Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Reuni Dengan Jia Kecil


Pelayan muda itu pun menyambut uluran tangan Ling Feng. Pandangan matanya benar-benar hanya terfokus saja kepada pemuda bertudung itu, ia semacam merasakan perasaan familiar yang sangat ia rindukan selama ini terpancar dari pemuda bertudung yang telah menolong nya ini.


Pada saat itu munculah ibu dari pelayan muda itu langsung memeluk tubuh anaknya serta wajahnya yang telah di banjiri oleh air mata. Ia memeluk erat anak gadis semata wayangnya itu. "Jia'er... Kau tidak apa-apa nak?" Tanya ibunya seraya memegangi kedua bahu pelayan muda tersebut yang dipanggil Jia.


Jia kecil menggelengkan kepalanya berkata, seraya membalas pelukan ibunya itu. "Tidak ibu. Aku tidak apa-apa, karena di tolong oleh tuan muda ini sebelum dilukai oleh bangsawan itu." Ucap Jia dengan lembut memeluk ibunya kembali menenangkan nya yang terlihat sangat khawatir terlihat jelas dari raut wajah yang di tampilkan nya.


Mendengar itu, tangisan sang ibu kembali pecah dan memeluk erat kembali tubuh anak nya itu seraya bergumam pelan, "Syukurlah... Syukurlah..." Gumam pelan sang ibu samar-samar. Pengawal yang menahan ibu dari pelayan muda itu pun baru tersadar setelah beberapa menit kemudian, tepat sebelum keduanya hendak bergerak ke, aura yang sangat kuat tiba-tiba muncul di belakang keduanya dan menahan nya sebelum keduanya bisa bergerak.


"Pergilah urus saja tuan yang kalian kawal. Jika masih berniat untuk bertindak yang tidak perlu, nyawa kalian akan hilang saat itu juga." Ucap Pang Lang yang muncul di belakang kedua pelayan itu dengan tatapan dingin serta aura yang di pusatkan kepada dua pengawal tersebut. Keringat dingin bercucuran ketika mereka mendengar nada bicara Pang Lang yang dingin dan menekan itu, bahkan untuk menelan saliva saja, sudah sulit setengah mati, karena aura yang di pancarkan oleh Pang Lang benar-benar menghentikan seluruh pergerakan tubuh kedua pengawal tersebut, baik gerakan di dalam maupun di luar.


Hal itu terjadi hanya seperkian detik saja, sampai kemudian Pang Lang pun kembali menarik auranya membuat kedua pengawal tersebut jatuh tersungkur ke tanah dengan nafas yang memburu. Semua pasang mata yang ada di sana sekali lagi memandang ketiga sosok bertudung hitam itu dengan pandangan mengerikan.


"Sangat kuat... Bahkan hanya dalam sekali serangan membuat Bangsawan itu terpental sangat jauh."


"Bangsawan itu benar-benar sial, karena telah menyinggung kelompok orang misteri itu."


"Ya kau benar, akan tetapi sesungguhnya aku merasa lega melihat nya. Sikap semena-menanya itu jujur saja membuat ku cukup jengkel, tidak, tidak. Sangat jengkel malah. Melihat nya di perlakukan seperti itu benar-benar sangat menyenangkan."


"Ya kau benar juga. Perasaan menjengkelkan yang tidak pernah tersampaikan ini, benar-benar sangat puas ketika melihat nya diperlakukan seperti itu."


Pang Lang yang masih berdiri pun melirik ke arah dua pengawal bangsawan yang tersungkur tadi dan berkata, "Pergilah dari sini dan bawa tuan bangsawan mesum kalian dari hadapan tuan muda ku." Ucap Pang Lang dengan nada acuh kepada dua sosok pengawal itu.


"K-kami akan pergi. Kami akan pergi... Ayo cepat." Ucap salah satu pengawal lalu mengajak temannya dan bangkit beranjak dari sana pergi menyusul bangsawan mereka melewati lubang yang tercipta di gedung tersebut.


Melihat itu seluruh pasang mata menatap takjub Ling Feng dan kelompok nya. Bahkan ada yang tidak segan-segan langsung memuji Ling Feng beserta kelompok nya di tempat.


pelayan muda yang bernama Jia itu pun bangkit usai setelah menenangkan ibunya. Ia lalu beranjak bangkit dan berdiri tepat di hadapan Ling Feng dan menundukkan kepalanya.


