Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Wanita Tsundere


“Tidak kok paman. Itu hanya perasaan mu saja. Aku hanya sedikit kesal saja.” Jawab Ling Feng, namun dirinya sudah menggertakkan giginya ketika berkata seperti itu. “Dasar senior sia*an! Jika ada portal menuju Pulau Ujung Benua, untuk apa aku susah-susah melewati retakan dimensi?!” Batin Ling Feng.


>>>>>>______


Suatu Tempat di Pulau Ujung Benua


“Apakah kamu yakin di sini?” Tanya Ling Feng yang dianggukki oleh Cai Lan. “Walaupun sudah sangat lama, aku sangat yakin bahwa tempat pertama kali aku datang adalah di sini.” Jelas Cai Lan dengan yakin, Ling Feng melirik sekilas ke arah Cai Lan lalu mengalihkan pandanganya ke depan.


Setelah memberitahukan itu, Ling Feng dan Cai Lan pun pergi ke tempat wanita tersebut pertama kali muncul di Pulau Ujung Benua. Tempat itu sendiri terletak tidak jauh dari daerah pinggiran Pulau dan tidak dekat juga ke bagian tengah pulau. Namun ketika mereka sampai di sana, tidak terlihat ada sebuah portal di sana.


Ling Feng turun ke bawah diikuti oleh Cai Lan di belakangnya. Ia menelusuri sekitarnya dan pada saat itulah perhatian tersita ke sebuah pohon yang mengeluarkan aura yang aneh, namun terasa sangat familiar bagi Ling Feng. Melihat pohon tersebut, Ling Feng pun tersenyum seraya berkata, “Jadi begitu.” Ujar Ling Feng seraya tersenyum tipis lalu berbalik ke arah Cai Lan.


“Apakah kamu menemukan sesuatu di sini?” Tanya Cai Lan karena wanita tersebut tidak merasakan sesuatu yang aneh di sekitarnya. Ling Feng tidak berkata apa-apa namun dirinya menunjuk ke arah sebuah pohon.


“Portalnya ada di sana.” Ujar Ling Feng seraya menunjuk ke arah pohon membuat Cai Lan mengangkat sebelah alisnya karena tidak melihat apapun di sana. Ia melirik tajam ke arah Ling Feng seraya memberikan isyarat kepadanya untuk tidak bermain-main dengan dirinya.


Akan tetapi respon Ling Feng hanya tersenyum tipis saja lalu berkata kembali, “Portalnya memang ada di sana... Tidak, lebih tepatnya akan muncul di sana.” Ujar Ling Feng.


“Lalu kapan portal itu muncul kembali?” Tanya Cai Lan. Ling Feng menoleh ke arah pohon tersebut dan menatap nya sebentar lalu kembali menoleh ke arah Cai Lan dan berkata, “Ya kamu beruntung. Portal akan terbuka tiga atau empat hari kedepan.” Jawab Ling Feng.


“Akhirnya... Setelah hampir satu tahun aku bertahan hidup di sini... Aku... Aku akhirnya bisa kembali juga.” Batin Cai Lan tersenyum senang merasa sangat terharu bahkan air matanya pun lagi-lagi lolos. Ling Feng yang melihat Cai Lan tersenyum senang, dirinya pun ikut tersenyum juga.


>>>>>>______


Empat Hari Kemudian


“Jadi paman sudah menemukan keberadaan tempat dari benda penguasa tersebut.” Ujar Ling Feng mengulang perkataan Long Tian dan membalasnya menggunakan transmisi suara juga.


“Ya setidaknya aku cukup yakin bahwa benda penguasa berada di tempat itu.” Timpal Long Tian. Ling Feng yang mendengar itu manggut-manggut. Jika memang benar apa yang dikatakan oleh Long Tian, maka sebaiknya ia harus ke sana. Pada saat Ling Feng tengah tenggelam dalam pikiran nya, aura yang sangat kuat pun terpancar dari tubuh Cai Lan yang tengah berkultivasi tidak jauh dari nya membuat perhatian pria itu pun langsung tertuju kepadanya.


Swossshhhhhh...?!


Cai Lan yang tengah memejamkan matanya perlahan membukanya kembali. Tatapan matanya langsung beradu dengan Ling Feng yang tengah menatap ke arahnya juga seraya tersenyum hangat kepadanya.


