
Dun Cao yang mendengar itu mengeraskan rahangnya bahkan urat-urat lehernya mulai terlihat saking kesalnya terhadap Ling Feng. "Dia sudah mengetahui kelemahan dari artefak waktuku, aku tidak bisa terus-terusan berlarut seperti ini." Batinnya Dun Cao.
Ling Feng kembali menyerang Dun Cao dengan Tebasan pedangnya sembari menjaga jarak mengingat tentang artefak waktu yang dimiliki oleh Dun Cao. "Artefak waktu mu sudah tidak berguna lagi, sekarang waktunya serangan balik." Kata Ling Feng dengan nada mengejek Dun Cao.
"Teknik Sembilan Matahari: Tebasan Gelombang Matahari." Ling Feng mengalir Qi kedalam pedang putihnya, seketika api yang berkobar menyelimuti pedang tersebut dan tanpa basa-basi ia langsung melepaskannya ke arah Dun Cao.
Dun Cao yang melihat tebasan mengarah kepadanya, langsung menghindarinya dengan cara melompat. Namun, Ling Feng tentunya tidak akan memberikan nafas sedikit pun. Ia kembali mengeluarkan teknik berpedang miliknya. "Teknik Halilintar Langit: Tebasan Kilat Petir." ucap Ling Feng. "Kena kau tua Bangka" Batin Ling Feng.
Dun Cao memasang mimik wajah tertekan ketika melihat sebuah serangan, namun seringai kecil tiba-tiba terbit di wajahnya. Ling Feng yang melihat seringai itu merasakan firasat tidak enak dan benar saja langsung terjadi.
Tebasan listrik yang telah diperkuat oleh Dao Pedang tiba-tiba berhenti ditengah. Ling Feng yang melihat serangannya terhenti, sekali lagi mengumpat dalam hatinya.
"Tidak kusangka Artefak waktu bisa digunakan dengan cara seperti itu juga. Hal ini akan menjadi lebih merepotkan kedepannya." Gumam Ling Feng memandang Dun Cao yang memasang wajah angkuhnya.
"Percuma saja bocah. Kau tidak akan menang melawan ku. Sudah terlambat untuk meminta pengampunan dan terima saja." Kata Dun Cao dengan angkuh.
"Menyerah? jangan bercanda lebih baik aku mati daripada menyerah kepadamu dan lagi siapa kau menentukan menang atau tidaknya." Kata Ling Feng. Dun Cao yang mendengar itu langsung berkata kembali, "Bocah keras kepala bahkan sampai matipun kau tidak akan bisa menyentuh ku." Katanya dengan nada yang sombong.
"Hehhhhh, apakah memang seperti itu." Ucap Ling Feng dengan senyuman tipis. Dun Cao yang mendengar nada bicara Ling Feng berubah seketika menatap tajam Pemuda tersebut. "Dia masih bisa tersenyum seperti itu, dan lagi apa-apaan senyuman itu." Batin Dun Cao. "Bocah ini masih menyembunyikan sesuatu aku harus berhati-hati." Dun Cao tidak menurunkan kewaspadaannya sama sekali.
Ling Feng maju menyerang lagi sembari menjaga jarak. Dun Cao pun tidak tinggal diam ia juga ikut memperkecil jarak walaupun kecepatannya tidak sebanding dengan Ling Feng. Kedua orang tersebut kembali bertarung dengan sengit saling bertukar serangan.
Dilihat dari segi serangan Ling Feng jauh lebih unggul dikarenakan mempunyai kecepatan tinggi serta kekuatan tebasan pedang yang telah diperkuat oleh Dao pedang bukanlah hal yang biasa. Namun, pertahanan artefak waktu milik Dun Cao juga sangat kuat sehingga sampai saat ini ia belum sedikit tergores oleh tebasan pedang Ling Feng.
"Cihhhhh, Artefak itu, artefak yang sangat merepotkan." Batin Ling Feng kesal. Sebab bagaimanapun serangan yang ia lancarkan tidak berpengaruh sama sekali kepada Dun Cao.
