
Chou yang mendengar itu menggertakkan giginya. Melihat anak buahnya dibunuh satu persatu didepan matanya. Tentu saja itu adalah sebuah penghinaan terbesar yang pernah ia alami. Ia tidak pernah diperlakukan seperti itu sebelumnya.
"Siapa orang ini sebenarnya ? aku tidak menyangka orang sekuat ini tidak pernah terdengar sama sekali namanya ?" batin Chou menggertakkan giginya merasa sangat marah menatap Long Tian yang menebas anak buahnya satu persatu. Bahkan Long Tian tidak segan sama sekali.
"Ayolah kenapa kalian menjadi diam semua ? ini menjadi tidak seru sama sekali." ucap Long Tian menyayat telinga salah satu anggota yang berlutut berharap orang tersebut akan berteriak, namun malah tidak berteriak sama sekali. Alhasil langsung Long Tian tebas kepalanya saat itu juga.
Mendengar Long Tian yang mengeluh tersebut, semua anggota geng naga hitam serasa ingin berkata kasar. Bagaimana mereka ingin teriak, mengatakan sepatah kata saja itu sangat sulit, entah kenapa aura yang terus menerus keluar dari tubuh Long Tian menekankan sampai-sampai membuat mereka seperti bisu tidak bisa berkata apa-apa.
"Tidak ada yang menjawab ? Haihhhhh ini menjadi membosankan." keluh Long Tian menebas kepala anggota geng naga hitam yang berada didekatnya tanpa beban.
Sementara itu di Alam Bawah Sadar Ling Feng
Ling Feng masih tenggelam di alam bawah sadar entah sudah berapa lamanya ia sendiri tidak tahu yang pasti waktu di alam bawah sadarnya lebih cepat dari dunia jiwanya sendiri.
Terlihat Ling Feng masih dalam sikap lotus dengan tenang tidak terganggu sama sekali. Tulisan Aneh yang muncul di alam bawah sadarnya telah hilang entah kenapa, namun Ling Feng masih berusaha untuk memahami maksud dari tulisan itu.
"Tidak menekan energi tersebut, namun membiarkannya mengalir." ucap Ling Feng disela-sela meditasinya. Setelah mengucapkan beberapa kata, aura yang sangat kuat mulai berputar-putar disekitar tubuh fisiknya. Ling Laohu yang sedang berbaring malas-malasan langsung terdiam merasakan hal tersebut. Bukan hanya Ling Laohu saja, Hao Xiang yang sedang berlatih dan To Mu yang membimbingnya terdiam memandang gua tempat Ling Feng berada.
"Paman apakah kakak akan menerobos lagi ?" tanya Hao Xiang kepada To Mu. To Mu yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya tidak mengetahui.
"Entahlah, aura ini bukan aura seseorang yang akan menerobos." kata To Mu memandang serius. Hao Xiang yang mendengar itu menjadi heran.
"Jika bukan aura menerobos lalu aura yang sangat kuat apa ini ?" heran Hao Xiang. To Mu yang mendengar itu tidak menjawab dirinya sendiri pun tidak mengetahui apa ini.
Ling Feng yang masih bermeditasi di bawah alam sadarnya akhirnya membuka matanya.
"Jadi begitu, selama ini aku selalu menahan energi besar saat menggunakan niat pedang yang dibarengi oleh tebasan, karena khawatir akan membuatnya menjadi tidak stabil. Alhasil membuat diriku mengalami kemacetan saat ingin menembus tahapan kedua Dao Pedang. Sebaliknya jika itu seorang kultivator pedang sejati, mereka akan membiarkannya mengalir tidak menahannya, karena jika dibiarkan mengalir mereka akan mengalir sesuai dengan kealamian mereka sendiri." Ling Feng yang mulai paham akan maksud dari tulisan tersebut. Setelah memahami tulisan tersebut, jiwanya di tarik kembali ke tubuh fisiknya. Setelah kembali dari alam bawah sadarnya Ling Feng membuka kedua matanya lalu tersenyum sembari berucap.
"Dao Pedang tahap kedua: Tubuh Pedang" ucap Ling Feng sembari menggerakkan Yin Black Sword dan Yang White Sword tanpa perlu menggerakkan jari tangannya.
