Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Bertemu Dengan Bing Jiao


“Sebenarnya...” Perkataan Tetua Han di potong oleh Tetua Sang yang berada di sisinya. “Biarkan aku saja yang menjelaskannya Tetua Han.” Kata Tetua Sang menghentikan Tetua Sang untuk berbicara. “Salam kenal Ling Feng. Mungkin kau sudah mengetahui tentang diriku jadi kita lewatkan perkenalannya.” Kata Tetua Sang diangguki oleh Ling Feng.


“Baiklah... Akan kukatakan kondisi Murid Bing saat ini kepadamu sebagai orang yang merawatnya beberapa hari terakhir ini.” Kata Tetua Sang. “Tolong katakan semuanya kepadaku tetua. Apa yang telah terjadi kepada Jiao’er akhir-akhir ini.” Kata Ling Feng yang diangguki oleh Tetua Sang.


“Tenang saja. Akan kukatakan semuanya kepada mu tanpa ada yang di tutup-tutupi.” Kata Tetua Sang. Ling Feng bahkan dalam sekejap langsung memasang sebuah penghalang di meja mereka. Mencegah apa yang mereka bicarakan saat ini di dengar oleh orang lain.


“Sebenarnya, kondisi murid Bing ini bisa kukatakan antara sisi baik, namun juga beriringan dengan sisi buruk.” Kata Tetua Sang lalu mulai melanjutkan penjelasannya.


>>>>>>_____


Sementara Itu Di Hutan Luar Ibu Kota


Terlihat seorang wanita berjalan tertatih-tatih di tengah-tengah hutan luar ibu kota. Wanita tersebut berjalan tertatih-tatih seraya memegang pedang dan memancarkan Qi dingin yang tidak terkendali, ia terus berjalan masuk ke dalam hutan seraya mengubah tanah yang ia pijak menjadi bongkahan Es.


“Aku bisa menahan ini. Jika aku tidak bisa menahannya, aku masih sama saja dengan diriku yang lemah beberapa tahun yang lalu.” Gumam wanita itu menyakinkan dirinya. Walapun jelas-jelas tubuhnya sudah mencapai batas, hampir tidak bisa menahan Qi dingin tersebut. Sampai ia pun tidak sengaja tersandung batu, membuatnya langsung tersungkur jatuh. Keadaan wanita itu benar-benar sangat ironis, dengan seluruh tubuhnya yang hampir berubah menjadi es.


“Aku bisa menahan ini. Aku bisa menahan.” Gumamnya lemah bertekad dengan dirinya, namun di sisi lain dirinya tiba-tiba berkata, “Untuk apa kau masih bertahan. Percuma saja jika kau terus berusaha seperti ini.” Ucap sisi lain dari wanita tersebut tiba-tiba muncul, akan tetapi wanita tersebut langsung menolak dengan tegas apa yang dikatakan oleh sisi lain dirinya itu.


“Tidak. Aku masih bisa. Aku masih bisa bertahan.” Ucap wanita tersebut membantah tegas sisi lain dirinya.


“Hehhh... Benarkah itu? Lalu, kau bertahan untuk apa? Untuk Pria itu? Pria yang bahkan kau sendiri tidak tahu keberadaannya? Memangnya kau yakin pria itu akan datang kepadamu?”


“Akan datang. Kakak pasti akan datang. Oleh karena itu, aku harus bisa bertahan sampai kakak datang.”


“Cihhh kita lihat kau bisa bertahan sampai mana gadis kecil.” Ucap sisi lain dari wanita tersebut lalu menghilang.


Tepat sisi lain dari wanita tersebut menghilang, diam-diam wanita tersebut menghela nafas lega. “Aku akan bertahan sampai akhir. Oleh karena itu, Kakak Feng kau harus datang sampai saat itu.” Gumam wanita tersebut lalu bangkit dari posisi tersungkurnya mengambil sikap lotus. Berusaha untuk mencoba lagi untuk mengendalikan Qi dingin dalam tubuhnya.


>>>>>>______


Kembali Kepada Ling Feng


Ling Feng berlari dengan cepat menaiki lantai dua penginapan yang telah di sewa oleh perwakilan dari Kekaisaran Han. Pemuda itu terburu-buru menuju satu kamar yang terletak di ujung lorong lantai dua, dimana itu adalah kamar dari Bing Jiao. Ia sangat gelisah mengingat apa yang dikatakan oleh Tetua Sang tadi mengenai kondisi dari Bing Jiao yang sebenarnya.


Flashback On


“Sebenarnya, kondisi murid Bing ini bisa kukatakan antara berada di sisi baik, namun juga beriringan dengan sisi yang buruk.” Kata Tetua Sang yang membuat Ling Feng terkejut, namun juga sedikit bingung ketika mendengarnya.


“Apa maksud Anda tetua?” Ling Feng kembali bertanya kepada Tetua Sang. “Ringkasnya... Jika kondisi Bing Jiao dibiarkan begitu saja, maka dapat kupastikan jiwanya akan benar-benar lenyap.” Kata Tetua Sang. Membuat Ling Feng terkejut bukan main ketika mendengar hal itu.


Flashback Off


“Jangan bilang...” Batin Ling Feng lalu membuka pintu kamar Bing Jiao dan ketika di buka ia tidak mendapati siapapun di dalamnya. Ling Feng masuk ke dalam kamar tersebut guna memastikan nya, namun setelah di cari ke setiap sudut, ia tidak menemukan wanita yang ia cari. Sampai kemudian, pintu pun kembali terbuka menampilkan Han Ying.