“Setengah langkah ranah saint. Terlebih lagi fondasi tubuhmu benar-benar sudah kokoh. Kamu benar-benar sudah bekerja keras.” Ucap Ling Feng membuat Cai Lan merasakan perasaan hangat di hatinya ketika mendengar perkataan Ling Feng. Ia merasa sangat senang sekaligus bahagia ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Ling Feng.


Bagaimana dirinya tidak bahagia, selama empat hari terakhir ini Ling Feng benar-benar telah melakukan banyak hal untuknya. Mulai dari memulihkan kondisi tubuhnya, membantu ia menstabilkan fondasi tubuhnya, serta membantu kultivasinya. Bahkan beberapa kali dirinya memberikan saran kepada Cai Lan.


“Jangan terlalu fokus pada satu indera saja, perhatikan posisi kaki dan jarak langkah mu. Pastikan kaki belakangmu tetap kokoh untuk mendukung stabilitas gerakan berpedangmu.” Jelas Ling Feng yang memberikan beberapa saran kepada Cai Lan yang tengah berlatih pedang.


Cai Lan yang mendengar itu menganggukkan kepalanya. Ia tidak menolaknya, karena dirinya sangat yakin bahwa Ling Feng jauh lebih kuat daripada dirinya. Lalu berkat Ling Feng yang membantu dirinya, hanya dalam empat hari Cai Lan pun berhasil menembus tingkatnya menjadi Setengah langkah ranah saint.


“Terima kasih. Berkat pemahaman dan bantuan yang di berikan oleh Saudara Jie, aku bisa meningkat dengan pesat.” Ucap Cai Lan.


“Tidak perlu berterima kasih, santai saja, san...” Ucapan Ling Feng terhenti ketika menyadari nama yang di panggil oleh Cai Lan.


“Tunggu, barusan kamu memanggilku Saudara Jie?” Ujar Ling Feng memastikan, dan langsung dianggukki oleh Cai Lan. “Kamu memang Saudara Jie, kan. Aku bisa tahu dari suaramu yang kala itu membantu ku dalam menghadapi bandit laut.” Jelas Cai Lan dengan polosnya.


Ling Feng hanya tersenyum masam, tidak menyangka bahwa Cai Lan sudah mengetahui identitas nya walaupun identitas samarannya. “Sepertinya hanya menggunakan topeng saja masih kurang untuk menutupi identitas dirimu. Lain kali gunakan pil yang bisa mengubah suara mu juga agar tidak ketahuan.” Ujar Long Tian yang mengirimkan transmisi suara kepada Ling Feng.


“Apakah ada yang salah?” Tanya Cai Lan yang ketika melihat raut wajah Ling Feng yang tengah mengerutkan keningnya.


Menyadari tatapan dari Cai Lan, Ling Feng pun langsung tersenyum kembali dan berkata, “Tidak, tidak ada yang salah.” Jawab Ling Feng seraya tersenyum tipis. Mendengarnya, Cai Lan tidak bertanya lebih lanjut dan hanya ber oh ria saja lalu kembali ke sikapnya yang dingin dan acuh.


Melihat itu, Ling Feng sudah terbiasa. Selama empat hari terakhir ini, Cai Lan tidak banyak berubah, namun sudah bisa sedikit terbuka dengan dirinya.


Beberapa saat kemudian portal pun tiba-tiba muncul di pohon yang di sebutkan oleh Ling Feng sebelumnya. Melihat portal tersebut, keduanya pun langsung bangkit dan menatap ke arahnya. Ling Feng melirik ke arah Cai Lan, dimana wanita itu menyadari tatapan Ling Feng dan menatap ke arahnya juga.


“Apakah kamu sudah memutuskannya?” Tanya Ling Feng dengan raut wajah serius. Cai Lan terdiam sejenak menundukkan kepalanya lalu mendongakkan kepalanya lagi seraya berkata dengan tegas, “Aku tetap akan kembali sekte dan berpamitan dengan yang lainnya terlebih dahulu. Aku akan memikirkan nya lagi setelah itu.” Ucap Cai Lan dengan tegas.


Sebelumnya memang Ling Feng sempat bertanya kepadanya, tentang apa yang akan ia lakukan setelah kembali. Pembahasan itu cukup serius mengingat identitas dirinya adalah murid sekte gadis suci, namun karena ia telah kehilangan kesucian nya maka dapat dipastikan ia akan dikeluarkan dari sektenya. Walaupun begitu, ia tetap ingin kembali ke sana sekedar berpamitan dengan saudari serta gurunya.