"Dao Pedang tahap kedua memang luar biasa. Aku tidak menyangka tulisan aneh yang kutemui di alam bawah sadar ku, adalah sebuah petunjuk mengatasi kesulitan ku untuk menembus tahap kedua dari Dao Pedang." gumam Ling Feng terkekeh sembari menggerakkan kedua pedang tersebut tanpa perlu menggunakan jarinya kembali. Jika dahulu ia perlu menggunakan jari dan qi yang tidak sedikit, kali ini ia bisa dengan mudah dan leluasa menggunakannya. tanpa perlu khawatir apapun.
"Kakak !! tadi aku merasakan aura yang sangat kuat dari gua tempat kakak berkultivasi, apakah aura tadi adalah aura yang kakak keluarkan ?" tanya Hao Xiang. Ling Feng yang mendengar itu menganggukkan kepalanya. Melihat Ling Feng menganggukkan kepalanya Hao Xiang bertanya kembali.
"Aura itu sangat kuat apakah kakak berhasil menerobos ?" tanya Hao Xiang dengan mata yang berbinar-binar. Ling Feng yang melihat itu, tersenyum simpul mengelus-elus puncak kepala Hao Xiang.
"Aku tidak berhasil menerobos, namun aku berhasil naik tahap." ucap Ling Feng berjalan mendekati To Mu.
"Paman bagaimana kabar mu, pertama kali aku datang paman tidak ada disini kemana perginya paman ?" tanya Ling Feng. To Mu yang mendengar itu langsung menjawab.
"Sebelumnya aku ucapkan selamat, karena telah berhasil menembus tahap kedua dari Dao Pedang. Lalu aku minta maaf, karena tidak bisa langsung menyambut mu. Saat itu aku sedang mengatur tempat untuk meletakkan Tumbuhan Suci Kegelapan. Tumbuhan Suci Kegelapan bukanlah tumbuhan sembarangan. Jadi aku meletakkannya sedikit jauh dari sini dan mengatur sesuatu agar cocok dengan Tumbuhan Suci Kegelapan." kata To Mu. Ling Feng yang mendengar itu menganggukkan kepalanya kembali berkata.
"Terima kasih paman, mohon maaf sudah merepotkan mu untuk Tanaman Suci Kegelapan." kata Ling Feng. To Mu yang mendengar itu langsung menjawab.
"Tidak perlu sungkan seperti itu kepada paman Feng'er. Melakukan hal tersebut tidak sulit seperti yang kau bayangkan." ucap To Mu. Ling Feng yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan To Mu yang selalu ingin direpotkan oleh Ling Feng.
"Baiklah, baiklah tetap saja aku harus berterima kasih kepada paman, karena sudah mau dipersulit oleh ku." ucap Ling Feng. To Mu yang mendengar itu, hanya membalasnya dengan senyum simpul.
"Ngomong-ngomong paman berapa lama aku berkultivasi ?" tanya Ling Feng mengalihkan topik pembicaraan. To Mu yang mendengar itu, langsung menjawab.
"Kalau tidak salah, kau berkultivasi hampir satu bulan Feng'er." ucap To Mu. Ling Feng yang mendengar itu terkejut ternyata selama itu dirinya berkultivasi.
"Aku terlalu lama pergi, mungkin Paman Tian sudah menunggu ku saat ini. Kalau begitu, aku kembali dulu." ucap Ling Feng langsung membuka portal dan masuk, namun membalikkan badannya kembali dan berkata.
"Hao Xiang berlatih sedikit lagi, dan jika sudah sampai aku akan langsung kembali lagi." ucap Ling Feng kepada Hao Xiang lalu mengalihkan pandangannya ke To Mu.
"Paman atur waktunya agar sama dengan dunia luar." kata Ling Feng. To Mu dan Hao Xiang yang mendengar itu menganggukan kepalanya, terutama Hao Xiang yang sudah tidak sabar.
"Baiklah kalau begitu aku pergi dulu." ucap Ling Feng memasuki portal tersebut kembali ke dunia luar.
>>>>> Bersambung