Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Pernyataan Dari Seorang Kakak (Arc 2 End)


Ling Feng lantas mengeluarkan pedang hitam dan putihnya. Ia kemudian menghilang dalam sekejap dari pandangan mata kelima pemuda tersebut. "Berkumpul." Kata Xiao memberikan komando kepada empat pemuda yang lainnya. Kelima pemuda itu langsung berkumpul ditengah membentuk lingkaran masing-masing dari mereka dalam posisi kuda-kuda.


Kelima pemuda itu dalam posisi waspada. Benar-benar senyap, hanya sesekali hembusan angin menerpa sesekali kelima pemuda yang masih dalam posisi waspada itu. "Kerja bagus Xiao, kau cepat tanggap juga." Bisik Ling Feng yang berniat ingin membisikkan kepada Xiao, akan tetapi malah terdengar oleh keempat pemuda yang lainnya.


Refleks mereka langsung mengacungkan senjata masing-masing ke arah punggung mereka. Akan tetapi, kelimanya membelalakkan matanya terkejut, karena tidak mendapati Ling Feng di sana.


"Kemana kalian menyerang. Aku ada disini." Ucap Ling Feng yang membuat kelimanya langsung mundur menjaga jarak, akan tetapi hal yang tidak terduga oleh kelima pemuda itu adalah Ling Feng yang melesat maju ke arah mereka. Ling Feng muncul tepat di hadapan wajah Lu Shui. "Yo, Lu Shui... Aku akan membalas yang tadi." Ucap Ling Feng melancarkan tebasan pedang secara vertikal ke arahnya.


Lu Shui dengan sigap berusaha mengangkat tombaknya menahan tebasan aura yang dilancarkan oleh Ling Feng. Ia berhasil menahan tebasan aura pedangnya, namun ia harus terpental sekitar sepuluh meter jauhnya. "Lie Huo! Dian Ji! Serang kakak sekarang." Kata Xiao memberikan aba-aba.


Ctangggggg


Kedua pemuda itu langsung melancarkan serangan sesuai dengan komando Xiao. Ling Feng tersenyum sekilas mengangkat pedang putihnya menahan kedua serangan Lie Huo dan Dian Ji. "Zhi Di kesempatan! Sesuaikan Dengan irama ku." Kata Xiao yang diangguki oleh Zhi Di


Kedua pemuda itu langsung melesat cepat menyerang dari titik buta Ling Feng. Tentunya Ling Feng tidak diam saja, dan langsung menahan serangan Xiao dan Zhi dengan pedang hitamnya.


Ctangggggg


"Tidak buruk Xiao. Sepertinya kau sangat berpengalaman ya. Aku kagum dengan pengambilan keputusanmu, tapi... Sayang kakak mu yang tampan ini tidak semudah itu di kalahkan." Ucap Ling Feng terkekeh. Mendengar hal itu, Xiao pun ikut berkata dengan nada santai. "Tentu saja aku mengetahui itu, tapi kau melupakan satu orang lagi kak." Kata Xiao dengan tenang.


"Semuanya gunakan tenaga kalian untuk menekan kakak." Kata Xiao dengan lantang yang diangguki oleh ketiganya. Mereka pun mengeluarkan Qi dalam jumlah besar dan mengalirkan ke senjata mereka masing-masing. Mereka semua berniat membuat Ling Feng tidak bisa bergerak saat ini.


"Halo kak kita bertemu lagi. Terima Kasih atas serangannya, dan ini serangan balasannya." Ucap Lu Shui melesat cepat ke arah Ling Feng dengan tombak terhunus yang sudah dialiri Qi yang sangat padat.


Shringgggggg


Booooommmm


Serangan yang dilancarkan oleh Lu Shui benar-benar menciptakan ledakan yang sangat besar. Kelima pemuda itu pun berkumpul kembali masih dalam posisi kuda-kuda waspada nya. "Apakah kau mengenai kakak?" Tanya Dian Ji kepada Lu Shui. "Jika kau bertanya seperti itu maka aku akan menjawab dengan yakin, 'iya' adalah jawabannya." Timpal Lu Shui.