Ling Feng yang mendengar itu pun tersenyum hangat lalu mengangkat tangannya mengelus-elus puncak kepala Cai Lan. Semenjak ia menyetuhnya, Ling Feng telah bertekad untuk bertanggung jawab dan menjaganya. Cai Lan sendiri juga tidak menolaknya, sebaliknya ia merasa sangat nyaman dan beban yang selama ini berada di pundaknya, perlahan mulai terasa ringan semenjak dekat dengan Ling Feng.


“Jika kamu sudah seyakin itu, aku tidak akan berkata apa-apa lagi.” Ucap Ling Feng lalu membuka portal menuju dunia jiwanya dan pada saat itulah keluar Seekor serigala. Melihat serigala itu, Cai Lan kembali di buat tersentak kaget oleh Ling Feng.


“Serigala Gelap Malam?! Sebenarnya berapa banyak rahasia yang pria ini sembunyikan di balik bajunya. Rasanya aneh jika namanya masih belum terkenal di Dunia Biru.” Batin Cai Lan yang kagum kepada Ling Feng.


“Ulurkan tanganmu.” Ucap Ling Feng yang membuat Cai Lan pun sadar dari lamunannya lalu memasang wajah acuh tak acuh kembali. Ia refleks mengulurkan tangan kanannya ke depan. Ling Feng tersenyum tipis lalu memasangkan sebuah gelang yang terdapat pola bulan sabit di sana.


“Kenakan itu dan jangan pernah melepasnya.” Ucap Ling Feng langsung memasang raut wajah serius. Cai Lan hanya terdiam saja, ia memandangi Ling Feng dengan tatapan rumit daan sulit diartikan, karena saat ini perasaan aneh yang tidak ia mengerti telah muncul di benak hatinya.


“Baiklah jika ingin kembali, sekaranglah waktunya. Portal itu akan menutup kembali dalam beberapa menit lagi. Juga, Serigala kecil ini akan menemani dan melindungi mu dalam perjalanan nanti.” Jelas Ling Feng dirinya pun melirik ke arah serigala gelap malam dan berkata kepadanya.


“Baiklah ini tugas pertama mu serigala kecil. Kamu harus menjaganya dan mengantarnya dengan selamat.” Ucap Ling Feng kepada serigala tersebut dan langsung dianggukki olehnya dan langsung melolong setelahnya.


Awwwwwwuuuuuu...!!


“Aku mengerti. Lalu bagaimana dengan dirimu?” Tanya Cai Lan.


“Aku akan menemui nanti setelah semua urusan ku di sini telah selesai.” Jawab Ling Feng tersenyum hangat lalu kembali mengelus-elus puncak kepala wanita itu, namun kali ini tangan Ling Feng di tepis olehnya.


“Aku mengerti dan juga berhenti menyetuh kepala ku.” Ucap Cai Lan dengan acuh tak acuh. Ling Feng yang mendengar itu hanya terkekeh pelan saja dan sudah terbiasa dengan sikap dingin dan acuh tak acuhnya itu.


Setelah itu Cai Lan yang ditemani serigala gelap malam pun melangkah menuju arah portal keluar. Namun Cai Lan pun mendadak berhenti melangkah membuat Ling Feng yang melihat itu mengangkat sebelah alisnya, namun detik berikut nya ia di buat tersenyum olehnya.


“B-berhati-hati dan kembalilah dengan selamat. A-aku akan menunggumu.” Ujar Cai Lan yang mengatakannya dengan gugup lalu masuk dengan cepat ke dalam portal. Ling Feng yang mendengar itu sedikit tercengang, namun detik kemudian ia pun tersenyum tipis seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.


“Ia berlagak dingin dan acuh tak acuh kepadamu, tapi jauh di dalam hatinya ia sebenarnya khawatir tentang dirimu.” Ucap Long Tian seraya memutar kedua bola matanya.


“Ya biarkan saja, memang seperti itu mungkin sifatnya.” Timpal Ling Feng seraya mengedikan kedua bahunya, tidak mempermasalahkan nya sifat atau kepribadian Cai Lan sama sekali.


“Kalau begitu antarkan aku ke tempat yang kamu sebutkan tadi paman.” Ucap Ling Feng dan dianggukki oleh Long Tian. Keduanya pun menghilang dari sana dan pergi ke sisi lain Pulau Ujung Benua.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasan nya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.