlu bersedih lagi, aku yakin orang tua kakak sudah tenang melihat kakak saat ini." Ucap Su Lan kembali membuat Ling Feng terbungkam tidak bisa mengatakan apapun.


>>>>>> Bersambung