Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Kau Yakin?


Suasana arena sepi sejenak ketika pemuda tersebut berkata seperti itu. Ling Feng sendiri masih terdiam ingin melihat lebih jauh apa yang akan dilakukan oleh pemuda bertudung itu.


Sedangkan sang pemuda bertudung tersebut langsung berkata, "Inikah orang yang rumornya salah satu jenius yang ahli dalam menyuling pil? Melihatnya saja aku sudah tidak tahan. Dengan kemampuan seperti itu bahkan tidak akan bisa memuaskan ku." Kata pemuda bertudung itu seringai meremehkan tercetak diwajahnya. Wajahnya tidak terlihat, karena ditutup oleh tudungnya, yang terlihat hanyalah mulutnya saja.


"Kau terlalu banyak omong kosong, jika kau memang ahli maka tunjukkan hasil penyulingan pil mu daripada harus berbicara omong kosong seperti itu." Ucap tuan muda paviliun yang masih terengah-engah, karena menggunakan kekuatan jiwanya terlalu berlebihan. Mendengar apa yang dikatakan seketika para penonton langsung riuh kembali.


"Benar itu…Jangan hanya bicara omong kosong seperti itu saja. Kalau kau memang bisa maka buktikan sekarang juga."


"Benar…Lakukan sekarang juga jangan kau memang mempunyai pencapaian seperti itu."


Masih banyak lagi para penonton yang berteriak seperti itu. Pemuda bertudung itu diam sementara dan tiba-tiba ia kembali menyeringai lalu berkata.


"Maka akan kutunjukan apa itu jenius sebenarnya." Ucap pemuda bertudung itu dengan nada angkuhnya. Seluruh penonton langsung bersorak tidak terima dengan perkataan, karena merasa pemuda tersebut hanyalah omong kosong saja.


Sedangkan Ling Feng hanya diam saja, ia tidak melihat tanda-tanda bahwa pemuda itu berbohong. Ia yakin pemuda bertudung itu masih menyimpan kartu as nya sampai saat ini.


Pemuda bertudung itu menghembuskan nafas panjang lalu seketika langsung menggerakkan tubuhnya. Sama seperti tuan muda paviliun obat, ia tidak menggunakan tungku pil sebagai wadahnya. Seluruh pasang mata langsung terdiam ketika pemuda tersebut menyuling pil. Bahkan tuan muda paviliun obat juga terdiam melihat penyulingan pil pemuda bertudung itu.


Pemuda bertudung itu mengalihkan pandangannya menatap tuan muda paviliun obat yang terdiam tidak bisa berkata, ia lantas berkata dengan nada remeh.


"Jangan kau kira hanya kau saja yang mempunyai api abadi, kalau kau bisa maka aku juga bisa." Ucapnya dengan nada remeh. Ia langsung melemparkan semua bahan-bahan pil dan dengan kekuatan jiwanya mengendalikan api abadi berwarna hijau tua.


"Bakar semuanya." Ucap pemuda bertudung itu. Seketika bahan-bahan yang ia lempar mengambang di atas Membuat semua pasang mata terdiam ketika melihat gerakan penyulingan pil yang seperti itu. Mereka tidak menduga, pemuda yang mereka kira hanya bicara omong kosong saja mempunyai kemampuan penyulingan pil yang seperti itu.


Biasanya jika ingin melakukan penyulingan pil, bahan-bahan yang akan dibakar tidak bisa dimasukkan kedalam sekaligus, karena setiap bahan penyulingan pil mempunyai suhu yang berbeda. Jika ada yang bisa membakarnya sekaligus, maka bisa disebutkan bahwa orang tersebut berada dilevel yang berbeda dan tuan muda paviliun obat mengetahui hal itu.


Sebatang dupa telah berlalu, dan penyerapan esensi setiap daripada bahan-bahan telah selesai. Seluruh orang baik penonton maupun para peserta menelan salivanya dengan kasar. Bagaimana tidak, mengendalikan setiap suhu api yang berbeda dengan kurun waktu yang sangat lama menunjukkan bahwa pemuda itu mempunyai kekuatan jiwa yang besar lebih besar daripada tuan muda paviliun obat.


