Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Sampah Sepertimu Harus di Beri Pelajaran


“Kau wanita jala*g... Langkah mu sangat lincah ya.” Ucap Ju Pen yang mengubah raut wajahnya menjadi serius ke arah Bing Jiao. Akan tetapi, Bing Jiao mengacuhkannya. Ia hanya mengacungkan pedangnya ke arah Ju Pen dan berkata, “Jangan banyak omong kosong dan kerahkan semua yang kau miliki.” Ucap Bing Jiao dengan acuh tak acuh yang membuat Ju Pen tersinggung tidak terima, karena secara tidak langsung ia sedang mengejeknya.


“Jala*g!!... Berani-beraninya kau berkata seperti itu kepadaku yang jenius ini!” Teriak Ju Pen yang termakan amarahnya dan langsung menrjang ke arah Bing Jiao dengan menyerang membabi buta.


Para penonton yang melihat pertandingan itu memandang jijik ke arah Ju Pen. Bahkan beberapa penonton wanita yang melihat itu berteriak marah kepadanya.


“Mati saja kau sampah!”


“Kalahkan dia! Jangan beri ampun sama sekali! Bunuh saja jika perlu orang sombong seperti itu!”


“Iya benar! jangan beri ampun!”


Teriakan kemarahan dari kubu penonton terdengar sangat jelas. Walaupun begitu, kedua peserta tidak mendengarkan itu dan fokus dengan lawan dihadapannya masing-masing.


Ju Pen menyerang dengan sangat agresif tidak memikirkan lagi, karena sudah gelap mata, karena sudah tenggelam dalam kemarahan nya. Bing Jiao hanya memasang kuda-kuda berpedang biasa saja. Baginya, lebih mudah melawan orang seperti Ju Pen saat ini, ketimbang dirinya yang sebelumnya.


Walaupun serangan membabi buta itu mempunyai pola serangan acak, namun di sisi lain sangat mudah di baca. Terutama Bing Jiao yang sebenarnya sudah di ranah langit. Bukanlah hal yang sulit baginya.


Ctangggg


Ctangggg


Ctangggg


“Sial, sial, sial!” Teriak Ju Pen yang marah, karena semua serangannya di tahan dengan mudah. Ia sontak lompat ke belakang dan memasang kuda-kuda berpedangnya. Mengumpulkan seluruh Qi nya pada serangan yang satu ini.


“Teknik Pedang Bumi Gerakan Ketiga: Retakan Dunia!” Teriak Ju Pen melancarkan serangan penuhnya kepada Bing Jiao. Bing Jiao hanya diam saja, ia bahkan dengan santai memegang pedangnya dengan kedua tangan, dan mengangkatnya ke atas.


Shringggg


Kraaakkkk... Kraaakkkk...


“Saudari awas!” Teriak Han Ying yang khawatir. Ju Pen sendiri sudah menyeringai dan tertawa terbahak-bahak, “Hahaha... Mati kau jala*g! Itulah akibatnya jika berani menyinggung diriku ini!” Teriak Ju Pen yang sudah sangat percaya diri bahwa serangannya tidak bisa di tahan oleh Bing Jiao.


Bing Jiao tersenyum tipis di balik cadarnya dan langsung mengayun pedangnya secara vertikal sangat cepat. Membuat para tetua di tempat VIP terkejut bukan main ketika melihat tebasan pedang Bing Jiao yang sangat cepat.


Shringgggg


Swussshhh


“A-apa?!” Kata Ju Peng yang terkejut, karena serangan terkuatnya bisa di tahan dengan mudah oleh Bing Jiao hanya dengan sekali ayunan pedang. Bahkan ia sampai tersungkur ke tanah, saking terkejutnya. Tidak ada yang tidak takjub ketika melihat itu. Hanya dengan sekali ayunan pedang, Bing Jiao dengan mudah meniadakan teknik pedang Ju Pen.