"Baiklah... Sekarang giliran ku." Ucap Ling Feng tersenyum lebar yang membuat bulu kuduk kelima pemuda itu berdiri.


Dan setelah itu teriakan demi teriakan terdengar menggema di Padang rumput yang luas itu, Penyiksaan sepihak. Itulah yang cocok untuk yang dialami oleh kelima pemuda tersebut. Pang Lang sendiri hanya menikmati tehnya seraya memperhatikan tidak jauh dari Ling Feng dan kelima pemuda itu.


Setelah Penyiksaan Sepihak


"Ampun kak... Kami... kami sudah tidak kuat lagi." Ucap Dian Ji yang sudah tergeletak lemas terlentang dengan nafas yang memburu. "B-betul itu kak. Seharusnya kakak lebih intens ke Lu Shui saja, kan Lu Shui yang selalu menyerang kakak." Ucap Zhi Di yang babak belur tidak jauh berbeda dengan Dian Ji.


Lu Shui yang tidak terima pun angkat suara. "Hei... Bagaimana bisa kau berkata seperti itu. Bukankah kalian juga menyerang Kakak secara tidak langsung." Kata Lu Shui tidak terima dengan pernyataan kedua orang tersebut.


Sementara Lie Huo sudah tergeletak tidak bisa bangkit saking lelahnya ia. Xiao sendiri terlihat lebih baik dari keempat saudaranya itu, namun tetap saja apa yang dilakukan oleh Ling Feng tentunya tidak biasa saja.


"Sudahlah jangan bertengkar. Aku sangat takjub dengan Pencapaian kalian semua. Kalian bersaudara, benar-benar diluar ekspektasi ku berkembang sangat pesat." Ucap Ling Feng memuji lima bersaudara itu. Mendengar pujian yang keluar dari mulut Ling Feng, mereka semua tersenyum simpul.


"Kami merasa sangat senang, karena sudah memenuhi ekspektasi kakak." Ucap serempak lima bersaudara itu yang sudah berjajar rapi dihadapan Ling Feng. "Walaupun kalian semua sudah kuat dari kebanyakan pemuda seumuran kalian, bukan berarti kalian semua tidak akan menemukan lawan yang sulit." Kata Ling Feng lagi.


Kelima bersaudara itu menyimak dengan serius apa yang diucapkan oleh Drake. "Teruslah berlatih karena jalan kultivasi itu sangatlah panjang." Kata Ling Feng yang diangguki serentak oleh kelima pemuda itu. "Baik kak. Nasihat mu akan kami ingat selalu." Ucap lagi kelimanya.


Lalu Pang Lang tiba-tiba mendekat ke arah Ling Feng. "Tuan muda ada pesan dari kakak Long Tian. Ia berkata bahwa iblis sudah mulai melakukan pergerakannya lagi." Ucap Pang Lang. Mendengar hal itu Ling Feng menganggukkan kepalanya lalu melirik kembali ke arah Lima pemuda yang menatap balik dirinya. "Seperti yang kalian dengar. Musuhku kali ini bukanlah kultivator manusia lagi, kali ini lebih berbahaya." Ucap Ling Feng lagi.


"Setelah mendengar ini, apakah kalian masih ingin berjalan beriringan dengan ku sebagai kakak kalian?" Ucap Ling Feng sekaligus bertanya. kelimanya menganggukkan kepalanya dengan tegas dan Xiao mewakili kelimanya. "Sedari awal kami sudah tidak ragu. Bahkan jika kakak pergi ke neraka sekalipun, kami akan menyusul sebagai adik-adik kakak." Ucap Xiao dengan tegas.


Tersenyum Ling Feng mendengarnya, ia lantas menoleh ke arah Pang Lang dan kelima pemuda secara bergantian lalu berkata, "Persiapkan diri kalian kita akan pergi berperang melawan penjajah benua biru kita." Ucap Ling Feng dengan nada tegas yang di sambut sorak sorai kelima bersaudara itu.


>>>>> Bersambung