Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Kegigihan Seorang Wanita


“Kak sebenarnya apa rencana mu meminjam cincin ruang Feng’er?” Tanya To Mu dengan raut wajah serius membuat Long Tian yang mendengar itu sedikit melirik ke arahnya.


“Aku sudah bilang tadi kepada Feng’er. Aku rasa kamu pun juga mendengar alasan ku mengapa meminjam cincin ruangnya.” Ucap Long Tian tanpa beban, namun To Mu yang mendengar itu entah mengapa merasa ada niat tersembunyi dari tindakan naga kecil tersebut. Namun dirinya tidak tahu cara mengatakannya kepada naga kecil tersebut.


“Baiklah kalau begitu aku pergi dulu. Tolong jaga Feng’er ya, aku akan segera kembali nanti.” Ucap Long Tian terbang sangat cepat membuat To Mu yang hendak mengatakan sesuatu terpaksa mengurungkan niatnya. “Dasar orang itu... Ya selama itu bukan niat yang buruk, aku rasa tidak apa-apa.” Gumam To Mu seraya menghela nafas kasar lalu ia pun juga pergi dari sana lebih tepatnya ia mengawasi gua tersebut dari tempat lain.


Sementara itu di dalam gua Ling Feng sudah mulai melakukan pemurnian. Energi yang keluar dari inti kristal beast mulai memasuki tubuh Ling Feng, bak ombak di lautan seperti itulah energi yang keluar dari seluruh inti beast yang memasuki tubuh Ling Feng. Aura yang luar biasa kuatnya pun terpancar dari tubuh Ling Feng, jika saja tidak ada lingkaran formasi serta formasi penghalang yang di buat oleh Long Tian, auranya tersebut bisa membuat siapapun yang merasakan nya akan sangat tertekan.


Lalu di sisi lain Pulau Ujung Benua, terlihat sosok naga kecil yang dengan santainya mengambil apapun yang masuk dalam jarak pandangannya. Senyuman lebar di wajahnya tidak pernah luntur seraya menjarah semua harta yang ia temukan.


“Hehehehe... Aku tidak menyangka akan begitu banyak harta di sini. Walaupun bisa dikatakan ini tempat tersegel, tapi sepertinya bukan kami saja yang pertama kali datang kemari. Hehehehe... Benar-benar untung, benar-benar untung.” Gumam Long Tian seraya memasukan harta benda yang ia temukan di sebuah kecil yang awalnya tertutup oleh formasi penyegel.


Setelah menguras habis harta benda yang ada di gua tersebut, Long Tian pun langsung pergi dari sana mulai mencari tempat selanjutnya. “Harta karun aku datang! Hahahaha...!” Ujar Long Tian seraya tertawa bahagia terbang keluar dari gua tersebut.


>>>>>>______


Sementara Itu di Suatu Tempat


Grrrrrrr...?! Grrrrrrr...?!


Shringggg...!! Ctaanggggg...!!


“Kuggghhkkkk...?!” Sosok tersebut terpental cukup jauh dan menghancurkan beberapa tiga pohon di belakangnya. Terlihat jelas penampilan dari sosok tersebut benar-benar berantakan, dengan luka-luka di beberapa bagian tubuhnya. Cadar putih yang senantiasa menutupi wajahnya pun terlepas begitu saja, memperlihatkan wajah cantiknya, namun terlihat sangat pucat.


“Serigala itu benar-benar kuat. Jika itu diriku yang dulu, mungkin saja aku sudah mati saat ini.” Gumam wanita cantik tersebut merasakan sakit yang luar biasa karena terkena luka dalam akibat dari serangan beast yang merupai sosok serigala.


Wanita cantik tersebut berusaha untuk bangkit, namun sangat sulit karena luka dalam yang ia terima lebih parah yang dari ia duga. Ia bahkan menggunakan pedangnya sebagai tumpuan untuk membantu dirinya. Darah merah segar mengalir dari kedua sudut bibir merah merona wanita cantik tersebut. Walaupun wajahnya sangat pucat, namun sorot matanya tetap tajam, memperlihatkan tekad besarnya.


“Tidak, aku tidak boleh mati disini. Aku harus selamat dan cepat-cepat kembali ke sekte. Saudari-saudari dan guru pasti sedang menungguku. Aku harus segera keluar dari tempat ini hidup-hidup.” Batin sosok wanita tersebut seraya menggenggam erat gagang pedang yang ia jadikan sebagian tumpuan berdirinya.


“Oleh karena itu, aku akan mengalahkan mu dan tetap hidup.” Ucap wanita tersebut seraya mendongkakkan kepalanya menatap tajam ke depannya, dimana sudah ada sosok serigala besar berbulu hitam mengkilap dengan mata merah yang menatap tajam balik kepada wanita tersebut.


