
Ling Feng dan Lin kecil masih tidak sadar bahwa mereka sudah menjadi pusat perhatian sampai suara wanita menegur Ling Feng. "Kukira siapa orang yang warga bicarakan ternyata tuan muda Feng." Kata wanita tersebut. Ling Feng yang terasa familiar dengan suara tersebut lantas menoleh ke arah sumber suara dan benar saja ia kenal orang tersebut.
"Apa maksud dari nona muda Keluarga Qing aku sama sekali tidak mengerti dengan perkataan anda." Kata Ling Feng tidak paham. Qing Xian hanya tersenyum tipis dibalik cadar miliknya ia lantas memberitahu Ling Feng dari lirikan matanya. Melihat arah pandang Qing Xian Ling Feng pun refleks mengikuti arah pandangnya.
Ia cukup terkejut para warga disana sudah pada memperhatikan dirinya saat ini. Bahkan tidak sedikit yang curi-curi pandangan kepada Ling Feng saat ini.
"Lihat-lihat Pemuda itu. Sungguh ia tampan sekali ketika tertawa ringan tadi. Ingin rasanya ku memilikinya."
"Lihatlah juga anak perempuan yang berada di pangkuannya. Ekspresi wajahnya ketika meminum minuman tersebut sungguh candu sekali. Paket lengkap ayah muda yang tampan dan anak perempuan yang menggemaskan."
"Iya kau benar. Bahkan jika aku mati disini sekarang, sungguh aku tidak akan pernah merasa menyesal setelah melihat keindahan yang jatuh dari langit itu."
Ling Feng hanya membalasnya dengan senyuman ketika pendengarannya yang tajam mendengar hal itu. Sontak para wanita yang melihat Ling Feng menjadi kegirangan berteriak histeris ketika Ling Feng tersenyum seperti itu.
Lin kecil juga melihat hal itu, ia bingung mengapa reaksi semua orang menjadi seperti itu. Ia berpikir bahwa semua orang takut pasca Melihatnya, ia lantas berkata kepada Ling Feng. "Tuan muda kenapa mereka semua orang yang melihat kearah Lin'er pada berteriak? Apakah wajah Lin'er menyeramkan sampai-sampai semua orang berteriak." Tanya Lin kecil dengan raut wajah sedih.
Ling Feng yang mendengar itu berusaha menahan tawanya untuk tidak tertawa. Qing Xian yang mendengar itu sedikit melangkah kebelakang ketika ia berkata seperti itu. "Apa-apaan anak ini?! Sejak kapan malaikat kecil pernah turun dengan wujud seimut ini." Batin Qing Xian yang ingin sekali mendekati Ling Feng, lebih tepatnya ia ingin mengelus-elus wajah Lin kecil yang imut dan menggemaskan saat ini.
Ling Feng lalu menjawab pertanyaan Lin kecil. "Mereka tidak takut kepada Lin'er, semua orang malah memuji kecantikan Lin'er saat ini. Bahkan mereka sangat iri dengan ku yang bisa bersama dengan putri kecil yang cantik nan menggemaskan." Jawab Ling Feng dengan senyum tulusnya.
Lin kecil yang awalnya murung kembali cerah wajahnya. "Benarkah itu? tuan muda tidak berbohong kepada Lin'er." Kata Lin kecil. Ling Feng hanya menggelengkan kepalanya lalu ia melirik ke samping dimana Qing Xian terdiam entah mengapa wanita tersebut terdiam saat ini. Sampai beberapa detik kemudian ia kembali dari lamunannya dan reflek membuang mukanya.
"Jika Lin'er tidak percaya…Coba Lin'er tanya pendapat dari kakak ini." Kata Ling Feng yang merujuk kepada Qing Xian. Lin kecil lantas mengalihkan pandangannya dan menatap Qing Xian. Qing Xian yang ditatap seperti itu oleh Lin kecil detak jantungnya tiba-tiba menjadi sedikit cepat.
"Kakak cantik Apakah yang dikatakan tuan muda itu benar bahwa Lin'er itu cantik dan menggemaskan?" Tanya Lin kecil dengan suara khas anak kecilnya. "K-kakak cantik. Malaikat kecil itu memanggil ku kakak cantik." Qing Xian dalam hatinya sudah berteriak histeris karena pertanyaan polos Lin kecil.
