Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Menuju Lautan


Tidak hanya mereka berdua saja di sana, ada tiga wanita muda lainnya dan tiga pria yang mengenakan pakaian layaknya prajurit berada di satu ruangan yang sama. Sosok pria sepuh itu tidak lain adalah Walikota Binhai dan prajuir-prajuritnya dan Tetua dari Sekte Gadis Suci serta tiga murid yang datang dengannya.


>>>>>>______


Sang Walikota pun melirik sekilas ke arah para prajuritnya dan seketika mendapatkan anggukkan oleh ketiga prajurit tersebut. “Baiklah tetua. Aku setuju dengan rencana Anda. Jika ada sesuatu yang kamu butuhkan untuk kesuksesan rencana tersebut, jangan ragu untuk mengatakan nya.” Ucap sang Walikota seraya menganggukkan kepalanya.


“Kalau begitu maka aku tidak akan sungkan lagi walikota.” Ujar Tetua Sekte Gadis Suci tersebut menyampaikan suatu hal kepada sang walikota.


>>>>>>______


Keesokan Harinya


“Fyuhhhh... Akhirnya selesai juga.” Gumam Ling Feng seraya merenggangkan tubuhnya yang kaku, karena sudah semalaman ia dalam posisi lotus tanpa bergerak sedikit pun ketika sedang menyuling pil.


“Tidak-tidak, jangan kamu ambil arakku saudara sia*an.” Ucap Suara yang berasal dari sisi ruangan membuat Ling Feng pun refleks menoleh ke arah sumber suara, dimana ada sebuah meja di sana dan diatasnya ada sebuah selimut yang empuk lagi besar. Akan tetapi yang menjadi perhatian Ling Feng adalah, seekor naga kecil yang tengah tertidur nyenyak di sana. Bahkan tidak tanggung-tanggung ia mengigau di dalam tidurnya.


Ling Feng yang melihat itu pun menghela nafas kasar beranjak dari tempat tidurnya dan melangkah mendekati Long Tian yang tengah tertidur nyeyak di sana. “Ah nak, kamu juga jangan ikut-ikutan. Berikan arak itu kepada naga kecil nan tampan ini.” Ujarnya seraya menggeliat kembali di selimut tebal itu mencari posisi yang nyaman.


Ling Feng yang mendengar itu pun sontak mengangkat sebelah alisnya ketika Long Tian menyebut dirinya dalam mimpinya. Melihat itu Ling Feng pun tanpa tanggung-tanggung langsung menarik selimut tebal itu membuat Long Tian yang tertidur nyenyak pun langsung jatuh ke lantai dan seketika membuat naga kecil itu refleks membuka sedikit kelopak matanya seraya menoleh ke kanan dan kirinya berkata, “Eh apa ini? Apakah sudah waktunya makan malam dan dilanjutkan dengan pesta arak?” Ujar Long Tian yang masih belum sepenuhnya sadar.


“Haihhhh kau ini ya paman. Bangunlah, sekarang waktunya kita pergi melakukan perjalanan.” Ujar Ling Feng seraya menyentil dahi Long Tian cukup keras membuat Long Tian yang berada di dalam wujud naga kecil pun mengaduh kesakitan dan sepenuhnya membuka kedua matanya.


Melihat itu Ling Feng tersenyum tipis lalu pergi ke tempat mandi untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu sekalian berganti pakaian. Beberapa saat kemudian ia pun telah selesai dan sudah rapih. Ling Feng mengenakan pakaian yang di pilihkan oleh Bing Jiao dan Qing Xian untuknya. Ketika melihat penampilan nya, sontak kedua sudut mulutnya pun tertarik membentuk senyuman.


“Hehhhh jadi kamu menggunakan pakaian yang dipilihkan oleh kedua kekasihmu ya.” Ucap Long Tian yang sudah sepenuhnya sadar dan kini tengah berbaring nyaman di atas tempat tidur menunggu Ling Feng.


“Kenapa paman bisa tahu ini di pilihkan oleh Jiao’er dan Xian’er?” Ujar Ling Feng seraya menoleh ke arah Long Tian dengan tatatapan menyelidik. Long Tian sedikit menegang, namun hanya beberapa saat saja sampai dirinya kembali seperti biasa.


“Aku hanya kebetulan melihat dirimu dan teman-teman sedang berjalan-jalan di kota saat aku hendak pergi ke kedai arak.” Jawab Long Tian akan tetapi membuat Ling Feng melayangkan tatapan menyelidik ke arahnya. Walaupun begitu Ling Feng tidak bertanya lebih lanjut dan membiarkan nya saja untuk kali ini.