“Grrrrrrr...” Suara gertakkan giginya yang terdengar keluar dari mulut serigala besar itu. Niat membunuhnya pun tidak main-main, walaupun begitu sosok wanita tersebut pun juga tidak gentar, bahkan menantang balik walaupun dirinya tengah terluka parah. Merasakan tatapan menantang dari wanita tersebut, membuat serigala besar tersebut semakin menggertakkan giginya kuat-kuat dan melolong cukup kencang.


Awwwwwwuuuuu...!!!


Melihat serigala besar itu melolong, sosok wanita tersebut tidak mau kalah. Walaupun merasakan sakit yang amat luar biasa, dirinya tetap mengambil kuda-kuda berpedangnya. Setelah melolong kencang, serigala besar itu pun menatap wanita tersebut kembali lalu dirinya pun berlari ke arahnya. Sosok wanita tersebut tidak mau kalah juga dimana ia pun ikut maju menyerang.


Saat sudah saling berhadapan, serigala besar itu mengangkat kaki depannya dan siap melancarkan serangan berupa cakaran kepada wanita tersebut, ia terlihat meremehkan wanita tersebut karena dirinya terlihat hanya menggunakan serangan sederhana saja dan yakin wanita tersebut akan mati di tangannya, akan tetapi...


“Teknik Pedang Bulan: Gerakan Bayangan Bulan.” Ucap pelan wanita tersebut bergerak sangat cepat membuat serigala besar itu membelalakan kedua matanya. Tentunya ia terkejut, karena serangan yang ia lancarkan hanya mengenai angin kosong saja dan sampai kemudian...


Degggghhhh...?! Degggghhhh...?!


Cahaya terang itu membuat mata sang serigala refleks terganggu, mengingat kemampuan penglihatan nya begitu tajam, alhasil karena cahaya terang tersebut membuat penglihatannya pun terganggu karena terangnya.


“Sekarang.” Batin Wanita tersebut dan tanpa banyak berpikir langsung menghunuskan pedangnya dengan cepat secara vertikal.


Shringgggg...!!


Serigala besar tersebut hanya bisa menganga lebar-lebar dan beberapa saat kemudian pupil matanya berubah menjadi sepenuh nya diikuti dengan tubuhnya yang terbelah dua dan mengeluarkan banyak darah.


Craaaasssshhhh...?!


Wanita tersebut menatap acuh mayat serigala besar itu yang sudah terbelah menjadi dua bagian. Ia langsung menghela nafas pendek, lebih tepatnya merasa sangat lega karena berkat lengahnya serigala itu, ia berhasil membunuhnya.


Degggghhhh...?! Degggghhhh...?!


Wanita tersebut langsung bertekuk seraya mengeluarkan banyak darah dari mulutnya. Raut wajahnya pun semakin pucat. Nafasnya benar-benar tidak teratur, terdengar jelas sedang memburu. Ia diam dalam posisi tersebut selama beberapa saat, sampai beberapa saat kemudian ia sudah bisa mengatur kembali pernafasan nya yang kacau.


Ia melirik ke arah bangkai serigala tersebut lalu mengambil sebuah kristal yang tidak lain adalah inti kristal dari serigala besar itu.


“Aku harus cepat pergi dari sini. Sebelum beast-beast lainnya datang kemari.” Gumam wanita tersebut dengan suaranya yang sudah terdengar sangat serak. Ia menyeret tubuhnya yang tengah terluka pergi dari sana. Akan tetapi, nasib buruk kembali menimpanya. Mengingat serigala besar tersebut awalnya melolong kencang, baru beberapa menit kepergian wanita itu datanglah sosok harimau yang ukurannya dua kali lipat lebih besar dari serigala berbulu hitam tersebut.


Wanita tersebut menyadari kehadiran dari harimau tersebut. Ia pun mempercepat langkahnya pergi dari sana. Namun pada akhirnya kehadirannya tetap di sadari oleh harimau tersebut, karena melihat jejak darah. Darah tersebut adalah darah yang terus menerus keluar dari luka kaki serta lengan ketika melawan serigala besar sebelumnya.


Ia melompat dari satu pohon ke pohon yang lainnya sembari beberapa kali menoleh ke belakang, dimana harimau besar tersebut sudah masuk dalam jarak pandangnya. Ia tidak bisa menambah kecepatannya lagi, karena tubuhnya terluka parah.


Ia hendak mengeluarkan Qi nya kembali, namun rasa sakit yang amat sangat langsung membuat tubuhnya bergetar dan sekali lagi batuk darah. Dirinya pun refleks kehilangan keseimbangan dan jatuh begitu saja dari atas pohon.


Byurrrrrr...!!


“Ahhhhh... Apakah aku akan mati di sini?” Batin wanita tersebut. Kesadaran nya mulai hilang, ia pun hanya samar-samar menyadari bahwa dirinya sudah jatuh ke dalam air saat ini.


“Mereka pasti khawatir dengan diriku... Ya lagipula aku sudah berada di tempat aneh ini selama satu tahun kurang. Maafkan aku Tetua Zhang, Saudari Mei, Saudari Yan.” Batin wanita tersebut sedetik kemudian kesadaran nya pun hilang.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasan nya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.