“Eh kau... Bagaimana bisa begitu saja menerobos masuk ke dalam kamar wanita?! Bagaimana jika Saudari Jiao sedang berganti pakai... Eh tunggu. Kemana Saudari Jiao? Kenapa ia tidak ada di kamarnya?” Han Ying yang awalnya mengomeli Ling Feng, namun sedetik kemudian terkejut, karena tidak mendapati Bing Jiao di dalamnya. Bukan hanya Han Ying yang datang, keempat orang lainnya pun datang menyusul Ling Feng.


“Kau sungguh menanyakan hal itu? Bukankah sudah jelas bahwa ia sudah pergi dari kamar tanpa sepengetahuan dirimu dan yang lainnya.” Kata Ling Feng membalasnya dengan perkataan yang sengit, ‘apakah kau tidak menggunakan otak mu untuk berfikir?’ membuat Han Ying yang mendengar itu tidak terima, karena secara tidak langsung Ling Feng menyebutnya bodoh. Han Ying awalnya hendak marah, namun mengingat saudari seperguruannya lebih penting, ia mengesampingkan kemarahannya.


Ling Feng memeriksa kamar Bing Jiao dengan teliti. Ia mulai meraba-raba dinding-dinding kamar serta melihat keseluruhan kamar dengan seksama. Sampai ia menemukan sebuah jejak Qi dingin di sisi tempat tidur Bing Jiao. Ling Feng dengan sigap mendekati Qi dingin tersebut dan mengambil serpihan es yang samar-samar memancarkan Qi.


Han Ying yang melihat Ling Feng menemukan serpihan es yang samar-samar mengeluarkan Qi, dengan cepat berkata, “Ah itu samar-samar mengandung Qi dingin dari saudari.” Ucap Han Ying. Ling Feng yang mendengar itu tentunya mengangkat sebelah alisnya ketika mendengar hal itu menatap Han Ying dengan pandangan yang aneh. Jelas ia merasa aneh, pasalnya Qi dingin yang ia ketahui dari Bing Jiao, ia memiliki Qi dingin yang menyejukkan dan nyaman, sangat berbeda jauh dengan Qi dingin yang begitu intens, dan juga sangat menindas ini.


“Apa? Aku mengatakan sesungguhnya. Walaupun samar-samar aku sangat yakin bahwa Qi tersebut adalah milik saudari.” Han Ying kembali mempertegasnya dengan sorot mata tajam yang serius.


“Jika memang begitu...” Gumam Ling Feng mengepalkan tanganya lalu membawa kepalan tangan tersebut ke dahinya, berusaha melacak Qi dingin tersebut. Persepsi nya pun di bawa pergi melacak sumber dari Qi dingin itu berasal. Sampai beberapa detik kemudian ia pun berhasil mendapatkan lokasinya.


“Ketemu.” Ucap Ling Feng dengan tegas lalu dalam sekejap langsung menghilang dari pandangan semua orang yang berada di sana.


Semuanya memandang itu dengan tatapan bingung, kecuali Ren Hu yang sudah terbiasa tentunya. “Ehhh. Apa yang terjadi? Apakah ia baru saja menghilang tadi? Memangnya hal yang seperti itu mungkin terjadi?” Han Ying mengajukan beberapa pertanyaan kepada dua tetua yang tersenyum masam ketika melihat itu. Sampai Ren Hu pun berkata.


“Tidak perlu panik. Tuan... Maksudku. Saudara Ling Feng berarti sudah menemukan keberadaan Nona Bing. Mungkin saat ini, ia sudah bertemu dengannya.” Kata Ren Hu. Sontak hal itu membuat semua pasang mata melirik ke arahnya dengan pandangan tidak percaya. Semuanya pun saling pandang dan membatin hal yang sama.


“Memangnya kultivator normal bisa melakukan hal itu ya?”


Kembali Ke Ling Feng


Ling Feng dalam sekejap langsung teleportasi ke tempat Bing Jiao melalui serpihan es yang ia rasakan tadi. Saat ini ia berada di tengah-tengah hutan yang berada di luar Ibukota Kekaisaran. Ia juga menyadari tempat ia berada saat ini sebagian diantaranya telah di rubah menjadi es. Ling Feng lalu melangkahkan kakinya masuk lebih dalam ke hutan tersebut.


Sampai kemudian ia pun melihat sosok wanita yang sedang dalam posisi lotus di atas batu besar, juga sebagai sumber dari Qi dingin yang begitu besar tersebut. Walaupun Ling Feng tidak bisa melihat wajah dari wanita tersebut Ling Feng tentunya sangat familiar dengan punggung gadis tersebut.


Ling Feng sontak melangkah mendekatinya seraya memanggil namanya, “Jiao’er.” Ling Feng memanggil nama wanita tersebut yang tidak lain adalah Bing Jiao. Bing Jiao yang mendengar namanya di panggil, sontak tubuhnya sedikit mengenjang lalu melirik ke belakang menatap sosok Ling Feng. Cadar yang selama ini menutupi wajahnya telah tiada, alhasil Ling Feng bisa melihat wajah putih seputih salju di balik cadarnya tersebut.


Bing Jiao menatap Ling Feng seraya tersenyum, namun ketika Ling Feng melihat senyuman tersebut, ia pun sontak tertegun, karena senyum tersebut alih-alih membuatnya nyaman, instingnya berkata ada sesuatu yang berbahaya di depannya. “Sudah kuduga kamu pasti akan datang menemuiku... Feng gege~.” Ucap Bing Jiao dengan senyum tipis tercetak di wajahnya serta kedua pipinya berubah merah menatap Ling Feng dengan pandangan yang lembut, namun hal itu hanyalah membuat Ling Feng terkejut ketika melihatnya.


“J-jiao’er... K-kamu... A-apa yang telah terjadi kepadamu?”


>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.