Dalam hatinya Long Tian menghela nafas lega, pasalnya jika Ling Feng tahu tentang kebenaran nya, mungkin saja ia benar-benar salah paham akan dirinya. Awalnya memang kebetulan, namun ketika dirinya memutuskan untuk melihat apa yang hendak Ling Feng dan teman-temannya lakukan.


“Aye kapten.” Timpal Long tian membuat Ling Feng tersenyum tipis menggeleng-gelengkan kepalanya. Long Tian pun melesat masuk ke dalam pakaian Ling Feng bersembunyi di sana. Setelah itu Ling Feng pun mengenakkan kembali topengnya, keluar dari kamar penginapan tersebut dan menyerahkan kunci kamarnya lalu bergegas menuju pelabuhan.


Pelabuhan kala itu cukup ramai dan bahkan saking ramainya terlihat seperti lautan manusia saking ramainya orang di sana. “Benar-benar ramai sekali.” Gumam Ling Feng tersenyum masam merasa cukup sesak, karena harus berhimpitan dengan keramaian orang.


Walaupun ramai, Ling Feng tidak kesulitan untuk mencari kapal yang akan ia naikki. Setelah memberikan tiket kapalanya kepada sang penjaga, Ling Feng pun langsung naik ke atas kapal tersebut setelah tiketnya selesai di cek. Kapal tersebut lumayan besar dan ramai penumpang juga.


Terlebih lagi Ling Feng juga merasakan banyak kultivator berada di ranah bumi ke bawah yang juga naik kapal tersebut. Akan tetapi, ketika dirinya mulai melangkah lebih jauh ke dalam kapal, ia merasakan ada beberapa kultivator di ranah langit dan bahkan ada satu yang berada di ranah saint.


Ling Feng yang merasakan keberadaan seorang saint, tiba-tiba teringat dengan cerita tentang tiga orang yang ia dengar di restoran kemarin. Mengingat kembali cerita kemarin, membuat Ling Feng langsung memasang wajah masam.


“Ya mau bagaimana lagi nak, masalah itu sudah berlangganan denganmu. Jadi terima saja ya hahahahha.” Gumaman Long Tian yang hanya dapat di dengar oleh Ling Feng. Mendengar hal itu, membuat Ling Feng semakin merasa miris tentang kehidupan nya yang selalu bertemu dengan masalah ketika sedang melakukan sebuah perjalanan.


“Setidaknya berikan aku waktu untuk beristirahat.” Keluh Ling Feng menghela nafas kasar lalu melangkah lesu ke arah kamar di kapal tersebut. Long Tian yang mendengar keluhan Ling Feng sekali lagi tertawa puas sampai-sampai membuat Ling Feng pun menjadi jengkel dan menyumpal mulutnya dengan sebotol arak.


“Diamlah paman. Tawamu yang kali ini benar-benar terdengar semakin menjengkelkan tahu.” Ujar Ling Feng yang kesal dan sebaliknya Long Tian malah tersenyum puas. Setelah Long Tian diam, Ling Feng pun langsung merebahkan tubuhnya di kasur yang tersedia di ruangan tersebut. Ling Feng pun melepaskan topeng di wajahnya dan beberapa saat kemudian ia pun memejamkan matanya.


Setelah beberapa jam berlalu, kapal tersebut pun mulai keluar dari daerah pelabuhan dan bergerak ke arah lautan. Perjalanan nya untuk mencapai pulau yang mendekati pulau ujung benua cukup jauh, mengingat pulau yang di tuju oleh Ling Feng adalah pemberhentian terakhir.


Kapal tersebut bergerak dengan tenang menuju ke arah laut lepas, Ling Feng yang awalnya memejamkan kedua matanya pun sontak membukanya kembali. Long Tian sendiri sudah pulas tertidur di sisinya setelah menghabiskan satu botol arak, dan tentu saja saat ini dirinya sudah mengigau.


“Ah naga jadi-jadian ini benar-benar ya.” Gumam kesal Ling Feng bangkit dari posisi tidurnya menoleh kesal ke arah Long Tian dengan wajah tanpa dosanya menggeliat mencari posisi yang nyaman. Ling Feng pun berdecak lagi lalu menoleh ke arah jendela kecil dimana terlihat pemandangan laut lepas.


Ling Feng termenung sejenak lalu membatin di dalam pikiran nya, “Semoga saja tidak ada hal-hal yang merepotkan.” Fikir Ling Feng menghela nafas pendek.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasan nya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.