Ling Feng terkekeh melihat reaksi Qing Xian yang berbeda dari biasanya. Ia tidak menyangka wanita yang terlihat acuh tak acuh bisa mengeluarkan ekspresi seperti itu, dan yang berhasil mengeluarkannya adalah Lin kecil. Sungguh pencapaian yang luar biasa.
Lin kecil yang mendengar itu, raut wajahnya semakin cerah. Bahkan senyuman lebar tercetak indah di wajah kecilnya. Ia lantas berkata, "Wah Terima kasih kakak cantik…Kakak juga sangat cantik walaupun menggunakan topeng" Kata Lin kecil dengan senyuman lebarnya (yang Lin kecil maksud adalah cadar).
Ling Feng terkekeh melihat raut wajah Qing Xian yang sangat berbeda saat ini. Ia bahkan lebih terpesona akan keimutan Lin kecil saat ini. "Lin'er beri salam kepada Kakak cantik itu. Ia datang kemari karena ingin melihat Lin'er yang cantik dan menggemaskan." Kata Ling Feng.
Lin kecil yang mendengar itu menganggukan kepalanya dan memberi salam. "Salam kakak cantik namaku Lin'er aku juga biasa dipanggil Lin'er, Aku pengikut tuan muda. Jadi salam kenal Kakak cantik." Lin kecil memberikan salam. Qing Xian yang terdiam pun sudah tidak tahan lagi.
Dalam sekali gerak Qing Xian sudah berada di depan Lin kecil dan ia langsung memegang kedua pipi Lin kecil dan berkata, "Kyaaa salam kenal Lin'er nama Kakak yang cantik ini adalah Qing Xian panggil saja Kakak Xian. Wah kau cantik sekali. Tuan muda mu tidak pernah bilang bahwa ada pengikutnya yang secantik dan seimut ini." Qing Xian dalam sekali gerak langsung menempelkan wajahnya ke wajah Lin kecil karena sangat gemas kepada Lin kecil.
Ling Feng yang melihat reaksi tidak terduga itu tentunya sangat terkejut. Karena Lin kecil saat ini ada dalam pangkuannya dan Qing Xian tanpa ragu-ragu mendekati Lin kecil yang berada di pangkuannya. Sementara Lin kecil hanya tertawa kecil saja ketika diperlakukan seperti itu.
"Tidak kusangka wanita acuh tak acuh seperti dirinya bisa berubah menjadi seagresif ini." Batin Ling Feng tercerahkan. "Kakak Xian juga cantik." Kata Lin kecil dengan senyuman manis khas anak kecil. Qing Xian yang melihat itu menerima luka yang sangat tidak terduga dari senyuman Lin kecil.
"Ughhkkk senyumannya…Anak ini benar-benar malaikat kecil yang jatuh dari langit." Batin Qing Xian yang sudah tidak tahan. Ling Feng yang melihat sisi sentimental Qing Xian sungguh tidak terduga.
Sampai perkataan Lin kecil mengalihkan perhatian mereka berdua. "Tuan muda jajanan itu sepertinya enak." Kata Lin kecil menunjuk salah satu kios makanan laut dengan mata yang berbinar-binar.
Ling Feng lantas menurunkan Lin kecil dan membiarkannya untuk membeli jajanan yang ia mau. Kini tersisa Ling Feng dan Qing Xian dalam keadaan Canggung. Di satu sisi Qing Xian tidak bisa berkata apa-apa saking malunya setelah memperlihatkan hal memalukan seperti itu.
Di sisi Ling Feng ia tidak tau dengan apa yang ingin ia katakan saat ini. Ia juga merasa canggung melihat Qing Xian yang canggung. Pada akhirnya ia menyerah dan mencoba memulai topik pembicaraan. "Lin'er sangat lucu bukan." Ling Feng memulai pembicaraan. Qing Xian yang mendengar itu terdiam, namun tetap menjawab. "Iya. Dia bagaikan malaikat yang turun dari langit." Jawab Qing Xian tanpa ragu-ragu.
"Dulu anak itu tidak seperti itu. Bahkan saat aku pertama kali menemukannya, terlihat dari matanya saja aku tau. Bahwa semangat hidup miliknya sudah benar-benar padam saat itu." Ucap Ling Feng. Qing Xian yang mendengar itu terkejut dengan cepat mengalihkan pandangannya menatap Ling Feng. Tidak ada tanda-tanda kebohongan dari perkataan yang diucap, apa yang dikatakan Ling Feng memang benar adanya.
"Apa maksud anda tuan muda." Tanya Qing Xian dengan nada serius.
>>>>>> Bersambung