Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Situasi Terkini


Ling Feng terkekeh merespons nya sembari mengangkat satu tangan nya menahan serangan sosok tersebut yang ternyata adalah seorang iblis.


Bammmmmm


"Dia dapat menahan serangan ku dengan kekuatan penuh?!" Batin Iblis tersebut membelalakkan matanya terkaget ketikan serangannya di tahan oleh Ling Feng tanpa usaha sama sekali.


Bahkan manusia setengah beast itu pun terkejut dengan perkembangan pemuda tersebut. Sang pemuda hanya diam saja lalu mengalihkan pandangannya ke manusia setengah beast. "Yo rubah kita bertemu lagi setelah sekian lama ya." Kata pemuda tersebut memberi salam kepada manusia setengah beast itu.


Tentunya rubah setengah manusia itu terkejut. "Kau, anak muda…Sejak kapan kembali dari Jurang Keabadian?" Tanya Rubah setengah Manusia itu. Tentunya Pemuda tersebut menjawab. "Baru saja aku kembali." Jawab singkat Pemuda tersebut yang tidak lain adalah Ling Feng.


"Berani-beraninya…" Gumam iblis tersebut menundukkan kepalanya. Ling Feng yang sedang berbincang dengan rubah setengah manusia hanya melirik santai saja. "Berani-beraninya…Kau ras rendahan meremehkan ku…!" Teriak marah Iblis tersebut. Lalu tanpa ia sadari…


Banggggg


"Berisik iblis tengik…Jika ingin berteriak pergi ke hutan sana." Kata Ling Feng menendang wajah Iblis tersebut cukup keras sampai membuat Iblis tersebut melesat cepat menabrak pepohonan sejauh puluhan meter.


"Ughhkkk…Sangat kuat. Sejak kapan ada kultivator sekuat ini di ras manusia." Batin Iblis tersebut dengan wajah langsung mengeluarkan darah akibat dari tendangan Ling Feng. Baru saja dirinya membatin, dalam sekejap Ling Feng sudah muncul kembali di hadapan iblis tersebut.


Bughhkkkkkk


Bammmmmm


Bammmmmm


Bammmmmm


Tanpa memberikan nafas, Ling Feng langsung menendang dagu daripada iblis tersebut membuat nya terbang di udara. Bahkan saat mengudara pun, Ling Feng melesat terbang melancarkan serangannya baik itu tinjuan maupun tendangan.


Iblis tersebut ingin bertahan, namun setiap saat tangan nya ingin naik menahan pukulan Ling Feng. Kedua tangannya dalam sekejap di pukul cepat oleh Ling Feng membuat nya tidak bisa naik untuk bertahan. Tubuh nya di buat mati rasa oleh Ling Feng.


"Aku masih belum selesai." Kata Ling Feng berputar kebelakang menendang kepala iblis tersebut dari atas. Alhasil iblis yang tadinya melayang di udara, melesat cepat jatuh ke tanah.


Booooommmm


"Uhukkk" Batuk Iblis tersebut sembari membelalakkan matanya nya tidak menyangka hal itu. Kawah sedalam setengah meter tercipta di sana dengan mudahnya. "Apa ini? Sebenarnya apa yang telah ku alami saat ini? Mengapa bisa terjadi saat ini?" Iblis tersebut tiba-tiba membatin seperti itu.


"Aku cukup puas mari kita selesaikan ini." Kata Ling Feng menjentikkan jarinya dan tiba-tiba sebuah bola energi berkumpul di atas telunjuk tangan nya. Bola energi itu hanya seukuran kepal anak yang beranjak remaja, namun iblis tersebut menatap panik bola energi itu.


Pada saat ia sedang berusaha untuk menggerakkan tubuhnya, Ling Feng yang di atas terkekeh saja lalu berkata. "Kau tidak akan bisa menggerakkan tubuh mu…Aku sudah melumpuhkan semau titik otot-otot mu." Kata Ling Feng tersenyum.


Ling Feng lantas berkata lagi sembari mengarahkan bola energi ke arah iblis tersebut. "Hal ini yang ingin kau lakukan kepada manusia setengah beast itu kan." Kata Ling Feng memperagakan gerakan yang sama seperti iblis itu ketika hendak membunuh manusia setengah beast itu.