"Terima kasih telah menolong ku tuan muda." Ucap Jia dengan tulus seraya membungkukkan tubuhnya tepat di hadapan Ling Feng.


Seluruh pasang mata yang ada di sana menatap Jia dan Ling Feng dengan lembut sampai kemudian tubuh Jia pun bergetar pelan dan kembali terdengar ia mengucapkan terima kasih dengan nada yang bergetar disertai dengan isakan tangis yang samar-samar.


"Sungguh... Aku sangat berterima kasih banyak, karena telah menolong ku." Ucap Jia dengan kepala tertunduk disertai tubuh yang bergetar.


Melihat itu, Ling Feng pun tersenyum di balik tudung kepalanya dan berkata seraya mengulurkan tangannya mengelus-elus puncak kepala Gadis yang beranjak dewasa itu.


Deggghhh... Deggghhh...


Detak jantung Jia seakan-akan berhenti ketika mendengar nada bicara yang lembut itu. Ia sontak mendongakan kepalanya tanpa sadar dan sebuah kata lolos dari mulut nya tanpa ia sadari.


"Kakak Tampan." Kata yang keluar dari mulut Jia begitu saja. Mendengar hal itu, telapak tangan yang digunakan Ling Feng sedikit menegang ketika mendengar Jia yang memanggil nya seperti itu. 'Kakak Tampan' adalah panggilan yang ia buat untuk Ling Feng semasa dirinya berada di kota Anyi.


Sang ibu yang mendengar dua suku kata keluar dari mulut anaknya pun terkejut, alasan nya ia juga mengetahui julukan yang di sebut oleh Jia hanyalah untuk satu orang pemuda saja dan itu ia berikan beberapa tahun yang lalu kepada seorang pemuda yang kebetulan menyewa kamar di tempat mereka semasa masih di kekaisaran Wei.


Jia menatap dalam-dalam wajah Ling Feng yang di tutupi oleh tudung kepala. Walaupun ia tidak bisa melihat wajahnya, ia sangat yakin bahwa orang yang di hadapan nya ini adalah orang yang ia tunggu kedatangan nya selama bertahun-tahun lamanya.


"Kakak tampan. Kau pasti kakak tampan." Ucap Jia dengan sangat yakin.


"Mengapa kau sangat yakin bahwa aku ini adalah kakak tampan yang kau maksud itu nona kecil."


"Ya aku sangat yakin. Bahkan jika itu beberapa tahun telah berlalu, aku sangat yakin dengan suara, nada bicara, serta perasaan nyaman ketika ia berbicara menenangkan ku. Serta..." Ucap Jia dan ia pun menggantung perkataan akhirnya.


"Serta?" Ling Feng mengulang kata terakhir Jia.


"Serta hanya kakak tampan yang akan memanggil ku nona kecil." Ucap Jia melanjutkan perkataannya dengan sangat yakin.


"Kau ini benar-benar gadis kecil yang aneh ya. Padahal aku sudah sedikit mengira tadi, bahwa nona kecil yang dulu blak-blakan itu sudah menjadi sedikit dewasa sekarang." Ucap Ling Feng seraya melepaskan tudung kepalanya memperlihatkan wajah nya dengan rambut hitam panjang yang terurai panjang.


Jia yang ketika melihat wajah Ling Feng, Sepasang matanya langsung berkaca-kaca, dan tanpa ia sadari langsung melompat ke arah Ling Feng.


"Sudah kuduga bahwa kau pasti kakak tampan, karena kakak tampan pasti akan menyelamatkan ku, jika aku sedang kesulitan." Ucap Jia yang langsung lompat memeluk Ling Feng. Ling Feng yang mendengar itu terkekeh pelan menyambut Jia yang berhamburan ke pelukan nya.


"Lama tidak bertemu Jia kecil. Sepertinya kau baik-baik saja dan sudah banyak tumbuh selama beberapa tahun terakhir ini." Kata Ling Feng.


Benar-benar reunian yang tidak terduga antara Ling Feng dengan sepasang ibu dan anak yang kala itu ia menetap di kekaisaran Wei.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.