Ling Feng kembali memasang kuda-kuda berpedang. Pandangan matanya sangat tajam dan terlihat sangat percaya diri. Dun Cao yang melihat kuda-kuda berpedang Ling Feng, entah mengapa merasakan firasat buruk. Ling Feng membentuk silang menggunakan pedangnya. Ia mengalirkan lebih banyak Qi kedalamnya Membuat pedang tersebut mengeluarkan aura yang sangat kuat.
"Teknik Pedang Yin Yang: Tebasan Pedang Kehampaan." Teriak Ling Feng dan dalam sekali hentakan Qi yang ia alirkan kedalam pedangnya langsung ia keluarkan tepat mengarah Dun Cao. Dun Cao tidak sempat bereaksi dan tidak punya pilihan lain selain menggunakan Artefak waktunya lagi.
Kekuatan waktu Dun Cao dan dan tebasan kehampaan Milik Ling Feng pun berbenturan. Bahkan akibat saking kuatnya benturan antara tebasan Ling Feng dan artefak milik Dun Cao sampai-sampai membuat daerah sekitarnya rata hancur tidak ada yang tersisa.
Lalu beberapa saat kemudian Artefak waktu milik Dun Cao mencapai batasnya dan tidak lama kemudian pelindung artefak itu langsung hancur saat itu juga beserta artefak itu juga. Tebasan yang dilancarkan Ling Feng langsung menembus pelindung itu dan
Booommmm
Ledakan yang sangat besar membuat tempat pertarungan Ling Feng dan Dun Cao rata dengan tanah. Kepulan debu menghalangi pandangan mata yang terjadi diantara keduanya. Setelah debu perlahan mulai menghilang terlihat tempat tersebut yang sudah hancur dan seorang pemuda masih berdiri tegak, namun pakaian bagian atasnya mengalami sedikit kerusakan dan seorang pria tua berbaring sembari memegangi lukanya.
Ling Feng masih berdiri tegak tanpa luka sedikitpun sedangkan Dun Cao sudah terkapar lemah dengan luka parah akibat dari tebasan pedang milik Ling Feng. Kondisi dirinya kali ini terlihat sangat buruk. Tebasan pedang milik Ling Feng bukanlah tebasan pedang biasa, didalam tebasan itu mengandung energi Dao Pedang yang sangat kuat.
Ling Feng mendekati Dun Cao yang tergeletak lemah disana. Ia memandang Dun Cao dengan tatapan dingin serta niat membunuh yang tidak turun sama sekali. Dun Cao sendiri tidak kalah menatap tajam Ling Feng. "Sekarang sudah berakhir tua Bangka terimalah Kematian mu." Kata Ling Feng dengan nada dingin.
Dun Cao tersenyum mengejek ketika Ling Feng berkata seperti itu. "Jangan senang dulu bocah, kau kira aku akan mengalah dengan mudah begitu saja." Ucap Dun Cao dengan senyum mengejeknya. Ling Feng yang mendengar itu tidak menggubrisnya dan langsung menebas kepala Dun Cao dengan sekali tebas.
"Kau terlalu banyak untuk orang yang ingin mati." Ucap Ling Feng acuh tak acuh memandang mayat Dun Cao lalu melangkah pergi dari sana. Tetapi, ketika ia baru melangkah beberapa langkah saja. Tiba-tiba ia merasakan perasaan tidak enak dibelakangnya. Sekali lagi ia menoleh kebelakang dan terlihat tubuh Dun Cao kembali bangkit, namun kepalanya dari Dun Cao masih tergeletak di tanah.
Aura gelap yang kuat mulai menyelimuti tubuh Dun Cao. Ling Feng yang melihat itu tidak mencegahnya sama sekali. Ia memilih menunggu hasil akhir dari aura gelap tersebut. "Sepertinya ini akan sedikit merepotkan." Gumam Ling Feng memandang Tubuh Dun Cao yang sekitarnya telah diselimuti oleh aura gelap.
>>>>> Bersambung