"Terima ini." Kata Ling Feng lalu menyentil bola energi itu melesat ke arah dahi iblis tersebut. "Akhhhhhhhhhhhhhhh manusia…! terkutuk kau ras manusia rendahan." Teriak iblis tersebut.


Swusssshhhh


Dalam sekejap iblis tersebut itu mati dengan satu kali serangan bola energi Ling Feng. "Berisik iblis bodoh." Kata Ling Feng dengan nada acuh tak acuh menimpali perkataan iblis tersebut. Ling Feng lalu menjentikkan jarinya keluar api hitam dan langsung membakar habis mayat daripada iblis tersebut.


Rubah setengah manusia itu tercengang melihat hal itu dalam waktu singkat. "Aku tau dirinya memang jenius, tapi bukankah ini terlalu berlebihan…Monster memang julukan yang pas untuk manusia ini." Batin Rubah setengah Manusia itu.


Ling Feng lalu mendekati rubah setengah manusia itu sembari melemparkan sebuah pil pemulih. "Seraplah…Setelah selesai aku ingin bicara." Kata Ling Feng dengan nada serius. Rubah setengah manusia itu pun menganggukkan kepalanya segan langsung menelan pil pemulih tersebut dan mulai memulihkan kondisi tubuhnya.


Ling Feng melirik sejenak rubah setengah manusia itu lalu menatap kembali bekas tempat iblis yang berbaring di sana. "Sebenarnya apa yang telah terjadi selama kepergian ku." Batin Ling Feng bertanya-tanya. Ia lalu melirik rubah setengah manusia sekilas lalu menutup Kedua matanya menunggu.


Setengah jam kemudian rubah setengah manusia itu membuka kedua matanya. "Hanya dalam setengah jam luka-luka ku pulih secepat ini…Sungguh tidak dapat dipercaya." Batin Rubah setengah Manusia itu.


"Apakah kau sudah selesai?" Tanya Ling Feng tepat di sampingnya berdiri menunggu. Rubah setengah manusia itu menganggukkan kepalanya mengiyakan pertanyaan Ling Feng.


"Jadi sekarang kita bisa berbicara. Berapa tahun berlalu semenjak aku pergi? lalu apa yang terjadi selama kepergian ku?" Tanya Ling Feng. Ren Hu menganggukan kepalanya lalu mulai menjawab pertanyaan-pertanyaan Ling Feng.


...…………...


"Jadi begitu." Gumam Ling Feng manggut-manggut. "Sudah dua tahun berlalu sejak aku turun ke Jurang Keabadian." Kata Ling Feng lagi. "Lalu Mengenai iblis tadi…Kenapa ia mendatangi mu? Apa yang sebenarnya ia inginkan?" Tanya Ling Feng lagi. Ren Hu menggelengkan kepalanya.


"Aku sendiri tidak tau, tapi ia bertanya kepada ku Mengenai harta yang terdapat di salah satu gua tempat penguasa. Ketika aku menjawab tidak tau, ia langsung menyerang ku begitu saja tanpa berkata lagi." Jelas Ren Hu. Ling Feng sendiri paham dengan apa yang dimaksud oleh Ren Hu.


"Apakah Ras iblis sudah mulai bergerak." Batin Ling Feng tiba-tiba memikirkan hal tersebut. Ia seketika teringat dengan orang-orang nya saat ini. "Tapi, jika memang kalau pun mereka sudah bergerak. Aku yakin sudah banyak ras itu datang kemari. Jadi masih kemungkinan mereka masih bergerak secara diam-diam." Pikir Ling Feng mengambil kesimpulan.


Pada saat Ling Feng sedang berpikir, Ren Hu menegur nya. "Feng gelang yang ada dipergelangan tangan mu itu…" Tegur Ren Hu. Ling Feng yang sempat termenung langsung tersadar kembali. "Oh iya aku lupa mengenai hal itu." Kata Ling Feng berniat melepaskan gelang berwarna hijau cerah itu.


Lagi-lagi gelang hijau itu, kembali bercahaya terang. Namun kali ini sedikit berbeda tiba-tiba sebuah cahaya keluar dari gelang itu melesat cepat ke dahi Ren Hu.


------ Bersambung