"Kenapa kalian semua terdiam? Kemana sorak Sorai penghinaan nya?" Ucap pemuda bertudung itu dengan nada angkuhnya. Seluruh penonton tidak ada yang bersuara sama sekali. Ling Feng sendiri hanya diam saja tidak terganggu.


"Pemuda itu boleh juga, akan tetapi sikapnya terlalu angkuh aku sedikit muak melihatnya." Transmisi suara Long Tian terdengar dikepalanya, Ling Feng yang mendengar itu menjawabnya. "Dia bersikap seperti itu, karena kemampuannya mampu membungkam lawannya. Wajar saja ia berani bersikap seperti itu." Jawab Ling Feng. Ia berkata kembali, "Tetapi, paman ada apa dengan suara mu? suara mu tidak seperti biasanya apa yang terjadi dengan mu saat ini?" tanya Ling Feng.


"Ada apa dengan naga tua itu? sikapnya jadi aneh." Batin Ling Feng, namun tidak memikirkannya lebih jauh. Ia masih menyuling pil sembari memperhatikan penyulingan pil pemuda bertudung yang hampir pada puncaknya.


Seluruh pasang mata menelan salivanya kasar melihat penyulingan pil pemuda bertudung itu, karena pada saat terakhir pemadatan adalah momen-momen paling kritis. Sedangkan pemuda bertudung itu hanya tersenyum meremehkan, dan tiba-tiba ia membuat segel tangan.


"Padatkan." Tepat setelah membuat segel tangan pemuda bertudung itu langsung menggunakan kekuatan jiwanya mengendalikan api yang mengandung esensi dan mengumpulkannya jadi satu dan langsung menggenggamnya.


Seketika, tercium aroma menyengat menyebar ke seluruh penjuru arena. Aromanya berbeda jauh dengan aroma-aroma pil pada biasanya. Ketika Ling Feng mencium aroma menyengat tersebut seketika ia ingat dengan perasaan familiar nya.


"Hahaha sudah ditentukan bahwa akulah pemenangnya." Ucap angkuh pemuda bertudung itu sembari membuka telapak tangannya sebuah pil mengambang di telapak tangannya. Semua pasang mata terdiam tidak ada yang berani berkata.


"P-pil bumi tingkat rendah." Ucap tetua Yao tergugup ketika melihat pil berwarna hijau kegelapan. Tuan muda paviliun obat langsung jatuh berlutut dengan pandangan mata yang kosong. Pemuda bertudung tersebut hanya tersenyum sinis, semua pasang mata termasuk yang di sisi lain arena terdiam melihat itu.


Pemuda itu lantas berjalan mendekati tempat Ling Feng, dan menadahkan tangannya. Ling Feng yang melihat sikap pemuda bertudung itu diam menatap dengan pandangan yang rumit.


"Aku yang menang jadi mana taruhannya." Ucap pemuda tersebut dengan lantang dan nada sombong didalamnya. Ling Feng masih tidak bergeming menatap pemuda bertudung itu dengan tatapan rumit.


"Hehhhhh, kenapa kau bisa seyakin itu bahwa kau yang menang." Kata yang keluar dari mulut Ling Feng membuat pemuda bertudung itu terdiam tidak mengerti Melihat sikap Ling Feng yang tenang.


"Ada apa dengan sikapnya itu? lalu kenapa pemuda ini menatap ku seperti seakan-akan dia sedang menungguku." Batin pemuda bertudung itu ketika melihat Ling Feng yang tidak bergeming.


Semua pasang mata langsung terfokus terhadap Ling Feng dan pemuda bertudung itu.


"Tentu saja aku yakin bahwa aku yang akan menang, kau saja hanya meracik pil pada umumnya. Bagaimana bisa mendapatkan pil tingkat tinggi dengan cara menyuling pil seperti itu." Kata pemuda bertudung itu dengan nada angkuhnya. Ling Feng yang mendengarnya mengatakan beberapa kata. Akan tetapi dengan beberapa kata itu membuat pemuda bertudung itu terdiam.


"Apa kau yakin bahwa kau yang menang?" Ulang Ling Feng dengan senyum tercetak diwajahnya, daripada disebut senyuman. Seringai lebih tepat untuk mengatakannya.


>>>>> Bersambung