“Baiklah, sepertinya sekarang giliran ku.” Ucap Bing Jiao selangkah demi selangkah mendekat ke arah Ju Pen. Ju Pen bergetar seluruh tubuhnya. Ia tidak menyangka bahwa Bing Jiao yang berada di ranah Bumi bintang delapan, bisa mengalahkanya yang berada di ranah Bumi bintang sembilan. Adapun yang membuatnya lebih merinding, adalah Bing Jiao yang menatapnya dengan niat membunuh yang luar biasa kuatnya.


“T-tolong ampuni aku. Tolong ampuni aku! Aku menyesal! Aku menyesal!” Teriak Ju Pen, namun Bing Jiao dengan acuh tetap melangkah dengan sangat mengintimidasi. Bing Jiao pun mengangkat pedangnya kembali dan berkata dengan dingin, “Sampah seperti mu harus di beri pelajaran terlebih dahulu, supaya tahu diri, dan juga ini untuk saudari ku yang pernah kau hina sebelumnya.” Ucap Bing Jiao dan langsung mengayunkan pedangnya dengan cepat.


Shringggg


Crasshhh


>>>>>>_____


Tepuk tangan riuh benar-benar pecah di pertandingan Bing Jiao dan Jun Pen. Para penonton mungkin tidak tahu, namun para tetua mengetahui apa yang dilakukan oleh Bing Jiao. “Gadis kecil itu... Ia sengaja menyegel kultivasinya. Ia sebenarnya sudah berada di ranah langit.” Ucap tetua dari pihak kekaisaran Shu.


“Hohhh... Kejutan yang sungguh tidak terduga Tetua Sang. Seperti yang di harapkan dari Kekaisaran Han.” Ucap Tetua Kekaisaran Wei terkekeh yang berada di sisi Tetua Sang. “Tetua terlalu memuji. Bing Jiao tidak jauh berbeda dari jenius-jenius yang lainnya kok.” Ucap Tetua Sang tanpa beban. Para tetua dari pihak kekaisaran lainnya hanya bisa menanggapi nya dengan senyuman terpaksa. Awalnya mereka sangat percaya diri, pasalnya mereka telah mengumpulkan informasi, dimana informasi tersebut mengatakan bahwa Perwakilan dari kekaisaran Han tidak ada yang berada di ranah langit.


Namun, melihat fakta di depannya kali ini. Informasi yang mereka dapatkan sepertinya tidak ada yang benar sama sekali. “Sangat pandai menyembunyikan fakta. Sungguh taktik yang licik.” Pikir para tetua yang berada di sana melirik ke arah Tetua Sang dengan senyum kecut. Tetua Sang sendiri menyadari tatapan itu, hanya mengacuhkan nya, sembari menyesap teh yang telah di sediakan. Informasi tersebut memang benar adanya, namun kebenaran informasi itu hanya sampai Ling Feng belum datang dan melatih ketiganya.


Sementara Itu di sisi Perwakian Kekaisaran Shu


“Hohhh... Ranah langit lainnya. Tidak terduga sama sekali. Seperti yang diharapkan dari pihak kekaisaran Han, pemenang turnamen empat benua lima tahun yang lalu.” Ujar Sheng Ye menatap tertarik kepada Bing Jiao yang melangkah dengan anggun kembali ke tempatnya.


Sementara Itu di sisi Perwakilan Kekaisaran Wei


“Seperti yang diharapkan dari jenius pedang dari sekte naga langit. Benar, kan Xian’er.” Ucap Ju Yao seraya melirik kepada Qing Xian yang duduk berjarak dua kursi darinya. Qing Xian yang di panggil namanya, hanya meresponnya dengan acuh, “Benar tuan muda.” Timpal Qing Xian yang acuh tak acuh.


“Ah selamat telah menembus ranah langit Xian’er seperti yang diharapkan dari seorang jenius seperti ku.” Ucap Ju Yao seraya hendak meraih pergelengan tangan Qing Xian. Pada saat hendak meraih pergelengan tangan Qing Xian, tiba-tiba sebuah tangan dengan cepat menepis tangannya yang hendak memegang pergelangan tangan Qing Xian.


“Mohon maaf tuan muda Ju Yao. Kakakku tidak suka di sentuh oleh orang lain. Oleh karena itu, aku harap anda menjaga sikap anda.” Ucap Lin kecil yang sangat jelas memperlihatkan kejengkelannya dari nada bicaranya. Mendapatkan respon yang dingin seperti itu, tentunya ia tersinggung.


Dirinya yang di kenal sebagai jenius dari Kekaisaran Wei dan juga sebagai cucu dari ketua sekte lembah neraka membuat semua orang banyak yang mendekatinya. Bahkan para wanita begitu mudah tunduk ketika mendengar namanya, kecuali satu wanita yang baru ia temui beberapa bulan pada saat perebutan kuota perwakilan kekaisaran Han. Wanita itu adalah Qing Xian. Pada saat melihat wajah Qing Xian yang dingin, Ju Yao sudah terpesona dengan aura kecantikannya dan langsung jatuh ati pada pandangan pertama.


Ia bahkan pernah melamarnya dan sangat yakin bahwa Qing Xian akan langsung menerimanya. Mengingat statusnya saat ini, namun hal itu tidak terduga sama sekali. Qing Xian dengan wajah dinginnya menolak tawarannya. Bahkan kata-kata penolakan Qing Xian masih terbekas di hatinya sampai saat ini.


“Maafkan aku tuan muda. Aku tidak bisa menerima tawaranmu. Hatiku sudah di bawa pergi oleh orang lain, dan aku tidak bisa menerima lagi, selain orang yang membawa hatiku. Oleh karena itu, aku meminta maaf, karena tidak bisa menerima tawaran mu.” Kata Qing Xian di masa lalu yang menolak tawaran lamarannya. Ju Yao sangat marah, ketika mendengar hal itu, ia ingin menggunakan cara paksa, namun sebelum dirinya hendak menggunakan cara itu, muncul seorang pria sepuh di sektenya dan mengacam nya.


Pada akhirnya ia tetap tidak bisa mendapatkan apa yang ia inginkan, dan hanya bisa menyimpan amarah jauh di dalam dirinya.


Sementara Itu di sisi Perwakilan Kekaisaran Wu


“Bing Jiao, jenius pedang dari sekte naga langit. Aku ingin melawan mu.” Ucap Fang Yin tersenyum di balik cadar merah cerahnya. Sementara itu, adik dari Ju Pen hanya bisa menggertakkan gigi nya, melihat sang kakak kalah begitu saja dari seorang wanita kekaisaran Han.


Kembali ke sisi Kekaisaran Han


“Saudari selamat atas kemenangan mu!” Teriak Han Ying seraya memeluk Bing Jiao.


“Terima kasih saudari. Kau juga harus semangat ya. Lakukan yang terbaik.” Ucap Bing Jiao membalas pelukan dari Han Ying.


“Selamat Jiao’er. Kau sudah melakukannya dengan baik. Kerja bagus.” Ucap Tetua Han yang diangguki oleh Bing Jiao.


“Menang dengan sangat mudah. Seperti yang diharapkan dari ranah langit. Selamat Saudari Bing Jiao.” Ucap Han Shen. Bing Jiao tersenyum simpul menanggapi nya.


Bing Jiao pun menadahkan kepalanya ke langit-langit, “Kakak. Aku pasti akan memenangkan turnamen ini.” Batin Bing Jiao. Pada saat itulah tatapannya bertemu dengan Qing Xian yang berada diseberang arena, yang mana Qing Xian juga sedang menatapnya, dan tanpa di sadari, keduanya sama-sama tersenyum.


“Aku pasti akan mengalahkan mu.” Batin Bing Jiao dan Qing Xian bersamaan.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.